Showing posts with label Adat. Show all posts
Showing posts with label Adat. Show all posts

Sunday, February 19, 2017

13 Upacara Tabiat Di Indonesia Yang Penuh Kontroversi

Indonesia ialah negara yang mempunyai keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa. Salah satu bukti nyatanya ialah Indonesia mempunyai keberagaman upacara watak yang unik dan tak bisa ditemukan di penggalan dunia lainnya. Berikut ini, tim penulis blog telah berhasil merangkum beberapa upacara watak di Indonesia tersebut. Simak selengkapnya berikut ini.

Upacara Adat Di Indonesia

1. Aruh Baharain - Dayak

Aruh baharin ialah upacara watak di Indonesia yang selalu digelar Masyarakat Dayak sehabis ekspresi dominan panen padi huma. Upacara watak ini dilakukan sebagai syarat untuk memohon izin leluhur semoga mereka sanggup memakan hasil panen dari padi yang mereka tanam. Upacara watak ini umum dilakukan di balai adat. Dalam kepercayaan mereka, jikalau padi yang dipanen dimakan tanpa seizin leluhur, bala ancaman diyakini akan menghampiri kampung di kemudian hari.

Indonesia ialah negara yang mempunyai keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa 13 Upacara Adat Di Indonesia yang Penuh Kontroversi

2. Batombe – Sumatera Barat

Upacara watak di Indonesia selanjutnya berasal dari Sumatera Barat. Ya, Batombe namanya. Batombe ialah upacara balas pantun yang dilakukan antara bujang gadis. Pada mulanya, upacara ini dilakukan setiap salah satu warga kampung akan membangun rumah gadang, namun sampaumur ini, upacara batombe juga diterapkan ketika ada hajat pernikahan.

3. Aruh Buntang - Dayak

Aruh buntang ialah upacara watak suku Dayak Dusun Deah yang dilakukan untuk mengantarkan arwah orang meninggal menuju daerah di kehidupan berikutnya. Upacara aruh buntang dilakukan selama 3 hingga 14 hari dengan perpaduan nyanyian, tarian, dan musik. Nyanyian, tarian, dan musik yang menjadi bab dari upacara ini dianggap amat sakral bagi penduduk setempat.

4. Etu - Flores

Etu ialah upacara pagelaran tinju watak yang dilakukan masyarakat Flores untuk menguji kejantanan antar pemuda. Berbeda dengan tinju konvensional, sarung tinju yang dikenakan petinju etu hanya terbuat dari anyaman ijuk. Satu tangan disarungi untuk memukul, dan satu tangan lainnya dibiarkan tanpa sarung dan dipakai hanya untuk menangkis pukulan lawan.

Indonesia ialah negara yang mempunyai keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa 13 Upacara Adat Di Indonesia yang Penuh Kontroversi

5. Katiana - Poso

Katiana ialah upacara selamatan bagi perempuan suku Pamona (Poso) yang gres pertama kali hamil. Umumnya, upacara ini dilakukan ketika usia kehamilan telah mencapai 7 bulan.  Upacara Katiana ini biasanya dilakukan apabila kandungan itu sudah berumur 6 atau 7 bulan.

6. Katoba – Sulawesi Tenggara

Katoba ialah upacara watak di Indonesia yang dilakukan Suku Muna di Sulawesi Tenggara. Upacara ini dikhususkan bagi belum dewasa yang menjelang usia cendekia balik (6 hingga 12 tahun) sehari sehabis mereka dikhitan. Anak-anak tersebut dalam upacara ini akan diberi sejumlah petuah oleh seorang imam.

7. Macceratasi - Bugis

Macceratasi merupakan upacara watak menumpahkan darah binatang ke laut yang dilakukan oleh masyarakat suku Bugis, Mandar, dan Banjar pesisir Kotabaru. Upacara watak di Indonesia yang satu ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Tuhan terhadap hasil laut yang mereka peroleh selama satu tahun.

8. Mallassuang Manu - Mandar

Mallassuang Manu ialah upacara muda mudi Suku Mandar yang tinggal di Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam upacara watak ini, kaum muda mudi melepaskan beberapa pasang ayam jantan dan betina sebagai wujud permohonan kepada Tuhan semoga mereka segera dikaruniai jodoh.

Indonesia ialah negara yang mempunyai keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa 13 Upacara Adat Di Indonesia yang Penuh Kontroversi

9. Manulangi Natua-Tua – Batak

Manulangi Natua-Tua ialah upacara watak Batak yang dilakukan dengan memberi makan kepada orangtua yang sudah lanjut usia. Upacara ini merupakan wujud dedikasi masyarakat Batak terhadap orang bau tanah yang telah membesarkan mereka.

10. Mappanretasi - Bugis

Mappanretasi ialah sebuah upacara watak suku Bugis yang bebuyutan dilaksanakan setiap bulan April di Pagatan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia. Upacara ini dilakukan dengan melarung aneka macam materi pangan ke laut sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas karunia hasil laut yang berlimpah sepanjang tahun.

11. Miya - Dayak

Miya ialah sebuah upacara janjkematian Suku Dayak Ma'anyan yang dilakukan untuk mengantarkan seseorang yang telah meninggal ke daerah peristirahatannya di alam yang selanjutnya. Upacara watak di Indonesia yang satu ini dianggap sebagai upacara watak yang tertinggi dan dilaksanakan khusus oleh umat pemeluk agama Kaharingan.

12. Nadran - Jawa

Nadran ialah upacara watak di Indonesia yang digelar nelayan pesisir pantai utara Jawa rutin setiap tahun. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil tangkapan yang berlimpah selama mereka melaut. Mereka melarung aneka macam materi pangan ke laut, dan berharap ditahun-tahun berikutnya mereka akan mendapat lebih banyak lagi hasil tangkapan.

Indonesia ialah negara yang mempunyai keanekaragaman budaya yang sangat luar biasa 13 Upacara Adat Di Indonesia yang Penuh Kontroversi

13. Ma’nene - Toraja

Ritual Ma'nene ialah upacara watak Tana Toraja yang dilakukan ketika mereka akan mengganti kain yang dikenakan mayat leluhur mereka. Untuk diketahui, mayat suku Toraja diawetkan dan belum akan dikebumikan sebelum keluarga yang ditinggalkan bisa menggelar pesta besar untuk mengantar mereka ke alam baka.

Nah, itulah ketigabelas upacara watak di Indonesia yang tergolong cukup unik dan hampir punah. Sebetulnya masih banyak lagi upacara watak yang menambah kekhasan budaya tanah air. Namun, alasannya keterbatasan kami, mungkin akan dibahas upacara-upacara watak lainnya di kesempatan yang lain. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Saturday, February 18, 2017

35 Rumah Watak Di Indonesia + Gambar Dan Pembahasan Lengkapnya 3/5

Melanjut artikel sebelumnya perihal rumah moral di Indonesia yang terletak di sekitar Pulau Jawa, pada kesempatan sore hari ini, saya akan membagikan info seputar rumah moral yang berasal dari tanah Borneo, Kalimantan. Berikut pemaparannya!

17. Rumah Adat Panjang, Kalimantan Barat

Rumah Panjang, begitu hunian tradisional moral orisinil Indonesia yang berasal dari Kalimantan Barat ini disebut. Seperti kebanyakan rumah adat di Sumatera, rumah khas suku Dayak di tanah Borneo Barat ini juga secara arsitektur tergolong dalam jenis rumah panggung. Bentuknya yang memanjang sesuai dengan namanya, tiang penyangga yang tinggi, serta anak tangga yang lebar yaitu kekhasan yang menciptakan rumah moral satu ini berbeda dibandingkan dengan rumah moral lainnya. Namun, meski unik keberadaan rumah moral Provinsi Akcaya ini kini sudah mulai punah. Selain sebab demam isu masyarakat yang lebih menentukan membangun rumah dengan gaya modern, biaya untuk pembangunan dan perawatannya yang besar yaitu alasan utama mengapa rumah moral panjang begitu sulit untuk sanggup ditemui ketika ini.

rumah moral di Indonesia yang terletak di sekitar Pulau Jawa 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 3/5

18. Rumah Adat Betang, Kalimantan Tengah

Meski secara demografis, Kalimantan Tengah sangat erat dengan Kalimantan Barat, namun, bukan berarti bahwa Provinsi yang mempunyai semboyan Isen Mulang ini tak mempunyai rumah adatnya sendiri. Ya, Kalimantan Tengah punya rumah moral yang mereka beri nama Rumah Bentang.

Rumah bentang secara gaya arsitektur memang masih mempunyai kaitan erat dengan rumah Panjang di Kalimantan Barat, namun gotong royong ada satu hal unik yang membedakan keduanya. Rumah khas Suku Dayak Palangkaraya mempunyai dimensi yang lebih besar, dimana panjang sanggup mencapai 150 meter, lebar 30 meter dan tinggi antara 3-5 meter dari permukaan tanah. Dimensi yang lebih besar inilah yang menciptakan satu rumah bentang khas Kalimantan tengah ini sanggup dihuni bahkan oleh lebih dari 150 jiwa.

rumah moral di Indonesia yang terletak di sekitar Pulau Jawa 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 3/5

19. Rumah Adat Lamin, Kalimantan Timur

Bergerak ke arah timur, kita akan menemui rumah yang jauh lebih unik hasil akulturasi budaya suku Dayak, Kutai, dan Banjar. Rumah Lamin begitu dia disebut, yaitu rumah moral Kalimantan Timur yang menjadi ciri khas sekaligus identitas bagi Provinsi yang beribukota di Balikpapan ini di kancah pergaulan nasional.

rumah moral di Indonesia yang terletak di sekitar Pulau Jawa 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 3/5
Jauh melebihi rumah moral bentang dan panjang, rumah lamin mempunyai dimensi benar-benar menakjubkan. Panjangnya sanggup mencapai 300 meter, lebar sampai 15 meter, dan tinggi sekitar 3 meter. Dengan dimensi sebesar ini menciptakan 30 keluarga sanggup tinggal dan hidup bersama-sama di sana.

20. Rumah Adat Bubungan Tinggi, Kalimantan Selatan

Tak mau tertinggal, masyarakat suku Banjar di Kalimantan Selatan juga punya rumah adatnya sendiri. Rumah Bubungan Tinggi begitu mereka menyebutnya, yaitu rumah kebanggan bagi masyarakat Provinsi asal Ian Kasela ini. Rumah ini bahkan menjadi maskot. Lihat gaya arsitekturnya pada gambar berikut ini.

rumah moral di Indonesia yang terletak di sekitar Pulau Jawa 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 3/5

21. Rumah Adat Baloy, Kalimantan Utara

Meski gres berdiri 2013 lalu, bukan berarti bahwa Kalimantan Utara sanggup tertinggal dalam hal kebudayaan. Provinsi yang beribukota di Tanjung Selor ini punya rumah adatnya sendiri yang mereka beri nama Rumah Baloy. Rumah baloy yaitu hasil kebudayaan arsitektur dari suku Tidung, suku orisinil Kalimantan Utara. Desainnya yang lebih modis ketimbang rumah moral provinsi lain di Kalimantan menciptakan miniatur rumah moral di Indonesia yang satu ini begitu ramai dicari.

rumah moral di Indonesia yang terletak di sekitar Pulau Jawa 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 3/5
Nah, itulah beberapa rumah moral di Indonesia yang berasal dari tanah Borneo, Kalimantan. Cukup unik bukan? Lanjutkan membaca ya, di artikel selanjutnya kita akan membahas perihal rumah moral khas dari kebudayaan Sulawesi.

Halaman ke : 1  2  3  4  5

Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

35 Rumah Adab Di Indonesia + Gambar Dan Pembahasan Lengkapnya 4/5

Melanjutkan artikel sebelumnya perihal banyak sekali rumah susila di Pulau Kalimantan, berikut ini tim penulis Blog link ini.

22. Rumah Adat Pewaris, Sulawesi Utara

Rumah susila Pewaris ialah rumah tradisional khas suku Minahasa  di Provinsi Sulawesi Utara. Rumah yang juga dikenal dengan sebutan Walewangkoa ini merupakan rumah panggung bertiang balok-balok kayu yang dilengkapi dengan 2 buah tangga di bab depan tepatnya di sisi kanan dan kiri rumah. Keunikan rumah susila suku Minahasa ini terletak pada kontruksinya yang sepenuhnya terbuat dari kayu. Rumah ini terbagi menjadi beberapa ruangan, Setup Emperan sebagai daerah mendapatkan tamu; Pores sebagai ruang tidur; dan Sangkor sebagai daerah menyimpan materi makanan (lumbung padi).

Melanjutkan artikel sebelumnya perihal banyak sekali  35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 4/5

23. Rumah Adat Tambi, Sulawesi Tengah

Rumah susila di Indonesia yang tak kalah menarik untuk dibahas ialah Rumah Tambi. Rumah tradisional  Sulawesi Tengah ini mempunyai bentuk persegi panjang berukuran 7 meter x 5 meter. Ciri khas panggung dengan balok kayu yang disusun di atas watu alam juga masih terdapat di arsitektur rumah ini. Yang unik, dirumah ini tidak dikenal pembagian ruang. Dapur, kamar, ruang tamu, semuanya menyatu jadi satu, dan dalam hal ini dapur biasanya diletakan di tengah sebagai penghangat ruangan di ketika malam menyapa.

Melanjutkan artikel sebelumnya perihal banyak sekali  35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 4/5
Berdasarkan kepercayaan leluhur, Rumah susila Tambi hanya boleh dibangun menghadap arah utara atau selatan. Dilarang bagi warga sekitar untuk membangun rumah menghadap atau membelakangi jalan matahari. Keunikan lain yang dimiliki rumah Tambi ini ialah perbedaan jumlah anak tangga. Rumah Tambi yang ditinggali oleh sesepuh kampung atau kepala susila wajib mempunyai anak tangga yang jumlahnya genap, sedangkan rumah Tambi yang ditinggal penduduk biasa harus mempunyai anak tangga yang jumlahnya ganjil.

24. Rumah Adat Buton, Sulawesi Tenggara

Rumah susila Indonesia berikut ini bagi penulis ialah rumah susila terunik seluruh dunia. Ya, Rumah Buton atau Istana Sultan Buton ialah rumah susila yang meskipun dibangun 4 lantai dengan kontruksi kayu yang saling mengait, tanpa pengikat dan paku, tapi dia sanggup kokoh berdiri dengan megah. Berikut penampilan rumah khas orang-orang Buton yang melegenda itu.

Melanjutkan artikel sebelumnya perihal banyak sekali  35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 4/5

25. Rumah Adat Tongkonan, Sulawesi Selatan

Rumah Tongkonan ialah rumah susila suku Toraja yang bermukim di wilayah Sulawesi Selatan. Secara arsitektur, rumah ini tergolong sangat antik. Dengan atap lengkung ibarat bahtera dan gugusan tandung kerbau yang berjajar di bab depannya, rumah ini berhasil menciptakan para wisatawan berbondong-bondong untuk menyaksikan seni klasik arsitektur nenek moyang bangsa Indonesia. Perlu diketahui bahwa, selain berkhasiat sebagai hunian, rumah susila tongkonan juga biasa dipakai sebagai daerah penyimpanan mayat.

Melanjutkan artikel sebelumnya perihal banyak sekali  35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 4/5

26. Rumah Adat Dulohupa, Gorontalo

Rumah Adat Dulohupa ialah ilustrasi rumah susila tradisional rakyat Gorontalo dengan model atap yang artistik, berbentuk panggung, dan beberapa pilar kayu sebagai hiasan. Selain berkhasiat sebagai hunian, rumah susila ini juga berfungsi sebagai balai musyawarah. Untuk penampilan fisiknya lihatlah gambar di bawah ini.

Melanjutkan artikel sebelumnya perihal banyak sekali  35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 4/5
Nah, itulah beberapa rumah susila Indonesia yang dimiliki oleh khasanah budaya pulau Sulawesi. Cukup unik bukan? Tertarik untuk memakai desain rumah-rumah susila tersebut sebagai desain rumah cita-cita Anda? Apa salahnya?! Berikutnya : Rumah Adat Indonesia khas Indonesia Timur.

Halaman ke : 1  2  3  4  5

Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

9 Upacara Budpekerti Jawa Unik + Keterangannya

Suku Jawa dikenal sebagai suku dengan jumlah populasi terbanyak di seluruh Indonesia. Di manapun daerah di Nusantara, orang Jawa niscaya selalu ada. Selain dikenal mempunyai langsung yang ramah, orang-orang Jawa juga punya sejarah tradisi dan kebudayaan yang luar biasa, sama mirip suku-suku lainnya. Hal ini dibuktikan contohnya dengan banyaknya jenis tari, musik, rumah adat, dan upacara sopan santun yang dimilikinya.

Upacara Adat Jawa

Upacara sopan santun ialah suatu ritual yang dilakukan secara tolong-menolong oleh kelompok masyarakat yang masih mempunyai keterkaitan etnis, suku, maupun kebudayaan untuk mencapai tujuan yang bersumber pada nilai-nilai leluhur dan nenek moyang mereka. Di Jawa sendiri, ada beberapa upacara sopan santun yang tergolong cukup unik dan harus dikenalkan pada genarasi muda semoga warisan nenek moyang ini tetap lestari dan terjaga. Apa saja upacara sopan santun Jawa tersebut? Berikut informasinya untuk Anda.

1. Upacara Kenduren

Upacara sopan santun Jawa yang pertama ialah kenduren atau selametan. Upacara ini dilakukan secara turun temurun sebagai peringatan doa bersama yang dipimpin tetua sopan santun atau tokoh agama. Adanya akulturasi budaya Islam dan Jawa di era ke 16 Masehi menciptakan upacara ini mengalami perubahan besar, selain doa hindu/budha yang awalnya dipakai diganti ke dalam doa Islam, sesaji dan persembahan juga menjadi tidak lagi dipergunakan dalam upacara ini.

Suku Jawa dikenal sebagai suku dengan jumlah populasi terbanyak di seluruh Indonesia 9 Upacara Adat Jawa Unik + Keterangannya

Berdasarkan tujuannya, upacara sopan santun Jawa yang satu ini terbagi menjadi beberapa jenis yang diantaranya:
  1. Kenduren wetonan (wedalan) ialah upacara kenduren yang digelar pada hari lahir seseorang (weton) dilakukan sebagai sarana untuk memanjatkan doa panjang umur secara bersama-sama.
  2. Kenduren sabanan (munggahan) ialah upacara yang dilakukan untuk menaikan leluhur orang Jawa sebelum memasuki bulan puasa. Upacara kenduren ini umumnya dilakukan di selesai bulan Sya,ban, sebelum ritual nyekar atau tabur bunga di makam leluhur mereka lakukan.
  3. Kenduren likuran ialah upacara kenduren yang digelar pada tanggal 21 bulan mulia dan dilakukan untuk memperingati turunnya Al-Qur’an atau Nujulul Quran.
  4. Kenduren ba’dan ialah kenduren yang digelar pada 1 Syawal atau ketika hari Raya Idul Fitri yang tujuannya untuk menurunkan arwah leluhur ke daerah peristirahatannya.
  5. Kenduren ujar ialah ritual upacara yang digelar jikalau suatu keluarga Jawa mempunyai hajat atau tujuan, misal ketika hendak berkirim doa pada arwah leluhur, khitanan, pernikahan, dan lain sebagainya.
  6. Kenduren muludan ialah upacara sopan santun Jawa yang digelar setiap tanggal 12 bulan Maulud dengan tujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

2. Upacara Grebeg

Selain upacara kenduren, di Jawa juga dikenal Upacara Grebeg. Upacara ini digelar 3 kali setahun, yaitu tanggal 12 Mulud (bulan ketiga), 1 Sawal (bulan kesepuluh) dan 10 Besar (bulan kedua belas). Upacara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kerajaan terhadap karunia dan berkah Tuhan.

3. Upacara Sekaten

Sekaten merupakan upacara sopan santun Jawa yang digelar dalam kurun tujuh hari sebagai bentuk peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad. Berdasarkan asal usulnya, kata Sekaten yang menjadi nama upacara tersebut berasal dari istilah Syahadatain, yang dalam Islam dikenal sebagai kalimat tauhid.

Upacara sekaten dilakukan dengan mengeluarkan kedua perangkat gamelan sekati dari keraton, yaitu gamelan Kyai Gunturmadu dan gamelan Kyai Guntursari untuk diletakan di depan Masjid Agung Surakarta.

4. Upacara Ruwatan

Upacara ruwatan ialah upacara sopan santun Jawa yang dilakukan dengan tujuan untuk meruwat atau menyucikan seseorang dari segala kesialan, nasib buruk, dan memperlihatkan keselamatan dalam menjalani hidup. Contoh upacara ruwatan contohnya yang dilakukan di dataran Tinggi Dieng. Anak-anak berambut gimbal yang dianggap sebagai keturunan buto atau raksasa harus sanggup segera diruwat semoga terbebas dari segala marabahaya.

Suku Jawa dikenal sebagai suku dengan jumlah populasi terbanyak di seluruh Indonesia 9 Upacara Adat Jawa Unik + Keterangannya

5. Upacara Perkawinan Tradisional Jawa

Dalam ijab kabul sopan santun Jawa dikenal juga sebuah upacara perkawinan yang sangat unik dan sakral. Banyak tahapan yang harus dilalui dalam upacara sopan santun Jawa yang satu ini, mulai dari siraman, siraman, upacara ngerik,  midodareni, srah-srahan atau peningsetan, nyantri, upacara panggih atau  temu penganten, balangan suruh, ritual wiji dadi, ritual kacar kucur atau tampa kaya, ritual dhahar klimah atau  dhahar kembul, upacara sungkeman dan lain sebagainya.

Suku Jawa dikenal sebagai suku dengan jumlah populasi terbanyak di seluruh Indonesia 9 Upacara Adat Jawa Unik + Keterangannya

6. Upacara Tedak Siten

Upacara tedak siten merupakan upacara sopan santun Jawa yang digelar bagi bayi usia 8 bulan ketika mereka mulai berguru berjalan. Upacara ini dibeberapa wilayah lain juga dikenal dengan sebutan upacara turun tanah. Tujuan dari diselenggarakannya upacara ini tak lain ialah sebagai ungkapan rasa syukur orang tuanya atas kesehatan anaknya yang sudah mulai sanggup menapaki alam sekitarnya.

7. Upacara Tingkepan

Upacara tingkepan (mitoni) ialah upacara sopan santun Jawa yang dilakukan ketika seorang perempuan tengah hamil 7 bulan. Pada upacara ini, perempuan tersebut akan dimandikan air kembang setaman diiringi panjatan doa dari sesepuh, semoga kehamilannya selamat hingga proses persalinannya nanti.

8. Upacara Kebo Keboan

Masyarakat Jawa yang dominan bekerja sebagai petani juga mempunyai ritual upacara tersendiri. Kebo-keboan –begitu namanya, merupakan upacara sopan santun Jawa yang dilakukan untuk menolak segala bala dan petaka pada tanaman yang mereka tanam, sehingga tanaman tersebut sanggup tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang memuaskan. Dalam upacara ini, 30 orang yang didandani mirip kerbau akan diarak keliling kampung. Mereka akan didandani dan berjalan mirip halnya kerbau yang tengah membajak sawah.

9. Upacara Larung Sesaji

Upacara larung sesaji ialah upacara yang digelar orang Jawa yang hidup di pesisir pantai utara dan Selatan Jawa. Upacara ini digelar sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil tangkapan ikan selama mereka melaut dan sebagai permohonan semoga mereka selalu diberi keselamatan ketika dalam usaha. Berbagai materi pangan dan binatang yang telah disembelih akan dilarung atau dihanyutkan ke maritim setiap tanggal 1 Muharam dalam upacara sopan santun Jawa yang satu ini.

Suku Jawa dikenal sebagai suku dengan jumlah populasi terbanyak di seluruh Indonesia 9 Upacara Adat Jawa Unik + Keterangannya

Nah, itulah kesembilan upacara sopan santun Jawa yang hingga sekarang masih tetap lestari dan dilaksanakan. Menarik bukan? Agar artikel ini sanggup menjadi lebih baik, kami akan terus mengupdatenya seiring dengan tambahan-tambahan info yang terus berkembang. Jika ada saran atau kritik, silakan sampaikan melalui kolom komentar. Terimakasih.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Friday, February 17, 2017

35 Rumah Akhlak Di Indonesia + Gambar Dan Pembahasan Lengkapnya 5/5

Melanjutkan artikel sebelumnya mengenai kumpulan rumah moral yang ada di Pulau Sulawesi, berikut ini tim penulis Blog akan membahas wacana aneka macam rumah moral yang dimiliki suku-suku di Indonesia bab Timur, termasuk di antara Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Bagi Anda yang belum membaca artikel sebelumnya, silakan klik link ini.

28. Rumah Adat Baileo, Maluku

Di Indonesia bab timur, Maluku mempunyai rumah moral yang berjulukan rumah Baileo. Rumah ini merupakan identitas yang mereprentasikan kemajemukan agama di Provinsi asal lagu Rasa Sayange ini. Rumah moral Baileo mempunyai ciri khas berupa ukurannya yang besar dengan gaya arsitektur yang berbeda dibandingkan rumah rakyat pada umumnya. Kegiatan-kegiatan moral menyerupai upacara adat, musyawarah mufakat, dan perkumpulan hiburan umum dilaksanakan di dalam rumah ini. Selain itu, beberapa benda-benda pusaka suci juga biasa diletakan dalam satu ruangan khusus di dalamnya.

Melanjutkan artikel sebelumnya mengenai kumpulan rumah moral yang ada di Pulau Sulawesi 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 5/5

29. Rumah Adat Dalam Loka, Nusa Tenggara Barat

Suku Sasak, Sumbawa, Dongu, dan Dompu di Nusa Tenggara Barat mempunyai rumah moral yang mereka beri nama Dalam Loka. Rumah dalam loka ini sejatinya bukan rumah yang diperuntukan sebagai daerah tinggal, melainkan merupakan istana bagi raja atau para pembesar dan tetua adat. Selain secara sekilas gaya arsitekurnya tergolong luar biasa, rumah ini secara artistik juga mempunyai nilai seni yang tinggi. Berikut penampilan fisik rumah moral Nusa Tenggara Barat ini dari tampak depan.

Melanjutkan artikel sebelumnya mengenai kumpulan rumah moral yang ada di Pulau Sulawesi 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 5/5

30. Rumah Musalaki, Nusa Tenggara Timur

Rumah Musalaki yaitu rumah moral Nusa Tenggara Timur yang tergolong jenis rumah panggung dengan atap unik dan klasik. Atap rumah moral Indonesia yang satu ini tak menyerupai kebanyakan rumah moral pada umumnya. Ia tinggi menjulang dan hanya terbuat dari ilalang.

Melanjutkan artikel sebelumnya mengenai kumpulan rumah moral yang ada di Pulau Sulawesi 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 5/5
Rumah Musalaki khas Sumba ini sejatinya bukan diperuntukan sebagai rumah tinggal rakyat biasa. Rumah dengan model dan gaya menyerupai ini hanya boleh ditempati oleh seorang yang berkedudukan menyerupai kepala adat, kepala desa, camat, dan para pembesar moral lainnya. Adapun secara lengkap, keunikan rumah tersebut sanggup Anda lihat pada gambar berikut.

31. Rumah Honai, Irian Jaya

Meski sekarang Provinsi Irian Jaya terbagi menjadi 2 dan berganti nama menjadi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, namun secara umum mereka mempunyai kebudayaan yang nyaris sama, termasuk dalam hal rumah adat.

Melanjutkan artikel sebelumnya mengenai kumpulan rumah moral yang ada di Pulau Sulawesi 35 Rumah Adat di Indonesia + Gambar dan Pembahasan Lengkapnya 5/5
Rumah Honai, begitu biasa disebut, merupakan rumah moral khas Irian yang dindingnya terbuat dari kayu dengan atap kerucut yang terbuat dari ilalang. Rumah honai sengaja dibangun dengan ukuran sempit tanpa jendela biar beliau sanggup menahan hawa cuek yang ada di lingkungan Papua yang rata-rata yaitu dataran tinggi. Tinggi rumah honai berkisar 2,5 meter dan di bab tengah rumah terdapat daerah api unggun untuk menghangatkan isi rumah di waktu malam.

Nah, itulah ke 4 rumah moral yang berasal dari Indonesia Timur yang unik dan semakin menambah kekhasan budaya lokal tanah air. Dan terakhir, artikel ini sesungguhnya merupakan artikel epilog dari daftar 35 rumah moral di Indonesia. Semoga untaian artikel ini sanggup membantu Anda dalam menuntaskan kiprah sekolah atau sekadar untuk menambah wawasan kebangsaan Anda. Semoga bermanfaat.

Halaman ke : 1  2  3  4  5

Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Filosofi 5 Rumah Budbahasa Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya

Meski rumah budpekerti Bolon dianggap sebagai satu-satunya identitas rumah budpekerti Sumatera Utara yang diakui secara Nasional, namun tahukah Anda jikalau bergotong-royong orang Batak di Sumatera Utara mempunyai lebih dari satu gaya arsitektur hunian. Suku Batak sendiri terbagi menjadi beberapa anak suku yaitu Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Angkola, dan Batak Mandailing yang masing-masingnya suku mempunyai seni arsitektur rumah budpekerti yang berbeda-beda. Berikut ini akan kita bahas beberapa rumah budpekerti Sumatera utara dari anak suku Batak tersebut satu persatu.

Rumah Adat Sumatera Utara

1. Rumah Adat Bolon, Batak Toba

Rumah budpekerti Batak Toba atau biasa disebut Rumah Bolon telah didaulat menjadi perwakilan rumah budpekerti Sumatera Utara di kancah nasional. Rumah berbentuk persegi panjang dan masuk dalam kategori rumah panggung ini umumnya dihuni oleh 4-6 keluarga yang hidup secara bersama-sama.

Jika di Jawa dan suku-suku di Sumatera lainnya rumah gaya panggung sengaja dibentuk untuk menghindari serangan binatang buas, rumah budpekerti bolon justru sengaja dibentuk panggung biar mempunyai kolong rumah. Kolong rumah tersebut kemudian dipakai sebagai sangkar bagi binatang peliharaan mereka ibarat babi, ayam, atau kambing.

Bila hendak masuk ke dalam rumah bolon, kita harus melalui sebuah tangga yang berada di potongan depan rumah. Tangga tersebut mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil, dan dikala memasuki rumah ini, kita akan dipaksa menunduk alasannya pintu rumahnya yang pendek. Pintu rumah memang sengaja dibentuk pendek biar tamu menunduk sehingga secara filosofis mereka dianggap menghargai pemiliki rumah. Nah, berikut ini penampilan fisik dari rumah budpekerti Batak Toba ini.

Meski rumah budpekerti Bolon dianggap sebagai satu Filosofi 5 Rumah Adat Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya

2. Rumah Adat Siwaluh Jabu, Batak Karo

Rumah budpekerti Siwaluh Jabu begitu biasa disebut, merupakan rumah budpekerti Batak Karo yang sampai sekarang keberadaannya masih sanggup kita temukan. Rumah ini secara arsitekur mempunyai gaya yang sangat artistik. Dindingnya dibentuk miring, atapnya berbentuk segitiga bertingkat tiga, dan di setiap puncak segitiga tersebut dihiasi dengan kepala kerbau perlambang kesejahteraan.

Rumah budpekerti Siwaluh Jabu ini umumnya berukuran sangat besar. Ia biasa dihuni oleh sekitar 8 keluarga adat. Masing-masing keluarga dalam rumah tersebut umumnya sudah mempunyai kiprahnya sendiri-sendiri. Ada yang berperan sebagai pemimpin, pekerja, juru masak, dan lain sebagainya. Berikut yakni penampilan fisik dari rumah budpekerti di Sumatera Utara yang satu ini.

Meski rumah budpekerti Bolon dianggap sebagai satu Filosofi 5 Rumah Adat Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya

3. Rumah Adat Bolon, Batak Simalungun

Batak Simalungun mempunyai rumah budpekerti namanya sama dengan rumah budpekerti Batak Toba yaitu rumah bolon. Meski mempunyai nama yang sama, namun secara arsitektur rumah budpekerti Bolon ala budpekerti Batak Simalungun mempunyai perbedaan dengan rumah bolon ala Batak Toba. Perbedaan tersebut terletak pada tiang penyangga, gaya atap, dan dekorasinya.

Tiang penyangga rumah budpekerti Batak Simalungun disusun bersilang secara horizontal dan menumpu di atas pondasi umpak. Gaya atapnya yang tinggi dengan tingkat kemiringan sangat curam dan dilengkapi dengan jendela. Adapun dekorasinya juga lebih mempunyai nilai estetika alasannya hiasan-hiasan gesekan yang terpahat pada dinding kayunya. Berikut yakni tampak depan dari rumah budpekerti Sumatra Utara yang satu ini.

Meski rumah budpekerti Bolon dianggap sebagai satu Filosofi 5 Rumah Adat Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya

4. Rumah Adat Bagas Godang, Batak Mandailing

Salah satu sisa peninggalan seni arsitektur suku Mandailing di Sumatera Utara tempo dulu yakni seni arsitektur rumah Bagas Godang. Rumah budpekerti di Sumatera Utara yang satu ini di masa silam diperuntukan sebagai rumah kediaman raja. Oleh alasannya itu, Rumah bagas godang ini biasanya dibangun di atas kompleks yang luas dan keberadaannya pun umumnya selalu didampingi oleh bangunan Sopo Godang atau balai adat.

Meski rumah budpekerti Bolon dianggap sebagai satu Filosofi 5 Rumah Adat Sumatera Utara (Batak) + Gambarnya
Baik rumah Bagas Godang maupun bangunan sopo godang, keduanya merupakan rumah panggung yang disangga oleh tiang kayu besar berjumlah ganjil, sama ibarat jumlah anak tangganya.

Nah, itulah beberapa rumah budpekerti Sumatera Utara yang berasal dari 6 anak suku Batak yang menjadi penduduk aslinya. Klasik sekali bukan? Tertarik untuk menciptakan hunian ala salah satu rumah budpekerti Batak di atas? Silakan dicoba!
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Thursday, February 16, 2017

Filosofi 3 Pakaian Moral Betawi, Janji Nikah Salah Satunya

Pakaian Adat Betawi - Suku Betawi dianggap sebagai suku dengan tingkat akulturasi budaya yang sangat tinggi di Indonesia. Menilik pada sejarah, suku yang berasal dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya ini memang telah mendapat banyak efek dari banyak sekali budaya orang-orang luar daerah. Pedagang China, Arab, dan Belanda serta orang-orang suku lainnya di Indonesia telah menawarkan banyak sumbangsih bagi perkembangan watak istiadat di suku ini semenjak masa silam. Hal inilah yang lalu watak dan kebudayaan Suku Betawi ini begitu unik dan berbeda.

Perbedaan dan keunikan suku betawi sanggup kita lihat dari banyak hal, mulai dari bagaimana arsitektur hunian tempat tinggal mereka (rumah adat), bagaimana cara mereka berpakaian (baju adat), sampai bermacam-macam tradisi dan upacara yang sampai sekarang masih tetap lestari. Nah, bekerjsama di blog ini akan kita bahas ketiga hal tersebut, namun pada kesempatan kali ini, kita hanya akan membahas perihal pakaian watak betawi saja. Untuk arsitektur rumah watak dan upacara watak Betawi, mungkin kita akan bahas di lain kesempatan. [BACA JUGA : 17 Tanda Kematian Khusnul Khotimah]

Pakaian Adat Betawi

Secara umum, kami telah menggolongkan pakaian watak betawi menjadi 3 jenis, yaitu pakaian watak yang dipakai untuk keseharian, pakaian watak yang dipakai dalam program resmi, serta pakaian watak kesepakatan nikah yang biasa dipakai para pengantin Betawi. Berikut ini kita bahas ketiganya satu persatu.

1. Pakaian Keseharian Adat Betawi

Untuk keseharian, orang-orang Suku Betawi biasanya mengenakan pakaian yang sederhana. Para laki-laki mengenakan baju koko atau baju sadariah berwarna polos, celana kolor panjang bermotif batik sederhana, kain pelekat berupa sarung atau selendang yang diselempangkan di pundak, serta peci berwarna hitam berbahan beludru. Sedangkan bagi para wanita, mereka umumnya akan mengenakan baju kurung berlengan pendek, kain batik bermotif geometri dengan warna cerah, serta kerudung yang harmonis dengan warna bajunya. Berikut ini yaitu referensi gambar pakaian watak betawi yang dipakai dalam keseharian mereka.

 Suku Betawi dianggap sebagai suku dengan tingkat akulturasi budaya yang sangat tinggi di  Filosofi 3 Pakaian Adat Betawi, Pernikahan Salah Satunya

2. Pakaian Resmi Adat Betawi

Dalam acara-acara resmi ibarat pernikahan, hajatan, atau hari-hari besar, masyarakat suku betawi mempunyai pakaian resmi yang terbilang sangat antik. Para laki-laki mengenakan jas hitam dengan hiasan rantai emas di sakunya, celana dasar kain hitam yang dilengkapi dengan gubatan kain sarung pendek, serta peci hitam sebagai epilog kepala. Bagi para wanita, mereka mengenakan pakaian yang bekerjsama masih serupa dengan pakaian keseharian mereka yaitu kurung, kain batik bermotif geometri, serta kerudung berwarna cerah. Berikut penampakan pakaian watak betawi dalam program resmi tersebut.

 Suku Betawi dianggap sebagai suku dengan tingkat akulturasi budaya yang sangat tinggi di  Filosofi 3 Pakaian Adat Betawi, Pernikahan Salah Satunya

3. Pakaian Pengantin Adat Betawi

Berbeda dengan pakaian keseharian dan pakai resmi, pakaian watak Betawi yang dikenakan para pengantin merupakan pakaian yang kental pembauran budaya Tionghoa, Arab dan Barat. Tak heran kalau lalu pakaian pengantin ini diberi nama yang aneh, “Dandanan Care Haji” bagi pakaian pengantin Betawi laki-laki dan “Dandanan Care None Pengantin Cine”.

Pakaian dandanan care haji yang dikenakan oleh pengantin laki-laki ketika pernikahannya mencakup jubah berwarna cerah dan tutup kepala yang terbuat dari sorban. Sebagai hiasan, mereka juga akan mengenakan selendang bermotif benang emas dan manik-manik berwarna cerah. Sedangkan dandanan care none pengantin cine mencakup blus bergaya cina warna cerah yang terbuat dari materi satin, bawahan rok berwarna gelap yang disebut Kun, serta sebagai pelengkap, di bab kepala mereka memakai kembang goyang bermotif burung hong dengan sanggul palsu dilengkapi cadar di wajah.

Pada sanggul tersebut, hiasan bunga melati yang dibuat sisir dan ronje menjadi komplemen kecantikan. Perhiasan lain yang dipakai pengantin perempuan betawi yaitu gelang listring, kalung lebar, serta manik-manik yang dikalungkan di dada. Untuk bantalan kaki, mereka memakai selop model perahu. Nah, untuk lebih jelasnya, lihat gambar pakaian watak Betawi berikut ini.

 Suku Betawi dianggap sebagai suku dengan tingkat akulturasi budaya yang sangat tinggi di  Filosofi 3 Pakaian Adat Betawi, Pernikahan Salah Satunya
Nah, itulah isu seputar khasanah pakaian watak betawi mulai dari pakaian keseharian, pakaian resmi, dan pakaian pengantinnya. Semoga sanggup berkhasiat sehingga pengetahuan kita perihal aset peninggalan budaya bangsa Indonesia semakin bertambah. Salam.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com