Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, February 9, 2017

Kisah Konkret Mati Suri Di Kampung Saya

Fenomena mati suri ialah salah satu fenomena yang sampai kini masih belum terungkap oleh ilmu pengetahuan. Bukan hanya di dalam negeri, fenomena ini rupanya terjadi juga di luar negeri. Tak sedikit orang yang mengalami fenomena langka ini. Anak-anak, orang dewasa, tua, muda, perempuan maupun pria, semuanya sanggup mengalami mati suri, tentunya atas kehendak dan izin Alloh. Nah, pada kesempatan kali ini tim blog kisah asal permintaan akan memberikan satu kisah konkret mati suri yang pernah dialami oleh tetangga penulis. Seorang kakek bau tanah yang kini hidup kembali dan menjalani harinya menyerupai biasa. Silakan disimak untuk pelajaran untuk kita semua.

Kisah Nyata Mati Suri

Mbah Ngadio, seorang kakek bau tanah berusia 67 tahun tetangga desa saya, tak pernah membayangkan sebelumnya untuk sanggup mengalami sesuatu yang tak sanggup dirasakan semua orang. Dia terpilih di antara sekian juta orang untuk mengalami fenomena mati suri dalam hidupnya. Kisah konkret mati suri yang ia alami itu terjadi sekitar 2 tahun lalu, dikala saya masih duduk di kelas 3 SMA.

Fenomena mati suri ialah salah satu fenomena yang sampai kini masih belum terungkap oleh  Kisah Nyata Mati Suri di Kampung Saya
Pagi itu, menyerupai pagi yang biasa bagi mbah Ngadio. Setelah bangkit tidur dan minum kopi, ia mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya yang sudah renta itu. Ia kini memang tengah menikmati masa pensiun sesudah usia mudanya dihabiskan menjadi seorang guru sekolah dasar di kampung saya.

Mbah Ngadio hidup di rumah kecil bersama anak perempuannya yang masih gadis. Ragil dari 8 bersaudara itu memang ditugasi untuk mengurusi bapaknya, sementara kakak-kakaknya bekerja mencari nafkah di Magelang.

Selepas ba’da dzuhur, tak diduga sebelumnya, Mbah Ngadio tiba-tiba ditemukan sudah tidak bernafas lagi. Di ruang tengah daerah ia biasa menghabiskan waktu sehari-hari, ia diketahui sudah meninggal dunia. Mbak Minah, anak gadisnya itulah yang menemukannya.
Singkat cerita, rumah Mbah Ngadio telah ramai dikunjungi para pelayat. Mbah Ngadio memang orang yang ramah dan supel. Semua orang menyukainya. Ia juga dikenal sangat murah hati dan sering menolong orang yang kesusahan. Semua orang merasa kehilangannya, sehingga masuk akal kalau isak tangis menyertai prosesi pemandian jenazahnya.

Semua orang yang hadir melayat mbah ngadio tak pernah mengira sebelumnya kalau pada hari itu, mereka akan menjadi saksi kebesaran Alloh. Menjadi saksi dari kisah konkret mati suri yang tak semua orang sanggup mengalaminya.

Jenazah Mbah Ngadio usai dikafani dan disholat. Anak-anaknya dari kota pun sudah kumpul semua. Kini datang waktunya untuk mengantarkan dia ke rumah terakhirnya. Liang kubur yang sunyi dan gelap.

Iring-iringan pelayat yang tak henti mengumandangkan tahlil mengantar kepergian Mbah Ngadio. Perjalanan dari rumah sedih ke areal pemakaman sekitar 20 menit. Pemanggul mayat berganti-gantian. Sawuran beras dan uang logam juga terus berulang, menyerupai layaknya prosesi pemakaman pada umumnya.

Fenomena mati suri ialah salah satu fenomena yang sampai kini masih belum terungkap oleh  Kisah Nyata Mati Suri di Kampung Saya

Tiba-tiba, pelayat terhenyak. Dari dalam keranda terdengar bunyi batuk dan kain epilog keranda itu menyerupai ada yang menarik dari dalam. Mbah Ngadio bangkit dan hidup kembali. Semua orang terhenyak lari tunggang langgang ketakutan melihat mayat hidup di atas keranda.

“Aa....a.a.....aaaa..a!”

Jenazah Mbah Ngadio terbangun. Semua pelayat berhamburan. Kabur ketakutan alasannya ialah melihat mayat hidup di dalam keranda. Mayat Mbah Ngadio hidup kembali. Ya... Hidup kembali.

Pak Ustadz desa yang ada di barisan depan pun tercengang. Ditanyanya mbah ngadio yang masih mengenakan busana pocong itu dengan penuh kegaguan.

“Assalammualaikum Mbah?” tanya Pak Ustadz.

“Wa alaikumsalam pak Ustadz. Kenapa saya ada disini dan memakai pakaian semacam ini?” jawab Mbah Ngadio dengan rasa heran yang terperinci tergambar dari raut wajahnya.

“Siapa namamu?” sergah pak Ustadz ingin memastikan bahwa yang berbicara itu benar-benar Mbah Ngadio, bukan jin atau sebangsanya.

“Pak Ustadz, ini Si Mbah, Mbah Ngadio. Kenapa bertanya begitu?” jawab Mbah Ngadio.

“Subhanalloh!! Saudara-saudara, inilah bukti kekuasaan Alloh. Kita telah menyaksikan fenomena yang luar biasa. Mbah Ngadio telah mengalami mati suri.” Pak Ustadz melantangkan suaranya.

Seketika itu, para pelayat yang tadi lari terbirit-birit kembali berkumpul ke bersahabat keranda, menyaksikan Mbah Ngadio yang mengalami kisah konkret mati suri. Semua orang berdecak kagum seraya mengucap tasbih. Subhanalloh. Sungguh Engkau Maha Kuasa Ya Rabb.

Mbah Ngadio kemudian kembali ke rumah dibonceng motor. Sementara itu, para pelayat yang masih penasaran, menyusulnya kembali ke rumah duka. Mereka ingin mengetahui apa yang dialami oleh Mbah Ngadio selama 4 jam terakhir mengalami mati suri.

Mbah Ngadio melepaskan 3 lapis kain kafan ditubuhnya dan kembali mengenakan pakaiannya menyerupai biasa. Orang-orang berkumpul dan dikala itu juga mbah ngadio menceritakan apa yang dia alami.

“Mbah tadi tidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu, mbah bertemu dengan seorang laki-laki tinggi besar. Ia mengaku berjulukan Rozaq. Ia mengajak simbah ke Makkah untuk melaksanakan sholat Dzuhur bersama. Kemudian mbah diajak ke sebuah lembah di padang pasir yang luas oleh dia. Mbah galau dan laki-laki tadi juga tampak kebingungan. Tiba-tiba mbah disuruh pulang lagi, katanya ini masih belum waktunya. Mbah sempat heran dengan kata-kata yang dia ucapkan, sebelum hasilnya mbah terbangun dan sudah ada di dalam keranda.” Papar Mbah Ngadio sambil terbata-bata.

“Ini ialah fenomena mati suri Mbah. Mbah telah mengalami sebuah fenomena yang tidak semua orang sanggup mengalaminya. Kemungkinan, laki-laki yang mengajak simbah tadi ialah malaikat maut mbah. Saya kira Alloh masih memberi kesempatan untuk Simbah melaksanakan sesuatu yang diingin simbah di dunia ini.” Seru pak ustadz.

“Entahlah, yang jelas, mbah merasa ini hanya mimpi. Mbah tadi menyerupai hanya tidur dan tak tahu kalau jantung simbah sudah tidak berdetak lagi menyerupai tanda-tanda kematian yang diceritakan oleh orang-orang. Mbah memang selalu berdoa semoga diberi kesempatan untuk sanggup menyaksikan ijab kabul Si Minah setiap habis sholat tahajud dan sholat fardlu. Mbah merasa bahagia sekali, Alloh telah mengabulkan doa simbah.” Tutur Mbah Ngadio seraya menitikan air mata.

Para pelayat hening, tertunduk, dan merasa aib atas apa yang dialami Mbah Ngadio. Doa seorang laki-laki bau tanah renta itu telah diijabah oleh-Nya. Mereka bubar, dan sejak dikala itupun masjid yang biasanya sepi, sampai kini selalu penuh sesak terutama dikala sholat Maghrib dan Subuh.

Nah, itulah kisah konkret mati suri yang terjadi di kampung saya. Mbah Ngadio hidup kembali untuk mengajarkan banyak hal kepada semua masyarakat di kampung saya. Sangat menakjubkan. Semoga kisah konkret mati suri ini sanggup memperlihatkan pengaruh positif bagi kita semua, sehingga kita sanggup mengambil pelajaran yang baik darinya. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Saturday, February 4, 2017

6 Peninggalan Sejarah Islam Di Indonesia Beserta Gambarnya

Peninggalan Sejarah Islam Di Indonesia - Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia, terjadilah proses Islamisasi terhadap masyarakat di nusantara. Bersamaan dengan proses Islamisasi itu, mulailah terjadi perubahan sosial budaya ke arah pembentukan budaya gres yang bernafaskan Islam.  Seperti diketahui bahwa, sebelum kedatangan agama dan kebudayaan Islam, budaya Indonesia masih bercorak Hindu dan Budha, namun seiring dengan masuknya budaya Islam ke Indonesia, proses integrasi budaya Hindu - Budha dengan kebudayaan Islam pun menjadi tidak sanggup dihindarkan.

Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia

Perlu diketahui bahwa, dalam proses integrasi budaya tersebut, tidak terjadi ketegangan yang berarti meskipun ada 3 unsur agama dan kebudayaan yang saling berbeda di dalamnya. Hal ini disebabkan lantaran tokoh-tokoh Islam pada masa itu tidak bersikap memusuhi, dan justru bersifat saling merangkul. Adapun dalam proses integrasi tersebut, beberapa peninggalan sejarah sanggup kita lihat sebagai buktinya sampai kini. Apa saja peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut? Simak uraiannya berikut ini!

 Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya

1. Masjid

Salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang paling banyak ditemukan sampai sekarang yaitu masjid. Seperti diketahui bahwa masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, sehingga masuk akal bila seni arsitektur Islam satu inilah yang paling gampang kita lihat keberadaannya ketika ini.

Adapun terkait dengan kentalnya budaya Hindu dan Budha di masa awal penyebaran Islam di Indonesia, seni arsitektur masjid juga dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal yang ada ketika itu. Berbeda dengan masjid-masjid di Jazirah Arab, arsitektur masjid di Indonesia mempunyai beberapa keunikan. Keunikan tersebut terletak pada susunan atapnya yang berundak dan berbentuk limas, adanya bangunan serambi (pendopo), adanya mihrab atau tempat imam memimpin sholat, serta wujud masjid yang umumnya berbentuk bujur sangkar.

Pada tabel berikut, terdapat beberapa pola masjid peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam.
No Nama Lokasi Peninggalan
1. Masjid Agung Demak Demak, Jateng Abad 14 M
2. Masjid Ternate Ternate, Ambon Abad 14 M
3. Masjid Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur Abad 15 M
4. Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh Banda Aceh, DI Aceh Abad 15 M
5. Masjid Kudus Kudus, Jateng Abad 15 M
6. Masjid Banten Banten, Banten Abad 15 M
7. Masjid Cirebon Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
8. Masjid Katangga Katangga, Sulawesi Utara Abad 16 M

2. Kaligrafi

Selain masjid, peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih sanggup kita jumpai sampai sekarang yaitu seni kaligrafi. Bagi Anda yang belum tahu, kaligrafi yaitu suatu seni menulis abjad Arab dengan gaya dan susunan yang indah. Tulisan Arabnya sendiri umumnya diambil dari potongan surat atau ayat-ayat dalam Al Quran.

 Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya
Seni kaligrafi yang menjadi peninggalan sejarah Islam di Indonesia pada masa silam sanggup kita temukan sebagai hiasan ukir atau tulis contohnya pada dinding masjid, gapura, atau pada kerikil nisan. Contoh beberapa seni kaligrafi pada kerikil nisan contohnya terdapat pada makam beberapa orang berikut ini.
No Makam dari Lokasi Peninggalan
1. Fatima binti Maimun Gresik, Jawa Timur Abad 13 M
2. Ratu Nahrasiyah Samudra Pasai Abad 14 M
3. Maulana Malik Ibrahim Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
4. Sunan Giri Gresik, Jawa Timur Abad 15 M
5. Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat Abad 15 M
6. Sunan Kudus dan Sunan Muria Kudus, Jawa Tengah Abad 15 M
7. Sunan Kalijaga Demak, Jawa Tengah Abad 15 M
8. Makam raja-raja Banten Imogiri Abad 16 M

3. Keraton atau Istana

Keraton atau istana yang merupakan tempat tinggal bagi raja dan keluarganya gotong royong telah ada semenjak jaman imbas kebudayaan Hindu dan Budha. Hanya saja, sesudah Islam masuk, arsitektur keraton menjadi lebih banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur Timur Tengah. Beberapa keraton peninggalan sejarah Islam di Indonesia tersebut yang sampai sekarang masih terawat contohnya Istana Kesultanan Ternate, Istana Kesultanan Tidore, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kesultanan Aceh, Istana Sorusuan, Istana Raja Gowa Keraton Kasultanan, dan Keraton Pakualaman.

4. Kitab dan Kesusastraan

Peninggalan sejarah Islam di Indonesia bukan hanya sanggup ditemukan dalam bentuk seni dan gaya arsitektur. Kesusatraan juga berkembang cukup pesat sesudah masuknya pengaruh agama Islam di Indonesia. Kesusastraan tersebut tertuang dalam bentuk suluk, hikayat, babad, dan syair. Beberapa peninggalan kesusastraan Islam di Indonesia antara lain syair Perahu karya Hamzah Fansuri, syair Si Burung Pingai, syair Abdul Muluk, syair gurindam dua belas karya Ali Haji, hikayat nabi-nabi, hikayat sultan-sultan Aceh, dan hikayat klarifikasi penciptaan langit dan bumi.

5. Pesantren

Sejak masuknya Islam di Indonesia, pesantren telah menjadi forum pendidikan agama yang telah melahirkan banyak mubaligh. Pesantren dianggap sebagai salah satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia lantaran dianggap turut berperan serta dalam kemajuan syiar Islam Nusantara.

Pesantren di Indonesia pertama kali dibangun pada masa kekuasaan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Pesantren yang didirikan di kawasan Jawa oleh Sunan Ampel ini lalu melahirkan banyak orang-orang terpelajar. Para santri diajari perihal banyak hal menyerupai bahasa Arab, pendalaman Al Quran, kitab Kuning, tauhid, fiqih, akhlak, dan tasawuf.

Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren Lirboyo di Kediri, Al-Kautsar Medan, dan Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta.

 Sejak agama dan kebudayaan Islam memasuki Indonesia 6 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya

6. Tradisi

Beberapa tradisi yang sampai sekarang masih dipakai sebagian masyarakat Islam menyerupai ziarah, sedekah, atau upacara budpekerti Jawa sekaten juga merupakan bukti peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang tak sanggup dilupakan begitu saja. Tradisi-tradisi tersebut lahir lantaran imbas Islam yang berakulturasi dengan kebudayaan lokal masyarakat ketika itu.

Nah, itulah beberapa peninggalan sejarah Islam di Indonesia yang masih sanggup kita temukan sampai ketika ini. Adanya peninggalan-peninggalan sejarah tersebut menandakan bahwa hadirnya Islam di nusantara bukan hanya mempengaruhi dogma dan agama masyarakat, melainkan juga seluruh aspek kehidupan. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia, Perkembangan, Dan Penyebarannya

Indonesia yaitu negara yang secara umum dikuasai penduduknya menganut agama Islam. Islam di Indonesia diyakini oleh sekitar 199.959.285 jiwa atau 85,2% dari total jumlah penduduknya.
Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia hingga sanggup mencapai jumlah penganut yang begitu besar itu ternyata telah melalui sejarah yang sangat panjang. Sejarah masuknya Islam ke Indonesia tersebut melalui periodisasi atau pembabakan-pembabakan yang cukup menarik untuk kita ketahui. Seperti apa periodisasi sejarah Islam di Indonesia tersebut, silakan simak pembahasan kami berikut.

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Terkait dengan sejarah masuknya Islam ke Indonesia, ada beberapa teori dan pendapat yang menyatakan kapan sesungguhnya efek kebudayaan dan agama Islam mulai masuk ke nusantara. Pendapat-pendapat tersebut bukan hanya didasarkan pada bukti-bukti yang telah ditemukan, melainkan juga dikuatkan oleh adanya catatan-catatan sejarah yang dibentuk oleh bangsa lain di masa lampau.

Indonesia yaitu negara yang secara umum dikuasai penduduknya menganut agama Islam Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Perkembangan, dan Penyebarannya

1. Masuknya Islam semenjak Abad ke-7 Masehi

Sebagian jago sejarah menyebut bila sejarah masuknya Islam ke Indonesia sudah dimulai semenjak era ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada gosip yang diperoleh dari para pedagang Arab. Dari gosip tersebut, diketahui bahwa para pedagang Arab ternyata telah menjalin korelasi dagang dengan Indonesia pada masa perkembangan Kerajaan Sriwijaya pada era ke 7.

Dalam pendapat itu disebutkan bahwa wilayah Indonesia yang pertama kali mendapatkan efek Islam yaitu kawasan pantai Sumatera Utara atau wilayah Samudra Pasai. Wilayah Samudra Pasai merupakan pintu gerbang menuju wilayah Indonesia lainnya. Dari Samudra Pasai, melalu jalur perdagangan agama Islam menyebar ke Malaka dan selanjutnya ke Pulau Jawa.

Pada era ke 7 Masehi itu pula agama Islam diyakini sudah masuk ke wilayah Pantai Utara Pulau Jawa. Masuknya agama Islam ke Pulau Jawa pada era ke 7 Masehi didasarkan pada gosip dari China masa pemerintahan Dinasti Tang. Berita itu menyatakan perihal adanya orang-orang Ta’shih (Arab dan Persia) yang mengurungkan niatnya untuk menyerang Kaling di bawah pemerintahan Ratu Sima pada tahun 674 Masehi.

Indonesia yaitu negara yang secara umum dikuasai penduduknya menganut agama Islam Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Perkembangan, dan Penyebarannya

2. Masuknya Islam semenjak Abad ke-11 Masehi

Sebagian jago sejarah lainnya beropini bahwa sejarah masuknya Islam ke Indonesia dimulai semenjak era ke 11 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada bukti adanya sebuah kerikil nisan Fatimah binti Maimun yang berada di akrab Gresik Jawa Timur. Batu nisan ini berangka tahun 1082 Masehi.

3. Masuknya Islam semenjak Abad ke-13 Masehi

Di samping kedua pendapat di atas, beberapa jago lain justru meyakini bila sejarah masuknya Islam ke Indonesia gres dimulai pada era ke 13 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada beberapa bukti yang lebih kuat, di antaranya dikaitkan dengan masa runtuhnya Dinasti Abassiah di Baghdad (1258), gosip dari Marocopolo (1292), kerikil nisan kubur Sultan Malik as Saleh di Samudra Pasai (1297), dan gosip dari Ibnu Battuta (1345). Pendapat tersebut juga diperkuat dengan masa penyebaran anutan tasawuf di Indonesia.

Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia

Pada masa kedatangan agama Islam, penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang Arab dibantu oleh para pedagang Persia dan India. Abad ke 7 Masehi merupakan awal kedatangan agama Islam. Pada masa ini, gres sebagian kecil penduduk yang bersedia menganutnya alasannya yaitu masih berada dalam kekuasaan raja-raja Hindu-Budha.

Sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan proses penyebarannya berlangsung dalam waktu yang usang yaitu dari era ke 7 hingga era ke 13 Masehi. Selama masa itu, para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia makin intensif berbagi Islam di kawasan yang mereka kunjung terutama di kawasan sentra perdagangan. Di samping itu, para pedagang Indonesia yang sudah masuk Islam dan para Mubaligh Indonesia juga ikut berperan dalam penyebaran Islam di banyak sekali wilayah Indonesia. Akibatnya, efek Islam di Indonesia makin bertambah luas di kalangan masyarakat terutama di kawasan pantai.

Pada selesai era ke 12 Masehi, kekuasaan politik dan ekonomi Kerajaan Sriwijaya mulai merosot. Seiring dengan kemunduran efek Sriwijaya, para pedagang Islam beserta para mubalighnya kian ulet melaksanakan tugas politik. Misalnya, saaat mendukung kawasan pantai yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Sriwijaya.

Menjelang berakhirnya era ke 13 sekitar tahun 1285 bangun kerajaan bercorak Islam yang berjulukan Samudra Pasai. Malaka yang merupakan sentra perdagangan penting dan juga sentra penyebaran Islam berkembang pula menjadi kerajaan gres dengan nama Kesultanan Malaka.

Pada awal era ke 15, kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan, bahkan pada tahun 1478 mengalami keruntuhan. Banyak kawasan yang berusaha melepaskan diri dari kerajaan Majapahit. Pada tahun 1500, Demak bangun sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Berkembangnya kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam ini kemudian disusul berdirinya Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Di luar Jawa juga banyak berkembang kerajaan yang bercorak Islam menyerupai Kesultanan Ternate, Kesultanan Gowa, dan kesultanan Banjar.

Melalui kerajaan-kerajaan bercorak Islam itulah, agama Islam makin berkembang pesat dan tersebar di banyak sekali wilayah Indonesia. Agama Islam tidak hanya dianut oleh penduduk di kawasan pantai saja, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah pedalaman.

Indonesia yaitu negara yang secara umum dikuasai penduduknya menganut agama Islam Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, Perkembangan, dan Penyebarannya

Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia berlangsung secara sedikit demi sedikit dan dialakukan secara tenang melalui beberapa kanal berikut:
  1. Saluran perdagangan, proses penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang muslim yang menetap di kota-kota pelabuhan untuk membentuk perkampungan muslim, contohnya Pekojan. Saluran ini merupakan kanal yang dipilih semenjak awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
  2. Saluran perkawinan, proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara seseorang yang telah menganut Islam menikah dengan seorang yang belum menganut Islam sehingga alhasil pasangaannya itu ikut menganut Islam.
  3. Saluran dakwah, proses penyebaran Islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan perihal agama Islam menyerupai yanbg dilakukan Wali Songo dan para ulama lainnya.
  4. Saluran pendidikan, proses ini dilakukan dengan mendirikan pesantren guna memperdalam ajaran-ajaran Islam yang kemudian menyebarkannya.
  5. Saluran seni budaya, proses penyebaran Islam memakai media-media seni budaya menyerupai pergelaran wayang kulit yang dilakukan Sunan Kalijaga, upacara sekaten, dan seni sastra.
  6. Proses tasawuf, penyebaran Islam dilakukan dengan menyesuaikan contoh pikir masyarakat yang masih berorientasi pada anutan agama Hindu dan Budha.

Alasan Agama Islam Praktis Diterima Masyarakat Indonesia

Proses penyebaran Islam di Indonesia berjalan dengan cepat alasannya yaitu didukung faktor-faktor berikut :
  1. Syarat masuk Islam sangat gampang alasannya yaitu seseorang dianggap telah masuk Islam bila ia telah mengucapkan kalimah syahadat.
  2. Pelaksanaan ibadah sederhana dan biayanya murah.
  3. Agama Islam tidak mengenal pembagian kasta sehingga banyak kelompok masyarakat yang masuk Islam alasannya yaitu ingin memperoleh derajat yang sama.
  4. Aturan-aturan dalam Islam bersifat fleksibel dan tidak memaksa.
  5. Agama Islam yang masuk dari Gujarat, India menerima efek Hindu dan tasawuf sehingga gampang dipahami.
  6. Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan secara tenang tanpa kekerasan dan diadaptasi dengan kondisi sosial budaya yang ada.
  7. Runtuhnya kerajaan Majapahit pada selesai era ke 15 yang memudahkan penyebaran Islam tanpa ada pembatasan dari otoritas kerajaan Hindu-Budha.

Nah, itulah sejarah masuknya Islam ke Indonesia serta penyebarannya hingga era ke-13. Simak juga bagaimana sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan peta jalur masuknya pada artikel selanjutnya.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Friday, February 3, 2017

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia + Peta Penyebarannya

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia - Sejak awal masa Masehi, wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara. Hal ini sebab Indonesia merupakan rangkaian hubungan perdagangan dan pelayaran antara Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Seiring dengan makin berkembangnya hubungan perdagangan dan pelayaran, maka agama Islam yang lahir di jazirah Arab pada awal masa ke 7 Masehi segera menyebar melalui jalur perdagangan. Para pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (India) yang sudah menganut agama Islam lebih dulu, selain berdagang, mereka juga aktif membuatkan agama Islam kepada masyarakat di daerah yang mereka kunjungi dan memulai sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Pada masa ke 7 Masehi, agama Islam sudah masuk ke wilayah Indonesia. Daerah yang pertama kali mendapatkan efek Islam ini yaitu Samudra Pasai yang letaknya berada di pesisir Aceh Utara. Pengaruh Islam makin meluas di kalangan masyarakat terutama di daerah pesisir. Samudra Pasai berkembang sebagai sentra perdagangan dan kerajaan Islam pertama di Indonesia pada tahun 1285.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya
Daerah lain yang banyak dikunjungi oleh para pedagang muslim yaitu Malaka. Malaka memiliki letak yang sangat strategis dalam hubungan perdagangan dan pelayaran Asia Barat, Asia Selatan, dan Asia Timur. Malaka berubah menjadi sentra perdagangan terbesar di daerah Asia Tenggara. Akibatnya, agama Islam berkembang pesat di wilayah ini. Dari Malaka, sejarah perkembangan Islam di Indonesia pun dimulai. Islam tersebar luas ke aneka macam wilayah antara lain Pulau Jawa, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

Pada tahun 1511, Malaka jatuh ke tangan Portugis. Para pedagang muslim banyak yang mengalihkan rute perdagangan dan pelayaran. Mereka tidak lagi berdagang di  Bandar Malaka. Para pedagang muslim lebih menentukan Aceh sebagai tempat persinggahan perdagangannya. Dari Aceh mereka melaksanakan aktivitas perdagangan di sepanjang Pantai Barat Sumatera melewati Selat Sunda dan risikonya hingga di Pantai Utara Pulau Jawa. Sampai masa ke 18, agama Islam sudah tersebar luas di aneka macam wilayah di Indonesia, namun belum semua wilayah itu mendapatkan efek Islam.

1. Perkembangan Islam di Sumatera

Di wilayah Sumatera, Islam mulai masuk ketika zaman kekuasaan Sriwijaya pada masa ke 7 Masehi. Ketika Sriwijaya mengalami kemunduran pada masa ke 11, sejarah perkembangan Islam di Indonesia melaju dengan sangat pesat. Hingga pada masa ke 18, hampir semua wilayah di pantai Sumatera mendapatkan efek Islam termasuk daerah pedalamannya menyerupai Batak, Nias, Mentawai, dan sebagian daerah Bengkulu.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya

2. Perkembangan Islam di Pulau Jawa

Di wilayah Pulau Jawa, Islam sudah mulai masuk pada masa ke 7 Masehi. Sejarah perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa mengalami perkembangan pesat dikala Majapahit mulai mengalami kemunduran pada awal masa ke 15 Masehi. Seluruh wilayah di Pulau Jawa hingga masa ke 18 telah mendapatkan efek Islam. Agama Islam pertama kali berkembang di daerah pesisir utara Jawa. Kota-kota pelabuhan di daerah pesisisr utara berubah menjadi sentra pengembangan islam, antara lain Gresik, Surabaya, Tuban, Jepara, Demak, Cirebon, dan Banten. Dari pulau Jawa, terutama dari Gresik dan Demak, agama Islam menyebar ke aneka macam wilayah menyerupai Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

3. Perkembangan Islam di Kalimantan

Di wilayah Kalimantan, Islam mulai masuk pertama kali di Kalimantan Barat (Sukadana) pada awal masa ke 16 yang dibawa oleh pedagang muslim dari wilayah Sumatera. Di Kalimantan Selatan, Islam mulai masuk pada tahun 1550 dari Demak, sedangkan di wilayah Kalimantan timur mendapatkan efek Islam dari Makasar pada tahun 1575. Daerah sepanjang pantai Pulau Kalimantan hingga dengan masa ke 18 telah mendapatkan efek Islam, sedangkan daerah pedalamannya belum termakan sama sekali.

4. Perkembangan Islam di Sulawesi

Di wilayah Sulawesi, efek Islam mulai muncul pada masa ke 16. Wilayah pertama yang mendapatkan efek Islam yaitu Gowa. Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, penyebar agama Islam yang populer di daerah itu yaitu Dato’ RI Bandan dan Dato’ Sulaiman. Dari wilayah Gowa, Islam menyebar ke wilayah Gorontalo. Wilayah Sulawesi Tenggara menerima pengaruh Islam dari Ternate. Wilayah di Sulawesi hingga masa ke 18 yang menerima efek Islam makin meluas. Hanya wilayah Sulawesi Tengah (Toraja) dan Sulawesi paling utara-lah yang belum dipengaruhi oleh Islam.

5. Perkembangan Islam di Maluku dan Papua

Wilayah Maluku mendapatkan efek Islam dari Pulau Jawa, terutama dari Gresik pada pertengahan masa ke 15 Masehi. Islam mulai berkembang di Ternate dan Tidore yang kemudian menyebar ke aneka macam wilayah di Maluku. Pengaruh Islam di Maluku hingga dengan masa ke 18 makin meluas ke aneka macam pulau. Namun, Pulau Seram cuilan timur dan pulau-pulau sebelah timurnya belum dipengaruhi Islam.

 wilayah Indonesia telah banyak didatangi oleh para pedagang dari aneka macam negara Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia + Peta Penyebarannya
Selain dipengaruhi Islam, wilayah Maluku juga dipengaruhi oleh agama Kristen yang sangat kuat. Penyebaran Islam ke wilayah Papua sudah dimualai semenjak masa ke 17 namun mengalami kendala sebab kuatnya kepercayaan lama. Sampai dengan masa ke 18 wilayah Papua belum dipengaruhi Islam.

6. Perkembangan Islam di Nusa Tenggara

Agama Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara sebab dibawa oleh para pedagang Bugis dari Sulawesi Selatan dan pedagang dari Jawa semenjak masa ke 16. Adapun dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia di daerah sekitar Nusa Tenggara yang paling pesat terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Di Pulau Sumbawa telah bediri kerajaan Islam yang berpusat di Bima. Di Nusa Tenggara hingga masa ke 18 Islam masih belum banyak kuat kecuali di kedua pulau itu. Wilayah Indonesia cuilan timur menyerupai Bali, Sumbawa, dan Flores juga sama.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah perkembangan Islam di Indonesia beserta periodisasinya. Semoga sanggup menambah pengetahuan kita wacana khasanah penyebaran Islam di nusantara.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

Saturday, January 28, 2017

Fenomena Nyi Roro Kidul Berdasarkan Islam

Nyi Roro Kidul ialah sosok legenda yang begitu terkenal di kalangan masyarakat Jawa dan Bali. Sosok ini digambarkan sebagai seorang ratu penguasa kerajaan jin di Samudera Hindia yang mempunyai kekuatan supranatural begitu besar. Sosok yang juga dikenal dengan sebutan Ratu Pantai Selatan ini begitu lekat dengan kebudayaan suku Jawa, Sunda, dan Bali. Bahkan sampai ketika ini, ritual-ritual atau upacara susila Jawa masih sering dilakukan untuk menghormati keberadaannya, terutama oleh masyarakat pesisir pantai selatan Jawa. Menyadari bahwa fenomena penguasa bahari pantai selatan kini ini sudah semakin terkenal dan mendunia, pada artikel berikut kami akan membahas mengenai sosok ini lebih dalam, terutama berdasarkan perspektif kajian ilmu Islam. Bagaimana kajian fenomena Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam ini? Inilah pembahasannya!

Nyi Roro Kidul ialah sosok legenda yang begitu terkenal di kalangan masyarakat Jawa dan Ba Fenomena Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam

Nyi Roro Kidul Menurut Islam

Menurut perspektif Islam, keberadaan sosok ibarat Nyi Roro Kidul sesungguhnya sudah diterangkan secara terang dalam Al-Qur'an surat Al-Hijr ayat 27.
Dan sesungguhnya Kami telah ciptakan insan (Adam) dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan kami telah ciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
Dari ayat tersebut sanggup kita ambil kesimpulan bahwa selain membuat manusia, Alloh juga membuat golongan jin dan membiarkan mereka untuk hidup di dunia meski dalam dimensi yang berbeda dengan kita. Jika dihubungkan dengan keberadaan Nyi Roro Kidul, ayat tersebut menjelaskan bahwa Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam dianggap sebagai perwujudan raja jin yang menghuni lautan.

Dalam beberapa ayat lain dijelaskan bahwa insan merupakan mahluk yang derajatnya lebih mulia dibandingkan jin. Jin bahkan sempat diminta bersujud pada insan untuk menghormati kemuliaannya.[BACA : Misteri Hubungan Nyi Roro Kidul dan Soekarno]

Pemujaan Jin Ratu Pantai Selatan

Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam memang hanya dianggap sebagai raja jin penguasa pantai selatan yang derajatnya lebih rendah dibanding manusia. Akan tetapi, meski sudah banyak yang mengetahui perspektif ini, tetap saja ada beberapa umat insan yang menjelembabkan dirinya melalui pemujaan dan kemusyrikan. Mereka justru memuja mahluk yang derajatnya lebih rendah itu untuk mendapat proteksi dan kemudahan. Ritual pesugihan untuk mendapat kekayaan secara singkat tanpa harus bekerja keras dengan hanya meminta jin-jin kafir –termasuk Nyi Roro Kidul, banyak mereka lakukan. Ritual ini tentu ialah sebuah kesalahan besar.

Alloh SWT sudah menjelaskan dalam firmannya Surat Al-Imran, ayat 173 : “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah ialah sebaik-baik Pelindung.” Surat ini ialah pegangan bagi kita semua para umat muslim untuk selalu berlindung dan memohon proteksi pada Alloh semata. Jangan alasannya kesulitan hidup dan kesengsaraan dunia kita menjadi gelap mata dan menggadaikan aqidah kita, menyembah dan memuja selain pada Alloh, termasuk dengan memuja Nyi Roro Kidul untuk memperoleh kekayaan dengan jalan singkat.

Demikianlah pemaparan mengenai kajian Nyi Roro Kidul berdasarkan Islam. Dari pemaparan tersebut, semoga kita semua sanggup selalu tawakal dan berserah diri hanya pada Alloh. Nyi Roro Kidul dan sebangsanya sama jua ibarat kita, mahluk yang tanpa daya. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

3 Teori Masuknya Islam Ke Indonesia Dan Bukti Pendukungnya

Teori Masuknya Islam Ke Indonesia - Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini tentu tidak terlepas dari tugas para pedagang muslim yang berasal dari Gujarat (India), Persia, dan Arab. Hubungan dekat antar pedagang muslim dan pedagang Nusantara di masa silam menjadikan efek terhadap masuknya agama Islam di Indonesia.

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Secara geografis, Indonesia terletak di daerah yang sangat strategis dalam terusan perdagangan masa silam. Hal ini mengakibatkan Islam dengan gampang masuk ke wilayah Indonesia. Lantas, kapan Islam pertama kali tiba ke Indonesia. Ada beberapa teori wacana masuknya Islam ke Indonesia. Teori tersebut antara lain teori Gujarat, teori Persia, dan teori Arab. Berikut ini pemaparan dari masing-masing teori masuknya Islam ke Indonesia tersebut.

 Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung dengan sangat cepat 3 Teori Masuknya Islam Ke Indonesia dan Bukti Pendukungnya

1. Teori Gujarat

Teori gujarat yakni teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama kali dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel. Dalam teori ini disebutkan bahwa Islam di Indonesia bekerjsama berasal dari Gujarat, India dan mulai masuk semenjak kala ke 8 Masehi. Islam masuk ke Indonesia melalui wilayah-wilayah di anak benua India, menyerupai Gujarat, Bengali, dan Malabar. Seperti diketahui bahwa Bangsa Indonesia pada masa itu memang telah menjalin relasi dagang dengan India melalui terusan Indonesia-Cambay.[BACA : Sejarah Masuknya Islam di Indonesia]

Berdasarkan teori ini, masuknya Islam ke Indonesia ini diyakini berasal dari Gujarat sebab didasarkan pada adanya bukti berupa watu nisan Sultan Samudera Pasai Malik as-Saleh berangka tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Selain itu, teori gujarat juga didasarkan pada corak fatwa Islam yang cenderung mempunyai warna tasawuf. Ajaran ini dipraktikan oleh orang muslim di India Selatan, menyerupai dengan fatwa Islam di Indonesia pada awal berkembangnya Islam.

2. Teori Persia

Teori persia adalat teori masuknya Islam ke Indonesia yang dikemukakan oleh Hoessein Djajadiningrat. Dalam teori ini dikemukakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia yakni Islam yang berasal dari Persia (Iran). Islam diyakini dibawa oleh para perdagang Persia mulai pada kala ke 12.

Teori persia berlandaskan pada bukti maraknya paham Syiah pada awal masuknya Islam ke Indonesia. Selain itu, ada kesamaan tradisi budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia. Peringatan 10 Muharam atau hari Asyura di Iran dengan upacara Tabuik atau Tabut di Sumatera Barat dan Jambi sebagai lamang mengarak jasad Husein bin Ali bin Abi Thalib yang terbunuh dalam kejadian Karbala menjadi salah satu contohnya. Bahkan kuatnya tradisi Syiah masih terasa hingga dikala ini. [BACA : Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia]

Adanya suku Leran dan Jawi di Persia pertanda bukti bahwa orang-orang Persia yang membawa Islam ke Indonesia. Suku ini disinyalir merujuk pada orang-orang Leran dari Gresik dan suku Jawa. Selain itu, dalam suku Jawa dikenal dengan tradisi penulisan Arab Jawa atau Arab Pegon sebagaimana diadopsi oleh masyarakat Persia atas Tulisan Arab. Hal ini diperkuat dengan istilah Jer yang lazim dipakai masyarakat Persia.

 Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung dengan sangat cepat 3 Teori Masuknya Islam Ke Indonesia dan Bukti Pendukungnya

3. Teori Arab atau Teori Mekah

Berdasarkan teori Arab, masuknya Islam ke Indonesia diyakini berasal dari Arab, yaitu Mekkah dan Madinah pada kala perama Hijriah atau kala ke 7 Masehi. Pendapat ini didasarkan pada adanya bukti perkampungan Islam di Pantai Barus, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai Bandar Khalifah. Wilayah ini disebut dengan wilayah Ta-Shih. Ta-Shih yakni sebutan orang-orang China untuk orang Arab. Bukti ini terdapat dalam dokumen dari Cina yang ditulis oleh Chu Fan Chi yang mengutip catatan spesialis geografi, Chou Ku-Fei. Dia menyampaikan adanya pelayaran dari wilayah Ta-Shih yang berjarak 5 hari perjalanan ke Jawa.

Dalam dokumen China keberadaan komunitas muslim Arab di Pantai Barus tercatat sekitar tahun 625 Masehi. Menilik tahun tersebut, berarti hanya sembilan tahun dari rentang waktu ketika Rasululloh menetapkan dakwah Islam secara terbuka kepada penduduk Mekkah. Beberapa sobat telah berlayar dan membentuk perkampungan Islam di Sumatera. Pelayaran ini sangat mungkin terjadi mengingay adanya perintah Rasululloh semoga kaum muslimin menuntut ilmu ke negeri Cina. Hal ini berarti Islam masuk ke Indonesia dikala Rosululloh masih hidup.

Bukti arkeologis juga ditemukan di Barus, berupa sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai, Barus. Pada salah satu watu nisannya tertulis nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 M. Para arkeolog dari Ecole Francaise D’extreme-Orient Prancis dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menyatakan bahwa sekitar kala 9 hingga 12 Masehi, Barus menjadi sebuah perkampungan dari aneka macam suku bangsa menyerupai Arab, Aceh, India, Cina, Tamil, Jawa, Bugis, dan Bengkulu. [BACA : Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia]

Bukti lain yang mendukung teori masuknya Islam ke Indonesia yakni munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Kerajaan Perlak yang diteruskan oleh Kerajaan Samudra Pasai. Kerajaan Samudra Pasai yakni kerajaan bercorak paham Syafi’i yang kala itu dianut banyak penduduk Mesir dan Mekah.

Demikianlah beberapa teori masuknya Islam ke Indonesia menyerupai yang diutarakan oleh beberapa ahli. Ketahui pula bagaimana proses masuknya Islam ke Indonesia melalui beberapa terusan pada artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com

3 Jalan Masuk Penyebaran Islam Di Indonesia

Penyebaran agama Islam di Indonesia berlangsung sangat cepat. Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, pesatnya penyebaran Islam di Indonesia juga disebabkan oleh penggunaan beberapa kanal penyebaran yang bekerja dengan sangat efektif. Saluran penyebaran Islam di Indonesia tersebut mencakup kanal perdagangan, pendidikan, dan hubungan sosial budaya. Ketiga kanal inilah yang banyak dipakai kaum muslimin berbagi Islam di wilayah Indonesia.

Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

 Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indon 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia

1. Saluran Perdagangan

Saluran perdagangan merupakan salah satu kanal penyebaran Islam di Indonesia yang paling awal digunakan. Para pedagang dari banyak sekali daerah berkumpul dan menetap, baik sementara maupun selamanya di sebuah daerah sehingga terbentuklah suatu perkampungan pedagang Muslim. Para pedagang muslim ketika berinteraksi dagang sering menyisipkan fatwa Islam untuk menarik simpati dari para pedagang Indonesia. Dengan cara itulah banyak pedagang Indonesia yang tertarik beralih memeluk agama Islam.

 Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indon 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia
Melalui kanal ini, pelabuhan menjadi tempat utama bagi masuknya Islam di Indonesia. Salah satu pelabuhan itu contohnya pelabuhan Bandar Khalifah di Pantai Barus, Sumatera Barat. Wilayah Sumatera Barat dan Aceh menjadi pintu masuknya Islam ke Indonesia. Para pedagang dari banyak sekali negeri berdatangan membawa komoditas masing-masing. Tidak jarang mereka menetap dalam waktu lama. Pada proses berdagang inilah dakwah Islam disampaikan. Ajakan dakwah Islam pun diterima dengan baik oleh para pedagang Indonesia. [BACA : Teori Masuknya Islam ke Indonesia]

2. Saluran Pendidikan

Saluran penyebaran Islam di Indonesia lain yang mendukung perkembangan Islam di Indonesia adalah kanal pendidikan. Saluran ini dipakai para mubaligh dari beberapa negeri untuk berbagi Islam. Kedatangan para mubaligh menyebabkan dakwah Islam semakin marak dan gerakan dakwah semakin luas. Gerakan dakwah tidak hanya terbatas di pantai-pantai barat Sumatear, melainkan hingga ke pulau-pulau potongan timur Indonesia. Selain itu, para pelaut Bugis ikut berbagi Islam hingga kepulauan Maluku dan Papua yang bekerja sama dengan para Mubaligh dari Gresik, Jawa Timur. Pulau Jawa dikala itu menjadi barometer penyebaran Islam di Indonesia.

Penyebaran Islam melalui kanal pendidikan sangat kuat pada penyebaran Islam di Indonesia. Selain melalui para mubaligh dan wali songo, penyebaran Islam dilakukan dengan mendirikan forum pendidikan, yaitu pondok pesantren. Pondok pesantren menampung cowok dari banyak sekali daerah untuk menimba ilmu agama Islam. Para santri yang sudah tanggapan dari pesantren mulai berdakwah berbagi Islam di wilayahnya masing-masing. Dengan kanal penyebaran Islam di Indonesia yang satu ini, agama Islam berkembang dan menyebar cepat ke seluruh Indonesia.

3. Saluran Sosial Budaya

Saluran sosial budaya tidak kalah pentingnya dalam menunjang upaya penyebaran Islam di Indonesia. Proses interaksi sosial budaya dilakukan dengan cara ijab kabul atau dengan media seni, menyerupai seni bangunan, seni pahat, seni tari, dan musik. Masuknya Islam dengan jalan ijab kabul memberi warna tersendiri dalam sejarah Islam di Indonesia. Melalui perkawinan ini lahirlah generasi gres muslim dan merupakan awal dari terbentuknya sebuah komunitas muslim di kalangan warga pribumi. Beberapa pola perkawinan ulama Islam dengan perempuan pribumi ialah perkawinan Raden Rahmat atau Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila dan Raja Brawijaya yang beragama Hindu dengan Putri Campa yang beragama Islam. Hasil dari perkawinan mereka ialah lahirnya Raden Patah, pendiri kerajaan Demak.

 Selain lantaran didukung oleh ajarannya yang dinilai sesuai dengan kepribadian bangsa Indon 3 Saluran Penyebaran Islam Di Indonesia
Selain melalui perkawinan, penyebaran fatwa Islam melalu kanal budaya juga dilakukan dengan akulturasi budaya pribumi dan budaya Islam. Cara ini ditempuh untuk mempermudah dan mempercepat perkembangan Islam. Budaya pribumi dikala itu diwarnai oleh budaya agama Hindu dan budha sanggup berakulturasi dengan budaya Islam tanpa menggeser nilai-nilai tauhid. Contoh akulturasi budaya ini contohnya munculnya doa-doa Islam dalam upacara etika menyerupai perkawinan, kelahiran, selapan, wayang kulit, seni bangunan, dan kesusastraan. Budaya Islam yang sederhana menyebabkan rakyat gampang mencerna dan mendapatkan muatan isi yang disampaikan. Model pendekatan tersebut menyebabkan Islam gampang diterima.

Saluran Lain

Selain ketiga kanal penyebaran Islam di Indonesia yang telah disebutkan di atas, ada beberapa faktor pendukung yang menyebabkan pesatnya perkembangan Islam di Indonesia. Beberapa faktor pendukung tersebut antara lain:
  1. Syarat untuk memeluk Islam sangat mudah.
  2. Kewajiban berdakwah merupakan kiprah setiap muslim.
  3. Para ulama mempunyai kelebihan rohaniah melalui fatwa tasawuf.
  4. Ajaran Islam dipandang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
  5. Ajaran Islam tidak mengenal perbedaan derajat insan menurut kasta maupun gelar.
  6. Para saudagar, dai, dan ulama memberikan Islam dengan pendekatan dakwah yang simpatik.

Demikianlah beberapa kanal penyebaran Islam di Indonesia yang sanggup kami jelaskan. Semoga sanggup menjadi materi rujukan untuk kiprah sekolah maupun untuk sekedar menambah wawasan Anda terkait sejarah Islam di Nusantara. Salam.
Sumber http://kisahasalusul.blogspot.com