Showing posts with label Materi SMP. Show all posts
Showing posts with label Materi SMP. Show all posts

Sunday, April 2, 2017

Tips Panjang Sisi Pada Bidang Sebangun Ii

Artikel ini membahas wacana bahan kelas 3 Sekolah Menengah Pertama wacana "Kesebangunan" dan juga merumakan kelanjutan dari artikel aku sebelumnya yang berjudul Tips Panjang Sisi pada Bidang Sebangun.

bahan yang tersaji dalam artikel ini maupun artikel sebelumnya sebagian berisi tips-tips mudah dalam mengerjakan soal. Penggunaan tips mudah tersebut sama sekali tidak bertujuan untuk menciptakan siswa bodoh sebab tidak memahami inti bahan yang disampaikan. Tujuan penggunaan tips mudah dalam penyelesaian soal-soal wacana kesebangunan ini bertujuan semoga siswa sanggup mengerjakan soal-soal kesebangunan yang sering muncul dalam ujian semester maupun UAN dengan cepat.
Sehingga harapannya akan menambah iktikad diri siswa tersebut dalam mengerjakan soal-soal yang lainnya sebab ia sudah menjawab salah satu soal dengan cepat dan tepat. Selain itu waktu yang dimiliki siswa dalam mengerjakan soal ujian menjadi lebih efisien sebab sebagian soal telah dikerjakan dengan cepat memakai tips-tips mudah tersebut.

Rumus Air Mancur dalam Segitiga Sebangun

Coba kalian perhantikan denah rumus berikut ini :


Coba kalian perhatikan...... garis2 yang warnanya sama dikalikan dan  yang garisnya dobel berarti dikuadratkan. Perkalian garis2 yang sewarna tersebut sama alhasil dengan warna yang lainnya. arah panah garis yang berwarna oranye selalu menuju ke sisi miring segitiga siku2. 
untuk rumus2 yang aku sajikan dengan gambar menyerupai rumus di atas tidak penting untuk mengingat nama2 karakter yang tertera pada titik2 sudutnya (misal AB, AD, BC dll) sebab lain soal nama2 titik sudutnya pun sanggup berbeda. Namun bagan2 garis yang dipakai untuk mengingat rumus tidak akan berubah.

Coba perhatikan pola soal berikut ini.... dan carilah nilai x, y dan z :

 AD2 = DC . DB

122 = 16.X

122 : 16 = X

X = 144 : 16 = 9

Makara nilai x = 9 cm


 contoh lainnya......

untuk soal yang ini aku kerjakan pribadi :

y2 = 16 . (16 + 9)

y2 = 400 maka y = 20 cm

z2 = 9 . (9 + 16)

z2 = 225 maka z = 15 cm


Rumus Segitiga Sebangun Lainnya......

untuk soal menyerupai di bawah ini tidak sanggup dikerjakan dengan rumus mudah di atas...... nah unutk soal2 menyerupai inilah kalian harus memahami konsep dasar wacana perbandingan dalam kesebangunan :

coba carilah panjang DE .......? 
ingat untuk soal ini tidak sanggup dikerjakan dengan rumus air mancur di atas...juga tidak sanggup dikerjakan dengan perbandingan sisi segitiga sebangun yang disampaikan pada artikel sebelumnya.

tapi jangan khawatir..... pada prinsipnya asal kedua berdiri merupakan segitiga sebangun maka sanggup dibentuk perbandingan sisi2 yang bersesuaian. Untuk akomodasi dalam mengerjakan  soal pisahkanlah antara gambar segitiga besar dengan segitiga kecil






segitiga besar dan kecil memiliki titik sudut yang sama adalah titik C. maka besar sudutnya pun juga sama. segitiga yang besar siku2 di titik A sedangkan segitiga kecil siku2 di titik E, maka sehabis dipisahkan terlihat menyerupai gambar di bawah ini :











Samapi di sini dulu ya.... OK bro.... : )

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Sistem Saraf (Koordinasi) Pada Manusia

Tubuh insan terdiri atas organ-organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Agar organ-organ tubuh sanggup bekerja sama dengan baik, diharapkan adanya koordinasi (pengaturan). Pada insan dan sebagian besar hewan, koordinasi dilakukan oleh sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon. Dalam belahan ini hanya akan dibahas wacana sistem saraf .

Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas yakni kemampuan menanggapi rangsangan. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

a. Reseptor, yakni alat peserta rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor yakni organ indera.
b. Konduktor (Penghantar impuls), dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri. Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut neuron.
c. Efektor, yakni belahan tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting pada insan yakni otot dan kelenjar (hormon). Otot menanggapi rangsang yang berupa gerakan tubuh, sedangkan hormon menaggapi rangsang dengan meningkatkan/menurunkan acara organ tubuh tertentu. Misalnya : mempercepat/memperlambat denyut jantung, melebarkan/menyempitkan pembuluh darah dan lain sebagainya.

1. Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf tersusun oleh sel-sel saraf atau neuron. Neuron inilah yang berperan dalam menghantarkan impuls (rangsangan). Sebuah sel saraf terdiri tiga belahan utama yaitu tubuh sel, dendrit dan neurit (akson).



a. Badan sel
Badan sel saraf merupakan belahan yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk mendapatkan rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma. Inti sel berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron). Di dalam sitoplasma terdapat
mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk membawa rangsangan.

b. Dendrit
Dendrit yakni serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan ekspansi dari tubuh sel. Dendrit berfungsi untuk mendapatkan dan mengantarkan rangsangan ke tubuh sel.

c. Neurit (akson)
Neurit berfungsi untuk membawa rangsangan dari tubuh sel ke sel saraf lain. Neurit dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung myelin yang terdiri atas ekspansi membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk isolator dan pemberi makan sel saraf. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh selubung mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.

Antara neuron satu dengan neuron satu dengan neuron berikutnya tidak bersambungan secara eksklusif tetapi membentuk celah yang sangat sempit. Celah antara ujung neurit suatu neuron dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan sinapsis. Pada belahan sinapsis inilah suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter (misalnya asetilkolin) menyeberang untuk membawa impuls dari ujung neurit suatu neuron ke dendrit neuron berikutnya.

2. Macam-macam Neuron (Sel Saraf)

a. Saraf sensorik
saraf sensorik yakni saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari reseptor (indra) ke saraf pusat(otak dan sumsum tulang belakang).
b. Saraf motorik
saraf motorik yakni saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari saraf sentra susunan saraf ke efektor (otot dan kelenjar).
c. Saraf konektor
saraf konektor yakni saraf yang menghubungkan rangsangan (impuls) dari saraf sensorik ke saraf motorik.

3. Macam-macam Gerak

Gerakan merupakan salah satu cara tubuh dalam mengagapi rangsangan. Berdasarkan jalannya rangsangan (impuls) gerakan dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa yakni gerak yang terjadi alasannya yakni disengaja atau disadari. Pada gerak sadar ini, gerakan tubuh dikoordinasi oleh otak. Rangsangan yang diterima oleh reseptor (indra) disampaikan ke otak melalui neuron sensorik. Di otak rangsangan tadi diartikan dan diputuskan apa yang akan dilakukan. Kemudian otak mengirimkan perintah ke efektor melalui neuron motorik. Otot (efektor) bergerak melakukan perintah otak. Contoh gerak sadar contohnya : menulis, membuka payung, mengambil makanan atau berjalan.
Skema gerak sadar :

Rangsangan(Impuls) --> Reseptor(Indra) --> Saraf sensorik 

--> Otak  --> Saraf motorik --> Efektor (Otot)


b. Gerak Refleks (Tak Sadar)
Gerak refleks yakni gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini tidak melewati otak namun hanya hingga sumsum tulang belakang. Gerak refleks contohnya terjadi ketika kita mengangkat kaki alasannya yakni menginjak benda runcing, gerakan tangan ketika tidak sengaja menjatuhkan buku, gerakan ketika menghindari goresan dan lain sebagainya.
Skema gerak refleks :

Rangsangan(Impuls) --> Reseptor(Indra) --> Saraf sensorik 

--> Sumsum Tulang Belakang --> Saraf motorik --> Efektor (Otot)


4. Susunan Sistem Saraf Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf insan tersusun dari sistem saraf sentra dan sistem saraf tepi. Sistem saraf sentra terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.


A. Sistem saraf pusat

1) Otak
Otak merupakan sentra pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di rongga tengkorak dan
dibungkus oleh tiga lapis selaput berpengaruh yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut duramater, paling dalam yakni piamater dan yang tengah disebut arachnoid. Di antara ketiga selaput tersebut terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi untuk mengurangi benturan atau goncangan. Peradangan
yang terjadi pada selaput ini dinamakan meningitis. Penyebabnya bisa alasannya yakni abses virus. Otak insan terbagi menjadi tiga belahan yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan sumsum lanjutan.


a) Otak besar (cerebrum)
Otak besar mempunyai permukaan yang berlipat-lipat dan terbagi atas dua belahan. Belahan otak kiri melayani tubuh sebelah kanan dan belahan otak kanan melayani tubuh sebelah kiri. Otak besar terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar berwarna kelabu disebut korteks, berisi badan-badan sel saraf. Lapisan dalam berwarna putih berisi serabut-serabut saraf (neurit/akson). Otak besar berfungsi sebagai pusat kegiatan-kegiatan yang disadari seperti berpikir, mengingat, berbicara, melihat, mendengar, dan bergerak.

b) Otak Kecil (Cerebellum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar belahan belakang. Susunan otak kecil menyerupai otak besar. Terdiri atas belahan kanan dan kiri. Belahan kanan dan kiri otak kecil dihubungkan oleh jembatan Varol. Terbagi menjadi dua lapis sama menyerupai otak besar yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasi kerja otot-otot ketika kita bergerak.

c) Sumsum lanjutan
Sumsum lanjutan (medula Oblongata) terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam yang berwarna kelabu alasannya yakni banyak mengandung tubuh sel-sel saraf dan lapisan luar berwarna putih alasannya yakni berisi neurit (akson). Sumsum lanjutan berfungsi sebagai sentra pengendali pernapasan, menyempitkan pembuluh darah, mengatur denyut jantung, mengatur suhu tubuh dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak disadari.

2). Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher hingga ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh selaput
meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang belahan luar tampak berwarna putih (substansi alba) alasannya yakni banyak mengandung akson (neurit) dan belahan dalam yang berbentuk menyerupai kupu-kupu, berwarna kelabu (substansi grissea) alasannya yakni banyak mengandung tubuh sel-sel saraf.

Sumsum tulang belakang berfungsi untuk:
a) menghantarkan impuls dari dan ke otak,
b) memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.


B. Sistem saraf tepi

1) Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar Proses yang dipengaruhi saraf sadar, berarti kau sanggup memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah efek sistem ini. Misalnya ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, arahan dari indera pendengaran akan hingga ke otak. Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan arahan ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.

Sistem saraf somatis terdiri atas :
a. Saraf otak (saraf cranial), saraf otak terdapat pada belahan kepala yang keluar dari otak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang.
b. Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang . Saraf sumsum tulang belakang berfungsi untuk meneruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf sentra juga meneruskan impuls dari sistem saraf sentra ke semua otot rangka tubuh.

2) Sistem saraf autonom (tak sadar)
Sistem saraf autonom merupakan belahan dari susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak sanggup disadari dan bekerja secara otomatis. Sistem saraf autonom mengendalikan kegiatan organ-organ dalam menyerupai otot perut, pembuluh darah, jantung dan alat-alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom terdiri atas dua macam yaitu:
a. Sistem saraf simpatik
b. Sistem saraf parasimpatik

Sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik bekerja secara antagonis (berlawanan) dalam mengendalikan kerja suatu organ. Organ atau kelenjar yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik disebut sistem pengendalian ganda.

Fungsi dari sistem saraf simpatik yakni sebagai berikut :
• Mempercepat denyut jantung.
• Memperlebar pembuluh darah.
• Memperlebar bronkus.
• Mempertinggi tekanan darah
• Memperlambat gerak peristaltis.
• Memperlebar pupil.
• Menghambat sekresi empedu.
• Menurunkan sekresi ludah.
• Meningkatkan sekresi adrenalin.

Sistem saraf parasimpatik mempunyai fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem
saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Saturday, April 1, 2017

Kata Ulang (Reduplikasi)

Reduplikasi ialah proses pembentukan kata dengan cara mengulang bentuk dasar.

A. Macam-macam Reduplikasi

Ada beberapa macam reduplikasi, sebagai berikut :
1. Kata ulang penuh, yaitu yang diperoleh dengan mengulang seluruh bentuk dasar; 
Ada dua. macam :
a. Yang bentuk dasarnya sebuah morfem bebas, disebut dwilingga : ibu-ibu, buku-buku, murid-murid
b. Yang bentuk dasarnya kata berimbuhan : ujian-ujian, kunjungan-kunjungan, persoalan-persoalan

2. Dwipurwa, yang terjadi alasannya ialah pengulangan suku pertama dari bentuk dasarnya : reranting, lelaki, leluhur, tetangga, kekasih, lelembut. di antara dwipurwa ada yang menerima akhiran, mirip kata ulang pepohonan, rerumputan, dan tetanaman.

3. Dwilingga salin suara ialah dwilingga yang mengalami perubahan bunyi :
sayur-mayur, mondar-mandir, gerak-gerik, bolak-baliki,seluk-beluk, compang-camping, hingar-bingar, hiruk-pikuk, ramah-tamah, serba-serbi, serta-merta, dan lain-lain.

4. Kata ulang berimbuhan :
berjalan-jalan, anak-anakan, guruh-gem uruh, rias-merias, tulis-menulis, berbalas-balasan, kekanak-kanakan, mengulur-ulur, meraba-raba, menjulur-julurkan, dan lain-lain.

5. Kata ulang semu :
bentuk ini bekerjsama merupakan kata dasar, jadi bukan hasil pengulangan atau redupikasi ) : laba-laba, ubur-ubur, undur-undur, kupu-kupu, dan empek-empek.


B. Makna dalam Reduplikasi

Reduplikasi menyatakan arti antara lain sebagai berikut:
1. 'Jamak'
Murid-murid berkumpul di halaman sekolah. Di perpusatakaan terdapat buku-buku pelajaran. 

2. 'intensitas kualitatif'
Anto menggandeng tangan Anti erat-erat. Baju yang dijual di toko itu bagus-bagus. 

3. 'intensitas kuantitatif'
Berjuta-juta penduduk Bosnia menderita akhir perang berkepanjangan. Kapal itu mengangkut beratus-ratus peti kemas. 

4. 'intensitas frekuentatif'
Orang itu berjalan mondar-mandir. Pada final bulan ini ayah pergi-pergi saja. Berkali-kali anak itu dimarahi ibunya. 

5. 'melemahkan'
Warna bajunya putih kehijau-hijauan. Wati tersenyum kemalu-maluan melihat calon mertuanya datang. 

6. 'bermacam-macam'
Pepohonan menghiasi puncak bukit itu. lbu membeli buah-buahan. Sayur-mayur dijual di pasar itu. 

7. 'menyerupai'
Tingkah laris orang itu kekanak-kanakan. Orang-orangan dipasang di tengah sawah. Adik bermain mobil-mobilan. 

8. 'resiproks (saling)'
Mereka bersama-sama menggarap ladang. Kedua anak itu berpukul-pukulan sesudah cekcok mulut 

9. 'dalam keadaan'
Dimakannya singkong itu mentah-mentah. Pada zaman jahiliyah banyak orang dikubur hidup-hidup. 

10. 'walaupun meskipun'
Kecil-kecil, Mang Memet berani juga melawan perampok itu. 

11. 'perihal'
Ibu-ibu PKK di Kampung Bugis menyelenggarakan kursus masak-memasak dan jahit-menjahit. Sekretatis di kantor kami bukan hanya menangani surat-menyurat, tetapi juga pembukuan dan daftar honor pegawai. 

12. 'seenaknya, semaunya atau tidak serius'
Saya melihat tiga orang dewasa duduk-duduk di hawah pohon Kerjanya hanya tidur-tiduran saja. Adik membaca-baca majalah di kamar. 

13. 'tindakan untuk bersenang-senang'
Mereka makan-makan di restoran tadi malam.

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Kesusastraan

Secara morfologis kata kesusastraan, yang lebih sering hanya disebut sastra, sanggup diuraikan atas konfiks ke-an yang berarti 'semua yang berkaitan dengani, prefiks su 'baik, indah, berguna' dan bentuk dasar sastra yang berarti 'kata, tulisan, ilmu'.
Jadi, berdasarkan uraian di atas kesusastraan yaitu semua yang berkaitan dengan goresan pena yang indah. Sedang berdasarkan arti istilah, kesusastraan atau sastra ialah cabang seni yang memakai bahasa sebagai medium.
Umumnya dikatakan bahwa keindahan atau nilai estetis suatu cipta sastra timbul lantaran adanya keserasian, kesepadanan, atau keharmonisan antara isi (= topik, amanat) dengan bentuk (= cara pengungkapan isi).
Keindahan inilah yang kemudian merebut perhatian pembaca, dan menarik mereka ke dalam penghayatan terhadap cipta sastra tersebut. Adanya nilai keindahan itulah yang membangkitkan perasaan hati, sedih, gembira, puas atau sebaliknya kecewa di dalam batin pembaca. 

a. Sejarah Kesusastraan

Yang dimaksud dengan sejarah kesusastraan di sini ialah keterangan yang membeberkan perkembangan kesusastraan dari mulai timbulnya hingga sekarang. Kesusastraan Indonesia sanggup dikatakan berawal dari jenis sastra lisan yang disampaikan secara leluri atau dari verbal ke mulut. Sumber karya sastra Indonesia tertua berbentuk tambo karya Tuno Muhamad Sri Lanang, yaitu Sejarah Melayu (1615).
Penulisan sastra kemudian dikembangkan oleh pencetus masa peralihan, yaitu Abdullah bin Abdulkadir Munsi, yaim pada tahun 1797. Setelah itu muncul Angkatan Balai Pustaka (1920-an), Angkatan Pujangga Baru (1930-an), Angkatan 45, Angkatan 50, Angkatan 66, dan hingga sekarang. Pembagian kesusastraan berdasarkan perkembangan jaman di Indonesia yang juga disebut Periodisasi Kesusastraan Indonesia yaitu sebagai berikut: 

I. Kesusastraan Lama :
1. masa Purba.
2. masa Hindu-Arab. 

II. Kesusastraan Peralihan :
1. masa Abdullah bin Abdulkadir Munsi.
2. masa Balai Pustaka (1920-an )

III. Kesusastraan Baru :
1. masa Angkatan Pujangga Baru.
2. masa Angkatan 45.
3. masa Angkatan 50.
4. masa Angkatan 66. 

b. Ragam Karya Sastra

Ragam karya sastra secara garis besar ada dua, yaitu :

1. Prosa
Prosa ialah karangan yang tidak terikat, yang ditonjolkan yaitu isi dan keindahan bahasanya;

2. Puisi.
Puisi yaitu karya sastra yang terikat oleh rima, irama, dan bait.
Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang terikat oleh jumlah bait, jumlah larik tiap bait, jumlah silaba tiap larik, dan rima.

c. Puisi Lama :

1. Mantra
Mantra merupakan salah satu bentuk puisi orisinil Indonesia terdiri atas beberapa bait dengan rangkaian kata yang benilai ritmis. Bahasa mantra dianggap mengandung kekuatan magis, oleh karenanya tidak semua orang dizinkan membacanya kecuali ahlinya, yaitu pawang.

Pasu jantan, pasu rencana
Tutup pasu, penolak pasu
Kau menantang pada aku
Terjantang mataku

Jantungku sudah kugantung
Hati kamu sudah kurantai
Sipulut namanya usar
Berderailah daun selasih

Aku tutup hati yang besar
Aku gantung pengecap yang fasik
Jantungku sudah kugantung
Hatiku sudah kurantai

Rantai Allah, rantai Muhammad
Rantai Baginda Rasulallah

2. Pantun
Bentu puisi orisinil Indonesia yang biasanya tiap bait terdiri atas empat baris yang dibagi atas dua baris pertama mempakan sampiran, dan dua baris berikutnya merupakan isi. Rimanya yaitu a b a b.

Berburu ke padang datar
menerima rusa belang kaki
Berguru kepalang didik
bagai bunga kembang tak jadi

3. Karmina atau Pantun kilat 
Pantun terdiri atas 2 larik; 1 sampiran dan 1 isi

Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula

4. Talibun
Terdiri atas 6 larik: 3 sampiran, 3 isi

Kalau anak pergi ke lepau
Yu beli belanak beli
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi merantau
lbu cari sanakpun cari
lnduksemang cari dahulu 

5. Seloka atau Pantun Berkait 
Ada pertalian antarbait pantun yang satu dengan yang lainnya

Lurus jalan ke Payakumbuh
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tidak akan rusuh
Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan
turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan
kemana untung diserahkan

6. Gurindam
Gurindam yaitu puisi usang yang berasal dari Tamil (India). Tiap bait terdiri ganjal dua baris, berisi nasihat. Pengarang gurindam yang populer yaitu Raja Ali Haji dengan karyanya yang berjudul Gurindam Dua Belas.

Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu akan tersesat

Barang siapa tinggalkan sembahyang
Bagai rumah tiada bertiang

Jika suami tak berhati lurus
Istripun kelak memadi kurus

7. Syair
Merupakan puisi usang yang berasal dari Arab. Tiap bait terdiri atas empat baris. Tiap baris biasanya memiliki delapan hingga dua belas silaba (suku kata). Isinya dongeng den rimanya yaitu a a a a.

Bulan purnama cahaya terang
bintang menyerupai intan di karang
Pungguk merawan seorang-orang
Berahikan bulan di amah seberang

Pungguk becinta pagi dan petang
melihat bulan di pagar bintang
Terselap merindu dendamnya tiba
dari saujana pungguk menentang.

d. Puisi Baru
Bentuk puisi ini berbait dan berirama tetapi tidak terikat oleh jumlah bait, jumlah baris, jumlah silaba dan rima. Puisi gres lebih mementingkan isi daripada irama.

Berdasarkan isinya, puisi gres dibedakan atas balada, elegi, romans, ode, himne, epigram, dan satire.

1. Balada :
bentuk puisi gres yang isinya berupa dongeng dan kisah perjalanan hidup seseorang.

2. Elegi :
bentuk puisi gres yang berisi kesedihan, bunyi sukma yang meratap, batin yang mengeluh, serta tangisan hati.

3. Romans :
bentuk puisi gres yang isinya merupakan luapan perasaan kasih sayang, cinta terhadap sesama.

4. Ode :
bentuk puisi gres yang isinya berupa senjungan kepada pahlawan. Bentuk puisi ini juga dikatakan puisi kepahlawanan.

5. Himne :
bentuk puisi gres yang isinya berupa sanjungan terhadap Tuhan.

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)

6. Epigram :
bentuk puisi gres yang isinya mengandung semangat yang ditujukan kepada generasi muda.

Hari ini tak ada daerah berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun niscaya tergilas.
(Iqbal)

7. Satire :
Bentuk puisi gres yang berisi sindiran.

Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak wacana anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.

Berdasarkan jumlah lariknya, puisi gres dibedakan atas :
• distikon (2 larik),
• terzina (3 larik),
• kuatrin (4 larik),
• selestet atau dobel terzina (6 larik),
• septima (7 larik),
• oktaf (8 larik), dan
• soneta (14 larik). 

e. Prosa Lama
Prosa usang cenderung bersifat imajinatif, istanasentris, didaktif, anonim, dan bentuk serta isinya statis, sedangkan prosa gres bersifar realistis (melukiskan kenyataan sehari-hari), dinamis atau mengalami perubahan terus-menerus sesuai dengan pembahan masa, dan tidak anonim.
Yang termasuk prosa usang ialah:

A. Dongeng
yaitu bentuk prosa usang yang semata-mata berdasarkan khayal dan disampaikan secara lisan, Selanjutnya dongeng dibedakan lagi alas:

1. Fabel  
dongeng yang tokoh-tokohnya yaitu hewan
Contoh:
Kancil Yang Cerdik
Bayan Budiman

2. Legenda 
dongeng yang isinya dikaitkan dengan keunikan atau keajaiban alam
Contoh:
Asal-usul Kota Banyuwangi
Sangkuriang 

3. Sage 
dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah
Contoh :
Darmuawulan
Terjadinya Kota Majapahit 

4. Mite 
dongeng lentang dewan-dewa atau makhluk lain yang diauggap memiliki sijat kedewaan, dan sakral
Contoh:
Cerita Gerhana
Nyi Loro Kidul
Hikayat Sang Boma

5. Epos 
Wiracarita/dongeng kepahlawanan
Contoh:
Ramayana
Mahabarata

6. Dongeng Jenaka 
dongeng yang menceritakan kebodohan atau sikap seseorang yang penuh kejenakaan atau lawakan
Contoh:
Pak Pandir
Pak Belalang
Si Lebai Malang
Abu Nawas 

B. Hikayat
yaitu prosa usang yang isinya mengenai kejadian-kejadian di lingkungan istana, wacana keluarga raja.
Contoh:
Hikayat Hang Tuah
Hikayat Si Miskin
Hikayal Panca Tantra
Hikayat Panji Semirang
Hikayat Dalang Indra Kusuma
Hikayat Amir Hamzah 

C. Silsilah atau tambo,
yaitu semacam sejarah, tetapi isinya sudah bercampur dengan khayalan sehingga banyak dongeng yang tidak tercerna oleh pikiran sehat.
Contoh:
Sejarah Melayu
HikayatRaja-raja Pasai
Sejarah Melayu-Bugis

f. Prosa Baru
Yang tergolong prosa gres yaitu roman, novel, cerpen, biografi, drama, kritik, dan esai.

a. Roman
Bentuk prosa gres yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak hingga cukup umur atau meninggal dunia. Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

1. Roman bertendens,
yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang sanggup dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh:
Layar Terkembang oleh : Sutan Takdir Alisyahbana.
Salah Asuhan oleh: Abdul Muis.
Darah Muda oleh: Adinegoro. 

2. Roman sosial,
memperlihatkan gambaran wacana keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan.
Contoh:
Sengsara Membawa Nikmat oleh: Tulis St. Sati.
Neraka Dunia oleh: Adinegoro. 

3. Roman sejarah,
yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh:
Hulubalang Raja oleh: Nur St. Iskandar.
Tambera oleh: Utuy Tatang Sontani.
Surapati oleh: Abdul Muis. 

4. Roman psikologis,
yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan sikap tokoh utamanya.
Contoh:
Atheis oleh: Achdiat Kartamiharja.
Katak Hendak Menjadi Lembu oleh: Nur St. Iskandar.
Belenggu oleh: Armijn Pane. 

5. Roman detektif,
yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang distributor polisi yang tugasnya membongkar aneka macam masalah kejahatan.
Contoh:
Mencari Pencuri Anak Perawan oleh: Suman HS.
Percobaan Seria oleh: Suman HS.
Kasih Tak Terlerai oleh: Suman HS.

b. Novel
Berasal dari Italia yaitu novella 'berita' . Bentuk prosa gres yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut menimbulkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen.
Contoh:
Ave Maria oleh: Idrus
Keluarga Gerilya oleh: Pramoedya Ananta Toer.
Perburuan oleh: Pramoedya Ananta Toer.
Ziarah oleh: Iwan Simatupang.
Surabaya oleh: Idrus 

c. Cerpen
Cerpen Bentuk prosa gres yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi hat itu tidak mengakibatkan perubahannasib pelakunya.
Contoh:
Radio Masyarakat oleh : Rosihan anwar
Bola Lampu oleh : Asrul Sani
Teman Duduk oleh : Moh. Kosim
Wajah yang Bembah oleh : Trisno Sumarjo
Robohnya Surau Kami oleh : A.A. Navis

d. Biografi
Bentuk prosa yang menceritakan riwayat hidup seseorang. Biografi yang menceritakan kehidupan pengarangnya sendiri disebut autobiografi. Contoh:
Hikayat Abdullah oleh: Abdullah bin Abdul kadir Munsi.
Pengalaman Masa Kecil oleh: Nur St Iskandar.

e. Drama
(Yunani: drama 'Tindakan, perbuatan'); karya sastra yang ditulis untuk dipanggungkan, dan bercorak dramatik. Sebuah drama terbagi atas beberapa cuilan yang disebut babak dan babak dibagi atas beberapa adegan.Diawali oleh prolog, yaitu kata pendahuluan yang menarik perhatian penonton ke dalam suasana yang dikehendaki, dan diakhiri oleh epilog, yakni kata-kata yang mengandung iktisar seluruh cerita. Sedang percakapan antara dua pelaku disebut dialog
Contoh:
Nyai Dasimah oleh: Rustandi
Bebasari oleh: Rustam Effendi
Kertajaya oleh: Sanusi Pane
Lukisan Masa oleh: Armijn Pane
Manusia Baru oleh: Sanusi Pane
Sandyangkalaning Majapahit oleh Sanusi Pane
Ken Arok Ken Dedes oleh: Mohamad Yamin
Sedih dan Gembira oleh:Usmar Ismail
Taufan Atas Asia oleh: El Hakim
Bulan Bujur Sangkar oleh: Iwan Simatupang

g. Unsur-unsur Karya Sastra

1. Unsur lntrinsik,
unsur-unsur yang tendapat di dalam diri karya sastra itu sendiri, yakni :
a. Tema (pokok penceritaan)
b. Alur (plot) yaitu jalinan insiden yang membangun dongeng yang memiliki relasi sebab-akibat
c. Penokohan/perwatakan
d. Latar (tempat, waktu, dan suasana yang melingkupi terjadinya cerita)
e. Gaya bahasa penceritaan
f. Sudutpandang
g. Amanat 

2. Unsur Ekstrimik,
unsur-unsur (faktor-faktor) yang terdapat di luar karya sastra yang menghipnotis kelahiran dan keberadaan suatu karya sastra dan mempermudah memahami karya sastra tersebut.
Faktor-faktor tersebut antara lain: biografi pengarang, agama, dan falsafah yang dianut pengarang, sejarah, dan kondisi sosial ekonomi masyrakat yang melatarbelakangi terciptanya karya sastra.

h. Persamaan dan Perbedaan Karmina, Distikon dan Gurindam

Persamaan : Sama-sama dua baris dalam satu bait

Perbedaan : 

Karmina :
baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi. pola :
dahulu karang kini besi, dahulu sayang kini benci.

Distikon :
lebih mementingkan isi di samping irama, tidak terikat (bebas). pola :
berkali kita tinggal,ulangi lagi dan cari nalar

Gurindam :
baris pertama merupakan alasannya yaitu atau duduk kasus sedangkan baris kedua merupakan jawaban atau penyelesaian. pola : kurang pikir kurang siasat,tentu dirimu akan sesat. 

i. Persamaan dan Perbedaan antara Pantun dari Syair

Persamaan :
keduanya mempunym baris yang sama dalam satu bait, yaitu 4 baris.

Perbedaan :
sajak final berirama ab-ab pada pantun dan aa-aa pada syair. 
Pantun berisi sampiran dan isi sedangkan syair merupakan rangkaian cerita.

j. Persamaan dan Perbedaan antara Pantun dan Soneta

Persamaan :
oktaf (8 baris pertama) pada soneta melukiskan alam sama halnya sampiran pada pantun, dan sektet (6 baris terakhir) merupakan kesimpulan dari oktaf, sama halnya dengan isi pada pantun. Peralihan dari oktaf ke sektet dalam soneta disebut volta.

Perbedaan :
terletak dari rumus sajak akhir, soneta rumus persajakan hasilnya masing-masing abba-abba-cdc-dcd sedangkan pantun ab-ab, dan tentu saja jumlah baris pada soneta 14 baris, terdiri dari 4 bait yakni dua buah kuatrain yang disebut oktaf dan dua buah terzina yang disebut sektet, sedangkan pantun hanya 4 baris. Pantun mewakili kesusastraan puisi usang sedangkam soneta mewakili kesusastramn puisi baru.

k. Persamaan dan Perbedaan antara Roman, Novel, dan Cerpen

Persamaan : sama-sama mewakili kesusastraan prosa baru.

Perbedaan :
a. Roman lebih panjang daripada novel dan novel lebih panjang daripada cerpen.
b. Roman menceritakan seluruh kehidupan dari kecil hingga mati, novel menceritakan kejadian yang luar biasa yang mengubah nasib pelaku, dan cerpen hanya menceritakan kejadian dalam kehidupan yang luas.
c. Roman dan novel terdiri atas beberapa alur sedangkan cerpen hanya sate alur.

l. Perbedaan antara Novel dan Hikayat

a. Novel merupakan bentuk kesusastraan gres sedangkan hikayat bentuk kesusastraan lama.
b. Novel lebih pendek daripada roman sedangkan hikayat sama dengan roman.
c. Novel menceritakan kehidupan masyarakat sedangkan hikayat menceritakan kehidupan raja-raja atau dewa-dewa.
d. Novel dihiasi gambaran kehidupan yang realistis sedangkan hikayat dihiasi dongengan yang serba indah dan fantastis. 

m. Aliran-aliran Kesusastraan

1. Realisme,
Aliran kesusastraan yang mengambil realitas sebagai unsur terpenting bagi karya sastra. Jadi, merupakan pedoman yang berlandaskan pada kenyataan sehari-hari yang hidup dalam suatu masyarakat.
Realisme dibagi menjadi :
a. lmpresionisme, pedoman yang mementingkan kesan sepintas dalam karya sastra.
b. Naturalisme, cuilan dari realisme, yang cenderung melukiskan segi-segi bentuk atau kebobrokan yang terdapat dalam lingkungan masyarakat.
c. Determinisme, cabang naturalisme, yang menampilkan semacam paksaan nasib atas pelakunya. Dalam hal ini nasib bukan yang dikarenakan ketidakmampuan pelaku, tetapi lantaran keadaan masyarakat, penyakit keturunan, dll. 

2. Ekspresionisme,
Aliran yang menampilkan curahan atau gejolak jiwa pengarang sendiri. Kebanyakan dipakai dalarn puisi. Ekspresionisme dibagi menjadi :
a. Romantik, pedoman yang terlalu mengutamakan perasaan; bahkan adakala penuh angan-angan yang menyeret kita pada alam yang fantastis.
b. Simbolik, pedoman yang mempelajari pemakaian citraan yang kasatmata untuk mengungkapkan perasaan atau wangsit yang abstrak.
c. Surealisme, pedoman yang berusaha mengungkapkan efek bawah sadar.
d. Psikologisme,aliran yang mengutamakan penguraian jiwa tokoh dalam karya sastra berdasarkan teori psikologi yang dipergunakan pengarangnya.

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Wednesday, March 29, 2017

Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Manusia

Pada bab sebelumnya telah dibahas bahwa makhluk hidup tumbuh dan berkembang. Demikian juga halnya dengan manusia. Walaupun sama-sama sebagai manusia, bayi yang gres lahir tentu berbeda dengan orang dewasa.
Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya, Pertumbuhan insan dihubungkan dengan penambahan jumlah dan ukuran sel tubuh manusia. Misalnya ketika gres lahir beratmu sekitar 3 kg, pada umur 6 bulan beratnya menjadi 8 – 9 kg dan kini mungkin beratmu sekitar 35 kg. Selain berat tubuh tinggi kita juga bertambah, volume tubuh kita juga membesar. Makara aspek yang dilihat dalam pertumbuhan insan sama dengan pertumbuhan makhluk hidup pada umumnya.


Tidak ibarat pada makhluk hidup lainnya, pada insan perkembangan bukan hanya menyangkut duduk kasus kemampuan berkembang biak (reproduksi) namun juga banyak aspek lainnya, contohnya kemampuan berpikir dan kemampuan emosional. Dapatkah kau menemukan perubahan apa sajakah yang terjadi dari bayi hingga dewasa?


Tahapan Perkembangan Manusia

Perkembangan pada insan diawali melalui proses pembuahan. Proses pembuahan yaitu pertemuan antara sel telur yang berasal dari wanita (ibu) dengan sel sperma yang berasal dari laki-laki (ayah).

Inti sel sperma akan bergabung/melebur dengan inti sel telur dan terbentuk sebuah sel gres yang disebut zigot. Zigot ini akan senantiasa membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Zigot yang telah membelah menjadi banyak sel tadi akan berubah menjadi embrio, kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu, dari mulai proses pembuahan hingga kelahiran ialah kurang lebih 9 bulan.

Perkembangan janin selama di dalam rahim dibagi dalam tiga tahapan. Lamanya waktu pada setiap tahapan ialah tiga bulan :

1. Trimester Pertama
Tiga bulan pertama embrio berubah menjadi janin yang panjangnya kurang lebih 5,5 cm. Janin sudah berbentuk ibarat insan walaupun ukuran kepalanya sangat besar. Di simpulan tiga bulan pertama ini janin juga sudah mulai sanggup menggerakkan tangan dan kakinya.

2. Trimester Kedua
Pada tiga bulan kedua, janin sudah semakin berkembang dan panjangnya sudah mencapai kurang lebih 19 cm. Tangan dan kakinya telah berkembang bahkan jari-jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk, muka tumbuh memanjang. Pada tiga bulan kedua ini detak jantung janin juga sudah mulai bisa dideteksi. Gerakan janin juga mulai aktif.

3. Trimester Ketiga
Di tiga bulan ketiga terjadi pertumbuhan ukuran janin sangat cepat. Ukuran tubuh sudah proporsional ibarat bayi. Karena ukuran tubuhnya semakin besar, janin tidak terlalu leluasa bergerak di dalam rahim. Menjelang kelahiran bayi pada umumnya sudah mencapai panjang sekitar 50 cm. Berikutnya janin akan lahir ke dunia dan disebutlah dengan sebutan bayi.

Bagaimana Janin Memperoleh Makanan?

Janin mendapatkan semua zat hara dan oksigen dari pasokan darah ibunya. Tetapi, darah janin itu tak pernah pribadi bercampur dengan darah ibunya. Janin menciptakan darah sendiri dan berafiliasi dengan darah ibunya melalui plasenta. Plasenta menghubungkan dinding rahim ibu dengan tali pusar bayi. Maelalui plasenta inilah ibu dan janin mempertukarkan zat hara/makanan, gas-gas dan sisa buangan.

Masa Setelah kelahiran....

1. Masa Balita dan Anak-anak
Pernahkah kau memerhatikan seorang bayi? Pada ketika dilahirkan, seorang bayi bahwasanya telah mempunyai organ dan sistem organ sebagaimana orang dewasa, namun organ-organ tersebut belum matang. Misalnya, bayi mempunyai kaki namun belum bisa berjalan dan mempunyai tangan namun belum sanggup memegang dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia, organ-organ pada bayi juga akan berkembang.

Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai berguru berjalan dan mengendalikan fungsi anggota tubuh lainnya ibarat tangan, kepala, mulut.Organ- organ tersebut akan semakin matang pada ketika usia anak-anak. Pada ketika usia masuk sekolah (sekitar usia 5 tahun), perkembangan organ anak biasanya sudah cukup matang, kecuali organ reproduksi.

2. Masa remaja atau Puberitas
Masa puberitasas ialah masa ketika organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas bisanya dimulai ketika berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.Pada masa inilah kau berada sekarang.

Apakah kau pernah memerhatikan perubahan fisik yang terjadi padamu ketika ini?

Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi. Pada umumnya, organ reproduksi anak wanita lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak laki-laki.

Ciri-ciri pubertas secara fisik sanggup diuraikan sebagai berikut :
a. Ciri kelamin primer
  • Organ kelamin telah bisa memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam t3st1s, sedangkan wanita mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
  • Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah" yaitu proses keluarnya sperma atau air mani. Pada wanita ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
b. Ciri kelamin sekunder

Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan bunyi menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bab pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih berangasan dan pori-pori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya infeksi di tempat muka.

Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya infeksi di tempat muka.

Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis
Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis sanggup diuraikan sebagai berikut.

a. Mencari identitas diri
Dalam perjuangan mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan lantaran dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum remaja namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melaksanakan hal coba-coba lantaran rasa ingin tahu yang sangat besar.

b. Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja ialah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian ijab kabul pada usia remaja belum diperbolehkan lantaran secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja sanggup besar lengan berkuasa negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya.


Salah satu ciri pubertas pada anak wanita ialah menstruasi. Apakah menstruasi itu?

Pada ketika wanita yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara ritun mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar empat ahad (28 hari) sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai persiapan jikalau sel telur dibuahi

Oleh alasannya itu, jikalau dalam simpulan siklus tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, kemudian mati dan alhasil meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsungselama i hingga 8 hari.

3. Masa Dewasa dan Tua
Setelah melewati masa remaja, kau akan memasuki masa remaja sebagai tahapan selanjutnya dari perkembangan manusia. Pada masa ini pertumbuhan tubuhmu mencapai ukuran maksimal. Tinggi badanmu akan terhenti pada usia sekitar dua puluh tahunan. Selama masa dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang, berpotensi untuk terus belajar, menyebarkan diri dalam hal keterampilan, dan aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan terus berprestasi.

Segala potensi pada masa remaja akan mengalami kemunduran ketika memasuki masa tua. Ini terjadi pada usia sekitar 60 – 65 tahun. Tubuh semakin renta, wajah dan tangan mulai keriput, kesehatan menurun, kecerdasan menurun, bahkan pada usia lanjut orang gampang lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Pada masa ini aktivitasnya menurun dan mulai sulit melaksanakan kegiatan sehari-hari, ibarat berjalan dan lain-lain.


Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Tuesday, March 28, 2017

Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran badan yang mencakup tinggi, berat, dan volume badan yang bersifat ireversibel(tak sanggup kembali ke bentuk semula).
Sebagai pola : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan berat sapi, badan bawah umur bertambah besar saat menginjak remaja dan lain sebagainya. Pertumbuhan bersifat kualitatif/punya nilai yang sanggup diukur dalam angka.


Selama hidupnya makhluk hidup selain mengalami pertumbuhan juga mengalami perkembangan.

Perkembangan merupakan proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan, sanggup berupa perubahan bentuk, susunan dan fungsi organ-organ badan menuju kedewasaan/kesempurnaan. Sebagai pola : perubahan biji menjadi kecambah, perubahan telur menjadi anak ayam, pohon mangga berbunga. Dalam perubahan tersebut perbedaan ukurannya tidak terlalu besar/mencolok namun terjadi perubahan besar yang tidak sanggup diukur berupa perubahan bentuk.

Contoh perkembangan yang terperinci sanggup dilihat dari siklus hidup kupu-kupu. Kupu-kupu mengalami metamorfosis (proses perubahan bentuk selama pertumbuhan mahluk hidup hingga mencapai bentuk dewasa) :

Proses perkembangan yang sudah memasuki tahap final salah satu cirinya yaitu kematangan organ-organ reproduksi. Pada flora hal ini sanggup diamati dengan terperinci yakni dengan munculnya bunga pada flora yang telah dewasa. Mengapa makhluk hidup bereproduksi? Reproduksi merupakan salah satu perjuangan makhluk hidup untuk mempertahankan kelestarian jenisnya.

Pada insan kematangan organ-organ reproduksi ditandai dengan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder :

Pria :
Muncul jakun
Muncul kumis dan janggut
bunyi membesar

Wanita :
Pinggul dan dada membesar
mengalami menstruasi
kulit menghalus

mengenai pertumbuhan dan perkembangan insan akan dibahas sendiri ( Klik link ini : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia )

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

1. Faktor Dalam Tubuh Makhluk Hidup (Internal)

a. Gen
Gen yaitu substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada anakannya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, contohnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya.

b. Hormon
Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan banyak sekali fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memperlihatkan dampak yang konkret dalam pengaturan banyak sekali proses dalam tubuh.

1) Hormon pada tumbuhan
Hormon pada flora sering disebut fitohormon. Beberapa di antaranya yaitu auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.
a) Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru.
b) Sitokinin, memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c) Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada flora tertentu, giberelin sanggup mengakibatkan munculnya bunga lebih cepat dan tinggi tumbuhan melebihi tumbuhan normal.
d) Etilen, berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan mengakibatkan penuaan daun.
e) Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.

2) Hormon pada hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada binatang yaitu sebagai berikut.
a) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
b) Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
c) Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada binatang Invertebrata.

3) Hormon pada manusia
Beberapa hormon pertumbuhan pada insan antara lain sebagai berikut :
a) Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini sanggup menimbulkan mixoedema yaitu kegemukan.
b) Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH), hormon ini dihasilkan oleh hipofisis cuilan depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya yaitu memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal kalau kekurangan hormon pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan menimbulkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya kalau kekurangan akan mengakibatkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi sesudah dewasa, akan mengakibatkan membesarnya cuilan badan tertentu, ibarat pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.
c) Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya gejala kelamin se-
kunder pada pria.
d) Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya gejala kelamin sekunder pada wanita.

2. Faktor Luar (Eksternal)
Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yaitu sebagai berikut :

a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan materi baku dan sumber energi yang dipakai untuk aktivitas, perumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Kualitas dan kuantitas masakan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Zat gizi yang diharapkan insan dan binatang yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diharapkan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air maupun yang diperoleh dari udara. 
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Suhu ini disebut suhu optimum, contohnya suhu badan insan yang normal yaitu sekitar 37°C. Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, saat ditanam di tempat pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya.
c. Cahaya
Cahaya besar lengan berkuasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis.
d. Air
Air  merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak sanggup bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia dalam sel-sel badan tidak akan terjadi sehingga makhluk hidup tersebut akan mati.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan dan perkembangan flora dimulai semenjak perkecambahan biji. Kecambah kemudian berubah menjadi flora kecil yang sempurna. Pertumbuhan pada flora terjadi di tempat meristematis (titik tumbuh), yaitu cuilan yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium.
1. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer yaitu pertumbuhan yang terjadi akhir acara jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Jaringan meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang flora bertambah panjang.

2. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh acara jaringan meristem sekunder. Jaringan meristem sekunder contohnya jaringan kambium pada batang flora dikotil dan Gymnospermae. Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah. Pembelahan ke arah dalam membentuk xilem atau kayu sedangkan pembelahan keluar membentuk floem atau kulit kayu. Akibat acara jaringan meristem pada kambium, diameter batang dan akar bertambah besar.

Perkembangan pada flora merupakan diferensiasi atau spesialisasi sel atau bagian-bagian flora untuk melaksanakan fungsi khusus (menjadi dewasa). Perkembangan pada tingkat sel contohnya sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem mengalami diferensiasi membentuk jaringan pengangkut, penyokong, pelindung dan lain sebagainya. Contoh perkembangan pada tingkat organ contohnya terbentuknya organ generatif yaitu munculnya bunga.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada binatang terjadi di seluruh cuilan tubuh, berbeda dengan flora yang terjadi hanya di tempat meristem saja. Pertumbuhan dan perkembangan pada binatang diawali semenjak terbentuknya zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga binatang mencapai usia dewasa.

1. Fase Embrionik
Zigot terbentuk dari hasil pertemuan ovum dengan sperma (terjadi pembuahan/fertilisasi). Kemudian zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam beberapa tahap, yaitu pembelahan zigot, tahap morula, blastula, gastrula, dan organogenesis.

2. Fase Pascaembrionik
Pertumbuhan pascaembrionik dimulai saat binatang lahir atau menetas hingga dewasa.

Perkembangan pada sebagian  binatang sanggup diamati dengan terperinci melalui proses metamorfosisi

Metamorfosis
 Metamorfosis yaitu kejadian perubahan bentuk badan secara sedikit demi sedikit yang dimulai dari larva hingga dewasa. Contoh binatang yang mengalami metamorfosis yaitu katak. Katak pada awalnya berupa berudu/kecebong yang hidup di air dan bernapas dengan insang luar tetapi kemudian berganti menjadi insang dalam. Beberapa waktu kemudian terbentuk tutup insang dan kaki belakang. Setelah berumur tiga bulan, berudu mengalami metamorfosis yang ditandai terbentuknya paru-paru dan empat kaki, hilangnya insang dan ekor, kemudian menjadi bentuk katak yang hidup di darat.



Berdasarkan prosesnya metamorfosis dibedakan menjadi dua :

a. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis tepat ditandai bentuk larva dengan binatang remaja jauh berbeda. Tahapan dalam metamorfosis sempurna, Contoh metamorfosis tepat contohnya pada katak dan kupu-kupu. Tahapan metamorfosis pada kupu-kupu yaitu : telur → larva → pupa (kepompong) → remaja (imago)

b. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)
Serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, bentuk serangga yang gres menetas (nimfa) tidak jauh berbeda dengan bentuk serangga remaja (imago). Contoh metamorfosis tidak sempurna  contohnya pada jangkrik dan belalang. Urutan daur hidup serangga yang mengalami metamorfosis tidak tepat yaitu sebagai berikut : telur → nimfa → remaja (imago)



Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Saturday, March 18, 2017

Matematika Smp : Lingkaran

Unsur-Unsur Lingkaran


dari gambar terlihat bahwa panjangnya diameter ( d ) sama dengan 2 kali jari-jari ( r ) lingkaran.

AB = OA + OB

sehingaga berlaku kekerabatan antara diameter dan jari-jari lingkaran :









Keliling dan Luas Lingkaran

Keliling Lingkaran ( K ) :


Keliling bundar biasanya juga dihubungkan dengan jarak tempuh suatu bundar / roda yang berputar.
hubungan antara jarak tempuh ( s ), keliling bundar ( K ) dan banyak putaran ( n ) yakni :





Luas Lingkaran ( L ) :









Untuk lebih jelasnya perhatikan pola soal di bawah ini :

Hitunglah keliling dan luas kawasan yang diarsir di bawah ini....


untuk menghitung keliling pada prinsipnya yakni menghitung panjang garis tepi suatu bidang.


( i ) K = K1/2O + K1/2O + 28 + 28 = K O + 56 = π d + 56 = 22/7 . 14 + 56 = 100 cm


( ii ) K = K1/4O + 10 + 10 = 1/4. 2 . π . r + 20 = 1/4. 2 . 3,14.10 + 20 = 15,7 + 20 = 35,7 cm

( iii ) K = K1/2O + 21 + 21 + 21 = 1/2 π d + 63 = 1/2 22/7 . 21 + 63 = 96 cm

( iv ) K = K1/2Obesar + K1/2Okecil + K1/2Okecil  = K1/2Obesar + KOkecil

           = 1/2 π d1 + π d2 = 1/2 .3,14.20 + 3,14.10 = 62,8 cm


( i ) L = Lpersegi panjang - L1/2O - L1/2O = p.l - L O = 28.14 - 1/4.22/7 .142 = 238 cm2

( ii ) L = L1/4O = 1/4 . π . r2 = 1/4.3,14.102 = 78,5 cm2

( iii ) L = Lpersegi + L1/2O = s2 + 1/2 .1/4 π d2 = 212 1/2. 1/4. 22/7 . 212 = 614,25 cm2

( iv ) L = L1/2Obesar - L1/2Okecil + L1/2Okecil  = L1/2Obesar = 1/2 .1/4 .3,14.202 = 157 cm2


bagaimana....  sudah ada citra tentang bahan lingkaran ini ?

 Jika sudah Coba kerjakan soal perihal luas bundar di bawah ini...

Gimana ? ada duduk kasus ? klo masih resah saya kasih caranya... jadi kalian tinggal menghitung luasnya...

( a ). bidang yang pertama tidak ada duduk kasus kan? ya.. rumusnya : L = Lpersegi - L1/4O

(b ). bidang yang kedua ada hubungannya dengan bidang yang pertama... coba kalian perhatikan bekerjsama luas bidang yang kedua ini sama dengan dua kali luas bidang yang pertama sehingga  L = ( Lpersegi - L1/4O ) . 2

( c ). bidang yang ketiga juga ada hubungannya dengan bidang yang kedua... yaitu luas persegi dikurangi luas bidang yang kedua... Hmm.. tapi klo merasa rumit.. juga dapat dicari dengan cara L = L1/2O - Lpersegi 

biar lebih jelas... kalian praktekkan sendiri dengan menciptakan 2 buah bidang seperempat lingkaran... lalu tumpang tindihkan ibarat bidang yang ke tiga... bab yang diarsir merupakan bab yang saling tumpang tindih...yang luasnya sama dengan 2 kali luas seperempat bundar dikurangi luas persegi...

Perbandingan Keliling dan Luas Lingkaran dengan Jari-jarinya









Jadi kalau ditanyakan luas bundar yang diketahui perbandingan jari-jari dengan bundar lain yang telah diketahui luasnya Kita tidak perlu mencari panjang jari-jarinya terlebih dahulu.... cukup dengan rumus perbandingan di atas.... 
Sebuah bundar memiliki luas 100 cm2, kalau jari-jarinya diperbesar menjadi 2 kali maka luasnya menjadi?



 



dikali silang jadinya....





Busur, Juring dan Tembereng


Bersambung....
Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com