Showing posts with label Soal SMA. Show all posts
Showing posts with label Soal SMA. Show all posts

Friday, March 31, 2017

Soal & Pembahasan Uan Fisika

1. Seorang anak berjalan lurus satu meter ke barat, lalu belok ke selatan sejauh 3 meter, dan belok lagi ke timur sejauh 5 meter, perpindahan yang dilakukan anak tersebut dari posisi awal .....

A. 18 meter arah barat daya
B. 14 meter arah selatan
C. 10 meter arah tenggara
D.   6 meter arah timur
E.   5 meter arah tenggara








Jawab :
Coba kalian perhatikan denah perjalanan yang ditempuh berikut ini :













Besarnya perpindahan sanggup dihitung dengan mengukur panjang garis yang menghubungkan posisi awal dengan simpulan gerak yang dilakukan ( garis merah pada gambar ). Jika kita buat garis bantu ( garis hijau pada gambar ) maka akan terlihat bentuk segitiga siku-siku dengan garis perpindahan sebagai sisi miringnya. Sehingga besarnya perpindahan sanggup dihitung dengan rumus Phytagoras :




Makara besarnya perpindahan ialah 5 m ke arah tenggara ( E ).



2. Gambar di samping ini ialah pengukuran lebar balok dengan jangka sorong. Hasil pengukurannya adalah....

A. 3,29 cm
B. 3,19 cm
C. 3,14 cm
D. 3,09 cm
E. 3,00 cm


Jawab :
Jangka sorong terdiri dari dua skala yakni skala utama dan nonius :














Di depan angka nol (0) skala nonius terlihat skala utama mengatakan 3,10 cm. Kemudian, garis antara skala utama dan nonius bersatu terlihat skala nonius mengatakan angka 9 yang artinya 0,09 cm. Hasil pengukuran kedua skala digabung sehingga diperoleh tebal balok = 3,19 cm ( B ).



3. Sebutir peluru 20 gram bergerak dengan kecepatan 10 m/s arah mendatar menumbuk balok bermassa 60 gram yang sedang membisu di atas lantai. Jika peluru tertahan di dalam balok maka kecepatan balok kini adalah.....

A. 1,0 m/s
B. 1,5 m/s
C. 2,0 m/s
D. 2,5 m/s
E. 3,0 m/s

Jawab :
Jika benda "a" dan "b" bertumbukan, akan berlaku aturan kekekalan momentum :




kerangan :
v = kecepatan benda sebelum tumbukan (m/s)
v'= kecepatan benda sehabis tumbukan (m/s)

catatan : momentum merupakan besaran vektor sehingga memperhatikan arah. jikalau benda bergerak ke kanan kecepatannya bernilai positif (+) maka benda yang bergerak ke kiri kecepatannya bernilai negatif (-).

Karena tumbukan antara peluru(p) dan balok(b) menimbulkan keduanya menjadi satu maka massa  dan kecepatan sehabis tumbukan menjadi satu juga. Selain itu sebelum terjadi tumbukan balok dalam keadaan membisu maka mb.vb = 0 (nol). Sehingga rumus kekekalan momentum menjelma :




keterangan :
mp   = massa peluru = 20 g = 2.10-2 kg
mb   = massa balok = 60 g = 6.10-2 kg
vp    =  kecepatan peluru sebelum tumbukan = 10 m/s
v'p.b = kecepatan adonan peluru dan balok sehabis tumbukan (m/s)





Makara jawabannya ialah 2,5 m/s ( D ).



4. Sebuah benda jatuh bebas dari posisi A ibarat gambar. Perbandingan energi potensial dan energi kinetik benda saat hingga di B adalah......

A. 3 : 2
B. 3 : 1
C. 2 : 1
D. 2 : 3
E. 1 : 3



Jawab :
Hukum kekekalan energi mekanik menyatakan bahwa adonan energi potensial (Ep) dan energi kinetik (Ek) benda dalam setiap lintasan gerak benda ialah tetap :





Kecepatan benda di posisi A = 0 m/s maka energi kinetik di posisi A (EkA) = 0. Dan rumus energi potensial (Ep) = m.g.h. Rumus di atas menjadi :

Makara perbandingan Ep dan Ek benda saat hingga di B ialah 1 : 3 ( E ).



5. Tiga buah pegas A, B dan C yang identik dirangkai ibarat gambar di bawah !

Jika ujung bebas pegas C digantungkan beban 1,2 N maka sistem mengalami pertambahan panjang 0,6 cm, konstanta masing-masing pegas adalah......

A. 200 N/m
B. 240 N/m
C. 300 N/m
D. 360 N/m
E. 400 N/m



Jawab :
Diketahui :

F = gaya beban = 1,2 N
∆x = pertambahan panjang = 0,6 cm = 0,6 . 10-2 m

Pegas identik berarti besar koinstanta pegasnya sama = k

 kemudian, besar konstanta gabungannya dihitung secara bertahap. Pertama kita gabung konstanta pegas bab atas secara paralel (kp). Lalu akibatnya kita gabung dengan pegas bawahnya secara seri (ks).


Penggabungan secara paralel berarti eksklusif dijumlahkan :




Penggabungan secara seri dalam bentuk sepernya gres dijumlahkan :





konstanta total (kt) = ks :

Rumus gaya pegas :





Nilai konstanta tiap-tiap pegas ( k ) ialah 300 N/m ( C ).



6. Karet yang panjangnya L digantungkan beban sedemikian rupa sehingga diperoleh data ibarat pada tabel :





menurut tabel tersebut, sanggup disimpulkan besar konstanta pegas adalah.....

A. 250 N/m
B. 360 N/m
C. 400 N/m
D. 450 N/m
E. 480 N/m

Jawab :
Yang perlu kalian fahami disini ialah beban ( w ) sama dengan gaya ( F ) maka satuannya sama-sama Newton (N) dan ∆l sama artinya dengan ∆x yakni pertambahan panjang. maka soal di atas sanggup dikerjakan dengan rumus :





ingat pertambahan panjang harus dalam satuan meter :

∆x = 0,5 cm = 0,005 m 
(saya memakai data kolom pertama, kalian boleh menentukan penyelesaian soal dengan data pada kolom-kolom lainnya)





jadi besarnya konstanta pegas = 400 N/m ( C ).



7. Bola bermassa 0,25 kg ditekan pada pegas dengan gaya F ibarat pada gambar. anggap percepatan grafitasinya ( g ) = 10 m/s2. Ketika gaya F dihilangkan, bola terlontar ke atas setinggi h meter. Jika energi untuk melontarkan bola besarnya 1,0 joule, maka tinggi h adalah.......

A. 50 cm
B. 40 cm
C. 35 cm
D. 25 cm
E. 15 cm

Jawab :

Pada soal di atas terjadi perubahan energi potensial pegas menjadi energi potensial grafitasi.
Rumus-rumusnya :





Keterangan :
m  = massa (Kg)
g   = percepatan grafitasi (m/s2) = 10 m/s2
h   = ketinggian (m)
F   = gaya (N)
∆x = pertambahan panjang pegas (m)

alasannya ialah besarnya  energi potensial pegas sudah diketahui maka rumus energi potensial pegas tidak dipakai :




Makara ketinggian bola ( h ) = 40 cm ( B ).
Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Thursday, March 30, 2017

Soal Sifat Koligatif Larutan

1. Tentukan kemolalan larutan yang dibentuk dengan melarutkan 3,6 gram glukosa (C6H12O6) dalam 50 gram air. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar H = 1 )……
a. 0,3 m
b. 0,4 m
c. 0,5 m
d. 0,6 m
e. 0,7 m

2. Berapa gram urea ( CO(NH2)2 ) yang harus dilarutkan ke dalam 200 ml air ( ρ air = 1 g/ml ) biar kemolalan larutannya 0,2 m. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar N = 23; Ar H = 1 )……

a. 0,8 gram
b. 1,2 gram
c. 1,8 gram
d. 2,4 gram
e. 3,6 gram

3. Tentukan fraksi mol 30 gram asam cuka ( CH3COOH ) yang dilarutkan ke dalam 180 ml air. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar H = 1 )……
a. 0,25/5,25
b. 0,25/10,25
c. 0,5/5,5
d. 0,5/10,5
e. 0,75/5,75

4. Fraksi mol zat terlarut dalam larutan yang mengandung 10% massa NaOH ( Ar Na = 23; Ar O = 16; Ar H = 1 ) adalah……
a. 4,8 x 10-2
b. 5,2 x 10-2
c. 5,6 x 10-2
d. 6,0 x 10-2
e. 6,4 x 10-2

5. Fraksi mol fruktosa dalam air ialah 0,2. Tekanan uap air murni pada temperatur 250C ialah 76 cmHg, maka tekanan uap jenuh larutan pada temperatur tersebut adalah……
a. 58,8 cmHg
b. 60,8 cmHg
c. 62,8 cmHg
d. 64,8 cmHg
e. 66,8 cmHg

6. Tekanan uap jenuh air pada suhu 180C ialah 750 mmHg. Jika ke dalam 0,8 mol air ( Mr = 18 ) dilarutkan 0,2 mol urea ( Mr = 60 ) maka penurunan tekanan uap jenuh larutan pada temperatur yang sama adalah…….
a. 150 mmHg
b. 300 mmHg
c. 450 mmHg
d. 600 mmHg
e. 700 mmHg

7. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu dan tekanan tertentu ialah 73 cmHg. Tentukan tekanan uap jenuh larutan yang dibentuk dengan melarutkan 18 gram glukosa(C6H12O6)ke dalam 180 ml air pada suhu dan tekanan tersebut. ( Ar C = 12; Ar O = 16; Ar H = 1 )…...
a. 0,73 cmHg
b. 7,30 cmHg
c. 72,27 cmHg
d. 65,70 cmHg
e. 73,00 cmHg

8. Tentukan titik didih 0,2 m larutan gula ( Kb air = 0,520C ) ……
a. 100,5200C
b. 100,7800C
c. 100,1040C
d. 101,3200C
e. 101,520C

9. Ke dalam 200 gram benzena, dilarutkan 6,4 gram C10H8 ( Mr = 128 ). Jika diketahui Kb benzena = 2,520C maka kenaikan titik didih larutan tersebut adalah…..
a. 0,250C
b. 0,630C
c. 0,870C
d. 100,250C
e. 100,630C

10. Urea( CO(NH2)2 )yang massanya 30 gram dilarutkan dalam 500 gram air ( Kf air = 1,860C ). Titik beku larutan tersebut adalah……
a. -0,0930C
b. -1,860C
c. 00C
d. 0,0930C
e. 1,860C

11. Ke dalam 600 gram air dilarutkan 27 gram senyawa nonelektrolit. Larutan itu mendidih pada temperatur 100,130C. kalau kenaikan titik didih molal air 0,520C maka massa molekul relatif senyawa tersebut adalah……
a. 60
b. 90
c. 120
d. 150
e. 180

12. Berapa gram senyawa nonelektrolit ( Mr = 60 ) harus dilarutkan dalam 400 ml air biar membeku pada temperatur -0,3720C. ( Kf air = 1,860C )……
a. 2,4 gram
b. 3,6 gram
c. 4,8 gram
d. 6,0 gram
e. 7,2 gram

13. Larutan 0,08 mol sulfur dalam 400 gram asam asetat memiliki kenaikan titik didih 0,620C. harga tetapan kenaikan titik didih molal asam asetat sama dengan……
a. 0,520C
b. 1,860C
c. 2,520C
d. 3,100C
e. 5,200C

14. Tekanan osmotik suatu larutan yang mengandung 1,71 gram zat organik ( Mr = 342 ) dalam 300 ml larutan ( R = 0,082 ) pada temperatur 270C adalah……
a. 0,41 atm
b. 0,51 atm
c. 0,61 atm
d. 0,71 atm
e. 0,81 atm

15. Tekanan osmotik 1,5 gram zat A ( nonelektrolit ) dalam 500 ml larutan pada temperatur 270C ialah 1,23 atm. Massa molekul relatif zat A adalah……
a. 60
b. 90
c. 120
d. 150
e. 180

16. Manakah zat di bawah ini dengan konsentrasi yang sama memiliki tekanan osmotik paling besar……
a. (NH4)2SO4
b. CO(NH2)2
c. CH3COOH
d. C2H5OH
e. NaCl

17. Diantara larutan di bawah ini yang titik bekunya paling tinggi adalah…..
a. Na2CO3 0,3 m
b. HCl 0,4 m
c. C6H12O6 0,8 m
d. Mg(NO3)2 0,4 m
e. CuSO4 0,3 m

18. Pada temperatur 270C ke dalam air dilarutkan 1,85 gram Ca(OH)2 hingga volume larutan menjadi 200 ml ( Ar Ca = 40; Ar O = 16; Ar H = 1 ). Tekanan osmotik larutan itu sama dengan..….
a. 12,625 atm
b. 9,225 atm
c. 6,875 atm
d. 3,075 atm
e. 2,250 atm

19. Supaya larutan mendidih pada temperatur 1020C maka massa NaCl yang harus dilarutkan ke dalam 100 ml air ( Ar Na = 23; Ar Cl = 35,5; Kb air = 0,520C ) adalah……
a. 5,63 gram
b. 11,25 gram
c. 16,25 gram
d. 22,50 gram
e. 45 gram

20. Tentukan tekanan uap jenuh larutan 14,8 gram Ca(OH)2 dalam 450 gram air kalau tekanan uap jenuh air 75,6 cmHg…..
a. 73,6 cmHg
b. 73,8 cmHg
c. 74,2 cmHg
d. 74,6 cmHg
e. 74,8 cmHg

21. Berapa gram KI ( Mr KI = 166 ) yang harus dilarutkan ke dalam 100 ml air biar mendidih pada suhu 1010C ( derajad ionisasi KI = 0,6; Kb air = 0,520C)……
a. 10,45 gram
b. 15,75 gram
c. 19,95 gram
d. 24,25 gram
e. 27,85 gram

22. Larutan 3,81 gram FeCl2 dalam 200 ml air terionisasi 80% ( Kf air = 1,860C; Mr FeCl2= 127 ) maka larutan tersebut membeku pada suhu……
a. -0,2790C
b. -0,7250C
c. -0,8370C
d. 0,8370C
e. 0,7250C

23. Larutan alkohol ( C2H5OH ) dengan konsentrasi 0,6 M isotonik dengan larutan……
a. NaCl 0,2 M
b. CO(NH2)2 0,5 M
c. Al2(SO4)3 0,2 M
d. MgCl2 0,2 M
e. C3H8 0,4 M

24. Larutan 6,84 gram suatu basa bervalensi dua dalam 400 gram air membeku pada temperatur -0,4810C. kalau diketahui derajad ionisasi basa tersebut 0,8 dan Kf air 1,850C hitunglah massa atom relatifnya……
a. 60
b. 74
c. 98
d. 171
e. 180

25. Larutan 1 m HBr dalam air membeku pada suhu -3,370C. kalau diketahui kf air = 1,860C maka derajad ionisasi HBr adalah……
a. 0,5
b. 0,6
c. 0,7
d. 0,8
e. 0,9




kunci tanggapan :
1. B
2. D
3. D
4. A
5. B
6. A
7. C
8. C
9. B
10. B
11. E
12. C
13. D
14. A
15. A
16. A
17. E
18. B
19. B
20. B
21. C
22. B
23. D
24. D
25. D
Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Soal Gelombang Mekanik

1. Gelombang air bahari mendekati pantai dengan cepat rambat 8 m/s. Jika jarak antara perut dan simpul yang berdekatan yaitu 5 m maka tentukan besarnya frekuensi dan periode gelombang…….
a. 0,8 Hz dan 2,5 s
b. 0,8 Hz dan 1,25 s
c. 2,5 Hz dan 0,8 s
d. 1,25 Hz dan 0,8 s
e. 1,25 Hz dan 2,5 s

2. Dari grafik gelombang tranversal pada gambar di bawah ini tentukanlah jumlah dan panjang gelombangnya…….

a. 2 ½ dan 10 m
b. 2 ½ dan 20 m
c. 2 ½ dan 25 m
d. 2 ¼ dan 10 m
e. 2 ¼ dan 20 m



3. Roni mencicipi getaran gempa yang frekuensinya 15 Hz. Jika sumber getarannya dari pantai yang berjarak 60 km dan datang dalam waktu 20 s, maka panjang gelombang gempa tersebut…….
a. 100 m
b. 200 m
c. 500 m
d. 1000 m
e. 1500 m

4. Dua buah gabus P dan Q bergerak naik turun pada jarak 100 cm satu sama lain. Pada dikala P di puncak dan Q di lembah gelombang, antara P dan Q terdapat 2 puncak dan 2 lembah gelombang. Jika cepat rambat gelombang itu 3 m/s, frekuensinya adalah……
a. 2,5 Hz
b. 5,0 Hz
c. 7,5 Hz
d. 10,0 Hz
e. 12,5 Hz

5. Berikut ini merupakan sifat-sifat gelombang longitudinal.
i. terdiri atas rapatan dan renggangan
ii. terdiri atas bukit dan lembah
iii. arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya
iv. arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya.
Pernyataan yang benar adalah…….
a. 1 & 2
b. 1 & 3
c. 2 & 3
d. 2 & 4
e. 4 saja

6. Dari pernyataan berikut ini :
i. Bunyi yaitu gelombang mekanik
ii. Gelombang mekanik tidak memerlukan medium perambatan
iii. suara tidak sanggup melalui ruang hampa
iv. cahaya termasuk gelombang mekanik alasannya sanggup melalui ruang hampa.
Pernyataan yang benar adalah…….
a. 1 & 3
b. 2 & 4
c. 1, 2 & 3
d. 4 saja
e. semua benar

7. Suatu gelombang tranversal mempunyai persamaan y = 0,2 sin π (40t – 0,5x) m. Tentukanlah periode dan panjang gelombangnya…….
a. 40 s dan 0,5 m
b. 20 s dan 0,25 m
c. 5 s dan 0,5 m
d. 0,05 s dan 4 m
e. 0,025 s dan 8 m

8. Sebuah gelombang berjalan memenuhi persamaan y = 0,2 sin 0,5π (40t – 0,5x), dengan x dan y dalam cm, dan t dalam sekon. Tentukanlah frekuensi sudut (ω) dan bilangan gelombangnya (k)…….
a. 40π dan 0,5π
b. 20π dan 0,25π
c. 0,20π dan 0,5π
d. 0,25π dan 20π
e. 0,5π dan 40π

9. Persamaan gelombang transversal mempunyai bentuk y = 0,05 sin (2πt + 0,4πx), dengan x dan y dalam meter dan t dalam sekon. Tentukanlah arah rambat dan besar kecepatannya……..
a. Ke kiri dan 5 m/s
b. Ke kiri dan 2 m/s
c. Ke kiri dan 0,4 m/s
d. Ke kanan dan 5 m/s
e. Ke kanan dan 2 m/s

10. Gelombang merambat dengan persamaan simpangan y = 0,08 sin (20πt - 8πx) (x, y dan t bersatuan SI) maka :
i. amplitudo gelombangnya 0,08 m
ii. gelombang merambat ke kanan
iii. kecepatan angulernya 20π rad/s
iv. panjang gelombang 25 cm
pernyataan yang benar adalah……..
a. 1 & 3
b. 2 & 4
c. 1, 2 & 3
d. 4 saja
e. semua benar

11. Gelombang merambat dari kanan ke kiri mempunyai kecepatan anguler = 20π rad/s dan simpangan terjauh 15 cm. jarak antara 2 bukit yang berdekatan yaitu 40 cm dan dicapai dalam waktu 1 sekon, maka :
i. frekuensinya 10 Hz
ii. panjang 2 gelombangnya 40 cm
iii. bilangan gelombangnya 5π
iv. mempunyai persamaan y = 1,5 sin (20π - 5πx)
a. 1 & 3
b. 2 & 4
c. 1, 2 & 3
d. 1, 2 & 4
e. semua benar

12. Sebuah gelombang merambat dari suatu titik dengan arah gerak pertama ke bawah dan merambat ke kiri dengan laju 5 m/s , frekuensinya 10 Hz, amplitudonya 20 cm. tentukanlah persamaan simpangannya…….
a. 0,2 sin 20πt - 4πx
b. 0,2 sin 20πt + 4πx
c. -0,2 sin 20πt + 4πx
d. -0,2 sin 20 πt - 4πx
e. -0,2 sin 20πt - 8πx

13. Sebuah titik P bergetar harmonik sederhana menghasilkan gelombang berjalan dengan cepat rambat 16 m/s ke kanan, periodenya 0,5 s dan amplitudonya 5 cm. Pada dikala t = 0 s simpangan di titik P samadengan nol. Simpangan di titik Q yang berada pada jarak 4 m dari P dan P sudah bergetar ½ sekon adalah…….
a. 0 cm
b. 2 cm
c. 5 cm
d. 10 cm
e. 15 cm

14. Suatu gelombang tranversal mempunyai persamaan y = 0,25 sin π (30t – 0,5x). mempunyai persamaan kecepatan……..
a. v = 0,25 sin (30πt – 0,5πx)
b. v = - 0,25 sin (30πt - 0,5πx)
c. v = 7,5π sin (30πt – 0,5πx)
d. v = - 7,5π cos (30πt – 0,5πx)
e. v = 7,5π cos (30πt – 0,5πx)

15. Sebuah gelombang berjalan memenuhi persamaan y = 0,02 sin (25πt – x), dengan x dan y dalam m, dan t dalam sekon. Mempunyai kecepatan dan percepatan maksimal sebesar…….
a. 0,5π m/s dan 12,5π2 m/s2
b. 2,5π m/s dan 7,5π2 m/s2
c. 5π m/s dan 5π2 m/s2
d. 7,5π m/s dan 2,5π2 m/s2
e. 12,5π m/s dan 2,5π2 m/s2

16. Persamaan gelombang transversal mempunyai bentuk y = 0,25 sin (6πt + 0,4πx), dengan x dan y dalam meter dan t dalam sekon. Sudut fase dan fase gelombang di titik x = 0,5 m pada dikala ujung kawat telah bergetar 0,1 sekon…….
a. 360 dan 0,1
b. 720 dan 0,2
c. 1080 dan 0,3
d. 1440 dan 0,4
e. 1800 dan 0,5

17. Gelombang merambat dengan persamaan simpangan y = 0,01 sin (15πt - πx) (x, y dan t bersatuan SI). Beda fase antara titik dengan XA = 0,50 m dan XB = 0,75 m adalah………
a. ¼
b. ½
c. – ¼
d. – ½
e. – ⅛

18. Dua titik pada gelombang transversal di bawah ini yang mempunyai fase yang sama adalah………

a. A – D
b. B – E
c. C – F
d. B – H
e. C – E




19. Gelombang merambat dari titik P ke Q yang berjarak 0,3 m dengan amplitudo 0,05 m, periode 0,2 sekon dan cepat rambat gelombang 7,5 m/s. Maka dikala itu beda fase antara titik P dan Q adalah…….
a. 8π/5 rad
b. 6π/5 rad
c. 3π/5 rad
d. 2π/5 rad
e. π/5 rad

20. Seutas kawat elastis salah satu ujungnya digerakkan harmonik naik turun dengan frekuensi 0,25 Hz sedangkan ujung lainnya terikat. Getaran harmonik merambat sepanjang kawat dengan cepat rambat 0,05 m/s. maka letak perut ke-3 dan simpul ke-4 dari ujung terikat adalah…….
a. 20 cm dan 30 cm
b. 25 cm dan 20 cm
c. 20 cm dan 25 cm
d. 25 cm dan 30 cm
e. 30 cm dan 25 cm

21. Seutas kawat yang panjangnya 100 cm, salah satu ujungnya digerakkan harmonik naik turun dengan persamaan gelombang y = 0,04 sin(10πx/24) cos(πt/3). maka letak simpul ke-2 dan perut ke-3 dari asal getaran adalah…….
a. 76 cm dan 40 cm
b. 40 cm dan 76 cm
c. 24 cm dan 60 cm
d. 60 cm dan 24 cm
e. 40 cm dan 60 cm

22. salah satu ujung dari seutas tali digetarkan harmonik naik turun sedang ujung lainnya dibiarkan bebas. Frekuensi getaran 0,25 Hz dan cepat rambatnya 5 cm/s. maka letak perut ke-3 dan simpul ke-4 dari ujung bebas adalah…….
a. 20 cm dan 35 cm
b. 20 cm dan 30 cm
c. 30 cm dan 25 cm
d. 25 cm dan 30 cm
e. 35 cm dan 25 cm

23. Seutas kawat yang panjangnya 100 cm bergetar berdasarkan persamaan : y = 0,5 cos (πx/12) sin (40πt), x dan y dalam cm. Amplitudo gelombang serta amplitudo gelombang stationer pada titik yang berjarak 92 cm dari asal getaran adalah…….
a. 0,5 cm dan 0,25 cm
b. 0,25 cm dan 0,5 cm
c. 0,75 cm dan -0,5 cm
d. 0,25 cm dan 0,25 cm
e. 0,25 cm dan -0,25 cm

24. Gelombang yang dipantulkan membentuk gelombang membisu (stationer) dengan persamaan simpangan y = 0,08 sin πx/6 cos 100πt (semua besaran bersatuan dasar SI).Pernyataan berikut berkaitan dengan gelombang tersebut :
i. titik pantulnya ujung bebas
ii. kecepatan gelombang pantul 100 m/s
iii. frekuensi gelombangnya 100 Hz
iv. pada dikala x = 1 m amplitudo stationernya = 4 cm
pernyataan yang benar adalah…….
a. 1 & 3
b. 2 & 4
c. 1, 2 & 3
d. 4 saja
e. semua benar

25. Tali PQ dengan ujung Q diikat dan P digeterkan dengan frekuensi 8 Hz, amplitudo 25 cm dan digetarkan dengan kelajuan 5 m/s. maka persamaan simpangannya………
a. y = 0,5 sin 16πx/5 cos 16πt
b. y = 0,25 sin 16πx/5 cos 16πt
c. y = 0,5 cos 16πx sin 16πt
d. y = 0,25 cos 16πx/5 sin 16πt
e. y = 0,5 cos 16πx/5 sin 16πt

Kunci Jawaban :
1. B
2. A
3. B
4. C
5. C
6. A
7. D
8. B
9. A
10. E
11. A
12. C
13. A
14. E
15. A
16. B
17. E
18. D
19. D
20. D
21. A
22. A
23. E
24. B
25. A
Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Tuesday, March 28, 2017

Gaya Goresan Dan Aturan Newton

Secara mudah, Kita sanggup mengartikan gaya sebagai tarikan atau dorongan yang mengakibatkan perubahan keadaan benda. Umumnya benda-benda yang memperoleh gaya akan mengalami perubahan-perubahan, antara lain dari benda membisu menjadi bergerak atau sebaliknya benda bergerak menjadi diam, selain itu juga sanggup mempercepat atau memperlambat gerak benda, sanggup juga merubah arah gerak benda ataupun merubah bentuk/ukuran benda. Namun dalam beberapa hal ada juga benda yang mengalami gaya tetapi tidak mengalami perubahan gerakan ataupun bentuk. Misalnya
ketika kita sedang duduk belajar, gaya gravitasi bekerja pada kita, namun kita tetap diam. Dalam keadaan tertentu gaya sanggup mengakibatkan benda bergerak, namun adakalanya dalam keadaan yang lain benda tersebut tetap diam. Hal ini terjadi alasannya ialah gaya total atau resultan dari gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol. Misalnya ketika kita mendorong meja ke depan ternyata gaya yang kita kenakan dilawan dengan gaya tabrakan meja dengan lantai yang besarnya sama naumn arahnya berlawanan dengan gaya dorong yang kita kerjakan. Keadaan ini disebut dengan keadaan kesetimbangan (equilibrium).


1. GAYA GESEKAN

Yaitu gaya sentuh yang muncul jikalau permukaan dua zat padat bersentuhan secara fisik, dimana arah gaya tabrakan sejajar dengan permukaan bidang dan selalu berlawanan dengan arah gerak relatif antara ke dua benda tersebut. 

Ada dua jenis gaya tabrakan yang bekerja pada benda, yaitu: 

a. Gaya Gesekan Statis ( fs )
Gaya tabrakan statis bekerja ketika benda dalam keadaan membisu dan nilainya mulai dari nol hingga suatu harga maksimum. Jika gaya tarik/dorong yang bekerja pada suatu benda lebih kecil dari gaya tabrakan statis maksimum, maka benda masih dalam keadaan membisu dan gaya tabrakan yang bekerja pada benda mempunyai besar yang sama dengan nilai gaya tarik/dorong pada benda tersebut. Besarnya gaya tabrakan statis maksimum ialah :





dimana µs ialah koefisien tabrakan statis dan N ialah gaya Normal.

Besarnya gaya normal ( N ) tergantung besarnya gaya tekan benda terhadap bidang secara tegak lurus. Keterangan lebih lanjut perihal gaya Normal silahkan baca lebih detail dalam artikel aku yang lain dengan mengklik link di bawah ini :
dalam 2 artikel di atas bahu-membahu rumus-rumus yang berkaitan dengan gaya tabrakan telah dibahas. Sehingga pembahasan aku kali ini lebih menekankan pada aspek teoritis dan referensi soal untuk menambah kepahaman.

b. Gaya tabrakan kinetis ( fk )
Gaya tabrakan kinetis yaitu gaya tabrakan yang bekerja pada benda ketika benda sudah bergerak. Nilai gaya tabrakan kinetis selalu tetap, dan dirumuskan dengan :





dimana µk ialah koefisien tabrakan kinetis benda

Antara koefisien tabrakan statis dan kinetis mempunyai nilai yang berbeda, nilai koefisien tabrakan statis selalu lebih besar daripada nilai koefisien tabrakan kinetis benda.

Untuk sebuah benda membisu yang terletak diatas sebuah bidang datar bernafsu dan diberi gaya F, maka :


2. GAYA GESEKAN DAN HUKUM NEWTON

Hukum Newton I : Benda yang membisu akan tetap membisu selama jumlah gaya yang bekerja padanya sama dengan nol atau benda yang bergerak dengan kecepatan tetap akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap selama resultan gaya yang bekerja padanya sama dengan nol.





Hukum Newton II : Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya total pada sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total tersebut pada arah yang sama dan berbanding terbalik dengan massa dari benda.





Hukum Newton III : Jika sebuah benda menawarkan gaya pada benda lain, maka benda itu akan menerima gaya dari benda lain itu dengan besar gaya yang sama dan arah yang berlawanan dari gaya pertama.





Contoh :

Sebuah balok bermassa 4 kg terletak membisu pada  bidang datar. Hitunglah:
Gaya tabrakan benda dan percepatan benda jikalau lantai bernafsu dengan µs = 0,4 dan µk = 0, 2 dan :
a.   ditarik dengan gaya F = 10 N
b.   ditarik dengan gaya F = 16 N
c.   ditarik dengan gaya F = 20 N


Jawaban :

Diagram gaya untuk perkara ini ialah sebagai berikut :

Untuk perkara ini ( benda membisu ), maka kita harus menguji besarnya gaya tabrakan statis (fs) dan gaya tabrakan kinetis (fk).







Dari aturan Newton II yaitu ΣF = Σma
Kearah vertikal (sumbu y), benda membisu (a = 0)
ΣF = 0
N – w = 0 sehingga N = w
N = m g
N = 4 . 10 = 40 N

• Besarnya gaya tabrakan statis fs ialah

fs = µs.N = 0,4.40 = 16 N

• Besarnya gaya tabrakan kinetis fk ialah

fk = µk.N = 0,2.40 = 8 N

a. untuk F = 10 N
Karena gaya F < fS maka balok masih dalam keadaan diam, sehingga gaya tabrakan yang bekerja pada benda ialah fg = F = 10 N

b. untuk F = 16 N
Karena F = fs, maka balok masih juga dalam keadaan membisu (keadaan ini sering disebut dengan benda sempurna ketika akan bergerak), maka besarnya gaya tabrakan ialah fg = F = fs = 16 N

c. untuk F = 20 N
Karena F > fs maka balok sanggup bergerak, sehingga gaya tabrakan yang dipakai ialah gaya tabrakan kinetis, yaitu sebesar 8 N. Percepatan untuk benda yang bergerak ini sanggup dihitung dengan memakai Hukum Newton II, Karena benda bergerak pada arah sumbu x, maka :

ΣFx    = m.a
F – fk  = m.a
20 – 8 = 4a
a         = 3 m/s2

Dari sini sanggup kita lihat, bahwa pada benda bekerja gaya tabrakan statis atau kinetis, tergantung pada seberapa besar gaya yang bekerja pada benda. Khusus untuk gaya tabrakan statis bahu-membahu mempunyai nilai dari minimum hingga nilai maksimalnya yaitu fs (ketika benda sempurna akan bergerak), sedangkan gaya tabrakan kinetis hanya mempunyai satu nilai saja. Sehingga grafik relasi antara gaya luar dan gaya tabrakan yang mempengaruhi benda yang dalam keadaan diam, sanggup digambarkan sebagai berikut :



Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Thursday, March 23, 2017

Soal Dan Pembahasan Integral Subtitusi

Bentuk pengintegralan dengan metode subtitusi merupakan versi pengintegralan/kebalikan dari aturan rantai pada differnsial/turunan.

Masih ingatkah turunan berantai!!  Perhatikan referensi di bawah ini :

y = ( x2 + 3x + 5 )9 maka turunanya !

Jawab :


y' = 9 ( x2 + 3x + 5 )8 ( 2x + 3)

keterangan : 
pangkatnya diturukan sehingga dikali 9 dan pangkatnya berubah dari pangkat 9 menjadi 8, ingat yang bagian dalam kurung tetap... lalu dikalikan dengan turunan yang di dalam kurung... turunan  x2 + 3x + 5 yaitu 2x + 3.

Hal ini berarti :




Lalu..Caranya...??

Misal : u = x2 + 3x + 5  maka :









du/dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya....

maka :







contoh soal dan pembahasan integral subtitusi :

       1.   dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi 

       Jawab :

*  kita misalkan dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi  dan fungsi u sanggup diturunkan menjadi

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

*  Baru kita subtitusikan ke soal :

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi 

Jangan hingga lupa untuk mengembalikan permisalan kita  dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi    ya…..

2.  dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

Jawab :

*  kita misalkan  dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi   dan fungsi u dapat diturunkan menjadi :

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

 *  Baru kita subtitusikan ke soal :

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi


3.   dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

Jawab :

*  kita misalkan dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi  dan fungsi u dapat diturunkan menjadi

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

*  Baru kita subtitusikan ke soal :

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

4.   dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi  = …

Jawab :

* kita misalkan dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi  maka :

 dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

*sehingga :

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

5.   dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi  …

Jawab :

* kita misalkan dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi   maka :

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

*sehingga :

dx dibaca turunan fungsi u yang diturunkan variabel x nya Soal dan Pembahasan Integral Subtitusi

(sumber soal : http://www.meetmath.com/161235-materi-integral-subtitusi.html/comment-page-1#comment-423 )

dari dua soal terakhir di atas ada cara praktisnya :







Contoh soal lain :


 1.





misal :

u = x - 1  maka x = u + 1

du/dx = 7  maka dx = du/7

sehingga :





2.





misal :

u = 4 - x  maka x = 4 - u


du/dx = -1 maka dx = du/(-1) = - du

sehingga











banyak kan... contohnya...

Selamat Belajar


Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com