Showing posts with label Biologi SMP. Show all posts
Showing posts with label Biologi SMP. Show all posts

Sunday, April 2, 2017

Sistem Saraf (Koordinasi) Pada Manusia

Tubuh insan terdiri atas organ-organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Agar organ-organ tubuh sanggup bekerja sama dengan baik, diharapkan adanya koordinasi (pengaturan). Pada insan dan sebagian besar hewan, koordinasi dilakukan oleh sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon. Dalam belahan ini hanya akan dibahas wacana sistem saraf .

Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas yakni kemampuan menanggapi rangsangan. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

a. Reseptor, yakni alat peserta rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor yakni organ indera.
b. Konduktor (Penghantar impuls), dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri. Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut neuron.
c. Efektor, yakni belahan tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting pada insan yakni otot dan kelenjar (hormon). Otot menanggapi rangsang yang berupa gerakan tubuh, sedangkan hormon menaggapi rangsang dengan meningkatkan/menurunkan acara organ tubuh tertentu. Misalnya : mempercepat/memperlambat denyut jantung, melebarkan/menyempitkan pembuluh darah dan lain sebagainya.

1. Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf tersusun oleh sel-sel saraf atau neuron. Neuron inilah yang berperan dalam menghantarkan impuls (rangsangan). Sebuah sel saraf terdiri tiga belahan utama yaitu tubuh sel, dendrit dan neurit (akson).



a. Badan sel
Badan sel saraf merupakan belahan yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk mendapatkan rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma. Inti sel berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron). Di dalam sitoplasma terdapat
mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk membawa rangsangan.

b. Dendrit
Dendrit yakni serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan ekspansi dari tubuh sel. Dendrit berfungsi untuk mendapatkan dan mengantarkan rangsangan ke tubuh sel.

c. Neurit (akson)
Neurit berfungsi untuk membawa rangsangan dari tubuh sel ke sel saraf lain. Neurit dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung myelin yang terdiri atas ekspansi membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk isolator dan pemberi makan sel saraf. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh selubung mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.

Antara neuron satu dengan neuron satu dengan neuron berikutnya tidak bersambungan secara eksklusif tetapi membentuk celah yang sangat sempit. Celah antara ujung neurit suatu neuron dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan sinapsis. Pada belahan sinapsis inilah suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter (misalnya asetilkolin) menyeberang untuk membawa impuls dari ujung neurit suatu neuron ke dendrit neuron berikutnya.

2. Macam-macam Neuron (Sel Saraf)

a. Saraf sensorik
saraf sensorik yakni saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari reseptor (indra) ke saraf pusat(otak dan sumsum tulang belakang).
b. Saraf motorik
saraf motorik yakni saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari saraf sentra susunan saraf ke efektor (otot dan kelenjar).
c. Saraf konektor
saraf konektor yakni saraf yang menghubungkan rangsangan (impuls) dari saraf sensorik ke saraf motorik.

3. Macam-macam Gerak

Gerakan merupakan salah satu cara tubuh dalam mengagapi rangsangan. Berdasarkan jalannya rangsangan (impuls) gerakan dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa yakni gerak yang terjadi alasannya yakni disengaja atau disadari. Pada gerak sadar ini, gerakan tubuh dikoordinasi oleh otak. Rangsangan yang diterima oleh reseptor (indra) disampaikan ke otak melalui neuron sensorik. Di otak rangsangan tadi diartikan dan diputuskan apa yang akan dilakukan. Kemudian otak mengirimkan perintah ke efektor melalui neuron motorik. Otot (efektor) bergerak melakukan perintah otak. Contoh gerak sadar contohnya : menulis, membuka payung, mengambil makanan atau berjalan.
Skema gerak sadar :

Rangsangan(Impuls) --> Reseptor(Indra) --> Saraf sensorik 

--> Otak  --> Saraf motorik --> Efektor (Otot)


b. Gerak Refleks (Tak Sadar)
Gerak refleks yakni gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini tidak melewati otak namun hanya hingga sumsum tulang belakang. Gerak refleks contohnya terjadi ketika kita mengangkat kaki alasannya yakni menginjak benda runcing, gerakan tangan ketika tidak sengaja menjatuhkan buku, gerakan ketika menghindari goresan dan lain sebagainya.
Skema gerak refleks :

Rangsangan(Impuls) --> Reseptor(Indra) --> Saraf sensorik 

--> Sumsum Tulang Belakang --> Saraf motorik --> Efektor (Otot)


4. Susunan Sistem Saraf Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf insan tersusun dari sistem saraf sentra dan sistem saraf tepi. Sistem saraf sentra terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.


A. Sistem saraf pusat

1) Otak
Otak merupakan sentra pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di rongga tengkorak dan
dibungkus oleh tiga lapis selaput berpengaruh yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut duramater, paling dalam yakni piamater dan yang tengah disebut arachnoid. Di antara ketiga selaput tersebut terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi untuk mengurangi benturan atau goncangan. Peradangan
yang terjadi pada selaput ini dinamakan meningitis. Penyebabnya bisa alasannya yakni abses virus. Otak insan terbagi menjadi tiga belahan yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan sumsum lanjutan.


a) Otak besar (cerebrum)
Otak besar mempunyai permukaan yang berlipat-lipat dan terbagi atas dua belahan. Belahan otak kiri melayani tubuh sebelah kanan dan belahan otak kanan melayani tubuh sebelah kiri. Otak besar terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar berwarna kelabu disebut korteks, berisi badan-badan sel saraf. Lapisan dalam berwarna putih berisi serabut-serabut saraf (neurit/akson). Otak besar berfungsi sebagai pusat kegiatan-kegiatan yang disadari seperti berpikir, mengingat, berbicara, melihat, mendengar, dan bergerak.

b) Otak Kecil (Cerebellum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar belahan belakang. Susunan otak kecil menyerupai otak besar. Terdiri atas belahan kanan dan kiri. Belahan kanan dan kiri otak kecil dihubungkan oleh jembatan Varol. Terbagi menjadi dua lapis sama menyerupai otak besar yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasi kerja otot-otot ketika kita bergerak.

c) Sumsum lanjutan
Sumsum lanjutan (medula Oblongata) terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam yang berwarna kelabu alasannya yakni banyak mengandung tubuh sel-sel saraf dan lapisan luar berwarna putih alasannya yakni berisi neurit (akson). Sumsum lanjutan berfungsi sebagai sentra pengendali pernapasan, menyempitkan pembuluh darah, mengatur denyut jantung, mengatur suhu tubuh dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak disadari.

2). Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher hingga ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh selaput
meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang belahan luar tampak berwarna putih (substansi alba) alasannya yakni banyak mengandung akson (neurit) dan belahan dalam yang berbentuk menyerupai kupu-kupu, berwarna kelabu (substansi grissea) alasannya yakni banyak mengandung tubuh sel-sel saraf.

Sumsum tulang belakang berfungsi untuk:
a) menghantarkan impuls dari dan ke otak,
b) memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.


B. Sistem saraf tepi

1) Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar Proses yang dipengaruhi saraf sadar, berarti kau sanggup memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah efek sistem ini. Misalnya ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, arahan dari indera pendengaran akan hingga ke otak. Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan arahan ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.

Sistem saraf somatis terdiri atas :
a. Saraf otak (saraf cranial), saraf otak terdapat pada belahan kepala yang keluar dari otak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang.
b. Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang . Saraf sumsum tulang belakang berfungsi untuk meneruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf sentra juga meneruskan impuls dari sistem saraf sentra ke semua otot rangka tubuh.

2) Sistem saraf autonom (tak sadar)
Sistem saraf autonom merupakan belahan dari susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak sanggup disadari dan bekerja secara otomatis. Sistem saraf autonom mengendalikan kegiatan organ-organ dalam menyerupai otot perut, pembuluh darah, jantung dan alat-alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom terdiri atas dua macam yaitu:
a. Sistem saraf simpatik
b. Sistem saraf parasimpatik

Sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik bekerja secara antagonis (berlawanan) dalam mengendalikan kerja suatu organ. Organ atau kelenjar yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik disebut sistem pengendalian ganda.

Fungsi dari sistem saraf simpatik yakni sebagai berikut :
• Mempercepat denyut jantung.
• Memperlebar pembuluh darah.
• Memperlebar bronkus.
• Mempertinggi tekanan darah
• Memperlambat gerak peristaltis.
• Memperlebar pupil.
• Menghambat sekresi empedu.
• Menurunkan sekresi ludah.
• Meningkatkan sekresi adrenalin.

Sistem saraf parasimpatik mempunyai fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem
saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Wednesday, March 29, 2017

Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Manusia

Pada bab sebelumnya telah dibahas bahwa makhluk hidup tumbuh dan berkembang. Demikian juga halnya dengan manusia. Walaupun sama-sama sebagai manusia, bayi yang gres lahir tentu berbeda dengan orang dewasa.
Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya, Pertumbuhan insan dihubungkan dengan penambahan jumlah dan ukuran sel tubuh manusia. Misalnya ketika gres lahir beratmu sekitar 3 kg, pada umur 6 bulan beratnya menjadi 8 – 9 kg dan kini mungkin beratmu sekitar 35 kg. Selain berat tubuh tinggi kita juga bertambah, volume tubuh kita juga membesar. Makara aspek yang dilihat dalam pertumbuhan insan sama dengan pertumbuhan makhluk hidup pada umumnya.


Tidak ibarat pada makhluk hidup lainnya, pada insan perkembangan bukan hanya menyangkut duduk kasus kemampuan berkembang biak (reproduksi) namun juga banyak aspek lainnya, contohnya kemampuan berpikir dan kemampuan emosional. Dapatkah kau menemukan perubahan apa sajakah yang terjadi dari bayi hingga dewasa?


Tahapan Perkembangan Manusia

Perkembangan pada insan diawali melalui proses pembuahan. Proses pembuahan yaitu pertemuan antara sel telur yang berasal dari wanita (ibu) dengan sel sperma yang berasal dari laki-laki (ayah).

Inti sel sperma akan bergabung/melebur dengan inti sel telur dan terbentuk sebuah sel gres yang disebut zigot. Zigot ini akan senantiasa membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Zigot yang telah membelah menjadi banyak sel tadi akan berubah menjadi embrio, kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu, dari mulai proses pembuahan hingga kelahiran ialah kurang lebih 9 bulan.

Perkembangan janin selama di dalam rahim dibagi dalam tiga tahapan. Lamanya waktu pada setiap tahapan ialah tiga bulan :

1. Trimester Pertama
Tiga bulan pertama embrio berubah menjadi janin yang panjangnya kurang lebih 5,5 cm. Janin sudah berbentuk ibarat insan walaupun ukuran kepalanya sangat besar. Di simpulan tiga bulan pertama ini janin juga sudah mulai sanggup menggerakkan tangan dan kakinya.

2. Trimester Kedua
Pada tiga bulan kedua, janin sudah semakin berkembang dan panjangnya sudah mencapai kurang lebih 19 cm. Tangan dan kakinya telah berkembang bahkan jari-jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk, muka tumbuh memanjang. Pada tiga bulan kedua ini detak jantung janin juga sudah mulai bisa dideteksi. Gerakan janin juga mulai aktif.

3. Trimester Ketiga
Di tiga bulan ketiga terjadi pertumbuhan ukuran janin sangat cepat. Ukuran tubuh sudah proporsional ibarat bayi. Karena ukuran tubuhnya semakin besar, janin tidak terlalu leluasa bergerak di dalam rahim. Menjelang kelahiran bayi pada umumnya sudah mencapai panjang sekitar 50 cm. Berikutnya janin akan lahir ke dunia dan disebutlah dengan sebutan bayi.

Bagaimana Janin Memperoleh Makanan?

Janin mendapatkan semua zat hara dan oksigen dari pasokan darah ibunya. Tetapi, darah janin itu tak pernah pribadi bercampur dengan darah ibunya. Janin menciptakan darah sendiri dan berafiliasi dengan darah ibunya melalui plasenta. Plasenta menghubungkan dinding rahim ibu dengan tali pusar bayi. Maelalui plasenta inilah ibu dan janin mempertukarkan zat hara/makanan, gas-gas dan sisa buangan.

Masa Setelah kelahiran....

1. Masa Balita dan Anak-anak
Pernahkah kau memerhatikan seorang bayi? Pada ketika dilahirkan, seorang bayi bahwasanya telah mempunyai organ dan sistem organ sebagaimana orang dewasa, namun organ-organ tersebut belum matang. Misalnya, bayi mempunyai kaki namun belum bisa berjalan dan mempunyai tangan namun belum sanggup memegang dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia, organ-organ pada bayi juga akan berkembang.

Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai berguru berjalan dan mengendalikan fungsi anggota tubuh lainnya ibarat tangan, kepala, mulut.Organ- organ tersebut akan semakin matang pada ketika usia anak-anak. Pada ketika usia masuk sekolah (sekitar usia 5 tahun), perkembangan organ anak biasanya sudah cukup matang, kecuali organ reproduksi.

2. Masa remaja atau Puberitas
Masa puberitasas ialah masa ketika organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas bisanya dimulai ketika berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.Pada masa inilah kau berada sekarang.

Apakah kau pernah memerhatikan perubahan fisik yang terjadi padamu ketika ini?

Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi. Pada umumnya, organ reproduksi anak wanita lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak laki-laki.

Ciri-ciri pubertas secara fisik sanggup diuraikan sebagai berikut :
a. Ciri kelamin primer
  • Organ kelamin telah bisa memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam t3st1s, sedangkan wanita mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
  • Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah" yaitu proses keluarnya sperma atau air mani. Pada wanita ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
b. Ciri kelamin sekunder

Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan bunyi menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bab pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih berangasan dan pori-pori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya infeksi di tempat muka.

Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya infeksi di tempat muka.

Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis
Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis sanggup diuraikan sebagai berikut.

a. Mencari identitas diri
Dalam perjuangan mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan lantaran dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum remaja namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melaksanakan hal coba-coba lantaran rasa ingin tahu yang sangat besar.

b. Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja ialah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian ijab kabul pada usia remaja belum diperbolehkan lantaran secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja sanggup besar lengan berkuasa negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya.


Salah satu ciri pubertas pada anak wanita ialah menstruasi. Apakah menstruasi itu?

Pada ketika wanita yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara ritun mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar empat ahad (28 hari) sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai persiapan jikalau sel telur dibuahi

Oleh alasannya itu, jikalau dalam simpulan siklus tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, kemudian mati dan alhasil meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsungselama i hingga 8 hari.

3. Masa Dewasa dan Tua
Setelah melewati masa remaja, kau akan memasuki masa remaja sebagai tahapan selanjutnya dari perkembangan manusia. Pada masa ini pertumbuhan tubuhmu mencapai ukuran maksimal. Tinggi badanmu akan terhenti pada usia sekitar dua puluh tahunan. Selama masa dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang, berpotensi untuk terus belajar, menyebarkan diri dalam hal keterampilan, dan aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan terus berprestasi.

Segala potensi pada masa remaja akan mengalami kemunduran ketika memasuki masa tua. Ini terjadi pada usia sekitar 60 – 65 tahun. Tubuh semakin renta, wajah dan tangan mulai keriput, kesehatan menurun, kecerdasan menurun, bahkan pada usia lanjut orang gampang lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Pada masa ini aktivitasnya menurun dan mulai sulit melaksanakan kegiatan sehari-hari, ibarat berjalan dan lain-lain.


Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Tuesday, March 28, 2017

Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran badan yang mencakup tinggi, berat, dan volume badan yang bersifat ireversibel(tak sanggup kembali ke bentuk semula).
Sebagai pola : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan berat sapi, badan bawah umur bertambah besar saat menginjak remaja dan lain sebagainya. Pertumbuhan bersifat kualitatif/punya nilai yang sanggup diukur dalam angka.


Selama hidupnya makhluk hidup selain mengalami pertumbuhan juga mengalami perkembangan.

Perkembangan merupakan proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan, sanggup berupa perubahan bentuk, susunan dan fungsi organ-organ badan menuju kedewasaan/kesempurnaan. Sebagai pola : perubahan biji menjadi kecambah, perubahan telur menjadi anak ayam, pohon mangga berbunga. Dalam perubahan tersebut perbedaan ukurannya tidak terlalu besar/mencolok namun terjadi perubahan besar yang tidak sanggup diukur berupa perubahan bentuk.

Contoh perkembangan yang terperinci sanggup dilihat dari siklus hidup kupu-kupu. Kupu-kupu mengalami metamorfosis (proses perubahan bentuk selama pertumbuhan mahluk hidup hingga mencapai bentuk dewasa) :

Proses perkembangan yang sudah memasuki tahap final salah satu cirinya yaitu kematangan organ-organ reproduksi. Pada flora hal ini sanggup diamati dengan terperinci yakni dengan munculnya bunga pada flora yang telah dewasa. Mengapa makhluk hidup bereproduksi? Reproduksi merupakan salah satu perjuangan makhluk hidup untuk mempertahankan kelestarian jenisnya.

Pada insan kematangan organ-organ reproduksi ditandai dengan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder :

Pria :
Muncul jakun
Muncul kumis dan janggut
bunyi membesar

Wanita :
Pinggul dan dada membesar
mengalami menstruasi
kulit menghalus

mengenai pertumbuhan dan perkembangan insan akan dibahas sendiri ( Klik link ini : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia )

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

1. Faktor Dalam Tubuh Makhluk Hidup (Internal)

a. Gen
Gen yaitu substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada anakannya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, contohnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya.

b. Hormon
Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan banyak sekali fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memperlihatkan dampak yang konkret dalam pengaturan banyak sekali proses dalam tubuh.

1) Hormon pada tumbuhan
Hormon pada flora sering disebut fitohormon. Beberapa di antaranya yaitu auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.
a) Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru.
b) Sitokinin, memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c) Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada flora tertentu, giberelin sanggup mengakibatkan munculnya bunga lebih cepat dan tinggi tumbuhan melebihi tumbuhan normal.
d) Etilen, berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan mengakibatkan penuaan daun.
e) Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.

2) Hormon pada hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada binatang yaitu sebagai berikut.
a) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
b) Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
c) Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada binatang Invertebrata.

3) Hormon pada manusia
Beberapa hormon pertumbuhan pada insan antara lain sebagai berikut :
a) Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini sanggup menimbulkan mixoedema yaitu kegemukan.
b) Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH), hormon ini dihasilkan oleh hipofisis cuilan depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya yaitu memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal kalau kekurangan hormon pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan menimbulkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya kalau kekurangan akan mengakibatkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi sesudah dewasa, akan mengakibatkan membesarnya cuilan badan tertentu, ibarat pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.
c) Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya gejala kelamin se-
kunder pada pria.
d) Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya gejala kelamin sekunder pada wanita.

2. Faktor Luar (Eksternal)
Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yaitu sebagai berikut :

a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan materi baku dan sumber energi yang dipakai untuk aktivitas, perumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Kualitas dan kuantitas masakan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Zat gizi yang diharapkan insan dan binatang yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diharapkan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air maupun yang diperoleh dari udara. 
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Suhu ini disebut suhu optimum, contohnya suhu badan insan yang normal yaitu sekitar 37°C. Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, saat ditanam di tempat pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya.
c. Cahaya
Cahaya besar lengan berkuasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis.
d. Air
Air  merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak sanggup bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia dalam sel-sel badan tidak akan terjadi sehingga makhluk hidup tersebut akan mati.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan dan perkembangan flora dimulai semenjak perkecambahan biji. Kecambah kemudian berubah menjadi flora kecil yang sempurna. Pertumbuhan pada flora terjadi di tempat meristematis (titik tumbuh), yaitu cuilan yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium.
1. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer yaitu pertumbuhan yang terjadi akhir acara jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Jaringan meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang flora bertambah panjang.

2. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh acara jaringan meristem sekunder. Jaringan meristem sekunder contohnya jaringan kambium pada batang flora dikotil dan Gymnospermae. Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah. Pembelahan ke arah dalam membentuk xilem atau kayu sedangkan pembelahan keluar membentuk floem atau kulit kayu. Akibat acara jaringan meristem pada kambium, diameter batang dan akar bertambah besar.

Perkembangan pada flora merupakan diferensiasi atau spesialisasi sel atau bagian-bagian flora untuk melaksanakan fungsi khusus (menjadi dewasa). Perkembangan pada tingkat sel contohnya sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem mengalami diferensiasi membentuk jaringan pengangkut, penyokong, pelindung dan lain sebagainya. Contoh perkembangan pada tingkat organ contohnya terbentuknya organ generatif yaitu munculnya bunga.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada binatang terjadi di seluruh cuilan tubuh, berbeda dengan flora yang terjadi hanya di tempat meristem saja. Pertumbuhan dan perkembangan pada binatang diawali semenjak terbentuknya zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga binatang mencapai usia dewasa.

1. Fase Embrionik
Zigot terbentuk dari hasil pertemuan ovum dengan sperma (terjadi pembuahan/fertilisasi). Kemudian zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam beberapa tahap, yaitu pembelahan zigot, tahap morula, blastula, gastrula, dan organogenesis.

2. Fase Pascaembrionik
Pertumbuhan pascaembrionik dimulai saat binatang lahir atau menetas hingga dewasa.

Perkembangan pada sebagian  binatang sanggup diamati dengan terperinci melalui proses metamorfosisi

Metamorfosis
 Metamorfosis yaitu kejadian perubahan bentuk badan secara sedikit demi sedikit yang dimulai dari larva hingga dewasa. Contoh binatang yang mengalami metamorfosis yaitu katak. Katak pada awalnya berupa berudu/kecebong yang hidup di air dan bernapas dengan insang luar tetapi kemudian berganti menjadi insang dalam. Beberapa waktu kemudian terbentuk tutup insang dan kaki belakang. Setelah berumur tiga bulan, berudu mengalami metamorfosis yang ditandai terbentuknya paru-paru dan empat kaki, hilangnya insang dan ekor, kemudian menjadi bentuk katak yang hidup di darat.



Berdasarkan prosesnya metamorfosis dibedakan menjadi dua :

a. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis tepat ditandai bentuk larva dengan binatang remaja jauh berbeda. Tahapan dalam metamorfosis sempurna, Contoh metamorfosis tepat contohnya pada katak dan kupu-kupu. Tahapan metamorfosis pada kupu-kupu yaitu : telur → larva → pupa (kepompong) → remaja (imago)

b. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)
Serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, bentuk serangga yang gres menetas (nimfa) tidak jauh berbeda dengan bentuk serangga remaja (imago). Contoh metamorfosis tidak sempurna  contohnya pada jangkrik dan belalang. Urutan daur hidup serangga yang mengalami metamorfosis tidak tepat yaitu sebagai berikut : telur → nimfa → remaja (imago)



Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Sunday, March 12, 2017

Berbagai Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan

Tumbuhan bersifat autotrof yaitu sanggup menciptakan masakan sendiri melalui fotosintesis.

A. Jaringan pada Tumbuhan
a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem terdiri dari sel-sel yang masih muda dan senantiasa membelah. Jaringan meristem dibagi menjadi dua :

* meristem apikal atau meristem primer, terdapat di ujung batang dan ujung akar. meristem apikal menghasilkan pertumbuhan memanjang pada batang atau akar. Pertumbuhan yang dihasilkan disebut pertumbuhan primer.
* meristem lateral atau meristem sekunder, terdapat pada kambium batang dikotil, meristem lateral mengasilkan pertumbuhan membesarnya ruas-ruas batang . pertumbuhan yang dihasilkan disebut pertumbuhan sekunder.


b. Jaringan Epidermis

Epidermis tumbuhan merupakan jaringan yang terletak pada pecahan terluar dari badan tumbuhan tersebut. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung bagi jaringan-jaringan yang ada di bawahnya. Jaringan epidermis sanggup mengalami modifikasi menjadi jaringan-jaringan dengan fungsi yang lebih khusus lagi,yaitu:

* Lapisan kutikula/lilin pada daun tumbuhan yang hidup di darat, lapisan ini berfungsi untuk mencegah penguapan yang berlebihan dari sel-sel daun.
* Lentisel pada batang, merupakan pori penghubung ruang antarsel dalam batang dengan udara lingkungan sebagai alat pernapasan/respirasi pada tumbuhan.
* Stomata pada daun, merupakan rongga pada daun yang berfungsi sebagai alat pernapasan/respirasi pada tumbuhan. Stomata tumbuhan darat banyak terdapat pada pecahan bawah daun bertujuan untuk mengurangi penguapan, sebaliknya pada tumbuhan air banyak terletak di atas daun yang bertujuan untuk mempercepat penguapan.
* Bulu/rambut akar, berfungsi untuk memperluas bidang perembesan akar dalam menyerap air dan unsur-unsur hara.


c. Jaringan Parenkim

Jaringan ini merupakan penyusun utama dalam badan tumbuhan. Hal ini disebabkan lantaran jumlahnya yang secara umum dikuasai daripada jaringan yang lainnya. Jaringan parenkim terdiri dari sel-sel yang telah remaja (perkembangan dari jaringan meristem). Fungsi sel parenkim antara lain: penyimpan cadangan makanan, tempat fotosintesis, penutupan luka, regenerasi.


d. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri dari :

1. Jaringan intraseluler,yaitu jaringan pengangkut yang melalui saluran. Yang dibagi lagi menjadi:

* Xilem atau pembuluh kayu, penyusun utama jaringan xilem yakni trakea dan trakeid. Sel-sel ini berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat yang terlarut di dalamnya(unsur-unsur hara) dari akar menuju daun.
* Floem atau pembuluh tapis, fungsinya untuk mengantarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh pecahan badan tumbuhan. Floem disebut pula pembuluh tapis lantaran terdapat sel-sel tapis yang ibarat saringan. Pada batang dikotil terletak di sebelah luar xilem

2. jaringan ekstraseluler, yaitu jaringan pengangkut tanpa melalui jalan masuk namun melaui ruang-ruang antar sel. Misalnya pada korteks pada batang dan jaringan bunga karang/spons pada daun mempunyai banyak rongga antar sel yang berfungsi sebagai transportasi gas dan penampung oksigen yang dibutuhkan dalan respirasi.


e. Jaringan Penguat

Jaringan penguat berfungsi untuk mendukung kokohnya struktur banyak sekali pecahan tumbuhan. Yang terdiri dari :

* Kolenkim, sel-selnya mempunyai dinding yang tipis dengan penebalan di sudut-sudut sel, contohnya terdapat pada batang, tangkai daun, dan bunga.
* Sklerenkim, sel-selnya mengalami penebalan di seluruh pecahan sel. Sklerenkim sanggup berasal dari kolenkim yang mengalami penebalan lebih lanjut. Contohnya terdapat pada tempurung kelapa, kulit biji, dan tangkai buah.


B. Organ pada Tumbuhan

a. Akar

Fungsi akar antara lain sebagai organ untuk menyerapan air dan unsur-unsur hara yang terlarut di dalamnya yang diambil dari dalam tanah. Selain itu akar juga sebagai alat menempel tumbuhan di tempat hidupnya. jaringan-jaringan pokok yang menyusun akar yaitu dari luar ke dalam berturut-turut yakni epidermis, korteks, endodermis dan silider sentra (stele). Di ujung akar terdapat tudung akar/ kaliptra. Tudung akar terdiri dari sel-sel parenkim yang berdinding tipis. Fungsinya yakni sebagai pelindung jaringan meristem dan mengatur arah pertumbuhan akar.

b. Batang

Fungsi batang antara lain :

* merupakan organ tumbuhan yang sanggup menciptakan tumbuhan sanggup tinggi menjulang yang berfungsi untuk mendapat sinar matahari yang cukup.
* merupakan jalan masuk penghubung semoga air dan mineral yang diserap akar sanggup hingga ke daun.
* Merupakan jalan masuk hasil-hasil fotosintesis yang dihasilkan daun ke seluruh pecahan tumbuhan.

Struktur anatomi batang ibarat dengan akar, yaitu tersusun dari jaringan epidermis, jaringan dasar (parenkim), dan jaringan pegangkut. Jaringan pengangkut pada tumbuhan monokotil tersusun tersebar atau tidak teratur pada batang sedangkan pada tumbuhan dikotil tersusun melingkar. Batang monokotil umumnya tidak bercabang, tidak berkambium, dan beruas-ruas. Sebaliknya, pada batang dikotil bercabang, berkambium dan tidak beruas. Tidak adanya meristem sekunder/kambium menjadikan batang monokotil tidak mengalami pertumbuhan membesar (sekunder). Dan sebaliknya, dengan adanya meristem sekunder/kambium pada batang dikotil menjadikan terjadinya pertumbuhan membesar.






c. Daun

Daun merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Struktur anatomi daun juga terdiri dari tiga jenis jaringan, yaitu jaringan epidermis, jaringan dasar/parenkim, dan jaringan pengangkut. Pada jaringan epidermis terdapat kutikula untuk mengurangi penguapan berlebihan dari sel-sel daun. Dalam keadaan lingkungan yang lembab, contohnya pada malam hari, proses penguapan justru sangat berkurang sehingga proses penguapannya melalui gutasi. Gutasi yaitu proses keluarnya tetes-tetes air pada ujung daun.



Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim daun juga disebut mesofil daun yang terdiri atas jaringan tiang (parenkim palisade) dan jaringan bunga karang (parenkim spons). Pada jaringan tiang dan bunga karang terdapat klorofil yang dipakai sebagai tempat terjadinya fotosintesis. Jaringan tiang merupakan tempat fotosintesis yang utama lantaran banyak mengandung klorofil dari pada jaringan lainnya. Jaringan pengangkut pada daun berkumpul di tulang daun atau urat daun.


d. Bunga

terdapat pecahan penghasil serbuk sari dan bakal biji. Penghasil serbuk sari yakni benang sari, sedangkan bakal biji terdapat pada putik. Alat reproduksi jantan pada tumbuhan berupa benang sari. Alat reproduksi betina pada tumbuhan dihasilkan pada pecahan yang disebut putik. Pada umumnya, pada dasar putik terdapat bakal buah yang menciptakan air dan mineral sanggup naik ke daun, yaitu kapilaritas air, daya isap daun, dan tekanan akar.

Penyebab Air sanggup naik dari Akar ke Daun

a. Kapilaritas Batang

Xylem merupakan sebuah jalan masuk kecil yang merentang mulai dari akar hingga daun. Karena kecilnya pembuluh-pembuluh tersebut, air dan mineral sanggup naik ke atas tanpa dorongan apapun.

b. Daya Isap Daun

Daun yang umumnya tipis dan lebar juga menjadikan tumbuhan gampang kehilangan air lantaran air yang ada di daun menguap. Hilangnya air yang menguap ini akan menjadikan tekanan pada daun menjadi rendah sehingga menarik air yang ada di pembuluh.

c. Transpirasi/penguapan pada Tumbuhan

Manfaat proses transpirasi yakni mendorong terserapnya air dari dalam tanah beserta mineral (atau disebut juga unsur hara) terlarut yang sangat diharapkan oleh tumbuhan. Jika air di dalam sel-sel mesofil daun menguap maka akan menjadikan tempat tersebut berkurang kadar airnya sehingga mendorong air di sekitarnya akan mengisi tempat tersebut. Proses transpirasi ini mempunyai manfaat sendiri bagi tumbuhan. Di antaranya yakni untuk mengendalikan suhu badan tumbuhan.


C. Fotosintesis

Fotosintesis merupakan proses kimia-fisika dengan memakai energi cahaya matahari yang berlangsung di dalam kloroplas. Hasil fotosintesis berupa karbohidrat dan oksigen. Karbohidrat inilah yang menjadi nutrisi bagi tumbuhan.

1. Sejarah Penemuan Fotosintesis

a. Jan Ingenhousz

Pada tahun 1799, seorang dokter berkebangsaan Inggris berjulukan Jan Ingenhousz berhasil pertanda bahwa proses fotosintesis menghasilkan oksigen (O2). la melaksanakan percobaan dengan tumbuhan air Hydrilla verticillata di bawah corong beling bening terbalik yang dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi air. Jika Hydrilla verticillata terkena cahaya matahari, maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang alhasil mengumpul di dasar tabung reaksi. Ternyata gas tersebut yakni oksigen.

b. Engelmann

Pada tahun 1822 Engelmann berhasil pertanda bahwa klorofil merupakan faktor yang harus ada dalam proses fotosintesis. la melaksanakan percobaan dengan ganggang hijau Spirogyra yang kloroplasnya berbentuk pita melingkar ibarat spiral. Dalam percobaan tersebut ia mengamati bahwa hanya kloroplas yang terkena cahaya mataharilah yang mengeluarkan oksigen. Hal itu terbukti dari banyaknya kuman aerob yang bergerombol di sekitar kloroplas yang terkena cahaya matahari.

c. Sachs

Pada tahun 1860, spesialis botani Jerman berjulukan Julius von Sachs berhasil pertanda bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum (zat tepung). Adanya zat tepung ini sanggup dibuktikan dengan uji yodium, sehingga percobaan Sachs ini juga disebut uji yodium. 10. Larutan yodium (lugol)

d. Hill

Theodore de Smussure, spesialis kimia dan fisiologi tumbuhan dari Swiss memperlihatkan bahwa air diharapkan dalam proses fotosintesis. Temuan ini diteliti lebih lanjut sehingga pada tahun 1937 seorang dokter berkebangsaan Inggris berjulukan Robin Hill berhasil pertanda bahwa cahaya matahari diharapkan untuk memecah air (H2O) menjadi hidrogen (H) dan oksigen (O2). Pemecahan ini disebut fotolisis.

e. Blackman

Pada tahun 1905 Blackman pertanda bahwa perubahan karbon dioksida (CO2) menjadi glukosa (C6H12O6) berlangsung tanpa sumbangan cahaya matahari. Peristiwa ini sering disebut sebagai reduksi karbon dioksida. Dengan demikian dalam fotosintesis ada dua macam reaksi, yaitu reaksi jelas dan reaksi gelap. Yang merupakan reaksi jelas (reaksi Hill) yakni fotolisis, yang merupakan reaksi gelap (reaksi Blackman) yakni reduksi karbon dioksida. Gabungan antara reaksi jelas dan reaksi gelap itulah yang kita kenal kini sebagai reaksi fotosintesis. Pada tahun 1940 Melvin Calvin dan timnya berhasil menemukan urutan reaksi/proses yang berlangsung pada reaksi gelap. Rangkaian reaksi itu selalu berulang terus menerus dan disebut siklus Calvin.


2. Pengertian Fotosintesis

Fotosintesis yakni proses pembentukan karbohidrat dari karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) dengan sumbangan sinar matahari. Fotosintesis melibatkan banyak reaksi kimia yang kompleks. Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi pada proses fotosintesis sebagai berikut :


Dari reaksi di atas, sanggup diketahui syarat-syarat semoga berlangsung proses fotosintesis, yaitu sebagai berikut.

a. Karbon dioksida (CO2), diambil oleh tumbuhan dari udara bebas melalui stomata (mulut daun).

b. Air, diambil dari dalam tanah oleh akar dan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xilem).

c. Cahaya matahari.

d. Klorofil (zat hijau daun), sebagai akseptor energi dari cahaya matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis.


D. Gerak pada Tumbuhan

1. Gerak Endonom

Gerak endonom yakni gerak yang tidak diketahui penyebab luarnya. Contoh gerak endonom ini yakni gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata yang sanggup dideteksi dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel.

2. Gerak Esionom

Gerak esionom yakni gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom sanggup dibedakan menjadi:

a. Gerak Tropisme

Tropisme yakni gerak sebagian organ tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar dan arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak tropisme yang mendekati arah rangsang disebut tropisme positif sedangkan gerak tropisme yang menjauhi rangsang disebut tropisme negatif.

1) Geotropisme/gravitropisme, yakni gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan gaya gravitasi bumi gerak pertumbuhan akar yakni geotropisme positif lantaran searah dengan gaya gravitasi bumi. Sedangkan pertumbuhan batang termasuk geotropisme negatif, lantaran arahnya berlawanan dengan arah gravitasi bumi.

2) Hidrotropisme, yakni gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan kelembapan atau air. pertumbuhan akar umumnya menuju ke sumber air.

3) Tigmotropisme, yakni gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan sentuhan atau kontak fisik dengan benda padat. Contoh gerak tigmotropisme yakni gerak membelit sulur tumbuhan markisa dan mentimun.

4) Fototropisme/heliotropisme, yakni gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Pertumbuhan yang mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan pertumbuhan yang menjauhi cahaya (menuju kegelapan) disebut fototropisme negatif atau skototropisme.

5) Kemotropisme, yakni gerakan yang dipengaruhi oleh rangsangan materi kimiawi. Contoh yakni gerak pertumbuhan buluh serbuk sari menuju bakal buah ketika berlangsungnya pembuahan.


b. Gerak Taksis

Gerak taksis yakni gerak seluruh pecahan tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis sanggup dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.

1) Kemotaksis, yaitu gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa materi kimia. Contohnya yakni gerak pada sel sperma tumbuhan berbiji tertutup yang menuju sel telur lantaran adanya rangsangan senyawa kimia yang diproduksi oleh sel telur.

2) Fototaksis, yaitu gerak taksis yang dipengaruhi rangsang berupa cahaya. Contoh gerakan kloroplas pada Spirogyra yang bergerak ke tempat yang terkena cahaya.


c. Gerak Nasti

Nasti yakni gerak sebagian tumbuhan tanggapan rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang.

1) Niktinasti, yaitu gerak tidur daun tumbuhan Leguminosae (kacang-kacangan) menjelang petang tanggapan perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.

2) Fotonasti, yaitu gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya, contohnya mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari lantaran sudah memperoleh periode jelas yang cukup dari cahaya matahari.

3) Seismonasti/tigmonasti, yakni gerak yang dipengaruhi oleh getaran/sentuhan. Contoh paling gampang yakni gerak menutupnya daun putri aib (Mimosa pudica) ketika tersentuh

4) Termonasti, yakni gerak nasti yang sumber rangsangnya berupa suhu. Misalnya mekarnya bunga tulip pada harihari yang hangat pada ekspresi dominan semi.

5) Nasti kompleks, yaitu gerak nasti yang sumber rangsangnya lebih dari satu. Contoh gerak ini yakni membuka menutupnya stomata lantaran dampak kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia.


d. Gerak Higroskopis

Gerak higroskopis disebabkan lantaran perubahan kadar air. Gerak ini sanggup menjadikan pecahnya buah kapas dan polongpolongan sesudah mengering. Contoh lainnya yakni membukanya sel anulus pada sporangium tumbuhan paku dan membukanya gigi peristom pada sporangium tumbuhan lumut.


E. Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

1. Hama Tanaman

Hama yakni semua hewan yang mengganggu dan merugikan tumbuhan yang dibudi dayakan manusia. termasuk hama dikelompokkan ke dalam beberapa golongan, yaitu sebagai berikut.

a. Mamalia, contohnya musang, tupai, tikus, dan babi hutan.

b. Aves, contohnya burung dan ayam.

c. Serangga, contohnya belalang, wereng, dan kumbang.

d. Molusca, contohnya siput dan bekicot.

Untuk menanggulangi serangan hama, sanggup dilakukan dengan memperlihatkan pestisida. Terdapat beberapa jenis pestisida buatan, contohnya insektisida (untuk menanggulangi serangan serangga), molisida (menanggulangi serangan Mollusca), dan rodentisida (untuk menanggulangi serangan rodensia/binatang pengerat). Namun demikian penggunaan pestisida buatan berdampak jelek terhadap lingkungan, sehingga kini banyak dikembangkan biopestisida. Contoh biopestisida untuk memberantas serangga dengan memanfaatkan ekstrak daun mimba dan daun paitan.

Menanggulangi hama sanggup dilakukan dengan memanfaatkan musuh alaminya, contohnya tikus ditanggulangi dengan burung hantu. Teknik lain yang dipakai untuk mencegah perkembangan serangga yakni dengan teknik jantan mandul. Caranya dengan dibiakkan serangga jantan mandul, kemudian dilepaskan pada ekspresi dominan kawin. Serangga betina yang kawin dengan jantan mandul tidak akan menghasilkan telur fertil dan keturunan, sehingga populasi hama akan menurun.

2. Penyakit pada Tanaman

Tanaman dikatakan sakit apabila ada perubahan atau gangguan pada organ-organ tanaman. Tanaman yang sakit menjadikan pertumbuhan dan perkembangannya tidak normal. Penyakit tumbuhan disebabkan oleh mikroorganisme contohnya jamur, virus, dan bakteri. Selain itu penyakit tumbuhan sanggup disebabkan lantaran kekurangan salah satu atau beberapa jenis unsur hara.

Beberapa teladan penyakit yang menyerang tumbuhan yakni sebagai berikut.

a. Penyakit layu cabai. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Cabai yang terkena penyakit ini mempunyai ciri-ciri daun muda layu diikuti dengan menguningnya daun-daun tua.

b. Penyakit hawar daun kentang. Disebabkan oleh jamur, gejalanya pada tepi-tepi daun ditemukan bercak-bercak terutama pada suhu rendah, kelembapan tinggi, dan curah hujan tinggi.

c. Penyakit anyir daun bawang merah. Disebabkan oleh jamur, gejalanya di akrab ujung daun timbul bercak hijau pucat, di permukaan daun berkembang jamur berwarna putih ungu, daun menguning, layu, dan mengering. Daun yang telah mati akan berwarna putih dan banyak terdapat jamur hitam.

d. Penyakit tungro pada tumbuhan padi. Penyakit ini menjadikan padi tumbuh kerdil dan tidak normal. Disebabkan oleh virus tungro dengan perantaraan wereng.

e. Penyakit mosaik, banyak menyerang tumbuhan tembakau yang disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mosaic Virus).

Tanaman yang terkena penyakit lantaran kekurangan unsur hara sanggup dicegah dan ditanggulangi dengan melaksanakan pemupukan yang tepat. Sedangkan penyakit lantaran mikroorganisme sanggup ditanggulangi dengan memperlihatkan pesitisida, contohnya bakterisida (memberantas kuman parasit) dan fungisida (memberantas jamur parasit). Selain pestisida buatan, kini telah banyak dibentuk pestisida alami yang lebih kondusif terhadap lingkungan. Contohnya jamur sanggup diberantas dengan bubur bordeaux yaitu adonan yang mengandung kalsium karbonat dan senyawa tembaga.


Sumber : BSE (Buku Sekolah Elektronik)

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Makhluk hidup mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut:
1 . Bergerak
Bergerak ialah merupakan perubahan posisi, baik seluruh badan atau sebagian. Gerak yang dilakukan pada tumbuhan antara lain : gerak menutupnya daun putri aib bila disentuh, gerak ujung batang dari bawah ke atas ke arah sinar matahari, dan gerak membukanya biji lamtoro disebabkan perubahan kadar air. Pada binatang juga terdapat gerak, antara lain : gerak aktif pada binatang vertebrata yaitu alat gerak berupa otot, gerak pasif pada binatang vertebrata yaitu alat gerak berupa tulang, dan gerak pada insan yaitu berjalan, berlari dan lain-lain.

2 . Peka Terhadap Rangsang (iritabilitas)
Tumbuhan, binatang dan insan mempunyai kepekaan terhadap rangsang. Hal ini sanggup ditunjukkan sebagai berikut:
a. Pada tumbuhan, daun putri aib bila diberi rangsang sentuhan akan menanggapi rangsang dengan menutup daunnya.
b. Pada hewan, ayam saat fajar menyingsing akan berkokok.
c. Manusia bila diberi wangi yang merangsang akan menanggapi rangsang, contohnya bersin.

3 . Memerlukan Makan (nutrisi)
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Hal ini bertujuan semoga sanggup mempertahankan hidup, menghasilkan energi, dan pertumbuhan. Tumbuhan sanggup menciptakan kuliner sendiri melalui proses fotosintesis. Hewan dan insan tidak sanggup menciptakan kuliner sendiri, tetapi tergantung pada makhluk hidup lainnya.

4 . Bernafas (respirasi)
Bernafas yaitu pengambilan oksigen untuk oksidasi makanan, sehingga memperoleh energi dan mengeluarkan karbondioksida sebagai zat sisa. Hewan vertebrata di darat bernafas dengan paru-paru, ikan bernafas dengan insang, cacing bernafas dengan kulit. Tumbuhan, pada daun bernafas melalui stomata, pada batang melalui lentisel dan di akar melalui bulu-bulu akar.

5 . Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh ialah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible. Berkembang ialah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan.

6 . Berkembangbiak (reproduksi)
Berkembangbiak ialah memperbanyak diri untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Cara berkembangbiak sebagai berikut :
a. Secara kawin/generatif, yaitu perkembangbiakan yang melibatkan sel telur dan sel sperma.
b. Secara tak kawin/vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan sel sperma, melainkan melibatkan sel tubuh.

7 . Adaptasi
Adaptasi ialah kemampuan makhluk hidup untuk beradaptasi terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
a. Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya.
Contoh: burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.
b. Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh : Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental
c. Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya.
Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.

8 . Regulasi
Regulasi ialah proses pengaturan keserasian di dalam badan organisme yang diatur oleh syaraf dan hormon.

9 . E k s k r e s i

Ekskresi ialah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses oksidasi kuliner selain menghasilkan energi, badan organisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh.

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Saturday, March 11, 2017

Organisasi Kehidupan

Organisme yang terdiri dari satu sel disebut uniseluler, contohnya: Bakteri, Amoeba, Paramaecium, dan Euglene. Sedang organisme yang terdiri dari banyak sel disebut multiseluler.

1 . S e l
Sel yaitu unit terkecil dari makhluk hidup. Ukuran sangat kecil untuk melihat harus dibantu dengan mikroskop. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665. Di dalam sel terdapat tiga bab utama yaitu:





a . Membran sel atau selaput sel
Merupakan selaput yang membungkus seluruh isi sel. Berfungsi untuk melaksanakan pertukaran zat dalam sel. Zat itu antara lain oksigen, zat masakan dan sisa metabolisme. Dinding sel hanya
terdapat pada tumbuhan tersusun atas selulosa.

b . Inti Sel atau nukleus
Merupakan bab terpenting yang mengatur seluruh aktivitas sel. Biasanya bentuk inti sel bundar dan di dalamnya terdapat kromosom yang merupakan benang-benang pembawa sifat keturunan.

c . S i t o p l a s m a
Merupakan cairan yang mengisi seluruh bab sel. Di dalam sitoplasma terlarut zat masakan dan zat-zat lainnya. Selain itu terdapat benda–benda khusus yang disebut dengan organel sel dan
rongga sel (vakuola). 

Di dalam organel sel tersebut terdapat antara lain:
1) Ribosom berfungsi sebagai daerah sintesis protein atau pembentukan protein.
2) Mitokondria berfungsi untuk melaksanakan respirasi sel atau pernafasan sel untuk mendapat energi.
3) Badan Golgi berfungsi sebagai alat pengeluaran.
4) Retikulum endosplasma berfungsi sebagai sekresi protein dan lemak.
5) Vakuola merupakan rongga sel. Pada vakuola terdiri dari dua macam, yaitu: vakuola berdenyut
berfungsi untuk pengeluaran dan vakuola masakan berfungsi sebagai daerah pencernaan makanan.
6) Kloroplas yaitu zat warna hijau daun dan hanya terdapat pada tumbuhan.

2 . Jaringan
Kumpulan sel atau sekelompok sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama disebut jaringan. Macam–macam jaringan, yaitu:

a . Jaringan pada tumbuhan
1) Jaringan epidermis yaitu jaringan yang melapisi permukaan tubuh tumbuhan, baik pada akar, batang dan daun. Jaringan ini tersusun rapat berfungsi untuk sebagai jaringan pelindung.
2) Jaringan meristem yaitu tersusun atas sel sel yang selalu membelah. Terdapat pada embrio di ujung akar, ujung batang dan cambium.
3) Jaringan pengangkutan yaitu jaringan sebagai pembuluh yang mengangkut air dan zat-zat makanan. Ada 2 macam jaringan pengangkutan yaitu :
a. Jaringan floem atau pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut air dan hasil fotosintesis dari daun.
b. Jaringan xilem atau pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar.
4) Jaringan penyokong. Merupakan sel sel dinding yang mengalami penebalan sehingga menjadi keras. Contoh pada kulit biji.
5) Jaringan parenkim. Merupakan jaringan dasar yang terdapat di antara jaringan–jaringan lainnya. Berfungsi sebagai daerah menyimpan makanan. Jaringan perenkim pada daun mengandung kloroplas untuk fotosintesis dan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan spons dan jaringan pagar.

b . Jaringan pada binatang dan manusia
1) Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh atau organ baik permukaan dalam maupun permukaan luar. Bentuk jaringan ini pipih, kubus, dan silinder.
2) Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel otot dan bersifat lentur. Terdapat tiga (3) macam jaringan otot, yaitu:
a) Otot polos terdapat pada dinding alat–alat dalam.
b) Otot lurik terdapat pada rangka.
c) Otot jantung terdapat pada dinding jantung.
3) Jaringan syaraf merupakan jaringan yang tersusun atas sel–sel syaraf. Setiap sel syaraf terdiri dari tubuh sel dan serabut syaraf.
4) Jaringan ikat merupakan jaringan yang menghubungkan bab tubuh dengan bab tubuh yang lain.
5) Jaringan penyokong atau penunjang merupakan jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang. Jaringan penyokong berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi tubuh dan menguatkan tubuh.

c . O r g a n
Organ yaitu kumpulan dari beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu. Contoh organ pada tumbuhan, antara lain:
1. Daun terdiri dari beberapa jaringan yaitu jaringan epidermis, jaringan pagar, jaringan bunga karang, jaringan pengangkutan. Jaringan epidermis sebagai pelindung jaringan lain, jaringan pagar
dan jaringan bunga karang membentuk jaringan perenkim untuk dipakai sebagai daerah fotosintesis.
2. Akar terdiri dari jaringan epidermis, parenkim dan pengangkutan. Akar memiliki fungsi menempelkan dan menancapkan tubuh tumbuhan dalam tanah.
3. Batang merupakan penghubung antara akar dan batang terdiri dari jaringan jaringan epidermis, parenkim dan pengangkutan. Contoh organ pada binatang dan manusia, antara lain:
1) Jantung terdiri dari jaringan epitel, otot, ikat, dan syaraf. Jantung berfungsi untuk memompa darah.
2) Mata terdiri dari jaringan otot, syaraf, ikat, darah, dan lain–lain.
3) Ginjal terdiri jaringan otot, ikat, syaraf, dan lain–lain.

d . Sistem Organ
Di dalam tubuh organ–organ akan bekerja sama satu dengan lainnya. Tanpa ada kerjasama dengan organ lain proses dalam tubuh tidak akan terjadi. Contoh jantung berfungsi untuk mengedarkan darah, tak sanggup berkerja tanpa adanya organ lain menyerupai pembuluh darah. Begitu juga sebaliknya pembuluh tidak sanggup berkerja tanpa adanya jantung. Kumpulan organ–organ dengan sistem tertentu disebut sistem organ.
Sistem organ pada tumbuhan, antara lain : terdapat beberapa sistem yang dihubungkan dengan akar, batang, dan daun. Misalnya sistem pengangkutan, sistem pelindung, sistem penyokong dan lain sebagainya. Sistem organ pada binatang dan manusia, antara lain:
a) Sistem pencernaan masakan terdiri dari: organ mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus.
b) Sistem pernafasan insan terdiri dari : laring, tenggorokan, dan paru-paru.
c) Sistem peredaran darah insan terdiri dari: jantung, pembuluh darah dan pembuluh getah bening.
d) Sistem pengeluaran terdiri dari : ginjal, kulit, paru-paru, hati
e) Sistem hormon terdiri dari anak ginjal, hifofisis, adrenal, dll

e. Organisme
Organisme yang terbentuk terdiri dari bab terkecil yang disebut dengan sel, hingga kesudahannya terbentuk organisme dengan urutan sebagai berikut:
Sel – Jaringan – Organ – Sistem Organ – Organisme

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Friday, March 10, 2017

Klasifikasi Makhluk Hidup

-->Ilmu yang mempelajari pengelompokkan makhluk hidup dengan suatu sistem tertentu disebut penjabaran atau taksonomi. Pada kurun ke-18 Carolus Linnaeus (1707 – 1778), spesialis biologi
dari Swedia memperkenalkan penjabaran menurut persamaan struktur. Dengan cara menyerupai ini maka makhluk yang ada dipermukaan bumi ini dibedakan menjadi dua (2) kelompok dunia kehidupan besar yaitu: dunia binatang atau Animalia dan dunia tumbuhan atau Plantae. Selanjutnya setiap dunia akan dibagi menjadi kelompok-kelompok lebih kecil yang disebut dengan takson-takson.
Dunia binatang akan dibagi menjadi takson-takson sebagai berikut:
a. Kingdom atau kerajaan.                                 e. Familia atau suku.
b. Filum.                                                           f. Genus atau marga.
c. Class atau kelas.                                           g. Species atau jenis.
d. Ordo atau bangsa.
Dalam dunia tumbuhan dibagi menjadi takson-takson sebagai berikut:
a. Kingdom atau kerajaan.                                 e. Familia atau suku.
b. Divisi.                                                           f. Genus atau marga.
c. Class atau kelas.                                           g. Species atau jenis.
d. Ordo atau bangsa.

Klasifikasi makhluk hidup memakai sistem yang disebut dengan Sistem Binomial Nomenklatur (Sistem nama ganda). Di dalam sistem Binomial Nomenklatur mempunyai aturan-aturan sebagai berikut:
a. Species terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan genus dan kata kedua menunjukkan sifat spesifikasinya.
b. Kata pertama diawali dengan aksara besar dan kata kedua dengan aksara kecil.
c. Menggunakan bahasa latin atau ilmiah atau bahasa yang dilatinkan dengan dicetak miring atau digaris bawahi.
Contoh : Nama species Pisang ; Musa paradisiaca L
Genus : Musa
Species : paradisiaca
Pelaku pengidentifikasi oleh Linnaeus disingkat dengan L

Menurut RH.Whittaker yang didukung oleh banyak mahir biologi, pada tahun 1969 dikembangkan penjabaran makhluk hidup memakai sistem lima kingdom sebagai berikut:

1 . Monera
a. Monera berasal dari kata monares yang berarti tunggal.
b. Mikroorganisme ini mempunyai inti tetap, tidak mempunyai selubung inti sehingga bersifat prokariotik. Misal: basil dan ganggang biru.
a) Bakteri
Struktur basil masih sangat sederhana tetapi mempunyai peranan yang penting. Umumnya tidak mempunyai klorofil dan bersifat heterotrof. Tempat hidup basil di mana-mana contohnya di kulit, di mulut, di tanah, dan sebagainya.
Berdasarkan bentuknya basil dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
a) Bacillus: basil berbentuk batang atau basil. Terdapat tiga macam bentuk bacillus, yaitu :
(1)Streptobacil, berbentuk panjang menyerupai rantai. Contoh: Bacillus antrhracis, penyebab penyakit antraks
(2)Diplobasil, berkelompok dua-dua.
(3)Basil tunggal.
b) Coccus: basil berbentuk bola. Terdapat lima macam bentuk coccus, yaitu:
(1)Monococcus, tunggal
(2)Diplococcus, berkoloni dua-dua
(3)Sreptococcus, menyerupai rantai
(4)Staphylococcus, menyerupai buah anggur
(5)Sarcina, berbentuk kubus.
c) Spirillum: basil berbentuk spiral. Terdapat tiga macam bentuk spririllum, yaitu :
(1)Spiral, berbentuk lebih dari setengah lingkaran
(2)Koma, berbentuk kurang dari setengah lingkaran
(3)Spirochaeta, berbentuk sulur berpilin.
Terdapat basil yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan manusia. Bakteri yang menguntungkan bagi manusia, antara lain :
a) Clostridium pasteurianum dan Azotobacter chroococcum; mengikat nitrogen sehingga sanggup menyuburkan tanah.
b) Rhizobium radicicola; terdapat dalam bintil akar kacang sanggup menyuburkan tanah.
Bakteri yang merugikan bagi manusia, antara lain :
- Salmonella typhosa, penyebab penyakit tipus.
- Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TBC.
- Clostridium tetani, pemyebab penyakit tetanus
- Shigella dysentriae, penyebab penyakit disentri.
b) Ganggang biru (Chyanophyta).
Merupakan ganggang bersel satu, berbentuk koloni atau multisel. Selain mempunyai klorofil karotenoid juga mempunyai pigmen yang tergolong fibobilin yaitu fikosianin berwarna biru dan fikoeritrin berwarna merah. Manfaat ganggang biru, antara lain: Anabaena azollae dipakai sebagai pupuk, Spirullina sebagai materi masakan yang mengandung protein dan lain–lain.

2 . Protista
Protista bersifat eukariotik, yaitu mempunyai membran inti, bersel tunggal dan multiseluler. Misal: Protozoa yang mempunyai ukuran sangat kecil, satu sel, hidup di air atau benalu pada makhluk lain, berkembangbiak membelah diri.
Berdasarkan alat geraknya binatang bersel satu dibagi menjadi:
a. Hewan berkaki semu atau Rhizopoda, tubuhnya sanggup membentuk kaki semu/pseudopodia
Contoh : Amoeba proteus, Entamoeba c0l1.
b. Hewan berbulu cambuk atau Flagellata, mempunyai flagel yang bergerak menyerupai dengan cambuk.
Contoh : Chlamydomono, Trypanosoma, Euglena.
c. Hewan berbulu getar atau Ciliata, mempunyai silia yang selalu bergetar berfungsi sebagai alat gerak dan mengambil makanan.
Contoh : Paramaecium, Didinum.
d. Hewan berspora atau Sporazoa, berkembang biak dengan spora.
Contoh : Plasmodium.
 
-->
3 . Fungi
Pada penggalan kingdom ini terdapat hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
a. Jamur terdiri dari sel satu dan sel banyak.
b. Tubuh tersusun dari benang-benang halus disebut hifa.
c. Hifa ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat.
d. Berkembangbiak dengan spora
Berdasarkan bentuk hifa jamur dibedakan menjadi dua, yaitu:
a . Jamur Ganggang (Phycomycetes)
Jamur ini hifanya bersekat-sekat
Contoh Rhizopus untuk menciptakan tempe.
Pada tempe terdapat benang-benang halus disebut miselium yaitu cabang hifa, apabila tempe membusuk maka permukan tempe akan membusuk.
b . Jamur Benar (Eumycetes)
-->
Jamur ini mempunyai hifa yang tidak bersekat-sekat. Berdasarkan tempat pembentuk spora dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Ascomycetes, jamur ini membentuk spora pada sebuah alat menyerupai kantong yang disebut askus. Misal : Penicillium sp.
b. Basidomycetes, jamur ini membentuk spora pada sebuah alat menyerupai botol, umumnya jamur ini berukuran besar. Misal: Volvariella volvaceae (jamur merang), Auricula volvaceae (jamur kuping).
c. Jamur tidak tepat (Deuteromycetes).
Jamur ini tumbuh pada roti, sisa makanan, tongkol jagung, kotoran ternak dan manusia. Biasanya termasuk kelompok jamur penyebab penyakit. Misal: Tinea versicolor penyebab panu dan Aspergilus fimugtus penyebab penyakit jalan masuk pernafasan pada manusia.

4 . Plantae
Plantae dibedakan menjadi: ganggang, lumut, paku dan tumbuhan berbiji.

i . Ganggang atau alga
Berdasarkan zat warna alga dibedakan menjadi empat (4) golongan, yaitu :
a. Alga hijau atau Chlorophyceae, memilik pigmen hijau dan kuning/karoten, mutiseluler, berbentuk benang/lembaran.
Contoh: Spirogyra, Chlorella, Chlorococcum.
b. Alga merah atau Rhodophyceae, mempunyai pigmen fikoeritrin/ merah, hidup di maritim agak dalam.  
Contoh: Euchema spinosum materi agar-agar.
c. Alga pirang atau Phaeophyceae, berwarna coklat kehijau-hijauan, banyak mengandung asam Alginat untuk industri tekstil dan obat-obatan. 
Contoh: sargassum dan turninaria .
d. Alga kersik atau Chrysophyceae, hidup di laut, bangkai alga ini di dasar maritim akan membentuk lapisan tanah yang disebut diatomae yang berkhasiat untuk materi isolasi, alat gosok logam dan materi isolator dinamit.

ii. Lumut (Bryophyta)
Lumut mempunyai ciri–ciri sebagai berikut:
a. Memiliki akar, batang, daun, tetapi bukan akar, batang, daun sejati. Akar disebut rhizoid dan belum mempunyai berkas pembuluh.
b. Berkembang biak dengan kawin dan tak kawin yang disebut dengan pergiliran keturunan.
Pergiliran keturunan tumbuhan lumut:
--> -->
Spora lumut jatuh pada tempat cocok akan tumbuh menjadi protonema.
Protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut.
Lumut remaja akan menghasilkan sel kelamin yaitu anteridium
sebagai penghasil spermatozoid (sel kelamin jantan) dan arkegonium sebagai penghasil sel telur (sel kelamin betina).
Hasil pembuahan antara ovum dan spermatozoid disebut zigot.
Zigot akan tumbuh menjadi sporogonium.
Sporogonium remaja akan menghasilkan spora dalam bentuk sporangium (kotak spora)
Sporogonium disebut sporofit dan tumbuhan lumut disebut gametofit.
-->
Tumbuhan lumut dibedakan menjadi dua kelas, yaitu:
-->
1 )Lumut Hati (Hepaticeae)
Tumbuhan lumut ini belum mempunyai batang dan daun. Tubuhnya berbentuk lembaran dilengkapi rhizoid sebagai alat untuk melekatkan tubuhnya ke dalam tanah.Contoh : Marchantia.
2 )Lumut Daun (Musci)
Tumbuhan lumut ini telah mempunyai batang, daun dan akar rhizoid Contoh :
-->Polytrichum.

-->
iii . Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
1) Tumbuhan paku sudah mempunyai akar batang dan daun yang jelas.
2) Pada daun terdapat sorus (sori bila banyak). Sorus merupakan kumpulan kotak spora yang dibungkus indusium.
3) Tempat hidup menempel pada pohon bersifat epifit.
4) Perkembangbiakan secara kawin dan tak kawin yang disebut pergiliran keturunan.

-->
Pergiliran tumbuhan paku:
Spora yang telah masak, jatuh pada tempat yang cocok membentuk protalium.
Protalium menghasilkan anteridium sebagai penghasil spermatozoid (sel kelamin jantan) dan arkegonium sebagai penghasil sel telur (sel kelamin betina).
Hasil pembuahan disebut zigot yang akan tumbuh menjadi tumbuhan paku.
Tumbuhan paku remaja akan menghasilkan spora
Tumbuhan paku disebut sporofit dan protalium disebut gametofit.

-->
Klasifikasi Tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas, yaitu:
1) Paku lumut (Psilopitinae). Menyerupai tumbuhan lumut daun sebagian besar epifit. Contoh : Psilotum nudun.
2) Paku ekor kuda (Equisetinae). Batang terdapat dalam tanah, cabang beruas-ruas, daun fertil menghasilkan spora. Contoh: Equisetum sylvaticum.
3) Paku kawat (Lycopodiinae). Tubuhnya menyerupai rambut atau kawat, habitat di kawasan pegunungan.
4) Paku benar (Filicinae). Dapat hidup dimana mana, sorus berkumpul pada ujung, tepi, dan tersebar dipermukaan daun. Contoh : Suplir, semanggi.
Manfaat tumbuhan paku bagi manusia, yaitu : sebagai tumbuhan hias, sebagai materi obat-obatan, sebagai pupuk dan sebagai sayuran.

iv . Tumbuhan biji (Spermatophyta)
Merupakan tumbuhan penghasil biji yang dipakai sebagai alat perkembangbiakan. Berdasarkan letak bakal biji dibagi menjadi dua macam, yaitu:

1 )Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka).
Gymnospermae ialah tumbuhan yang bakal bijinya tidak terlindung oleh daun buah, tetapi menempel pada daun buah. Gymnospermae mempunyai ciri–ciri sebagai berikut:
• Pohon berakar tunggang, daunnya berbentuk menyerupai jarum, kecil tebal dan tipis lebar.
• Alat kelamin jantan dan alat kelamin betina disebut srobilus yang mengandung sporangia.
Tumbuhan biji terbuka dibagi menjadi beberapa kelas, antara lain:
a) Cycadinae
Menyerupai pohon palem, sedikit cabang, daun menyirip. Contoh Cycas rumphii (Pakis haji)
b) Gnetinae
Batang berkayu, bercabang, daun tunggal. Contoh Gnetum gnemon (mlinjo)
c) Coniferinae
Tumbuhan semak, pohon tajuk berbentuk kerucut, daun berbentuk jarum. Contoh Pinus merkusii (pinus/tusan)
Manfaat tumbuhan biji terbuka, antara lain :
a) sebagai materi industri kertas: batang mlinjo dan pinus.
b) sebagai materi obat-obatan: pinus.
c) sebagai materi makanan: mlinjo.
d) sebagai tumbuhan hias: pakis haji.

2 )Angiospermae (tumbuhan biji tertutup)
Angiospermae ialah tumbuhan yang bakal bijinya tersimpan dalam daun buah Angiospermae mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Alat perkembangbiakan berupa bunga.
Organ tubuh akar batang daun sudah sanggup dibedakan dengan jelas.
Susunan daun menyirip, menjari, sejajar dan beranekaragam.
Bakal biji tersimpan dalam daun buah.
Adanya pembuahan ganda (terjadi dua kali peleburan), yaitu: antara sel spermatozoid dengan sel telur akan menghasilkan zigot atau biji dan antara sel spermatozoid dengan inti kandung forum sekunder (KLS) menghasilkan cadangan makanan. Tumbuhan biji tertutup dibagi menjadi dua kelas, yaitu:
a) Dikotil atau dicotyledoneae
Tanaman dikotil mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
tumbuhan biji berkeping dua.                      • bagian daun berjumlah kelipatan 2, 4, atau 5.
akar tunggang.                                          • biji mempunyai dua daun lembaga.
daun tersebar berhadap-hadapan.
batang bercabang.
tulang daun menyirip atau menjari.
Tumbuhan dikotil mempunyai beberapa suku, antara lain:
(1)Suku getah–getahan (Euphorbiaceae)
Apabila dilukai penggalan tubuhnya akan mengeluarkan getah berwarna putih Contoh: Manihot utilisima (ketela pohon), Hevea brasiliensis (karet).
(2)Suku kacang-kacangan (Papilonaceae). 
Mahkota bunga berbentuk kupu-kupu, buahnya polong, akar sering ditemukan bintil-bintil akar. Contoh: Arachis hypogea (kacang tanah), Vigna sinensis (kacang panjang).
(3)Suku terung–terungan (Solanaceae)
Bunga berbentuk bintang, terompet, buah buni/buah kotak lapisan dalam basah atau berdaging. Contoh: Solanum lycopersicum (tomat), Capsicum annum (lombok)

b) Monokotil/Monocotyledoneae
Tanaman monokotil mempunyai ciri–ciri sebagai berikut:
tumbuhan biji berkeping satu.
akar serabut
daun berseling
tulang daun sejajar dan berbentuk pita.
bagian bunga berbilangan tiga.
biji mempunyai satu daun lembaga.
Tumbuhan monokotil mempunyai beberapa suku, antara lain:
(1)Gramineae (rumput-rumputan). Contoh padi gandum, jagung dan tebu.
(2)Palmae (pinang-pinangan). Contoh: kelapa, kelapa sawit, dan palem.
(3)Liliaceae (bawang-bawangan). Contoh: bawang merah, bakung.
(4)Musaceae (pisang-pisangan). Contoh: pisang manila, pisang hawaii.

5 . Animalia
Berdasarkan ada tidaknya tulang ruas belakang pada hewan, dibedakan menjadi dua:
a. Avertebrata, yaitu kelompok binatang yang tidak mempunyai ruas tulang belakang. Avertebrata mempunyai beberapa filum, sebagai berikut:

1. Protozoa (hewan bersel satu)
Tubuh bersel satu, cara hidup bebas dan benalu pada makhluk hidup lain, selnya tidak mempunyai plastida, bergerak dengan kaki semu, bulu cambuk, berbulu getar, cara berkembang biak dengan
membelah diri (tak kawin) dan konjugasi (kawin)

2. Porifera (hewan berpori–pori)
Hidup di air, seluruh permukaan tubuh berpori-pori, mempunyai rangka dari zat tanduk, zat spons yang sering dipakai untuk alat gosok pada waktu mandi. Contoh : Euspongia, poterion, dan scypha.

3. Colenterata (hewan berongga)
Hidup di air, tubuhnya berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap masakan dan sebagai alat peraba, mempunyai dua bentuk tubuh yaitu polip menempel pada tempat hidup dan medusa menyerupai payung melayang-layang di air.

4. Vermes (cacing)
Berdasarkan bentuk tubuh dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
a) Platyhelminthes (cacing pipih)
Tidak mempunyai ringga dan anus, tetapi hanya mempunyai satu lubang yaitu ekspresi untuk memasukkan masakan dan mengeluarakan sisa makanan. Cacing pipih dibagi menjadi 3 kelas, yaitu :
(1)Turbellaris (cacing getar) tumpuan planaria.
(2)Trematoda (cacing hisap) contoh: Fasciola hepatica (cacing hati).
(3)Cestoda (cacing pita) contoh: cacing pita sapi, cacing pita babi.
b) Nemathelminthes (cacing gilig)
Tubuhnya bundar panjang, tidak bersegmen-segmen, mempunyai ekspresi dan anus, berkembang biak dengan kawin. Contoh Ascaris lumbricoides (cacing perut), Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Oxyuris vermicularis (cacing kremi).
c) Annelida (cacing gelang)
Tubuh beruas-ruas, tersusun menyerupai cincin, mempunyai ekspresi dan anus, antara kulit tubuh dan dinding terdapat rongga badan. Contoh: Chaetopoda (cacing berambut), yaitu: Wawo dan palolo (enak dimakan). Hirudinae (cacing penghisap darah) yaitu : lintah dan pacet.

5. Arthropoda (hewan berbuku–buku)
Tubuhnya dibedakan atas kepala, dada, dan perut. Memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan panas, bau-bauan, mata beragam yaitu terdiri atas beribu-ribu mata kecil yang berbentuk segi enam disebut mata faset. Arthropoda mencakup empat kelas, yaitu:
a) Insecta (serangga)
Tubuh terdiri atas kepala, dada dan perut. Susunan saraf tangga tali yaitu terdiri atas simpul–simpul yang saling berhubung. Pernafasan dengan sistem trakea, yaitu pembuluh udara yang
bermuara pada stigma. Mengalami metamorfosis tepat yaitu telur–larva– kepompong-dewasa dan metamorfosis tak tepat telur – nimfa–dewasa. Peredaran darah terbuka, artinya darah mengalir di dalam pembuluh darah. Pencernaan masakan dari ekspresi hingga anus.
b) Crustaceae (udang–udangan)
Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu (cephalothorax) dan perut. Pada kepala terdapat dua pasang antena panjang dan pendek. Mempunyai kaki 5 pasang. Contoh: udang, kepiting, rajungan dan ketam.
c) Arachnoidea (laba–laba)
Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu dan perut (abdomen). Pada kepala terdapat 4 pasang kaki. Alat pernafasan paru–paru buku yaitu berlapis–lapis. Mempunyai sepasang mata besar
dan beberapa mata kecil. Laba–laba dibagi menjadi tiga ordo, yaitu :
(1)Arachnida (bangsa laba-laba) contoh: laba–laba rumah .
(2)Scorpionida (bangsa kala) contoh: kalajangking.
(3)Acarina (bangsa tungau) contoh: caplak, kutu.
d) Myriapoda (lipan)
Tubuh terdiri atas kepala dan perut (abdomen) yang beruasruas, tiap ruas mempunyai satu pasang kaki. Bernafas dengan trakea. Contoh: kelabang, kaki seribu.

6. Mollusca (hewan lunak)
Tubuh lunak banyak mengandung lendir dan terbungkus oleh mantel, cangkang dari zat kapur. Hewan ini dibedakan mejadi tiga kelas, yaitu:
a) Polecypoda (kerang)
Tubuh dilapisi dua cangkang yang dihubungkan dengan engsel sehingga sanggup membuka dan menutup. Cangkang terdiri dari tiga lapisan luar (periostrakum), tengah (prismatik) dan dalam
(mutiara atau nakreas). Apabila ada benda yang masuk ke dalam mantel maka melapisi benda tersebut sehingga terbentuk mutiara.
b) Gastropoda (cumi–cumi)
Hidup di laut, mempunyai tinta untuk melindungi diri bila ada musuh. Pada ekspresi mempunyai 8 tentakel pendek untuk memegang mangsa dan 2 tentakel panjang untuk perkawinan. Contoh : Gurita, cumi–cumi.
c) Cephalopoda (siput)
Hidup di darat bernafas dengan paru-paru, di air dengan insang, berjalan dengan memakai otot perut sambil mengeluarkan lendir dari dalam tubuh untuk mempermudah gerakan.
 Termasuk binatang hermafrodit artinya mempunyai dua alat kelamin dalam satu tubuh jantan dan betina. Tetapi tidak melaksanakan pembuahan sendiri.

7. Echinodermata (hewan berkulit duri)
Tubuh diselimuti kulit duri, terdapat lempeng dari zat kapur mempunyai alat gerak kaki ambulakral yang merupakan tabung yang dilengkapi dengan alat pengisap dan dipakai untuk menempel di dasar air. Sistem syaraf menyebar ke seluruh tubuh. Alat pencernaan dari mulut, usus anus. Pernafasan insang tersebar di seluruh permukaan tubuh. Perkembangbiakan secara kawin. Mempunyai daya regenerasi yaitu mempunyai kemampuan untuk menumbuhkan kembali penggalan tubuh yang terputus. Echinodermata mempunyai 5 kelas, yaitu:
a) Asternoida (bintang laut)
b) Echinoidea (landak laut)                             d) Crinoidea (lilia maritim )
c) Ophiuroidea (bintang laut)                          e) Holothuroidea (tripang).

b. Vertebrata, yaitu kelompok binatang yang mempunyai ruas tulang belakang.
Hewan vertebrata dibagi menjadi lima kelas, yaitu:
1. Pisces (ikan)
Hidup di air, Pernafasan dengan insang, mempunyai sirip untuk memilih arah gerak di dalam air, mempunyai gurat sisi untuk mengetahui tekanan di air. Suhu tubuh poikiloterm atau berdarah
dingin yaitu suhu tubuh diadaptasi dengan lingkungan. Perkembangbiakan dengan cara bertelur. Contoh: ikan bertulang rawan (chondrichyes); ikan cucut, ikan pari, ikan hiu. Ikan bertulang sejati (osteichtyes); ikan merah, ikan salem.

2. Amphibia (amfibi)
Hidup di dua tempat, bernafas dengan insang dan paru–paru, suhu tubuh poikiloterm, berkembangbiak bertelur dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Contoh: katak pohon, salamander.

3. Reptillia (reptil)
Berkulit keras, kering dan bersisik. Pada ular sisiknya sering mengelupas. Suhu tubuh poikiloterm, berkembangbiak dengan bertelur, pembuahan di dalam tubuh betina. Contoh : kadal, buaya, ular.
4. Aves (burung)
Tubuh berbulu untuk terbang dan melindungi tubuh. Tulang berongga supaya ringan, suhu tubuh homoioterm atau berdarah panas yaitu suhu tubuh tetap. Berkembangbiak dengan bertelur dan pembuahan di dalam tubuh (internal). Contoh: burung kasuari, burung kutilang, burung walet dan sebagainya.

5. Mammalia (hewan menyusui)
Memiliki kelenjar susu, berkembangbiak biak dengan melahirkan anak ada beberapa yang bertelur, berambut, suhu tubuh homoioterm dan bernafas dengan paru-paru. Contoh:
Sebangsa monyet misalnya: monyet, beruk, kutung dan orang utan.
Sebangsa binatang buas misalnya: harimau dan singa.
Sebangsa pemakan serangga misalnya: tikus, celurut, dan tregiling.
Sebangsa binatang pengerat misalnya: marmut, tupai dan tikus.
Sebangsa kelelawar: kalong dan kampret.
Sebangsa binatang berbelalai misalnya: gajah.
Sebangsa ikan paus misalnya: lumba–lumba dan ikan paus.
Sebangsa binatang berkantong misalnya: kanguru

Sumber : BSE (Buku Sekolah Elektronik)

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com