Showing posts with label Dinamika Gerak. Show all posts
Showing posts with label Dinamika Gerak. Show all posts

Tuesday, March 28, 2017

Gaya Goresan Dan Aturan Newton

Secara mudah, Kita sanggup mengartikan gaya sebagai tarikan atau dorongan yang mengakibatkan perubahan keadaan benda. Umumnya benda-benda yang memperoleh gaya akan mengalami perubahan-perubahan, antara lain dari benda membisu menjadi bergerak atau sebaliknya benda bergerak menjadi diam, selain itu juga sanggup mempercepat atau memperlambat gerak benda, sanggup juga merubah arah gerak benda ataupun merubah bentuk/ukuran benda. Namun dalam beberapa hal ada juga benda yang mengalami gaya tetapi tidak mengalami perubahan gerakan ataupun bentuk. Misalnya
ketika kita sedang duduk belajar, gaya gravitasi bekerja pada kita, namun kita tetap diam. Dalam keadaan tertentu gaya sanggup mengakibatkan benda bergerak, namun adakalanya dalam keadaan yang lain benda tersebut tetap diam. Hal ini terjadi alasannya ialah gaya total atau resultan dari gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol. Misalnya ketika kita mendorong meja ke depan ternyata gaya yang kita kenakan dilawan dengan gaya tabrakan meja dengan lantai yang besarnya sama naumn arahnya berlawanan dengan gaya dorong yang kita kerjakan. Keadaan ini disebut dengan keadaan kesetimbangan (equilibrium).


1. GAYA GESEKAN

Yaitu gaya sentuh yang muncul jikalau permukaan dua zat padat bersentuhan secara fisik, dimana arah gaya tabrakan sejajar dengan permukaan bidang dan selalu berlawanan dengan arah gerak relatif antara ke dua benda tersebut. 

Ada dua jenis gaya tabrakan yang bekerja pada benda, yaitu: 

a. Gaya Gesekan Statis ( fs )
Gaya tabrakan statis bekerja ketika benda dalam keadaan membisu dan nilainya mulai dari nol hingga suatu harga maksimum. Jika gaya tarik/dorong yang bekerja pada suatu benda lebih kecil dari gaya tabrakan statis maksimum, maka benda masih dalam keadaan membisu dan gaya tabrakan yang bekerja pada benda mempunyai besar yang sama dengan nilai gaya tarik/dorong pada benda tersebut. Besarnya gaya tabrakan statis maksimum ialah :





dimana µs ialah koefisien tabrakan statis dan N ialah gaya Normal.

Besarnya gaya normal ( N ) tergantung besarnya gaya tekan benda terhadap bidang secara tegak lurus. Keterangan lebih lanjut perihal gaya Normal silahkan baca lebih detail dalam artikel aku yang lain dengan mengklik link di bawah ini :
dalam 2 artikel di atas bahu-membahu rumus-rumus yang berkaitan dengan gaya tabrakan telah dibahas. Sehingga pembahasan aku kali ini lebih menekankan pada aspek teoritis dan referensi soal untuk menambah kepahaman.

b. Gaya tabrakan kinetis ( fk )
Gaya tabrakan kinetis yaitu gaya tabrakan yang bekerja pada benda ketika benda sudah bergerak. Nilai gaya tabrakan kinetis selalu tetap, dan dirumuskan dengan :





dimana µk ialah koefisien tabrakan kinetis benda

Antara koefisien tabrakan statis dan kinetis mempunyai nilai yang berbeda, nilai koefisien tabrakan statis selalu lebih besar daripada nilai koefisien tabrakan kinetis benda.

Untuk sebuah benda membisu yang terletak diatas sebuah bidang datar bernafsu dan diberi gaya F, maka :


2. GAYA GESEKAN DAN HUKUM NEWTON

Hukum Newton I : Benda yang membisu akan tetap membisu selama jumlah gaya yang bekerja padanya sama dengan nol atau benda yang bergerak dengan kecepatan tetap akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap selama resultan gaya yang bekerja padanya sama dengan nol.





Hukum Newton II : Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya total pada sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total tersebut pada arah yang sama dan berbanding terbalik dengan massa dari benda.





Hukum Newton III : Jika sebuah benda menawarkan gaya pada benda lain, maka benda itu akan menerima gaya dari benda lain itu dengan besar gaya yang sama dan arah yang berlawanan dari gaya pertama.





Contoh :

Sebuah balok bermassa 4 kg terletak membisu pada  bidang datar. Hitunglah:
Gaya tabrakan benda dan percepatan benda jikalau lantai bernafsu dengan µs = 0,4 dan µk = 0, 2 dan :
a.   ditarik dengan gaya F = 10 N
b.   ditarik dengan gaya F = 16 N
c.   ditarik dengan gaya F = 20 N


Jawaban :

Diagram gaya untuk perkara ini ialah sebagai berikut :

Untuk perkara ini ( benda membisu ), maka kita harus menguji besarnya gaya tabrakan statis (fs) dan gaya tabrakan kinetis (fk).







Dari aturan Newton II yaitu ΣF = Σma
Kearah vertikal (sumbu y), benda membisu (a = 0)
ΣF = 0
N – w = 0 sehingga N = w
N = m g
N = 4 . 10 = 40 N

• Besarnya gaya tabrakan statis fs ialah

fs = µs.N = 0,4.40 = 16 N

• Besarnya gaya tabrakan kinetis fk ialah

fk = µk.N = 0,2.40 = 8 N

a. untuk F = 10 N
Karena gaya F < fS maka balok masih dalam keadaan diam, sehingga gaya tabrakan yang bekerja pada benda ialah fg = F = 10 N

b. untuk F = 16 N
Karena F = fs, maka balok masih juga dalam keadaan membisu (keadaan ini sering disebut dengan benda sempurna ketika akan bergerak), maka besarnya gaya tabrakan ialah fg = F = fs = 16 N

c. untuk F = 20 N
Karena F > fs maka balok sanggup bergerak, sehingga gaya tabrakan yang dipakai ialah gaya tabrakan kinetis, yaitu sebesar 8 N. Percepatan untuk benda yang bergerak ini sanggup dihitung dengan memakai Hukum Newton II, Karena benda bergerak pada arah sumbu x, maka :

ΣFx    = m.a
F – fk  = m.a
20 – 8 = 4a
a         = 3 m/s2

Dari sini sanggup kita lihat, bahwa pada benda bekerja gaya tabrakan statis atau kinetis, tergantung pada seberapa besar gaya yang bekerja pada benda. Khusus untuk gaya tabrakan statis bahu-membahu mempunyai nilai dari minimum hingga nilai maksimalnya yaitu fs (ketika benda sempurna akan bergerak), sedangkan gaya tabrakan kinetis hanya mempunyai satu nilai saja. Sehingga grafik relasi antara gaya luar dan gaya tabrakan yang mempengaruhi benda yang dalam keadaan diam, sanggup digambarkan sebagai berikut :



Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Tuesday, March 7, 2017

Gerak Lurus Beraturan (Glb)

1. Jarak dan Perpindahan

Suatu benda dikatakan bergerak kalau posisinya setiap ketika berubah terhadap suatu teladan tertentu.Teman anda berada di pinggir jalan, anda melintasi sobat anda tersebut dengan sebuah motor. Apakah Anda bergerak? Ya, kalau acuannya sobat Anda atau pepohonan di pinggir jalan. Anda membisu kalau teladan yang diambil yaitu motor yang Anda tumpangi. Mengapa? Sebab selama perjalanan posisi Anda dan kendaraan beroda empat tidak berubah.

Bayangkan Anda berada di pinggir jalan lurus dan panjang. Posisi Anda ketika itu di A.


Dari A, Anda berjalan menuju C melalui B. Sesampainya Anda di C, Anda membalik dan kembali berjalan kemudian berhenti di B. Pada kejadian di atas, berapa jauhkah jarak yang Anda tempuh; berapa pula perpindahan Anda? Samakah pengertian jarak dengan perpindahan? 

Jarak tidak mempersoalkan ke arah mana benda bergerak, sebaliknya perpindahan tidak mempersoalkan bagaimana lintasan suatu benda yang bergerak. Perpindahan hanya mempersoalkan kedudukan, awal dan simpulan benda itu. Jarak yaitu besaran skalar, sedangkan perpindahan yaitu vektor. Dari contoh soal di atas berarti jarak tempuh anda yaitu 20 m (diperoleh dari lintasan AC + CB = 15 + 5 = 20) sedangkan perpindahan anda yaitu 10 m (diperoleh dari dari titik panjang titik awal dan titik simpulan gerak benda yakni AB = 10)

belum jelas?

coba perhatikan lagi contoh berikutnya.......

Saya bergerak dari A menuju C melalui B terlebih dahulu menyerupai yang terlihat pada gambar di bawah ini :













maka jarak tempuhnya sesuai panjang lintasannya yakni AB + BC = 3 m + 4 m = 7 m
sedangkan perpindahannya dihitung pribadi dari A ke C, pada soal di atas alasannya lintasannya berbentuk segitiga siku-siku maka panjang AC sanggup dicari dengan rumus phytagoras :




2. Kelajuan dan Kecepatan Rata-rata

Kelajuan yaitu jarak yang ditempuh suatu benda dibagi selang waktu atau waktu untuk menempuh jarak itu, sedangkan kecepatan yaitu perpindahan suatu benda dibagi selang waktu untuk menempuhnya. Kelajuan merupakan besaran skalar, sedangkan kecepatan yaitu vektor.


Keterangan :

v = kecepatan/kelajuan (m/s)
s = perpindahan/jarak tempuh (m)
t = waktu (s)

jadi kalau dalam s  kita masukkan jarak maka v nya berupa kelajuan, sedangkan kalau dalam s kita masukkan perpindahan maka v nya berupa kecepatan.


3. Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak lurus beraturan (GLB) yaitu gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan kecepatan tetap. Untuk lebih memahaminya, amati grafik berikut!


Tampak dari grafik pada gambar, kecepatan benda sama dari waktu ke waktu yakni 5 m/s.

Anda sanggup menghitung jarak yang ditempuh oleh benda dengan cara menghitung luas tempat di bawah kurva kalau diketahui grafik (v-t).Tentu saja satuan jarak yaitu satuan panjang, bukan satuan luas. Berdasarkan gambar di atas, jarak yang ditempuh benda = 15 m. Cara lain menghitung jarak tempuh yaitu dengan memakai persamaan GLB. Telah Anda ketahui bahwa kecepatan pada GLB dirumuskan: 





Dari rumus di atas diperoleh hubungan :

menurut grafik di atas kecepatan benda (v ) = 5 m/s, sedangkan waktu (t ) = 3 s, sehingga jarak(s)

s = v . t
s = 5 x 3 = 15 m

Di samping grafik v - t di atas, pada gerak lurus terdapat juga grafik s-t, yakni grafik yang menyatakan hubungan antara jarak tempuh (s) dan waktu tempuh (t) menyerupai pada gambar di bawah.

Perhatikan gambar di atas...perubahan jarak benda per satuan waktunya sama, hal ini terjadi alasannya kecepatan benda selalu sama....dengan rumus V = s/t untuk semua waktu dalam grafik diperoleh kecepatan yang sama yakni V = 2 m/s.

Pada grafik tersebut terlihat bahwa pada ketika t = 0 s, maka s = 0. Artinya, pada mulanya benda diam, gres kemudian bergerak dengan kecepatan 2 m/s. Padahal sanggup saja terjadi bahwa ketika awal kita amati benda sudah dalam keadaan bergerak, sehingga benda telah mempunyai posisi awal (So). coba perhatikan grafik GLB antara s-t berikut ini :

maka kecepatan gerak tidak sanggup kita cari pribadi dengan V = s/t, namun dicari dengan kecepatan rata-rata :


kemudian jarak tempuhnya :





ketika detik ke 5 telah bergerak sejauh s = 4 + 1.5 = 9 m
hasil yang didapat sesuai dengan keterangan pada grafik. : )

jadi untuk waktu yang tidak tertera pada grafik pun sanggup kita cari, contohnya jarak yang ditermpuh pada detik ke 6 berarti :

s = 4 + 1.6 = 10 m


Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Monday, March 6, 2017

Gerak Lurus Berubah Beraturan (Glbb)

1. Konsepsi Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) ialah gerak benda dalam lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Jadi, ciri utama GLBB ialah bahwa dari waktu ke waktu kecepatan benda berubah, semakin usang semakin cepat/lambat...sehingga gerakan benda dari waktu ke waktu mengalami percepatan/perlambatan. Dalam artikel ini, kita tidak memakai istilah perlambatan untuk gerak benda diperlambat. Kita tetap saja menamakannya percepatan, hanya saja nilainya negatif. Kaprikornus perlambatan sama dengan percepatan negatif.


Contoh sehari-hari GLBB ialah insiden jatuh bebas. Benda jatuh dari ketinggian tertentu di atas permukaan tanah. Semakin usang benda bergerak semakin cepat. Kini, perhatikanlah gambar di bawah yang menyatakan hubungan antara kecepatan (v) dan waktu (t) sebuah benda yang bergerak lurus berubah beraturan dipercepat.



vo = kecepatan awal (m/s)
vt = kecepatan simpulan (m/s)
a = percepatan
t = selang waktu (s)

Perhatikan bahwa selama selang waktu t , kecepatan benda berubah dari vo menjadi vt sehingga kecepatan rata-rata benda sanggup dituliskan:



Kita tahu bahwa kecepatan rata-rata :

 

dan sanggup disederhanakan menjadi :



S = jarak yang ditempuh
menyerupai halnya dalam GLB (gerak lurus beraturan) besarnya jaraktempuh juga sanggup dihitung dengan mencari luasnya kawasan dibawah grafik v - t
Bila dua persamaan GLBB di atas kita gabungkan, maka kita akan dapatkan persamaan GLBB yang ketiga.....


2. Contoh-Contoh GLBB

 a. Gerak Jatuh Bebas

Ciri khasnya ialah benda jatuh tanpa kecepatan awal (vo = nol). Semakin ke bawah gerak benda semakin cepat.Percepatan yang dialami oleh setiap benda jatuh bebas selalu sama, yakni sama dengan percepatan gravitasi bumi (a = g) (besar g = 9,8 m/s2 dan sering dibulatkan menjadi 10 m/s2)

 

Rumus gerak jatuh bebas ini merupakan pengembangan dari ketiga rumus utama dalam GLBB menyerupai yang telah diterangkan di atas dengan modifikasi : s (jarak) menjadi h (ketinggian) dan vo = 0 serta percepatan (a) menjadi percepatan grafitasi (g).
coba kalian perhatikan rumus yang kedua....dari ketinggian benda dari atas tanah (h) sanggup dipakai untuk mencari waktu yang diharapkan benda untuk mencapai permukaan tahah atau mencapai ketinggian tertentu... namun ingat jarak dihitung dari titik asal benda jatuh bukan diukur dari permukaan tanah


sebagai pola : Balok jatuh dari ketinggian 120 m berapakah waktu dikala benda berada 40 m dari permukaan tanah?

jawab : h = 120 - 40 = 80 m



t = 4 s





2. Gerak Vertikal ke Atas

Selama bola bergerak vertikal ke atas, gerakan bola melawan gaya gravitasi yang menariknya ke bumi. Akhirnya bola bergerak diperlambat. Akhirnya sesudah mencapai ketinggian tertentu yang disebut tinggi maksimum (h max), bola tak sanggup naik lagi. Pada dikala ini kecepatan bola nol (Vt = 0). Oleh alasannya tarikan gaya gravitasi bumi tak pernah berhenti bekerja pada bola, menjadikan bola bergerak turun. Pada dikala ini bola mengalami jatuh bebas....
Kaprikornus bola mengalami dua fase gerakan. Saat bergerak ke atas bola bergerak GLBB diperlambat (a = - g) dengan kecepatan awal tertentu kemudian sesudah mencapai tinggi maksimum bola jatuh bebas yang merupakan GLBB dipercepat dengan kecepatan awal nol.



Pada dikala benda bergerak naik berlaku persamaan :


vo = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi
t = waktu (s)
vt = kecepatan simpulan (m/s)
h = ketinggian (m)

3. Gerak Vertikal ke Bawah

Berbeda dengan jatuh bebas, gerak vertikal ke bawah yang dimaksudkan ialah gerak benda-benda yang dilemparkan vertikal ke bawah dengan kecepatan awal tertentu. Kaprikornus menyerupai gerak vertikal ke atas hanya saja arahnya ke bawah. Sehingga persamaan-persamaannya sama dengan persamaan-persamaan pada gerak vertikal ke atas, kecuali tanda negatif pada persamaan-persamaan gerak vertikal ke atas diganti dengan tanda positif.


3. Rangkuman GLB dan GLBB


Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Wednesday, March 1, 2017

Dinamika Gerak Lurus Ii

Melanjutkan artikel saya yang terdahulu perihal Dinamika Gerak I, kini kita bahas beberapa gerakan pada bidang miring dan katrol......

Gerak Benda Pada Bidang Miring

















F gerak yaitu gaya yang mengakibatkan benda bergerak.....seperti yang diulas dalam artikel terdahulu, jikalau diketahui gaya gesek statisnya maka kita perlu mengecek apakah F gerak < atau > dari gaya gesek statisnya...
jikalau lebih besar maka benda akan bergerak dan mengakibatkan gaya ukiran (fg) yang berlawanan dengan arah gerak benda....

Dari rumus F gerak  dan fg di atas sanggup kita gunakan untuk mencari besarnya percepatan gerak benda :



jika lantai licin berarti besarnya gaya gesek (fg) = 0 atau koefisien geseknya = 0

Sebagai perhiasan kadang2 dalam soal ditanyakan

Kapan benda sempurna akan bergerak ?

 Jawab :
 Benda sempurna akan bergerak saan F gerak harganya = gaya gesek statis maksimumnya.....


dengan mengalikan tetapan gaya gesek maksimum di atas dengan gaya nolmalnya akan diperoleh besarnya gaya gesek maksimumnya.....

Gerak Benda Pada Katrol 
 


dalam gambar di atas, jikalau massa balok A > massa balok B maka yang mengakibatkan benda bergerak yaitu balok A dan yang menghambat yaitu balok B maka dalam rumus percepatan di atas tertulis mA - mB.

 sedangkan tegangan talinya sanggup kita hitung dengan gampang bila kita konsentrasikan pada pengamatan gaya2 yang bekerja pada balok B :

Gaya yang bekerja pada balok B ada 2 yaitu tegangan tali (T) dan berat benda (WB).....karena T searah dengan percepatannya maka T bernilai kasatmata (+) dan berat benda berlawanan dengan arah percepatannya maka bernlai negatif (-).

Bentuk Katrol yang lain.....
 




dalam rumus2 sebelah kanan dipakai ketika lantai licin....sehingga besarnya gaya gesek lantai terhadap balok A = 0. Sedangkan dalam rumus2 sebelah kiri dipakai ketika lantai kasar. Dalam rumus percepatan....antara lantai licin dan bergairah perbedaannya terdapat dalam perhitungan gaya yang mengakibatkan benda bergerak.....

dalam lantai licin benda bergerak alasannya berat balok B sedangkan dalam lantai bergairah benda bergerak alasannya selisih berat balok B dengan gaya gesek balok A.

Dalam rumus tegangan tali jikalau ditinjau dari balok B damam lantai licin dan bergairah memiliki rumus yang sama....( harga berat balok B (WB) kasatmata alasannya searah dengan percepatannya dan tegangan talinya (T) bernilai negatif alasannya berlawanan dengan percepatannya......

sebagai tambahan, besarnya tegangan tali dalam lantai licin sanggup dihitung langsug tanpa menghitung percepatan gerak dahulu....seperti yang tercantum dalam rumus sebelah kiri pecahan bawah.....

Bentuk Katrol yang Lainnya lagi......



dalam rumus2 percepatan sebelumnya baik dalam bidang miring maupun katrol.....saya cantumkan rumus langsugnya....karena rumus2 di atas sering keluar dalam soal.

 namun untuk bentuk2 soal yang lebihkompleks dan lebih bermacam-macam kita akan kesilitan jikalau kita hafalkan semua.....sehingga kita perlu tahu bentuk rumus dasarnya.....

semua bentuk rumus gerak dalam artikel ini semuanya bersumber dari aturan Newton kedua yakni :


 F yaitu campuran gaya2 yang bekerja pada benda sehingga benda bergerak dengan percepatan a

 sebagai pola bentuk katrol di atas ada 3 gaya yang bekerja yakni : berat balok B, Gaya gerak balok A dalam bidang miring dan gaya gesek benda A terhadap lantai..... dan berlaku hubungan sebagai berikut :


Gaya yang bekerja pada katrol di atas sanggup berupa campuran -/+ dengan gaya gerak balok A dan berat balok B namun selalu dikurangi dengan gaya geseknya....karena gaya gesek selalu berlawanan dengan arah gerak.

Gaya Normal dalam Lift



Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Tuesday, February 28, 2017

Gerak Melingkar Beraturan (Gmb)

Gerak Melingkar Beraturan (GMB) ialah gerakan dalam lintasan berbentuk bulat dengan percepatan sudut tetap.
Beberapa lambang yang biasa ditemukan dalam GMB antara lain :



Frekuensi (f) dan periode (T) dalam GMB :


 sesuai dengan keterangan lambang2 di atas berarti :

Frekuensi = banyaknya putaran/waktu

Periode = waktu/banyaknya putaran

Rumus Kecepatan Sudut (ω)

 


 



Keterangan :
ω = Kecepatan sudut (rad/s)
f   = frekuensi (Hz)
T  = periode (s)
π  = 3,14 atau 22/7 atau tetap/tidak diganti angka


Hubungan Kecepatan Sudut dan Kecepatan Linear :





Keterangan :
ω = Kecepatan sudut (rad/s)
v  = Kecepatan linear (m/s)
r  = jari-jari lintasan (m) 

Percepatan dan Gaya Sentripetal :


percepatan sentripetal merupakan percepatan benda menuju sentra lingkaran....adanya percepatan ini mengakibatkan gaya sentripetal.


Benda Yang Diputar Horizontal



memiliki kecepatan maksimum (vmaks) yang dibatasi oleh tegangan tali maksimum (Tmaks) semoga talinya tidak hingga putus.


AyunanKerucut (Konis)


Rumus-rumus dalam ayunan kerucut :


Kelajuan maksimum semoga kendaraan membelok dengan baik


Sudut Kemiringan Jalan pada Belokan :


Pentiiing......

penggunaan rumus diatas ketika yang diketahui atai yang ditanyakan ialah kecepatan liniernya....namun bila yang diketahui ialah kecepatan sudutnya maka pecahan rumus dibawah ini berubah menjadi....


pada pembahasan selanjutnya kecepatan yang digunakan ialah kecepatan linear......bila ada soal yang memakai kecepatan sudut cukup mengganti pecahan yan ditampilkan di atas.

Gerak Melingkar Vertikal pada Seutas Tali


coba kalian perhatikan gaya2 yang bekerja pada bandul di setiap titiknya.....bila menuju sentra bulat bernilai faktual sedangkan yang menjauhi sentra bernilai negatif. pada setiap titik tegangan tali (T) selalu menuju sentra lingkaran...sehingga harganya selalu ditulis positif. Kemudian berat bandul di titik A berarah menjauhi sentra bulat sehingga bernilai negatif, berat bandul di titik B tegak lurus dengan tali sehingga tidak memengaruhi besarnya tegangan tali atau bernilai nol (0) dan titik C berat bandul menuju sentra bulat sehingga bernilai positif.....dengan melihat imbas berat benda pada titik sembarang....misalnya titik P.....terlihat berat benda yang menghipnotis tegangan tali sesuai dengan  perkalian berat bandul dengan nilai Cos sudut dengan teladan titik A....penggabungan besarnya tegangan dan imbas berat bandul setara dengan gaya sentripetal benda (Fs).



maka tegangan tali sanggup kita cari dengan memindahkan imbas berat benda ke ruas kanan.....


kedua rumus di atas bekerjsama sama persis....hanya terjadi peruraian rumus saja terserah yang akan kalian hafal yang mana...bila sudah tahu prinsipnya bekerjsama tidak harus dihafal. sedangkan rumus2 khusus di beberapa titik sebagai berikut :


kecepatan minimum untuk.....


Gerak Melingkar Vertikal dalam Lingkaran


berbeda dengan gerak vertikal benda yang diikat dengan seutas tali......pada gerakan ini benda bergerak di dalam lintasan bulat yang vertikal atau sanggup juga daerah berpijak bendalah yang berputar vertikal sementara benda tersebut berada di sebelah dalamnya....seperti air dalam bejana yang diikat tali...atau pilot pesawat yang bermanuver membentuk bulat vertikal....atau ibarat contoh gambar di atas (bola dalam ember). dalam kondisi ini berlaku rumus umum :


kecepatan minimal semoga ketika di titik tertinggi benda tidak meninggalkan lintasan.....


Gerakan Melingkar Vertikal di Luar Lingkaran


contoh gerakan ini ialah ketika sebuah kendaraan melintasi jalan yang gundukannya membentuk lingkaran....
coba kalian perhatikan....mengapa berat benda dikalikan dengan sin...dan bukannya cos.... alasannya ialah terlihat dalam penguraian gaya berat pada gambar.... sehingga rumus umumnya :



ketika di puncak berlaku.....


bahasan terakhir kita mengenai....

Hubungan Roda - roda
 

  • Jika roda-roda sama pusatnya maka kecepatan sudutnya sama....dengan kecepatan sudut yang sama maka sanggup kita cari kecepatan linier salah satu roda jikalau kecepatan linier roda yang lainnya diketahui.
  • Jika roda-roda sama lintasannya maka kecepatan liniernya sama....dengan kecepatan linier yang sama maka sanggup kita cari kecepatan sudut salah satu roda jikalau kecepatan sudut roda yang lainnya diketahui.
SELAMAT BELAJAR

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com