Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts
Showing posts with label Kisah Teladan. Show all posts

Saturday, April 1, 2017

Belajar Dari Dongeng Abunawas

Abu Nawas yang populer humoris, lucu lagi konyol Ia sering kali bikin kerbutan, bahkan sudah sering pula mempermalukan raja di depan umum. Maka sudah masuk akal raja geram. Murka baginda raja sudah diubun-ubun. Ia ingin membalas perbuatan Abu Nawas itu. Apalagi sesudah Raja tahu Abu Nawas takut sama Beruang. Raja segera mengundang Abu Nawas untuk berburu. Raja yakin Abu Nawas nanti akan ketakutan dihutan.


Suatu hari, rencana berburu itu datang. Para prajuritpun berangkat menjemput Abu Nawas. Dia pribadi bergidik mendengar keterangan prajurit yang memberitahu perintah raja. Tetapi, belum sempat rombongan hingga kehutan. cuaca tiba-tiba berubah mendung menyerupai mau hujan. Saat mengetahui hal tersebut raja mengubah siasatnya dan memanggil Abu Nawas untuk menghadap :

"Wahai Abu Nawas, tahukah kau kenapa saya memanggilmu?" tanya raja.

"Tuanku, hamba minta ......maaf! Hamba benar-benar tak tahu kenapa Paduka memanggil hamba,"jawab Abu Nawas.

"Kau lihat! hujan akan segera turun, hutan masih jauh, maka kau kuberi kuda untuk menyelamatkan diri dari hujan. Tapi sayang kau kebagian kuda lambat. Nanti siang kita berkumpul ditempat istirahat. Jika nanti hujan turun, kita semua harus sanggup selamatkan diri biar pakaian tetap kering. kini kita berpencar," perintah raja dengan senyum seakan mengejek kuda yg lamban. Raja dan para prajurit punya kuda yang gagah dan larinya kencang.

Setelah Raja dan para prajurit bergerak, Abu Nawas tertinggal, ia sadar bahwa dirinya sedang dijebak. Raja bersana rombongan menungang kuda secepat mungkin. Namun tetap saja pakaian Raja dan para prajurit lembap kuyup ketika tiba di lokasi daerah berkumpul. Abu Nawas pun tiba paling final dengan kuda lambatnya dan anehnya baju dibadanya tidak basah. Raja terbengong, nyaris tak percaya, alasannya yakni dengan kuda yg larinya kencang raja tetap lembap kuyup. Raja pun memanggil Abu Nawas untuk kembali menghadap :

"Wahai Abu Nawas, mengapa pakaianmu tidak lembap walau sudah kehujanan?" tanya raja.

"Tuanku, hal ini alasannya yakni kuda yang Paduka berikan kepada hamba merupakan kuda pilihan.... sehingga sanggup menghantar hamba hingga ke kempat ini dengan pakaian yang tetap kering" jawab Abu Nawas.

Hmmm.... begitukah?? Kalau begitu, alasannya yakni pakaianku basah  maka kita tunda saja perburuannya besok..... dan kita bertukar kuda.... saya ingin tahu sehebat apa kuda yang kau pakai sekarang.

Akhirnya pada hari berikutnya, Raja memberinya kuda yg cepat. Raja menggunakan kuda lambat yang digunakan Abu Nawas kemarin.... Usai berpencar, hujan kembali turun, bahkan lebih deras dari hari kemarin. Dan Rja beserta prajuritnya pun berlari dengan sekencang-kencangnya. Namun, masuk akal bila raja dan prajurit lembap kuyup alasannya yakni kuda yg ditunggangi raja lambat larinya.

Tatkala waktu berkumpul tiba, Abu Nawas sudah lebih awal santai ditempat peristirahatan. Raja dan rombongan menyusul dengan pakaian lembap kuyup lebih dari kemarin. Lagi-lagi Raja heran melihat pakaian Abu Nawas tetap kering. Maka Rajapun penasaran.

"Wahai Abu Nawas, ternyata kau berbohong kepadaku.... kemarin kau bilang kuda yang  kupakai kini ni merupakan kuda pilihan. Tetapi, kuda yang benar-benar lambat. Yang saya herankan mengapa engkau tak lembap kuyup walaupun menunggangi kuda yang manapun juga?" tanya raja.

"Mohon ampun Paduka... hamba tidak berbohong.... kuda yang hamba pakai kemarin memang benar-benar kuda pilihan dan kuda yang hamba pakai kini ini lebih pilihan lagi.... dan mengenai pakaian hamba yang kering jawabannya sangat gampang." Jawab Abu Nawas.

"Gampang bagaimana? Tatkala saya menggunakan kuda kencang, saya tak sanggup mencapai daerah berteduh, apalagi kuda lambat.

"Maaf Baginda...., bahwasanya hamba tidak menyelamatkan diri. Ketika hujan turun, Hamba cepat-cepat melepaskan pakaian, lalu melipat dan mendudukinya dengan rapat biar tidak lembap diguyur hujan. Hamba lakukan hingga hujan kembali reda," Jawab Abu Nawas memecahkan ingin tau baginda raja.


Hikmah dari dongeng di Atas :

Apa yang dilakukan oleh baginda raja merupakan hal yang umum dilakukan orang-orang jaman sekarang. Banyak orang yang memiliki tujuan tertentu.... namun langkah-langkah yang mereka ambil tidak FOKUS kepada tujuan yang hendak mereka capai tersebut. Namun justru memfokuskan diri kepada hal-hal yang lain. Akibatnya apabila mereka gagal mencapai tujuan mereka.... seringkali mereka menyalahkan segala keterbatasan yang mereka miliki.... entah berupa minimnya uang, tenaga ataupun sarana transportasi yang mereka miliki.... Kaprikornus antara tujuan yang mereka memutuskan dengan langkah-langkah yang mereka ambil tidak sejalan dan bahkan saling bertentangan. Sehingga masuk akal saja bila mereka tidak sanggup mencapai tujuan mereka.

Kaprikornus apabila kita memiliki tujuan tertentu.... maka kita harus memfokuskan diri pada tujuan kita tersebut walaupun dengan segala keterbatasan yang ada pada kita. Dan langkah-langkah yang kita ambil harus sejalan dengan tujuan tersebut.

Wokee.... : D

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Wednesday, March 29, 2017

Belajar Dari Dongeng Frodo

Frodo merupakan salah satu abjad dalam trilogi film "Lord of The Ring"......

Dia berasal dari bangsa Hobbit...., Bangsa Hobbit, orangnya pendek dan kecil, tingginya hanya setengahnya insan normal, sifat pembawaannya baik dan polos. Di mata bangsa yang lain......, hobbit yaitu bangsa yang secara fisik lemah dan tidak berilmu berperang, dan juga bukan bangsa yang jenius atau berwawasan luas. Sehingga secara alamiah bangsa hobbit lebih suka menghindari kekacauan kudeta dunia yang diperebutkan bangsa-bangsa lain..... mereka hidup menyepi menjauh dari bangsa-bangsa lain...... kebanyakan dari mereka menghabiskan waktunya untuk hidup santai menikmati keindahan alam di sekitar mereka......


Namun kebanyakan orang tidak tahu......, dibalik kelemahan dan keterbatasan bangsa hobbit..... mereka juga punya kelebihan...... yang mengakibatkan salah satu dari mereka (Frodo) menjadi tokoh utama penyelamat dunia.

Kisah ini dimulai dari ambisi raja iblis Sauron untuk menguasai dunia...... Dia menempa sebuah cincin pusaka menggunakan api dari gunung Mordor...... Cincin ini memiliki keistimewaan yakni pemakainya akan mendapat kekuatan untuk menguasai dunia...... Sayangnya cita-cita raja iblis Sauron untuk menguasai dunia dengan cicin tersebut terpupus...... dikala beliau lengah dalam peperangannya dengan bangsa Manusia, tangannya bersama cincin tersebut terputus oleh tebasan pedang pusaka dari raja manusia...... sehingga kekuatan cincin lenyap dan tubuh raja iblis musnah menjadi abu.....

Walau sudah tidak memiliki raga.... raja iblis tetap hidup dan berusaha bersatu dengan cincin itu kembali.......

Singkat cerita......, cincin itu sehabis bertahun-tahun lenyap....... jadinya jatuh ke tangan persatuan bangsa2 penentang raja iblis........ Karena kekuatan cincin terlalu dahsyat..... tidak ada satupun pemimpin persatuan bangsa2 yang berani terlalu akrab dengan cincin tersebut tanpa adanya selaput pelindung....... dikala mereka berdekatan dengan cincin....... hati mereka akan terdorong untuk memakainya....... dan dikala ciincin tersebut mereka pakai......, nalar sehat mereka akan lenyap....... di pikiran mereka hanya tersisa nafsu jahat untuk menguasai dunia....

hanya frodolah satu2nya orang yang bisa menolak dorongan untuk menggunakan cincin walau dikala cincin itu dibawanya..... hal ini alasannya yaitu hatinya yang polos dan baik hati..... dalam bertindak tidak mementingkan kepentingan langsung namun kepentingan bersamalah yang beliau utamakan..... jadinya frodolah yang diberi tanggung jawab oleh para pemimpin persatuan bangsa2 untuk menghancurkan cincin tersebut.....

Cincin itu hanya sanggup dihancurkan oleh daerah asal pembuatannya yankni api gunung Mordor......

Dalam perjalanan panjang frodo ke gunung Mordo yang letaknya sangat jauh berada di tengah2 wilayah kekuasaan raja iblis...... usang kelamaan semakin berat....... godaan untuk menggunakan cincin semakin besar dan sering....... seperti orang pada umumya......., dia juga terkadang termakan untuk menggunakan cincin itu...... namun alasannya yaitu hatinya yang kuat....... pada jadinya beliau sanggup melepaskan diri dari godaan....... dan pada final kisah cincin tersebut sanggup dimusnahkan.



Hikmah yang sanggup Kita ambil :

Gambaran frodo yang secara fisik dan pikiran tidak istimewa...... citra menyerupai inilah gambaran bekerjsama insan kebanyakan di dunia nyata...... manusia kadang termakan oleh angan-angan yang yang dibisikkan oleh syetan....... namun kalau teringat frodo yang lemah pun sanggup lolos dari godaan cincin raja iblis...... tentunya kebanyakan insan lemah juga sanggup lolos dari godaan syetan...... karena untuk lolos dari godaan syetan tidak diharapkan fisik yang super atau otak yang jenius...... tapi dengan kekuatan hati yang teguhlah insan tidak terjerumus kedalam perangkap syetan.......  hati yang percaya bahwa beliau bisa melawan godaan syetan......

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Thursday, February 23, 2017

Belajar Dari Dongeng Abunawas

Abu Nawas yang populer humoris, lucu lagi konyol Ia sering kali bikin kerbutan, bahkan sudah sering pula mempermalukan raja di depan umum. Maka sudah masuk akal raja geram. Murka baginda raja sudah diubun-ubun. Ia ingin membalas perbuatan Abu Nawas itu. Apalagi sesudah Raja tahu Abu Nawas takut sama Beruang. Raja segera mengundang Abu Nawas untuk berburu. Raja yakin Abu Nawas nanti akan ketakutan dihutan.


Suatu hari, rencana berburu itu datang. Para prajuritpun berangkat menjemput Abu Nawas. Dia pribadi bergidik mendengar keterangan prajurit yang memberitahu perintah raja. Tetapi, belum sempat rombongan hingga kehutan. cuaca tiba-tiba berubah mendung menyerupai mau hujan. Saat mengetahui hal tersebut raja mengubah siasatnya dan memanggil Abu Nawas untuk menghadap :

"Wahai Abu Nawas, tahukah kau kenapa saya memanggilmu?" tanya raja.

"Tuanku, hamba minta ......maaf! Hamba benar-benar tak tahu kenapa Paduka memanggil hamba,"jawab Abu Nawas.

"Kau lihat! hujan akan segera turun, hutan masih jauh, maka kau kuberi kuda untuk menyelamatkan diri dari hujan. Tapi sayang kau kebagian kuda lambat. Nanti siang kita berkumpul ditempat istirahat. Jika nanti hujan turun, kita semua harus sanggup selamatkan diri biar pakaian tetap kering. kini kita berpencar," perintah raja dengan senyum seakan mengejek kuda yg lamban. Raja dan para prajurit punya kuda yang gagah dan larinya kencang.

Setelah Raja dan para prajurit bergerak, Abu Nawas tertinggal, ia sadar bahwa dirinya sedang dijebak. Raja bersana rombongan menungang kuda secepat mungkin. Namun tetap saja pakaian Raja dan para prajurit lembap kuyup ketika tiba di lokasi daerah berkumpul. Abu Nawas pun tiba paling final dengan kuda lambatnya dan anehnya baju dibadanya tidak basah. Raja terbengong, nyaris tak percaya, alasannya yakni dengan kuda yg larinya kencang raja tetap lembap kuyup. Raja pun memanggil Abu Nawas untuk kembali menghadap :

"Wahai Abu Nawas, mengapa pakaianmu tidak lembap walau sudah kehujanan?" tanya raja.

"Tuanku, hal ini alasannya yakni kuda yang Paduka berikan kepada hamba merupakan kuda pilihan.... sehingga sanggup menghantar hamba hingga ke kempat ini dengan pakaian yang tetap kering" jawab Abu Nawas.

Hmmm.... begitukah?? Kalau begitu, alasannya yakni pakaianku basah  maka kita tunda saja perburuannya besok..... dan kita bertukar kuda.... saya ingin tahu sehebat apa kuda yang kau pakai sekarang.

Akhirnya pada hari berikutnya, Raja memberinya kuda yg cepat. Raja menggunakan kuda lambat yang digunakan Abu Nawas kemarin.... Usai berpencar, hujan kembali turun, bahkan lebih deras dari hari kemarin. Dan Rja beserta prajuritnya pun berlari dengan sekencang-kencangnya. Namun, masuk akal bila raja dan prajurit lembap kuyup alasannya yakni kuda yg ditunggangi raja lambat larinya.

Tatkala waktu berkumpul tiba, Abu Nawas sudah lebih awal santai ditempat peristirahatan. Raja dan rombongan menyusul dengan pakaian lembap kuyup lebih dari kemarin. Lagi-lagi Raja heran melihat pakaian Abu Nawas tetap kering. Maka Rajapun penasaran.

"Wahai Abu Nawas, ternyata kau berbohong kepadaku.... kemarin kau bilang kuda yang  kupakai kini ni merupakan kuda pilihan. Tetapi, kuda yang benar-benar lambat. Yang saya herankan mengapa engkau tak lembap kuyup walaupun menunggangi kuda yang manapun juga?" tanya raja.

"Mohon ampun Paduka... hamba tidak berbohong.... kuda yang hamba pakai kemarin memang benar-benar kuda pilihan dan kuda yang hamba pakai kini ini lebih pilihan lagi.... dan mengenai pakaian hamba yang kering jawabannya sangat gampang." Jawab Abu Nawas.

"Gampang bagaimana? Tatkala saya menggunakan kuda kencang, saya tak sanggup mencapai daerah berteduh, apalagi kuda lambat.

"Maaf Baginda...., bahwasanya hamba tidak menyelamatkan diri. Ketika hujan turun, Hamba cepat-cepat melepaskan pakaian, lalu melipat dan mendudukinya dengan rapat biar tidak lembap diguyur hujan. Hamba lakukan hingga hujan kembali reda," Jawab Abu Nawas memecahkan ingin tau baginda raja.


Hikmah dari dongeng di Atas :

Apa yang dilakukan oleh baginda raja merupakan hal yang umum dilakukan orang-orang jaman sekarang. Banyak orang yang memiliki tujuan tertentu.... namun langkah-langkah yang mereka ambil tidak FOKUS kepada tujuan yang hendak mereka capai tersebut. Namun justru memfokuskan diri kepada hal-hal yang lain. Akibatnya apabila mereka gagal mencapai tujuan mereka.... seringkali mereka menyalahkan segala keterbatasan yang mereka miliki.... entah berupa minimnya uang, tenaga ataupun sarana transportasi yang mereka miliki.... Kaprikornus antara tujuan yang mereka memutuskan dengan langkah-langkah yang mereka ambil tidak sejalan dan bahkan saling bertentangan. Sehingga masuk akal saja bila mereka tidak sanggup mencapai tujuan mereka.

Kaprikornus apabila kita memiliki tujuan tertentu.... maka kita harus memfokuskan diri pada tujuan kita tersebut walaupun dengan segala keterbatasan yang ada pada kita. Dan langkah-langkah yang kita ambil harus sejalan dengan tujuan tersebut.

Wokee.... : D

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Monday, February 20, 2017

Belajar Dari Dongeng Frodo

Frodo merupakan salah satu abjad dalam trilogi film "Lord of The Ring"......

Dia berasal dari bangsa Hobbit...., Bangsa Hobbit, orangnya pendek dan kecil, tingginya hanya setengahnya insan normal, sifat pembawaannya baik dan polos. Di mata bangsa yang lain......, hobbit yaitu bangsa yang secara fisik lemah dan tidak berilmu berperang, dan juga bukan bangsa yang jenius atau berwawasan luas. Sehingga secara alamiah bangsa hobbit lebih suka menghindari kekacauan kudeta dunia yang diperebutkan bangsa-bangsa lain..... mereka hidup menyepi menjauh dari bangsa-bangsa lain...... kebanyakan dari mereka menghabiskan waktunya untuk hidup santai menikmati keindahan alam di sekitar mereka......


Namun kebanyakan orang tidak tahu......, dibalik kelemahan dan keterbatasan bangsa hobbit..... mereka juga punya kelebihan...... yang mengakibatkan salah satu dari mereka (Frodo) menjadi tokoh utama penyelamat dunia.

Kisah ini dimulai dari ambisi raja iblis Sauron untuk menguasai dunia...... Dia menempa sebuah cincin pusaka menggunakan api dari gunung Mordor...... Cincin ini memiliki keistimewaan yakni pemakainya akan mendapat kekuatan untuk menguasai dunia...... Sayangnya cita-cita raja iblis Sauron untuk menguasai dunia dengan cicin tersebut terpupus...... dikala beliau lengah dalam peperangannya dengan bangsa Manusia, tangannya bersama cincin tersebut terputus oleh tebasan pedang pusaka dari raja manusia...... sehingga kekuatan cincin lenyap dan tubuh raja iblis musnah menjadi abu.....

Walau sudah tidak memiliki raga.... raja iblis tetap hidup dan berusaha bersatu dengan cincin itu kembali.......

Singkat cerita......, cincin itu sehabis bertahun-tahun lenyap....... jadinya jatuh ke tangan persatuan bangsa2 penentang raja iblis........ Karena kekuatan cincin terlalu dahsyat..... tidak ada satupun pemimpin persatuan bangsa2 yang berani terlalu akrab dengan cincin tersebut tanpa adanya selaput pelindung....... dikala mereka berdekatan dengan cincin....... hati mereka akan terdorong untuk memakainya....... dan dikala ciincin tersebut mereka pakai......, nalar sehat mereka akan lenyap....... di pikiran mereka hanya tersisa nafsu jahat untuk menguasai dunia....

hanya frodolah satu2nya orang yang bisa menolak dorongan untuk menggunakan cincin walau dikala cincin itu dibawanya..... hal ini alasannya yaitu hatinya yang polos dan baik hati..... dalam bertindak tidak mementingkan kepentingan langsung namun kepentingan bersamalah yang beliau utamakan..... jadinya frodolah yang diberi tanggung jawab oleh para pemimpin persatuan bangsa2 untuk menghancurkan cincin tersebut.....

Cincin itu hanya sanggup dihancurkan oleh daerah asal pembuatannya yankni api gunung Mordor......

Dalam perjalanan panjang frodo ke gunung Mordo yang letaknya sangat jauh berada di tengah2 wilayah kekuasaan raja iblis...... usang kelamaan semakin berat....... godaan untuk menggunakan cincin semakin besar dan sering....... seperti orang pada umumya......., dia juga terkadang termakan untuk menggunakan cincin itu...... namun alasannya yaitu hatinya yang kuat....... pada jadinya beliau sanggup melepaskan diri dari godaan....... dan pada final kisah cincin tersebut sanggup dimusnahkan.



Hikmah yang sanggup Kita ambil :

Gambaran frodo yang secara fisik dan pikiran tidak istimewa...... citra menyerupai inilah gambaran bekerjsama insan kebanyakan di dunia nyata...... manusia kadang termakan oleh angan-angan yang yang dibisikkan oleh syetan....... namun kalau teringat frodo yang lemah pun sanggup lolos dari godaan cincin raja iblis...... tentunya kebanyakan insan lemah juga sanggup lolos dari godaan syetan...... karena untuk lolos dari godaan syetan tidak diharapkan fisik yang super atau otak yang jenius...... tapi dengan kekuatan hati yang teguhlah insan tidak terjerumus kedalam perangkap syetan.......  hati yang percaya bahwa beliau bisa melawan godaan syetan......

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com