Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Monday, April 16, 2018

√ 15 Ancaman Pergaulan Bebas (Penyebab & Cara Mengatasinya)

Pergaulan bebas yang dikenal ketika masa modern ini, ternyata menimbulkan banyak sekali masalah. Pengertian pergaulan bebas diambil dari kata Pergaulan (artinya proses interaksi antar individu atau individu dengan kelompok) dan Bebas (artinya terlepas dari aturan, kewajiban, norma agama, tuntutan dan pancasila).

Hal yang memicu seorang remaja melaksanakan pergaulan bebas yaitu tidak mendapat pendidikan yang benar, sampai kondisi keluarga yang tidak harmonis.

 Pergaulan bebas yang dikenal ketika masa modern ini √ 15 Bahaya Pergaulan Bebas (Penyebab & Cara Mengatasinya)
Photo credit: Pxhere.com

Webster (2010) mendefinisikan pergaulan bebas yakni interaksi sosial dan sikap di luar norma masyarakat atau ‘bebas dari aturan’. Mediabakery.com by Jamie Grill | Gettyimages.com 

Pekerjaan orang renta akan sangat mensugesti perkembangan psikologis seorang remaja. Orang renta yang terlalu sibuk untuk mencari uang di luar rumah sehingga kurang memperhatikan anaknya, menimbulkan problem serius pada diri seorang anak (terutama remaja).

Kurangnya perhatian dari orang tuanya menimbulkan seorang remaja akan mencari sensasi di luar sana, yang perbuatannya akan cenderung menyimpang / tidak baik.

Secara teoritis, keutuhan keluarga kuat besar terhadap faktor kenakalan remaja. Dimana bawah umur remaja yang badung seringkali berasal dari keluarga yang tidak utuh. Entah itu orang tuanya bercerai, atau interaksi di dalam keluarga yang begitu hambar.

Selain itu, orang renta yang cenderung memikirkan pekerjaannya sehingga tidak memperhatikan anaknya, sehingga anak kurang mendapat perhatian yang menimbulkan diri sang anak akan cenderung bebas dalam melaksanakan hal apapun.

2. Faktor Lingkungan dan Teman-teman

Lingkungan manjadi faktor yang sangat mensugesti cara bergaul para remaja. Jika kondisi keluarga baik, namun kondisi lingkungan sekitar tidak aman atau tidak baik, maka sang remaja tetap beresiko besar untuk terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Apalagi jikalau diperhatikan, remaja zaman kini lebih sering untuk berkumpul dengan teman-temannya daripada keluarganya. Bahkan perkembangan dan pola pikir remaja zaman kini tidak lagi didominasi oleh pendidikan keluarga, namun lebih banyak dari imbas lingkungan.

3. Kondisi Mental yang Tidak Sehat

Kurangnya penddikan menimbulkan seorang remaja mempunyai mental yang tidak sehat dan cara pandang yang salah. Dimana tidak jarang para remaja justru merasa gembira pada pergaulan bebas yang dilakukannya.

Padahal pergaulan bebas bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, bahkan seharusnya dihindari. Hal ini lantaran mereka kurang bisa memahami hakikkat yang benar dan baik, disebabkan daya pemahaman yang lemah.

4. Kondisi Keluarga Yang Tidak Stabil (Broken Home)

Suasana di dalam keluarga sangat kuat terhadap perkembangan psikis dan tingkah laku seorang remaja. Jika kondisi orang renta tidak serasi akan menimbulkan perkembangan psikis sang anak menjadi terganggu.

 Pergaulan bebas yang dikenal ketika masa modern ini √ 15 Bahaya Pergaulan Bebas (Penyebab & Cara Mengatasinya)
Photo credit: Fotolia.com

Hal inilah yang memicu seorang anak cenderung untuk mencari kesenangan di luar. Apalagi jikalau sang anak tidak mencicipi kasih sayang dari orang tuanya.

Seringkali seorang anak selalu menolak untuk mendengar nasehat dari orang tuanya, disebabkan kesalahan orang tuanya sendiri. Dimana orang renta tidak menyampaikan pendidikan dan kasih sayang yang layak.

5. Kurang Berhati-hati Dalam Berteman

Jika ada pernyataan bahwa berteman “harus” dengan siapa saja, maka ini pernyataan yang salah bebas. Justru sesorang harus berteman dengan orang-orang yang baik dan yang membuatnya bisa lebih baik.

Hal itu lantaran sahabat sehari-hari akan sangat mempengaruhi, baik itu dari segi akhlak, cara bicara, cara berpikir, tingkat motivasi, dan banyak hal lainnya.

Tidak jarang, salah menentukan sahabat bisa menjerumuskan seseorang ke dalam hal-hal yang buruk. Selain faktor keluarga,  faktor sahabat juga sangat menentukan kesuksesan seorang anak di masa depannya.

6. Minimnya Pemahaman Terhadap Dampak Pergaulan Bebas

Tidak adanya pemahaman yang benar perihal dampak negatif dari pergaulan bebas, apalagi dengan didukung rasa ingin tau yang tinggi, hal ini menjadi pemicu yang sangat kuat terjerumusnya remaja dalam pergaulan bebas.

Pemicu lainnya yaitu terbukanya jalan masuk pada hal-hal yang buruk, menyerupai keberadaan internet yang bisa menjadi pisau bermata dua.

Jika dipakai dengan benar maka internet bisa menyampaikan manfaat yang sangat besar. Adapun jikalau salah dalam memakai internet menyerupai mengakses konten gambar dan film yang tidak pantas untuk dilihat, maka sanggup merusak diri seorang remaja.

7. Berkembangnya Paham Sekularisme dan Liberalisme

Sekularisme yakni paham yang menyampaikan bahwa kehidupan dan kegiatan dalam urusan dunia harus dipisahkan dari nilai-nilai Agama. Sehingga keberadaan Agama tidak lagi mempunyai kedudukan yang tinggi dalam paham sekuarisme.

Liberalisme yakni paham yang menyampaikan bahwa insan bebas untuk mempunyai pedoman apapun, walaupun itu menyimpang jauh dari nilai-nila Agama.

Baik itu paham sekuler maupun paham liberalisme, kedua-duanya sangat merusak tatanan kehidupan beragama.

Hasil dari kedua paham tersebut, menimbulkan tingginya angka pergaulan bebas di kalangan anak muda. Dimana kontrol agama tidak lagi dianggap oleh mereka yang mempunyai paham menyerupai itu.

8. Minimnya Kontrol Orang Tua

Pada zaman ini, tugas dan fungsi keluarga telah mengalami pergeseran yang sangat jauh, disebabkan lantaran masing-masing anggota keluarga terlalu sibuk dengan tujuannya sendiri-sendiri.

Banyak keluarga di kota yang terlalu memikirkan perihal kebutuhan bahan anak-anaknya, sehingga sangat kurang dalam memperhatikan kebutuhan rohani dan jiwa anak-anaknya.

Hal menyerupai inilah yang menimbulkan perkembangan jiwa seorang anak menjadi tidak seimbang. Ketika umur seorang anak semakin bertambah maka banyak sekali problematika pun semakin banyak, sementara komunikasi dan perhatian orang renta pada anak semakin sedikit.

9. Menurunnya Fungsi Kontrol dari Masyarakat

Lingkungan yang baik sangatlah penting, lantaran akan menyampaikan imbas baik terhadap perkembangan remaja. Yang menjadi problem yakni fungsi kontrol yang dilakukan oleh masyarakat telah menghilang.

Hal ini terjadi akhir sikap kurang peduli dan egois, sehingga fungsi masyarakat dalam pembentukan mental generasi muda semakin pudar. Kepedulian pada generasi muda benar-benar hampir menghilang.

Selain itu, kerasnya pola hidup individu di perkotaan menimbulkan tidak adanya komunikasi intensif antar tetangga dan masyarakat.

Apabila kondisi masyarakat sudah menyerupai ini, maka munculah banyak sekali kerusakan, terutama dilakukan oleh anak muda yang sedang dalam masa labil-labilnya.

10. Pemuda Tidak Menyadari Bahaya dari s3k Bebas dan Obat-obatan Terlarang

Penelitian menyebutkan bahwa terdapat banyak penyebab remaja melaksanakan sikap sec bebas, salah satunya yaitu lantaran tontonan yang buruk. Data remaja yang melaksanakan hubungan sec bebas kian meningkat, dari 5% pada tahun 1990-an menjadi 20% di tahun 2000.

Ada suatu ancaman besar dari sikap sec bebas yaitu penyakit menular secual (sipilis, HIV/AIDS, dll). Di Amerika Serikat, setiap tahunnya ada sebanyak 3,7 juta kasus gres abuh penyakit kelamin.

 Pergaulan bebas yang dikenal ketika masa modern ini √ 15 Bahaya Pergaulan Bebas (Penyebab & Cara Mengatasinya)

Dengan begitu, penting memberitahukan perihal ancaman pergaulan bebas (baik itu berupa sec bebas sampai penggunaan obat-obatan terlarang) pada para remaja.

11. Minimnya Sarana Pengembangan dan Aktivitas Remaja

Masa remaja sanggup dikatakan masa yang sangat vital di dalam kehidupan seseorang, dimana ketika seseorang remaja maka dirinya bukan lagi anak kecil, tapi belum juga dikatakan dewasa.

Masa remaja merupakan masa-masa labil, kondisi tersebut merupakan lisan dan dorongan perkembangan remaja. Namun, ketika ini sangat sedikit yang memberi perhatian perihal kebutuhan remaja tersebut.

Para orang cukup umur sangat kurang dalam upaya pelatihan remaja, dimana minim sekali sarana dan akomodasi untuk acara para remaja, hal ini menimbulkan sebagian remaja menentukan untuk masuk ke dalam dunia pergaulan bebas.

C. Cara Mengatasi Pergaulan Bebas

Dorong Remaja Untuk Memiliki Berbagai Aktivitas Positif

Tidak adanya acara positif untuk mengisi waktu luang, menimbulkan para remaja mengisi waktu mereka dengan hal negatif menyerupai pergaulan bebas.

Sehingga salah satu cara efektif untuk mengantisipasi maraknya pergaulan bebas yakni dengan menyampaikan acara positif dan bermanfaat kepada para remaja.

Misalnya dengan melibatkan anak muda dalam organisasi sosial, hal ini sangatlah elok untuk memacu pekembangan remaja ke arah yang positif.

 Pergaulan bebas yang dikenal ketika masa modern ini √ 15 Bahaya Pergaulan Bebas (Penyebab & Cara Mengatasinya)
Ilustrasi Remaja Bermain Bulu Tangkis | (Foto cr PBSI)

Selain itu, dorong remaja untuk menekuni hobinya, bahkan lebih elok lagi jikalau mengembangkannya menjadi lahan bisnis yang menghasilkan profit.

Lalu buatlah acara-acara kreatifitas untuk bawah umur muda. Dengan banyak sekali taktik ini, maka diperlukan sanggup secara efektif untuk mengarahkan para remaja untuk banyak sekali hal yang bermanfaat.

Jika Anda bingung, berikut banyak sekali acara bermanfaat yang bisa ditawarkan pada remaja:

Olahraga
Olahraga sangat menyehatkan badan dan pikiran. Olahraga juga memicu produksi hormon endorfin yang menciptakan mereka lebih semangat dan dan percaya diri.

Anda bisa menyampaikan anak untuk melaksanakan olahraga beregu menyerupai futsal, basket, voli dan banyak lainnya. Selain itu, untuk jenis olahraga perorangan juga bisa dilakukan bersama-sama, contohnya jogging, berenang, dan lainnya.

Keterampilan Tangan
Aktivitas ini juga bermanfaat untuk dilakukan, menyerupai menjahit, memasak, melukis, keterampilan bertukang menyerupai menciptakan meja sederhana, memperbaiki kendaraan, alat-alat elektronik rumah tangga, bercocok tanam, dan banyak lainnya.

Bela Diri
Ini juga hal yang penting, untuk menjaga keamanan diri (self defense), terutama untuk remaja putra, maka orang renta bisa mendaftarkan anak remaja mereka di kelas-kelas bela diri.

Kegiatan bela diri yang umumnya diajarkan menyerupai taekwondo, pencak silat, karate, dan lainnya. Remaja putri juga bisa dibekali dengan kemampuan bela diri, hal ini untuk menjaganya dari upaya pelecehan dari pihak lain.

Aktivitas Alam
Anda bisa mengajaknya untuk melaksanakan acara di alam bebas sesekali, hal ini menjadi latihan sekaligus tantanglah bagi remaja biar bisa meninggalkan gadget, ponsel, laptop ataupun video games mereka.

Pergi ke daerah hijau atau alam bebas diperlukan menciptakan para remaja menyukai dan menghargai keindahan alam lebih dari bioskop dan mall.

Belajar Bahasa Asing
Mempelajari bahasa absurd sangat elok dilakukan ketika masa remaja, hal itu lantaran remaja mempunyai banyak waktu luang.

Dengan mencar ilmu bahasa asing, hal ini menciptakan seseorang sanggup membuka pintu ke dunia luar. Menambah kemampuan yang dimiliki dengan cara mencar ilmu di luar negeri, sampai bekerja di luar negeri dengan honor yang besar.

Selain yang disebutkan diatas, terdapat banyak sekali (puluhan sampai ratusan) acara positif yang bisa dilakukan para remaja.

Intinya, hendaknya para remaja mengisi waktunya dengan acara bermanfaat, apalagi kini ini terdapat banyak kursus offline atau online yang bisa diikuti. Tinggal dipilih bidang kursus apa yang disukainya.

Sosialisasikan Bahaya Pergaulan Bebas

Salah satu penyebab seorang remaja terjatuh ke dalam pergaulan bebas yakni lantaran dirinya kurang mengetahui perihal ancaman pergaulan bebas.

Salah satu kerusakan moral akhir pergaulan bebas yakni maraknya sec bebas. Dampak sec bebas ini bisa menimbulkan resiko penyakit kelamin yang mematikan. Hal ini harus diketahui oleh para remaja sehingga dirinya tidak termakan dengan dunia pergaulan bebas.

Sebagai orang renta hendaknya mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi perihal ancaman pergaulan bebas.

Biasakan Membatasi Waktu di Luar Rumah

Terlalu usang berada di luar rumah dengan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat, akan membuka resiko seorang remaja terjatuh dalam pergaulan bebas.

Seorang remaja selain melaksanakan acara di luar rumah, hendaknya juga berusaha menciptakan daftar-daftar kegiatan untuk dilakukan di rumah.

Dengan meredam kebiasaan terlalu sering di luar rumah, maka ini langkah yang sangat baik untuk mencegah remaja terjatuh kepada hal-hal yang buruk.

Sadarkan Remaja Untuk Memikirkan Tentang Masa Depannya

Sedikit sekali remaja yang memikirkan masa depannya. Seandainya pada masing-masing remaja menyadari perihal persiapan untuk masa depannya, maka dirinya tidak akan ikut “nimbrung” dengan yang namanya pergaulan bebas.

Buka pikiran remaja perihal hal-hal besar yang bisa dilakukannya, sehingga masa depannya akan sukses. Ada banyak hal besar dan penting yang bisa dilakukannya sekarang, sehingga remaja tidak lagi tertarik dengan dunia pergaulan bebas.

Menghindari Lingkungan yang Tidak Kondusif

Setelah keluarga, daerah anak bersosialisasi yakni lingkungan sekitar. Apabila anak berada di lingkungan yang positif maka dirinya akan cenderung menjadi baik. Dimana seseorang umumnya akan mencontoh lingkungan sekitarnya.

Adapun jikalau lingkungannya negatif, maka sang anak akan sangat rentan untuk menggandakan hal-hal yang tidak baik dari lingkungan sekitarnya.

Hal Lainnya Untuk Mengatasi Maraknya Pergaulan Bebas

Orang renta hendaknya bisa menyampaikan teladan yang baik untuk anak-anaknya. Jika orang tuanya baik, maka Insya Allah nantinya sang anak mempunyai potensi yang besar untuk menjadi seorang yang baik.

Orang renta harus melaksanakan pendekatan sedemikian rupa kepada anak, sehingga anak tidak gampang terprovokasi oleh teman-temannya untuk terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk.

Sejak dini, tanamkan pada anak keberanian untuk menyampaikan tidak pada hal-hal yang kurang baik. Hal ini penting biar sang anak tidak terjerembab dalam seruan teman-temannya yang buruk.

Dengan begitu juga, orang renta seharusnya mempunyai waktu berkualitas untuk anaknya, sehingga bisa saling mengobrol atau sekedar berkumpul. Jadilah orang renta yang menjadi daerah curhat yang nyaman bagi anak-anaknya.

Jangan lupa untuk tetap mengawasi penggunaan media komunikasi menyerupai smartphone, gadget, televisi, dan lainnya.

Terakhir, kenalkan anak pada agama yang benar, dorong anak untuk mempunyai idola berupa orang-orang sholeh. Dekatkan anak pada Ustadz-Ustadz yang mempunyai ilmu agama mumpuni, adab yang mulia, aqidah dan keimanan yang benar, pengamalan agama yang bagus, dan kelembutan hati.

Mudah-mudahan, nasehat dari para Ustadz yang menyerupai itu akan meresap ke dalam hati bawah umur Anda.

Sumber http://www.freshbugar.com

Saturday, April 14, 2018

√ Sekarang, Anak Usia 5 Tahun Sudah Memikirkan Reputasi Dirinya

Penggunaan media umum sudah sangat umum. Baik itu orang kaya maupun orang yang penghasilannya pas-pasan ikut mendaftar untuk mempunyai akun facebook, twitter dan banyak lainnya.

Umumnya orang bermedia sosial untuk membangun gambaran dirinya.

Dan belakangan ini bawah umur pun sudah ikut-ikutan untuk bermain media sosial. Tentunya bawah umur tersebut bermedia sosial alasannya yakni mengikuti orang remaja atau orang tuanya.

 Penggunaan media umum sudah sangat umum √ Sekarang, Anak Usia 5 Tahun Sudah Memikirkan Reputasi Dirinya
Ilustrasi Anak Zaman Sekarang | Photo credit: Shutterstock.com/Anna Nahabed

Hal yang mengagetkan, penelitian pun menemukan bahwa bawah umur yang masih kecil (bahkan gres berusia 5 tahun) sudah memikirkan reputasi dirinya.

Peneliti di Amerika melihat bahwa anak anak kecil di masa kini sudah bisa dengan baik membangun reputasi dirinya. Mereka membangun “branding” dirinya sebagai persiapan untuk memasuki masa sekolah.

Anak yang gres berusia 5 tahun, sudah sanggup memahami bahwa jikalau orang lain melihat saya melaksanakan X, apa yang akan mereka simpulkan wacana diri saya.

Penelitian mengatakan bahwa anak berusia 6 tahun mempunyai sifat dan prilaku yang lebih terjaga dan lebih murah hati, ketika mereka menyadari sedang diperhatikan oleh orang yang kemungkinan akan mereka lihat lagi, dibandingkan dengan yang kemungkinan tidak akan ditemui di masa mendatang.

Sehingga sepertinya bawah umur sekarang, semenjak dini sudah mulai berguru memposisikan dirinya. Mereka mencoba dan berusaha biar mempunyai reputasi baik di mata orang-orang sekitar.


Tips Bagi Orang Tua Agar Anak Percaya Diri

Orang renta mempunyai posisi dan tugas sangat penting dalam proses perkembangan anak. Pastikan orang renta mempunyai waktu cukup banyak untuk berkomunikasi dengan anak.

Jika orang renta sering berkomunikasi dengan anak sedari kecil, maka anak akan tumbuh menjadi orang yang percaya diri.

Seringkali orang renta terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak pernah mengajarkan pendidikan dan pengetahuan huruf semenjak dini pada anak.

Orang renta jangan sering memarahi anak. Yang namanya bawah umur akan sering melaksanakan kesalahan. Justru disinilah tugas penting orang terdekat sang anak untuk membimbing.

Orang renta perlu mendorong dan mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan atau orang-orang sekitar

Jangan meremehkan kemampuan anak, alasannya yakni setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Jangan membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya jikalau itu hanya akan menyakiti hati anak.

Terlalu sering membanding-bandingkan anak, bisa merusak iktikad dirinya.

Yang perlu dilakukan orang renta yakni mendorong anak untuk menekuni talenta yang dimilikinya.

Jika anak mempunyai sebuah hobi yang positif, maka jangan ragu untuk mendukung harapan anak tersebut, dan jangan mematahkan semangat anak.

Jangan suka menakut-nakuti anak. Seringkali untuk menciptakan anak jera maka caranya dengan menakut-nakutinya. Kebiasan menakut-nakuti anak ini mengakibatkan perkembangan anak terganggu, anak menjadi tidak percaya diri, dan pesimis dalam mengambil keputusan.

Jangan mengejek anak, walaupun itu dengan tujuan bercanda, kebiasaan mengejek ini tidak dibenarkan. Mengejek anak sanggup berdampak jelek pada iktikad dirinya.

Pastikan komunikasi aktif dan libatkan anak dalam menciptakan keputusan. Biasakan anak untuk mengutarakan inspirasi atau pendapatnya, hal ini akan melatih dirinya untuk bisa percaya diri.

Sumber http://www.freshbugar.com

Tuesday, April 10, 2018

√ Cara Menenangkan Emosi Anak Yang Berulah

Orang bau tanah mempunyai tugas terbesar dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Mendidik anak tidaklah mudah, sehingga orang bau tanah harus bersabar di dalam proses pendidikan anak.

Yang namanya belum dewasa niscaya sering melaksanakan hal yang aneh-aneh, yang tidak jarang menciptakan jengkel orang tua.

 Orang bau tanah mempunyai tugas terbesar dalam perkembangan dan pertumbuhan anak √ Cara Menenangkan Emosi Anak yang Berulah
Photo credit: Maxpixel.net

Hal itu lantaran anak yang masih kecil mempunyai rasa ingin tau yang kuat, sehingga seringkali melaksanakan hal yang aneh-aneh bahkan membahayakan.

Selain itu belum dewasa juga sering melaksanakan tindakan yang konyol menyerupai membuang masakan di karpet secara sengaja. Disinilah orang bau tanah diuji kesabaran dan ketenangannya dalam bersikap.

Jika kelakuan anak jelek atau konyol yang menciptakan emosi, seringkali orang bau tanah meresponnya dengan cara berteriak, hal ini sebuah kesalahan.

Orang bau tanah harus mengontrol diri dalam keadaan demikian. Hirup napas dalam-dalam dan pejamkan mata sejenak, sehingga menciptakan jiwa lebih rileks dan hening dalam menghadapi anak.

Jika Anak Menangis atau Emosional

Lebih baik cari tahu hal yang menciptakan anak bertingkah aneh. Anak menangis tanpa lantaran yang terperinci seringkali menciptakan orang bau tanah jengkel.

Jika anak sedang emosional maka biarkan saja hingga dirinya sanggup lebih tenang. Jangan hingga orang bau tanah ikut terpancing emosional.

Setelah emosi anak mulai mereda, maka barulah sampaikan pesan pada anak. Lalu, saat anak sudah benar-benar terlihat hening maka orang bau tanah sanggup memeluk anak sebagai bukti kasih sayang.

Ucapkanlah terima kasih kepada si kecil dan mintalah dirinya untuk tidak mengulangi perbuatan yang tidak baik.

Biasanya, mulai munculnya huruf garang pada anak (seperti memukul, melempar benda, dll) yaitu sehabis anak berusia dua tahun.

Sifat garang ini akan berkurang seiring bertambahnya usia anak. Hal ini tergantung dari tugas orang bau tanah dalam mendidik atau mengajarkan anak pada hal-hal yang baik.

Jangan Menyakiti Anak

Saat anak rewel atau berulah maka tidak jarang menimbulkan orang bau tanah ikut terpancing emosinya sehingga memukul anaknya.

Hal ini sepertinya harus dihindari, lantaran tujuan orang bau tanah hendaknya mendidik dan menyadarkan anak akan kesalahannya (bukannya memukul).

Sehingga sanggup dikatakan memukul anak ialah sebuah kesalahan, walaupun memukul sesekali juga diharapkan dalam kondisi tertentu.

Orang bau tanah harus tegas dalam mengajarkan disiplin pada anak, tapi bukan berarti dengan cara kasar.

Hal yang lebih baik dilakukan bila anak berulah ialah mencari tahu penyebabnya. Jika anak tempramental maka cari tahu apa yang menjadi pemicunya.

Dengarkan Apa Mau Sang Anak

Sebelum orang bau tanah memperlihatkan eksekusi atau melarang sesuatu, maka hendaknya mendengarkan dahulu klarifikasi atau harapan sang anak. Hal ini akan menciptakan anak merasa diperhatikan dan didengarkan.

Adapun sebaliknya, sikap kasar dan besar kepala dari orang bau tanah kepada anak akan menimbulkan anak kesepian dan tidak terbuka kepada orang tuanya sendiri.

Jika anak sering dikasari, bukan mustahil anak akan memberontak dan tumbuh menjadi sosok yang suka melawan kepada orang tuanya.

Oleh lantaran itu, hibur anak dengan kelembutan sehingga anak merasa hening dan nyaman. Tunjukkan kasih sayang kepada anak sembari menjelaskan mengapa sesuatu boleh dan tidak boleh.

Biasakan Mendengarkan Cerita dan Curhat Anak

Seringkali orang bau tanah yang meremehkan atau mengabaikan curhat anak, hal ini sebuah kesalahan lantaran menciptakan anak merasa tidak disayang oleh orang tuanya.

Dampaknya kemudian ialah anak akan melampiaskan kekesalannya kepada orang tuanya dengan cara melaksanakan hal-hal yang buruk, menyerupai menumpahkan makanan, membanting benda, memukul, dll.

Dengan begitu, jangan meremehkan ucapan dan curhatan anak. Anak-anak sangat membutuhkan sobat untuk berkeluh kesah, sehingga orang bau tanah jangan hingga meremehkan permasalahan-permasalahan yang menimpa anak.

Bangunlah komunikasi dengan si kecil sehingga membuatnya akan merasa kondusif dan nyaman.

Membangun komukasi sangat penting biar anak maupun orang bau tanah sanggup peka terhadap perasaan masing-masing.

Bercerita lah kepada anak, dengarkan juga dongeng anak, kemudian jangan lupa untuk memeluk anak. Sehingga akan mengakibatkan pengertian pada masing-masing pihak.

Sumber http://www.freshbugar.com

Monday, April 9, 2018

√ Cara Menyebarkan Talenta Anak Semenjak Dini

Untuk mengetahui talenta anak maka orang bau tanah bisa melihat dari apa yang disukai anak (hobi anak), atau pada bidang apa yang anak cenderung padanya.

Hal yang harus dilakukan orang bau tanah ialah mengetahui dan mengenali talenta anak, kalau bisa semenjak dini sehingga talenta anak bisa terasah secara optimal.

 Untuk mengetahui talenta anak maka orang bau tanah bisa melihat dari apa yang disukai anak  √ Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Dini
Photo: https://pxhere.com/en/photo/621562

Beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan talenta anak yaitu:
  • Seberapa besar motivasi yang diberikan pada anak untuk membuatkan bakatnya.
  • Kondisi lingkungan daerah anak berada (seperti sekolah, keluarga, daerah bermain, dll).
  • Faktor genetik dan fungsi otak yang lebih mayoritas pada anak.
  • Faktor kepribadian, dimana setiap anak punya kepribadian yang berbeda-beda sehingga mengakibatkan anak eksklusif yang unik.
  • Kondisi emosi anak, dan besarnya tingkat optimis pada jiwa anak.

Berikan Anak Fasilitas yang Dibutuhkannya

Agar talenta anak berkembang dengan baik maka orang bau tanah perlu menyediakan kemudahan untuk menunjang talenta anak. Tidak perlu kemudahan yang mewah, yang penting kemudahan tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan anak.

Jika anak dari kecil terlihat suka menggambar, maka berikan ia kertas kosong untuk main corat-coret.

Jika anak suka bermain sepak bola, maka pastikan anak mendapat bola dan lahan untuknya bermain.

Lalu orang bau tanah bisa membawa anak berkunjung ke tempat-tempat yang sesuai dengan minat/bakat anak.

Sebagai contoh, kalau anak suka dengan cerita, sejarah dan semacamnya, maka orang bau tanah sepertinya harus mengenalkan anak dengan perpustakaan dan museum.

Apabila anak hobi olahraga, maka orang bau tanah disarankan untuk membawa anak pergi ke gedung atau kemudahan olahraga.

Jika anak suka dengan tumbuhan atau menanam tumbuhan, maka orang bau tanah bisa mengajak anak ke daerah pertanian ataupun tempat-tempat yang barkaitan dengan ilmu pertanian/tumbuhan.

Berikan Anak Respon

Anak-anak umumnya suka mencari perhatian. Sehingga Anda bisa menciptakan belum dewasa lebih bersemangat dengan cara menawarkan respon dan kebanggaan pada anak.

Anak-anak akan sangat bahagia kalau memperoleh jawaban dan kebanggaan dari orang remaja (khususnya orang tuanya).

Jika anak bertanya ihwal hal-hal mengenai hobinya maka jawab dengan serius. Saat anak bercerita ihwal kegiatan/hobinya maka dengarkan dengan baik.

Motivasi Anak

Jangan hingga semangat anak menurun dalam membuatkan bakatnya, disinilah pentingnya tugas orang bau tanah untuk selalu berada disisi anak dan menawarkan semangat.

Salah satu cara ampuh memotivasi anak yaitu dengan mengiming-imingi hadiah Istimewa pada anak.

Selain itu tanamkan sifat-sifat kasatmata pada anak ibarat sifat pantang menyerah, tekun, disiplin, dan semacamnya.

Hal Lainnya

Agar orang bau tanah sanggup lebih gampang untuk mengetahui talenta anak, maka ikutkan anak pada aktivitas ekstrakulikuler atau jenis-jenis aktivitas semacamnya.

Tawarkan suatu aktivitas pada anak, kalau anak menolak maka dengarkan baik-baik apa alasannya. Sehingga orang bau tanah bisa mengatasi masalah yang ada.

Jika anak merasa takut untuk mencoba hal-hal baru, maka disinilah tugas penting orang bau tanah sebagai “motivator” bagi anaknya.

Sejak dini, orang bau tanah hendaknya mengajak anak (bukan memaksa) untuk melaksanakan hal-hal baru. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Berikan kebebasan pada anak untuk memilih, terlalu memaksa ialah hal yang kurang bijak alasannya menciptakan anak merasa tertekan. Berikan keleluasaan anak untuk menentukan yang disukainya.

Jika anak bermalas-malasan maka katakan pada anak bahwa itu pilihannya sendiri. Hal ini untuk mendorong anak bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

Selain itu, orang bau tanah perlu menawarkan kesempatan pada anak untuk berdikari dan melaksanakan sesuatu sendiri (tentunya sesuatu yang sesuai kemampuannya).

Sumber http://www.freshbugar.com

√ Cara Mengajarkan Anak Biar Disiplin & Tanggung Jawab

Mengajarkan disiplin pada anak membutuhkan waktu. Disiplin yaitu hal yang harus diajarkan pada anak semenjak dini.

Tentunya orang renta perlu mengingatkan anak dikala melaksanakan kesalahan. Selain itu, ajari anak untuk tiba menghampiri ketika dipanggil orang tuanya.

 Mengajarkan disiplin pada anak membutuhkan waktu √ Cara Mengajarkan Anak Agar Disiplin & Tanggung Jawab
Photo credit: Flickr.com / tup wanders

Ketika anak dipanggil, anak dihentikan berteriak “Apa?” dari jauh, itu tidak sopan. Anak harus tiba kepada orangtua, kemudian berbicara dengan orang renta dari dekat.

Berikan anak rutinitas yang terperinci yang dimulai dari pagi hari. Contohnya anak harus berkemas-kemas dan sarapan sempurna pukul 6:00. Hal ini harus selalu dilakukan pada pagi hari, yang nantinya akan melatih anak untuk disiplin.

Agar anak sanggup disiplin maka perlu adanya komitmen bersama antara orang renta dan anak. Biarkan anak berbicara untuk membantu Anda dalam menciptakan aturan. Sehingga anak akan lebih cenderung untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan bersama.

Berikan Anak Kegiatan yang sanggup Melatih Disiplin

Berikan anak kegiatan yang sanggup melatih kedisiplinan dan kemandiriannya. Beberapa kegiatan yang sanggup menjadi pilihan yaitu olahraga, membersihkan ruangan, bermain origami, berguru bahasa asing, dll.

Pujilah belum dewasa ketika mereka berhasil menerapkan disiplin dalam diri mereka. Anda sanggup memuji anak sehabis melaksanakan tugas/kegiatannya.

Ajarkan juga anak tidur sempurna waktu untuk mengajarkan disiplin diri. Tidur sempurna waktu membutuhkan usaha, kontrol diri dan pola keteraturan. Sebelumnya minta anak semoga menyiapkan hal-hal yang diharapkan besok untuk sekolahnya.

Berikan penyampaian/perkataan yang terperinci pada anak. Contohnya, jam berapa Anda ingin anak Anda pulang ke rumah maka katakan “jam 12 siang”, bukannya menyampaikan sesuatu yang kurang terperinci menyerupai “Jangan terlambat.”

Berikan imbalan edukatif ketika anak berhasil menerapkan disiplin dalam hidupnya. Sehingga anak semakin bersemangat untuk menerapkan disiplin dalam dirinya.

Beberapa Contoh Disiplin yang Telah Diterapkan Para Ibu

Terdapat beberapa pola yang dilakukan Ibu dalam melatih kedisiplinan anak semenjak dini, walaupun terkesan cukup kejam.

Ada seorang Ibu yang ingin mendisiplinkan anaknya dikala duduk di carseat. Sang Ibu tidak pernah mentoleransi anaknya yang rewel dikala duduk di carseat. Sang Ibu memperlihatkan aturan pada anaknya untuk tidak rewel sepanjang perjalanan.

Sebagai Ibu yang secara rutin mengantar-jemput anak ke sekolah dengan perjalanan sekitar 1 jam, maka dikala anak menangis di perjalanan, sang Ibu ‘sanggup’ untuk mencueki anaknya yang menangis.

Adapun umumnya Ibu akan “terpaksa” menepi untuk mengikuti impian sang anak. Adapun Ibu yang satu ini menciptakan aturan bahwa anaknya harus duduk di carseat sepanjang perjalanan.

Disiplin tingkat tinggi ini dilakukan sang Ibu supaya anak tidak manja alasannya protesnya selalu diakomodasi.

Sang Ibu mengaku bahwa diawal-awal mungkin anak akan menangis, tapi sehabis berjalannya waktu anak akan terlatih dan tidak lagi rewel dikala di jalan.

Contoh lainnya, ada orang renta yang mengatur waktu bermain anak dengan gadget. Jika orang renta memperlihatkan jatah waktu 30 menit pada anak untuk bermain gadget, maka itu harus dipatuhi anak.

Setelah 30 menit maka anak harus berhenti bermain gadget, dan beralih ke kegiatan lainnya yang berguna.

Metode Time-Out

Daripada bermain tangan pada anak (memukul), maka metode time-out lebih elok untuk diterapkan dalam mendidik anak.

Metode time out ini cukup elok tapi harus dilakukan dengan benar. Metode ini dilakukan untuk mendisiplinkan anak dengan waktu, dimana menyuruh anak membisu menghadap tembok untuk merenungkan kesalahannya.

Lakukan metode time-out ini dalam kondisi tertentu yang mengharuskan, jangan terlalu sering alasannya akan hilang keefektifannya.

Selain metode time-out, pertimbangkan untuk memakai teknik mendisiplinkan yang bervariasi.

Saat menghukum anak dengan metode time-out, masuk akal kalau anak merengek untuk meluluhkan hati orangtuanya, tapi eksekusi tetap harus dijalanakan.

Jika orang renta luluh maka eksekusi menjadi tidak efektif. Hukuman tetap harus dijalankan semoga anak merenungkan kesalahannya dan memberi pementingan kepada anak semoga jangan mengulangi kesalahannya.

Setelah eksekusi time-out selesai, maka anak sanggup kembali beraktivitas menyerupai biasanya. Jangan lagi mengungkit-ungkit kesalahan anak alasannya anak sudah menjalani eksekusi sebagai tebusannya.

Sumber http://www.freshbugar.com

Sunday, April 8, 2018

√ 10 Manfaat Anak Bermain Di Luar Ruangan

Mungkin ada perasaan khawatir ketika anak bermain di luar rumah, hal ini wajar-wajar saja. Akan tetapi, hal ini bukan berarti mengakibatkan anak sering dikurung di dalam rumah.

Dimana ada banyak manfaat bermain bagi anak, khususnya di luar rumah. Jangan hingga anak dihentikan untuk bermain di lapangan, bahkan dihentikan hanya untuk menyiram tumbuhan di pekarangan rumah.

 Mungkin ada perasaan khawatir ketika anak bermain di luar rumah √ 10 Manfaat Anak Bermain di Luar Ruangan
Photo: https://pxhere.com/en/photo/717650

Berikut manfaat bermain di luar ruangan untuk anak-anak:

1. Melatih Kemandirian Anak

Setiap anak tentunya mempunyai masa golden age (lima tahun pertama kehidupan anak), pada masa ini Anda bisa menemani anak bermain di luar, tapi anak harus dijaga dengan baik alasannya yaitu masih berumur lima tahun kebawah.

Pada masa golden age ini menjadi masa sangat penting dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak.

Bermain di luar bagi anak sangat penting untuk perkembangan fisik, emosional, sosial dan intelektualnya.

Ajaklah anak bermain ke luar, hal ini meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu meningkatkan kemampuan emosionalnya, dan anak akan berinteraksi dengan sobat dan orang-orang di lingkungannya.

2. Merangsang Kreativitas Anak

Saat anak bermain di luar maka dririnya akan berguru untuk melaksanakan hal-hal secara spontan. Saat diluar anak akan melihat aneka macam macam benda menyerupai batu, kayu, daun, dll.

Hal ini nantinya akan menciptakan anak terangsang untuk berpikir perihal benda-benda tersebut. Anak mungkin akan memanfaatkannya untuk bermain.

Berbagai benda yang ada diluar tersebut akan menciptakan kreativitas anak terangsang, selain juga merangsang kemampuan kognitif dan emosional.

Penelitian menyebutkan bahwa bermain di alam sanggup secara efektif untuk mengasah kreativitas, penemuan dan imajinasi anak semenjak dini.

Sehingga bawah umur yang sering diajak bermain diluar atau alam terbuka mempunyai kemampuan lebih baik dalam berpikir, berinisiatif, memecahkan masalah, serta tidak gampang cemas dan takut.

Selain itu, jikalau anak bermain bersama teman-teman sebayanya di alam terbuka (misalnya acara kegiatan pramuka) bermanfaat untuk mengasah kemampuan leadership anak.

3. Meningkatkan Mood Anak

Ajaklah anak bermain ke luar, terutama pada pagi hari yang indah. Dimana paparan sinar matahari sangat baik dan sehat untuk anak.

Selain itu jikalau badan terkena sinar matahari pagi akan mengaktifkan kelenjar pineal yang mendorong produksi serotonin di otak.

Hormon serotonin berfungsi untuk meningkatkan suasana hati, meredakan stres, menciptakan seseorang lebih bersemangat dan bergembira.

Anak yang sedang rewel, jikalau diajak ke luar ruangan dan terkena sinar matahari maka bisa memperbaiki suasana hatinya.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa beraktivitas di luar ruangan (khususnya di alam) bisa secara efektif untuk menurunkan kadar hormon kortisol penyebab stres dan depresi.

4. Mengasah Keterampilan Sosial Anak

Bermain di luar akan mengasah keterampilan sosial anak, dimana ketika anak bermain di luar rumah akan berjumpa dengan teman-teman sebayanya.

Orang bau tanah perlu memotivasi anak untuk bermain di luar dengan sobat seumurannya, anak akan mulai terlatih dan terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain, serta mengasah kemampuan problemsolving (pemecahan masalah).

Pengalaman bermain di luar akan melatih anak untuk lebih waspada dan disiplin. Hanya saja, orang bau tanah tetap harus memonitor kemana saja anak bermain, jangan hingga anak terjatuh ke dalam pergaulan yang tidak baik.

5. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak

Jika anak tidak pernah bergaul dengan temant-teman sebayanya di luar, maka anak akan cenderung pendiam dan pasif.

Pengalaman bergaul bersama teman-teman yang baik berkhasiat untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak. Anak akan sanggup dengan baik untuk berbicara atau memberikan pesan.

Bermain di luar akan menciptakan anak punya kesempatan untuk berekplorasi. Selain itu bermain di luar ruangan menciptakan anak bisa melepaskan emosinya, bergerak bebas dan menghilangkan rasa stres.

6. Meningkatkan Fungsi Otak yang Berkaitan dengan Prestasi Akademik Anak

Pada penelitian yang diterbitkan di dalam British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa bawah umur yang mempunyai acara fisik di luar ruangan mempunyai prestasi akademik yang lebih baik. Penelitian tersebut dilakukan pada siswa-siswi berumur 6-18 tahun.

Peneliti menjelaskan bahwa acara fisik di luar ruangan bermanfaat untuk perkembangan otak anak.

Berikut manfaat lainnya dari mengajak anak bermain di luar ruangan:
  • Meningkatkan kemampuan sosial anak, dimana anak akan bertemu dengan orang-orang aneka macam usia di luar rumah. 
  • Untuk pertumbuhan tulang anak, dan secara umum untuk pertumbuhan fisik anak. Dimana sinar matahari pagi sanggup meningkatan vitamin D yang bermanfaat untuk perkembangan dan pertumbuhan tulang anak. 
  • Anak mempunyai penglihatan yang lebih baik.
  • Mencegah anak mengalami stres dan depresi.

Sumber http://www.freshbugar.com

√ Inilah Ancaman Jikalau Bunda Membully Anak

Tidak jarang ada bunda yang membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Hal ibarat ini hendaknya dihindari.

Misalnya membandingkan anak Anda dengan anak tetangga dalam hal prestasi sekolah, yang hasilnya orang renta membully anaknya sendiri tanda sadar.

bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain √ Inilah Bahaya Jika Bunda Membully Anak
Photo: Pixabay.com

Contoh lainnya yaitu menyampaikan anak pemalas, kemudian dibandingkan dengan anak tetangga yang rajn belajar. Jikapun ingin memotivasi anak rajin mencar ilmu hendaknya dengan cara yang benar dan tanpa membully anak.

Seorang anak merasa sangat tidak nyaman jikalau dibanding-bandingkan. Jika telalu sering maka anak akan merasa tidak dicintai orang tuanya, hal ini sangat berbahaya terhdap perkembangan kejiwaan anak.

Sering membully anak menimbulkan anak akan tumbuh menjadi sosok yang tidak percaya diri dan juga takut untuk berbuat sesuatu.

Sehingga sanggup dikatakan membully yaitu hal yang sangat ditakuti anak.

Dimana yang namanya bawah umur kemampuannya masih serba terbatas, belum berdikari dan belum banyak mengetahui sesuatu. Terkadang dalam keadaan emosi, orang renta dengan enaknya merendahkan keberadaan anak.

Contoh merendahkan anak yaitu menyampaikan gambarnya buruk atau tidak bisa menggambar. Dan hal-hal semacamnya.

Terkadang duduk kasus ekonomi menghipnotis keharmonisan keluarga, sehingga seringkali yang menjadi target emosi yaitu bawah umur yang masih lemah.

Oleh alasannya yaitu itu, ingatlah bahwa kehadiran anak sebagai komplemen keluarga, penerus generasi, serta cita-cita dan pujian orang tua, bukan untuk disakiti dan direndahkan.

Bahaya dari Membully Anak

Jika anak sering dibully oleh orang tuanya maka hal ini menimbulkan anak merasa tidak disayang, yang kemudian anak pun membenci dan tidak menghormati orang tuanya.

Segala perintah orang renta akan dilalaikan oleh sang anak. Setiap perkataan orang renta tidak didengarkan secara serius oleh anak.

Bahaya lainnya bullying terhadap anak:
  • Anak mengalami tekanan berat, rasa gelisah, depresi dan gangguan tidur. Dampak buruk ini beresiko bisa terbawa sampai dewasa.
  • Munculnya rasa tidak kondusif ketika berada di lingkungan sekolah.
  • Gangguan mencar ilmu dan penurunan konsentrasi alasannya yaitu rasa cemas.
  • Mudah mengalami sakit kepala, ketegangan otot ataupun sakit perut.
  • Secara umum, bawah umur korban bullying terkena duduk kasus kesehatan fisik dan mental.
  • Anak-anak korban bullying menyampaikan sifat kekerasan (kejadiannya tergolong langka).

Beberapa teladan perkataan membully anak:

“Dia aja yang masih kecil bisa melaksanakan itu, kok kau enggak bisa, payah banget sih?”

“Masa Kamu begini aja nggak bisa”

“Kamu itu masih kedaluwarsa kencur, gak tau apa-apa”

 “Lihat dong dia, ia kalem banget, lah kau nggak bisa diem ibarat anak autis”

“Kamu itu biasanya apa sih? Gak ada yang kau bisa!!

“Kamu harusnya pinter ibarat si dia, begini aja ga paham-paham”

“Kamu badannya kerempeng banget sih, gak kaya ia yang badannya berisi”

Nasehat untuk Orang renta yang Sering Membully Anak

Perlu diketahui bekerjsama setiap anak itu unik, mempunyai kelebihannya masing-masing. Sehingga ketika anak lemah terhadap suatu hal, namun niscaya mempunyai kelebihan dalam hal lainnya.

Jangan paksa anak untuk harus bisa ibarat anak lainnya, lebih baik orang renta mencari tahu potensi apa yang dimliki anak kemudian mengembangkannya.

Selain itu, jangan paksa anak menjadi sosok yang sempurna. Seseorang itu tidak perlu sempurna.

Seringkali orang renta mencela anak alasannya yaitu terlalu tinggi ekspetasinya terhadap anak, dimana memaksa anak untuk bisa segala hal.

Hal yang sangat penting, masing-masing dari orang renta maupun anak harusnya saling menghargai.

Jika orang renta ingin dihormati anak maka orang renta harusnya juga menghargai anak.

Sumber http://www.freshbugar.com