Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Sunday, April 2, 2017

Sistem Saraf (Koordinasi) Pada Manusia

Tubuh insan terdiri atas organ-organ tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Agar organ-organ tubuh sanggup bekerja sama dengan baik, diharapkan adanya koordinasi (pengaturan). Pada insan dan sebagian besar hewan, koordinasi dilakukan oleh sistem saraf, sistem indra, dan sistem hormon. Dalam belahan ini hanya akan dibahas wacana sistem saraf .

Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas yakni kemampuan menanggapi rangsangan. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:

a. Reseptor, yakni alat peserta rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor yakni organ indera.
b. Konduktor (Penghantar impuls), dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri. Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut neuron.
c. Efektor, yakni belahan tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting pada insan yakni otot dan kelenjar (hormon). Otot menanggapi rangsang yang berupa gerakan tubuh, sedangkan hormon menaggapi rangsang dengan meningkatkan/menurunkan acara organ tubuh tertentu. Misalnya : mempercepat/memperlambat denyut jantung, melebarkan/menyempitkan pembuluh darah dan lain sebagainya.

1. Sel Saraf (Neuron)

Sistem saraf tersusun oleh sel-sel saraf atau neuron. Neuron inilah yang berperan dalam menghantarkan impuls (rangsangan). Sebuah sel saraf terdiri tiga belahan utama yaitu tubuh sel, dendrit dan neurit (akson).



a. Badan sel
Badan sel saraf merupakan belahan yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk mendapatkan rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma. Inti sel berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron). Di dalam sitoplasma terdapat
mitokondria yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk membawa rangsangan.

b. Dendrit
Dendrit yakni serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan ekspansi dari tubuh sel. Dendrit berfungsi untuk mendapatkan dan mengantarkan rangsangan ke tubuh sel.

c. Neurit (akson)
Neurit berfungsi untuk membawa rangsangan dari tubuh sel ke sel saraf lain. Neurit dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung myelin yang terdiri atas ekspansi membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk isolator dan pemberi makan sel saraf. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh selubung mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.

Antara neuron satu dengan neuron satu dengan neuron berikutnya tidak bersambungan secara eksklusif tetapi membentuk celah yang sangat sempit. Celah antara ujung neurit suatu neuron dengan dendrit neuron lain tersebut dinamakan sinapsis. Pada belahan sinapsis inilah suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter (misalnya asetilkolin) menyeberang untuk membawa impuls dari ujung neurit suatu neuron ke dendrit neuron berikutnya.

2. Macam-macam Neuron (Sel Saraf)

a. Saraf sensorik
saraf sensorik yakni saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari reseptor (indra) ke saraf pusat(otak dan sumsum tulang belakang).
b. Saraf motorik
saraf motorik yakni saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari saraf sentra susunan saraf ke efektor (otot dan kelenjar).
c. Saraf konektor
saraf konektor yakni saraf yang menghubungkan rangsangan (impuls) dari saraf sensorik ke saraf motorik.

3. Macam-macam Gerak

Gerakan merupakan salah satu cara tubuh dalam mengagapi rangsangan. Berdasarkan jalannya rangsangan (impuls) gerakan dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Gerak sadar
Gerak sadar atau gerak biasa yakni gerak yang terjadi alasannya yakni disengaja atau disadari. Pada gerak sadar ini, gerakan tubuh dikoordinasi oleh otak. Rangsangan yang diterima oleh reseptor (indra) disampaikan ke otak melalui neuron sensorik. Di otak rangsangan tadi diartikan dan diputuskan apa yang akan dilakukan. Kemudian otak mengirimkan perintah ke efektor melalui neuron motorik. Otot (efektor) bergerak melakukan perintah otak. Contoh gerak sadar contohnya : menulis, membuka payung, mengambil makanan atau berjalan.
Skema gerak sadar :

Rangsangan(Impuls) --> Reseptor(Indra) --> Saraf sensorik 

--> Otak  --> Saraf motorik --> Efektor (Otot)


b. Gerak Refleks (Tak Sadar)
Gerak refleks yakni gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini tidak melewati otak namun hanya hingga sumsum tulang belakang. Gerak refleks contohnya terjadi ketika kita mengangkat kaki alasannya yakni menginjak benda runcing, gerakan tangan ketika tidak sengaja menjatuhkan buku, gerakan ketika menghindari goresan dan lain sebagainya.
Skema gerak refleks :

Rangsangan(Impuls) --> Reseptor(Indra) --> Saraf sensorik 

--> Sumsum Tulang Belakang --> Saraf motorik --> Efektor (Otot)


4. Susunan Sistem Saraf Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf insan tersusun dari sistem saraf sentra dan sistem saraf tepi. Sistem saraf sentra terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.


A. Sistem saraf pusat

1) Otak
Otak merupakan sentra pengatur dari segala kegiatan manusia. Otak terletak di rongga tengkorak dan
dibungkus oleh tiga lapis selaput berpengaruh yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut duramater, paling dalam yakni piamater dan yang tengah disebut arachnoid. Di antara ketiga selaput tersebut terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi untuk mengurangi benturan atau goncangan. Peradangan
yang terjadi pada selaput ini dinamakan meningitis. Penyebabnya bisa alasannya yakni abses virus. Otak insan terbagi menjadi tiga belahan yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan sumsum lanjutan.


a) Otak besar (cerebrum)
Otak besar mempunyai permukaan yang berlipat-lipat dan terbagi atas dua belahan. Belahan otak kiri melayani tubuh sebelah kanan dan belahan otak kanan melayani tubuh sebelah kiri. Otak besar terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar berwarna kelabu disebut korteks, berisi badan-badan sel saraf. Lapisan dalam berwarna putih berisi serabut-serabut saraf (neurit/akson). Otak besar berfungsi sebagai pusat kegiatan-kegiatan yang disadari seperti berpikir, mengingat, berbicara, melihat, mendengar, dan bergerak.

b) Otak Kecil (Cerebellum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar belahan belakang. Susunan otak kecil menyerupai otak besar. Terdiri atas belahan kanan dan kiri. Belahan kanan dan kiri otak kecil dihubungkan oleh jembatan Varol. Terbagi menjadi dua lapis sama menyerupai otak besar yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasi kerja otot-otot ketika kita bergerak.

c) Sumsum lanjutan
Sumsum lanjutan (medula Oblongata) terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam yang berwarna kelabu alasannya yakni banyak mengandung tubuh sel-sel saraf dan lapisan luar berwarna putih alasannya yakni berisi neurit (akson). Sumsum lanjutan berfungsi sebagai sentra pengendali pernapasan, menyempitkan pembuluh darah, mengatur denyut jantung, mengatur suhu tubuh dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak disadari.

2). Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher hingga ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh selaput
meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang belahan luar tampak berwarna putih (substansi alba) alasannya yakni banyak mengandung akson (neurit) dan belahan dalam yang berbentuk menyerupai kupu-kupu, berwarna kelabu (substansi grissea) alasannya yakni banyak mengandung tubuh sel-sel saraf.

Sumsum tulang belakang berfungsi untuk:
a) menghantarkan impuls dari dan ke otak,
b) memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.


B. Sistem saraf tepi

1) Sistem saraf somatis
Sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar Proses yang dipengaruhi saraf sadar, berarti kau sanggup memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah efek sistem ini. Misalnya ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, arahan dari indera pendengaran akan hingga ke otak. Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan arahan ke kaki untuk berjalan mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu.

Sistem saraf somatis terdiri atas :
a. Saraf otak (saraf cranial), saraf otak terdapat pada belahan kepala yang keluar dari otak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang.
b. Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang . Saraf sumsum tulang belakang berfungsi untuk meneruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf sentra juga meneruskan impuls dari sistem saraf sentra ke semua otot rangka tubuh.

2) Sistem saraf autonom (tak sadar)
Sistem saraf autonom merupakan belahan dari susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak sanggup disadari dan bekerja secara otomatis. Sistem saraf autonom mengendalikan kegiatan organ-organ dalam menyerupai otot perut, pembuluh darah, jantung dan alat-alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom terdiri atas dua macam yaitu:
a. Sistem saraf simpatik
b. Sistem saraf parasimpatik

Sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik bekerja secara antagonis (berlawanan) dalam mengendalikan kerja suatu organ. Organ atau kelenjar yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik disebut sistem pengendalian ganda.

Fungsi dari sistem saraf simpatik yakni sebagai berikut :
• Mempercepat denyut jantung.
• Memperlebar pembuluh darah.
• Memperlebar bronkus.
• Mempertinggi tekanan darah
• Memperlambat gerak peristaltis.
• Memperlebar pupil.
• Menghambat sekresi empedu.
• Menurunkan sekresi ludah.
• Meningkatkan sekresi adrenalin.

Sistem saraf parasimpatik mempunyai fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem
saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung.

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Wednesday, March 29, 2017

Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Manusia

Pada bab sebelumnya telah dibahas bahwa makhluk hidup tumbuh dan berkembang. Demikian juga halnya dengan manusia. Walaupun sama-sama sebagai manusia, bayi yang gres lahir tentu berbeda dengan orang dewasa.
Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya, Pertumbuhan insan dihubungkan dengan penambahan jumlah dan ukuran sel tubuh manusia. Misalnya ketika gres lahir beratmu sekitar 3 kg, pada umur 6 bulan beratnya menjadi 8 – 9 kg dan kini mungkin beratmu sekitar 35 kg. Selain berat tubuh tinggi kita juga bertambah, volume tubuh kita juga membesar. Makara aspek yang dilihat dalam pertumbuhan insan sama dengan pertumbuhan makhluk hidup pada umumnya.


Tidak ibarat pada makhluk hidup lainnya, pada insan perkembangan bukan hanya menyangkut duduk kasus kemampuan berkembang biak (reproduksi) namun juga banyak aspek lainnya, contohnya kemampuan berpikir dan kemampuan emosional. Dapatkah kau menemukan perubahan apa sajakah yang terjadi dari bayi hingga dewasa?


Tahapan Perkembangan Manusia

Perkembangan pada insan diawali melalui proses pembuahan. Proses pembuahan yaitu pertemuan antara sel telur yang berasal dari wanita (ibu) dengan sel sperma yang berasal dari laki-laki (ayah).

Inti sel sperma akan bergabung/melebur dengan inti sel telur dan terbentuk sebuah sel gres yang disebut zigot. Zigot ini akan senantiasa membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Zigot yang telah membelah menjadi banyak sel tadi akan berubah menjadi embrio, kemudian menjadi janin dalam rahim ibu. Lamanya waktu janin tumbuh dan berkambang di dalam rahim ibu, dari mulai proses pembuahan hingga kelahiran ialah kurang lebih 9 bulan.

Perkembangan janin selama di dalam rahim dibagi dalam tiga tahapan. Lamanya waktu pada setiap tahapan ialah tiga bulan :

1. Trimester Pertama
Tiga bulan pertama embrio berubah menjadi janin yang panjangnya kurang lebih 5,5 cm. Janin sudah berbentuk ibarat insan walaupun ukuran kepalanya sangat besar. Di simpulan tiga bulan pertama ini janin juga sudah mulai sanggup menggerakkan tangan dan kakinya.

2. Trimester Kedua
Pada tiga bulan kedua, janin sudah semakin berkembang dan panjangnya sudah mencapai kurang lebih 19 cm. Tangan dan kakinya telah berkembang bahkan jari-jari tangan dan kaki sudah mulai terbentuk, muka tumbuh memanjang. Pada tiga bulan kedua ini detak jantung janin juga sudah mulai bisa dideteksi. Gerakan janin juga mulai aktif.

3. Trimester Ketiga
Di tiga bulan ketiga terjadi pertumbuhan ukuran janin sangat cepat. Ukuran tubuh sudah proporsional ibarat bayi. Karena ukuran tubuhnya semakin besar, janin tidak terlalu leluasa bergerak di dalam rahim. Menjelang kelahiran bayi pada umumnya sudah mencapai panjang sekitar 50 cm. Berikutnya janin akan lahir ke dunia dan disebutlah dengan sebutan bayi.

Bagaimana Janin Memperoleh Makanan?

Janin mendapatkan semua zat hara dan oksigen dari pasokan darah ibunya. Tetapi, darah janin itu tak pernah pribadi bercampur dengan darah ibunya. Janin menciptakan darah sendiri dan berafiliasi dengan darah ibunya melalui plasenta. Plasenta menghubungkan dinding rahim ibu dengan tali pusar bayi. Maelalui plasenta inilah ibu dan janin mempertukarkan zat hara/makanan, gas-gas dan sisa buangan.

Masa Setelah kelahiran....

1. Masa Balita dan Anak-anak
Pernahkah kau memerhatikan seorang bayi? Pada ketika dilahirkan, seorang bayi bahwasanya telah mempunyai organ dan sistem organ sebagaimana orang dewasa, namun organ-organ tersebut belum matang. Misalnya, bayi mempunyai kaki namun belum bisa berjalan dan mempunyai tangan namun belum sanggup memegang dengan baik. Seiring dengan bertambahnya usia, organ-organ pada bayi juga akan berkembang.

Pada usia 1 atau 2 tahun, bayi akan mulai berguru berjalan dan mengendalikan fungsi anggota tubuh lainnya ibarat tangan, kepala, mulut.Organ- organ tersebut akan semakin matang pada ketika usia anak-anak. Pada ketika usia masuk sekolah (sekitar usia 5 tahun), perkembangan organ anak biasanya sudah cukup matang, kecuali organ reproduksi.

2. Masa remaja atau Puberitas
Masa puberitasas ialah masa ketika organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas bisanya dimulai ketika berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.Pada masa inilah kau berada sekarang.

Apakah kau pernah memerhatikan perubahan fisik yang terjadi padamu ketika ini?

Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi. Pada umumnya, organ reproduksi anak wanita lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak laki-laki.

Ciri-ciri pubertas secara fisik sanggup diuraikan sebagai berikut :
a. Ciri kelamin primer
  • Organ kelamin telah bisa memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam t3st1s, sedangkan wanita mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
  • Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah" yaitu proses keluarnya sperma atau air mani. Pada wanita ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
b. Ciri kelamin sekunder

Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan bunyi menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bab pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih berangasan dan pori-pori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya infeksi di tempat muka.

Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya infeksi di tempat muka.

Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis
Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya. Ciri-ciri pubertas secara psikis sanggup diuraikan sebagai berikut.

a. Mencari identitas diri
Dalam perjuangan mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan lantaran dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum remaja namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melaksanakan hal coba-coba lantaran rasa ingin tahu yang sangat besar.

b. Mulai tertarik kepada lawan jenis
Masa remaja ialah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian ijab kabul pada usia remaja belum diperbolehkan lantaran secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja sanggup besar lengan berkuasa negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya.


Salah satu ciri pubertas pada anak wanita ialah menstruasi. Apakah menstruasi itu?

Pada ketika wanita yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara ritun mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar empat ahad (28 hari) sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai persiapan jikalau sel telur dibuahi

Oleh alasannya itu, jikalau dalam simpulan siklus tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, kemudian mati dan alhasil meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsungselama i hingga 8 hari.

3. Masa Dewasa dan Tua
Setelah melewati masa remaja, kau akan memasuki masa remaja sebagai tahapan selanjutnya dari perkembangan manusia. Pada masa ini pertumbuhan tubuhmu mencapai ukuran maksimal. Tinggi badanmu akan terhenti pada usia sekitar dua puluh tahunan. Selama masa dewasa, pemahaman emosional akan terus berkembang, berpotensi untuk terus belajar, menyebarkan diri dalam hal keterampilan, dan aktualisasi diri, bekerja, membina hubungan sosial, dan terus berprestasi.

Segala potensi pada masa remaja akan mengalami kemunduran ketika memasuki masa tua. Ini terjadi pada usia sekitar 60 – 65 tahun. Tubuh semakin renta, wajah dan tangan mulai keriput, kesehatan menurun, kecerdasan menurun, bahkan pada usia lanjut orang gampang lupa dan membutuhkan banyak istirahat, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat. Pada masa ini aktivitasnya menurun dan mulai sulit melaksanakan kegiatan sehari-hari, ibarat berjalan dan lain-lain.


Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Tuesday, March 28, 2017

Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran badan yang mencakup tinggi, berat, dan volume badan yang bersifat ireversibel(tak sanggup kembali ke bentuk semula).
Sebagai pola : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan berat sapi, badan bawah umur bertambah besar saat menginjak remaja dan lain sebagainya. Pertumbuhan bersifat kualitatif/punya nilai yang sanggup diukur dalam angka.


Selama hidupnya makhluk hidup selain mengalami pertumbuhan juga mengalami perkembangan.

Perkembangan merupakan proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan, sanggup berupa perubahan bentuk, susunan dan fungsi organ-organ badan menuju kedewasaan/kesempurnaan. Sebagai pola : perubahan biji menjadi kecambah, perubahan telur menjadi anak ayam, pohon mangga berbunga. Dalam perubahan tersebut perbedaan ukurannya tidak terlalu besar/mencolok namun terjadi perubahan besar yang tidak sanggup diukur berupa perubahan bentuk.

Contoh perkembangan yang terperinci sanggup dilihat dari siklus hidup kupu-kupu. Kupu-kupu mengalami metamorfosis (proses perubahan bentuk selama pertumbuhan mahluk hidup hingga mencapai bentuk dewasa) :

Proses perkembangan yang sudah memasuki tahap final salah satu cirinya yaitu kematangan organ-organ reproduksi. Pada flora hal ini sanggup diamati dengan terperinci yakni dengan munculnya bunga pada flora yang telah dewasa. Mengapa makhluk hidup bereproduksi? Reproduksi merupakan salah satu perjuangan makhluk hidup untuk mempertahankan kelestarian jenisnya.

Pada insan kematangan organ-organ reproduksi ditandai dengan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder :

Pria :
Muncul jakun
Muncul kumis dan janggut
bunyi membesar

Wanita :
Pinggul dan dada membesar
mengalami menstruasi
kulit menghalus

mengenai pertumbuhan dan perkembangan insan akan dibahas sendiri ( Klik link ini : Pertumbuhan dan Perkembangan pada Manusia )

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

1. Faktor Dalam Tubuh Makhluk Hidup (Internal)

a. Gen
Gen yaitu substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada anakannya. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, contohnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya.

b. Hormon
Hormon merupakan zat yang dihasilkan makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan banyak sekali fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memperlihatkan dampak yang konkret dalam pengaturan banyak sekali proses dalam tubuh.

1) Hormon pada tumbuhan
Hormon pada flora sering disebut fitohormon. Beberapa di antaranya yaitu auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat.
a) Auksin, berfungsi untuk memacu perpanjangan sel, merangsang pembentukan bunga, buah, dan mengaktifkan kambium untuk membentuk sel-sel baru.
b) Sitokinin, memacu pembelahan sel serta mempercepat pembentukan akar dan tunas.
c) Giberelin, merangsang pembelahan dan pembesaran sel serta merangsang perkecambahan biji. Pada flora tertentu, giberelin sanggup mengakibatkan munculnya bunga lebih cepat dan tinggi tumbuhan melebihi tumbuhan normal.
d) Etilen, berperan untuk menghambat pemanjangan batang, mempercepat penuaan buah, dan mengakibatkan penuaan daun.
e) Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.

2) Hormon pada hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada binatang yaitu sebagai berikut.
a) Tiroksin, mengendalikan pertumbuhan hewan. Pada katak hormon ini merangsang dimulainya proses metamorfosis.
b) Somatomedin, mempengaruhi pertumbuhan tulang.
c) Ekdison dan juvenil, mempengaruhi perkembangan fase larva dan fase dewasa, khususnya pada binatang Invertebrata.

3) Hormon pada manusia
Beberapa hormon pertumbuhan pada insan antara lain sebagai berikut :
a) Hormon tiroksin, dihasilkan oleh kelenjar gondok/tiroid. Hormon ini memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme karbohidrat dalam tubuh. Kekurangan hormon ini sanggup menimbulkan mixoedema yaitu kegemukan.
b) Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH), hormon ini dihasilkan oleh hipofisis cuilan depan. Hormon ini disebut juga hormon somatotropin (STH). Peranannya yaitu memengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seorang anak tidak akan tumbuh dengan normal kalau kekurangan hormon pertumbuhan. Pada masa pertumbuhan, kelebihan hormon ini akan menimbulkan pertumbuhan raksasa (gigantisme), sebaliknya kalau kekurangan akan mengakibatkan kerdil (kretinisme). Jika kelebihan hormon terjadi sesudah dewasa, akan mengakibatkan membesarnya cuilan badan tertentu, ibarat pada hidung atau telinga. Kelainan ini disebut akromegali.
c) Hormon testosteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya gejala kelamin se-
kunder pada pria.
d) Hormon estrogen/progresteron, mengatur perkembangan organ reproduksi dan munculnya gejala kelamin sekunder pada wanita.

2. Faktor Luar (Eksternal)
Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup yaitu sebagai berikut :

a. Makanan atau Nutrisi
Makanan merupakan materi baku dan sumber energi yang dipakai untuk aktivitas, perumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Kualitas dan kuantitas masakan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Zat gizi yang diharapkan insan dan binatang yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diharapkan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air maupun yang diperoleh dari udara. 
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
Suhu ini disebut suhu optimum, contohnya suhu badan insan yang normal yaitu sekitar 37°C. Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, saat ditanam di tempat pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya.
c. Cahaya
Cahaya besar lengan berkuasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis.
d. Air
Air  merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak sanggup bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia dalam sel-sel badan tidak akan terjadi sehingga makhluk hidup tersebut akan mati.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan dan perkembangan flora dimulai semenjak perkecambahan biji. Kecambah kemudian berubah menjadi flora kecil yang sempurna. Pertumbuhan pada flora terjadi di tempat meristematis (titik tumbuh), yaitu cuilan yang mengandung jaringan meristem. Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium.
1. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer yaitu pertumbuhan yang terjadi akhir acara jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Jaringan meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang flora bertambah panjang.

2. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh acara jaringan meristem sekunder. Jaringan meristem sekunder contohnya jaringan kambium pada batang flora dikotil dan Gymnospermae. Sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah. Pembelahan ke arah dalam membentuk xilem atau kayu sedangkan pembelahan keluar membentuk floem atau kulit kayu. Akibat acara jaringan meristem pada kambium, diameter batang dan akar bertambah besar.

Perkembangan pada flora merupakan diferensiasi atau spesialisasi sel atau bagian-bagian flora untuk melaksanakan fungsi khusus (menjadi dewasa). Perkembangan pada tingkat sel contohnya sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem mengalami diferensiasi membentuk jaringan pengangkut, penyokong, pelindung dan lain sebagainya. Contoh perkembangan pada tingkat organ contohnya terbentuknya organ generatif yaitu munculnya bunga.

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada binatang terjadi di seluruh cuilan tubuh, berbeda dengan flora yang terjadi hanya di tempat meristem saja. Pertumbuhan dan perkembangan pada binatang diawali semenjak terbentuknya zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga binatang mencapai usia dewasa.

1. Fase Embrionik
Zigot terbentuk dari hasil pertemuan ovum dengan sperma (terjadi pembuahan/fertilisasi). Kemudian zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam beberapa tahap, yaitu pembelahan zigot, tahap morula, blastula, gastrula, dan organogenesis.

2. Fase Pascaembrionik
Pertumbuhan pascaembrionik dimulai saat binatang lahir atau menetas hingga dewasa.

Perkembangan pada sebagian  binatang sanggup diamati dengan terperinci melalui proses metamorfosisi

Metamorfosis
 Metamorfosis yaitu kejadian perubahan bentuk badan secara sedikit demi sedikit yang dimulai dari larva hingga dewasa. Contoh binatang yang mengalami metamorfosis yaitu katak. Katak pada awalnya berupa berudu/kecebong yang hidup di air dan bernapas dengan insang luar tetapi kemudian berganti menjadi insang dalam. Beberapa waktu kemudian terbentuk tutup insang dan kaki belakang. Setelah berumur tiga bulan, berudu mengalami metamorfosis yang ditandai terbentuknya paru-paru dan empat kaki, hilangnya insang dan ekor, kemudian menjadi bentuk katak yang hidup di darat.



Berdasarkan prosesnya metamorfosis dibedakan menjadi dua :

a. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis tepat ditandai bentuk larva dengan binatang remaja jauh berbeda. Tahapan dalam metamorfosis sempurna, Contoh metamorfosis tepat contohnya pada katak dan kupu-kupu. Tahapan metamorfosis pada kupu-kupu yaitu : telur → larva → pupa (kepompong) → remaja (imago)

b. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)
Serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, bentuk serangga yang gres menetas (nimfa) tidak jauh berbeda dengan bentuk serangga remaja (imago). Contoh metamorfosis tidak sempurna  contohnya pada jangkrik dan belalang. Urutan daur hidup serangga yang mengalami metamorfosis tidak tepat yaitu sebagai berikut : telur → nimfa → remaja (imago)



Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Wednesday, March 22, 2017

Ciri-Ciri Dan Cara Reproduksi Virus

  • Virus berarti racun. lantaran hampir semua virus sanggup mengakibatkan penyakit pada organisme . 
  • Virus selalu parasit obligat, yaitu benalu yang tidak bisa berkembang biak pada media supaya atau media tak hidup lannya dan hanya bisa berkembang biak pada jaringan makhluk hidup.
  • Bakteriofage yaitu virus yang menjadi benalu pada basil dan menimbulkan basil tersebut mengalami lisis/kehancuran.
Sejarah ditemukannya virus 



1. Adolf Meyer
Ilmuwan Jerman, mengadakan penelitian virus pada tumbuhan tembakau yang terinfeksi penyakit mozaik. Penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan :
  • Pada daun yang berpenyakit, ditemukan zat tertentu, sedangkan daun yang sehat tidak.
  • Zat penyebab penyakit tersebut tidak sanggup dibiakkan dalam medium agar-agar.
  • Zat tersebut tahan pada suhu 60o C. 

2. Dmitri Ivanovski
Ilmuwan Russia pada tahun 1892, mempelajarai penyakit mozaik pada tembakau. Penyebab penyakit tersebut diberi nama Virus, dan berikuran sangat kecil. 

3. M. Beijerinck
Ilmuwan Belanda, tahun 1899 juga meneliti penyakit mozaik pada tumbuhan tembakau. Virus penyebab mozaik pada tembakau disebut TMV (Tobacco Mozaic Virus). 

4. Wendell M. Stanley 
Ilmuwan Amerika Serikat tahun 1935 sanggup mengisolasi dan mengkristalkan virus. Penemuan Stanley tersebut merupakan awal berkembangnya penelitian perihal virus. Saat ini virus dipelejari khusus dalam ilmu Virologi. Satu unit virus yang lengkap disebut virion.

CIRI CIRI VIRUS 
  • Virus yaitu mahluk hidup yang sangat kecil dengan ukuran mili mikron ( 1/1000000 mm).
  • Hanya sanggup dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter).
  • Virus dianggap sebagai kehidupan transisi antara benda mati dan hidup. Dianggap benda mati lantaran virus sanggup dikristalkan. Saat dikristalkan virus mengatakan ciri2 benda mati tanpa satupun acara kehidupan. Namun, ketika virus yang dikristalkan tersebut dipindahkan ke jaringan makhluk hidup ( misal embrio telur ) ternyata menjadi hidup dan bisa bereproduksi.
  • Reproduksinya secara Replikasi /Proliferasi dan tidak bisa membelah diri lantaran ada pecahan badan virus yaitu Kapsid disusun yang oleh protein yang tidak bisa dibuat oleh dirinya sendiri. Maka virus menjadi parasit obligat untuk mengambil materi protein dari sel inangnya.
  • Virus hanya tersusun oleh satu asam nuklead RNA atau DNA dan selubung protein. Bahan protein diambil dari makhluk hidup lain lantaran virus tidak bisa menghasilkan protein, untuk menciptakan protein makhluk hidup membutuhkan kolaborasi antara DNA dan RNA. DNA sebagai Arsitek/perancangmya dan RNA sebagai pelaksananya.

Struktur Tubuh Virus

Tubuh virus terdiri atas kepala, ekor dan serabut ekor. Selubung luar virus disebut kapsid atau kapsomer, tersusun atas protein. Dalam kepala terdapat materi genetik (DNA atau RNA saja).



Cara reproduksi virus
  • Virus bereproduksi dengan cara proliferasi atau replikasi.
  • Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik
  • Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk sehabis berhasil melaksanakan reproduksi
  • Pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel basil tetapi virus berintegrasi/menempel dengan DNA sel basil dan jikalau basil membelah atau berkembangbiak virus pun ikut membelah.

Daur Lisis/Litik

a. fase Adsorbsi
fase ini ditandai dengan menempelnya virus (Bakteriofage) pada permukaan luar dinding basil ( misal : basil Escherichia c0l1).

b. fase Injeksi (penetrasi)
Virus mensekresikan enzim hidrolase yang meluluhkan dinding sel bakteri, sehingga terbentuk lubang, dan memasukkan DNA ke dalam sitoplasma bakteri.

c. fase Eklifase
DNA virus mengambil alih kendali sel bakteri, kemudian menghancurkan DNA basil menjadi komponen-komponen dasar pembentuk sel.

d. fase Sintesis / Replikasi
Pada fase ini, DNA basil yang dihancurkan dibuat komponen-komponen penyusun badan virus dalam sel bakteri.

e. fase Perakitan / Assembling
  Komponen-komponen virus tersebut dirakit menjadi calon-calon virus baru.

f. fase lisis/litik
Setelah terbentuk virus2 gres dinding sel basil pecah dan keluarlah ribuan virus yang siap menginfeksi basil yang lain.

Daur Lisogenik
Ada kalanya basil dalam keadaan imun/kebal, sehingga bakteriofage tidak sanggup pribadi mengambil alih kendali sel basil namun DNA virus melekat pada DNA basil dan ketika basil membelah diri DNA virus juga ikut membelah diri, sehingga yang terjadi yaitu Daur Lisogenik.

Fase-fase pada Daur Lisogenik yaitu sebagai berikut : 

a. fase Adsorbsi

b. fase Injeksi (penetrasi)

c. fase penggabungan
pada fase ini, DNA virus bergabung dangan DNA bakteri, dan ikut melaksanakan pembelahan bersama DNA bakteri. DNA tersebut disebut DNA abnormal / profage. Profage akan selalu mengikuti pembelahan sel bakteri. Sampai suatu ketika sel basil tidak dalam keadaan imun, dan profage segera mengambil alih kendali sel basil yaitu memasiki fase Eklifase dalam daur Litik/Lisis




Peranan dari Virus

Peranan Menguntungkan dari Virus : 
Semakin berkembangnya rekayasa genetika
Banyak dipakai untuk mengobati penyakit menular
Untuk menciptakan peta kromosom.

Peranan Merugikan dari Virus : 
Pada insan :
  1. Cacar (voricella) disebabkan oleh Virus cacar / Orthopox Virus
  2. Polio melitis disebabkan virus polio
  3. Influenza disebabkan oleh virus Orthomyxovirus
  4. Hepatitis disebabkan oleh Virus Hepatitis C, B, A dan D serta E
  5. Herpes disebabkan oleh Herpes Virus
  6. Morbili (campak) disebabkan oleh virus campak
  7. Rabies (gila anjing) disebabkan oleh rhabdo virus dan Lyzza virus
  8. Trakom (radang selaput mata) disebabkan oleh Trachoom Virus
  9. Demam kuning (yellow fever)
  10. Demam berdarah disebabkan oleh Virus Dengue atau Togovirus, ciri penyakit ini trombositnya berkurang drastis.
  11. Gondongan (parototis) disebabkan oleh Paramyxovirus A
  12. Menginitis (radang selaput otak)
  13. Rubella
  14. Herpes simpleks (penyebab sakit cacar air, nanah genital dan kanker)
  15. Kanker disebabkan oleh virus Onkogen
  16. AIDS disebabkan oleh HIV. Virus ini menyerang sel darah putih / Lympocyt ( Leucocyt Agranuler) sehingga defisiensi immun /penurunan kekebalan badan sehingga badan rawan terhadap banyak sekali jenis penyakit.
  17. Ebolla disebabkan oleh Fillovirus/ virus ebola
  18. Flu Burung disebabkan oleh Avian influensa virus (H5N1)
  19. SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrom ) disebabkan oleh Corona virus
Pada binatang :
  1. Rabies pada anjing, monyet, kucing. disebabkan oleh RhabdoVirus
  2. Tetelo / NCD (New Caste Disease ) disebabkan oleh virus tetelo / NCDV. Virus ini terdapat pada ayam yang menyerang sistem syarafnya.
  3. Parrot fever (pada unggas).
  4. Foot and mouth disease /FMD (penyakit kuku dan mulut) disebabkan oleh FMDV pada sapi dan kerbau dan ternak .
  5. Kanker pada Ayam ( Rouse Sarcoma Virus) disebabkan oleh RSV.
Pada flora :
  1. Mozaik atau bercak kuning pada tembakau (Tobacco Mozaic Virus), mentimun (Cucumber Mozaic), buncis (Bean cane mozaic dan Bean mozaic), gandum (Wheat mozaic), tebu (Sugar cane mozaic).
  2. CVPD ( Citrus Vien Phloem Degeneration) menyerang pada pembuluh tapis jeruk.
  3. Tungro , kekerdilan pada padi.
  4. Potato yellow dwarf pada kentang.
  5. Tobacco necrosis pada tembakau.
Cara pencegahan penyakit lantaran virus dilakukan dengan tindakan vaksinasi. Vaksin pertama yang ditemukan oleh insan yaitu vaksin cacar, ditemukan oleh Edward Jenner (1789), sedangkan vaksinasi oral ditemukan oleh Jonas Salk (1952) dalam menanggulangi penyebab polio.


LATIHAN TENTANG VIRUS

A. Pilihan Ganda
1. Selubung atau kulit virus terdiri atas ....
a. protein
b. karbohidrat
c. asam inti
d. RNA
e. lemak

2. Virus digolongkan ke dalam makhluk hidup lantaran mempunyai ciri ....
a. bergerak
b. sanggup bereproduksi
c. menularkan penyakit
d. sanggup melaksanakan fertilisasi
e. dapat dikristalkan

3. Pernyataan perihal virus yang benar yaitu ....
a. virus sanggup melaksanakan reproduksi dengan membelah berkali-kali
b. virus sanggup melaksanakan metabolisme (anabolisme dan katabolisme) sendiri
c. tubuh virus bisa memproduksi protein sendiri
d. tubuh virus tidak sanggup melaksanakan metabolisme sendiri
e. virus sanggup melaksanakan konjugasi

4. Sintesis asam nukleat (DNA/RNA) dilakukan virus di ....
a. tubuhnya sendiri
b. alam bebas
c. tubuh inangya
d. dalam tumbuhan
e. tubuh sendiri dan badan inangnya

5. Tahap-tahap proliferasi virus yang benar yaitu ....
a. adsorpsi – nanah – sintesis – perakitan – lisis
b. adsorpsi – sintesis - nanah –perakitan – lisis
c. adsorpsi – lisis – perakitan – nanah – sintesis
d. adsorpsi – perakitan – nanah – sintesis– lisis
e. sintesis – adsorpsi – nanah –perakitan

6. Tujuan virus mengambil alih fungsi DNA basil yaitu ....
a. membuat basil itu mengalami lisis (hancur)
b. mengadakan sintesis protein dan menciptakan struktur badan virus yang baru
c. mengaktifkan inti sel basil supaya sanggup memproduksi enzim baru
d. agar DNA basil melaksanakan replikasi untuk persiapan dalam pembelahan sel
e. memperbanyak sel bakteri

7. Virus mempunyai sifat menyerupai benda mati pada fase ....
a. adsorpsi
b. kristal
c. sintesisi
d. bebas di alam
e. perakitan

8. Ketika virus berada pada litik, badan kita akan merasa sakit lantaran ....
a. saat virus keluar dari sel, sistem imun badan akan menganggap virus sebagai benda asing
b. sudah terlalu banyak sel yang rusak
c. virus makin berlipa ganda
d. virus telah mengendalikna tubuh
e. virus telah menyerap banyak sekali nutrien tubuh

9. Tujuan virus menginfeksi inangnya yaitu ....
a. memanfaatkan mesin-mesin metabolisme sel inang
b. mengambil nutrien yang ada pada sel
c. menghentikan masa dormansi virus dalam bentuk kristal
d. memproduksi organel yang dibutuhkannya
e. mendapat energi untuk hidup mandiri

10. Fase yang tidak terdapat pada daur litik yaitu ....
a. adsorpsi
b. sintesisi
c. Injeksi
d. perakitan
e. Pengabungan

B. Essay
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan balasan singkat dan benar!
  1. Jelaskan struktur badan virus melalui gambar!
  2. Virus bukanlah sel, mengapa?
  3. Virus digolongkan ke dalam benda tak hidup. Jelaskan pertanyataan tersebut!
  4. Bagaimana cara hidup bereproduksi?
  5. Daur hidup virus ada 2 macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Jelaskan persamaan dan perbedaannya!
  6. Jelaskan mengapa virus dikatakan sebagai bentuk peralihan antara benda mati ke makhluk hidup!
  7. Gambarlah bakteriofag dan tunjukkan bagian-bagiannya!
  8. Jelaskan manfaat virus bagi kehidupan!
  9. Jelaskan mengapa embrio ayam sanggup dipakai sebagai medium untuk menyebarkan virus!
  10. Hampir semua orang pernah menderita influenza. Bahkan selama hidupnya, orang berkali-kali menderita influenza. Seringkali obat yang pernah berhasil meredakan influenza tidak lagi berhasil meredakan influenza yang selanjutnya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Ciri-Ciri, Perkembangbiakan Dan Manfaat Bakteri

  • Bakteri yakni mikroorganisme uniseluler prokariotik ( inti selnya tidak mempunyai membran/selaput inti ) yang mempunyai diding sel menyerupai tumbuhan namun umumnya tidak berklorofil 
  • Bakteri bersifat kosmopolitan lantaran merupakan makhluk hidup yang  paling banyak jumlahnya dan tersebar luas hampir di semua tempat menyerupai di makanan , tanah, air, udara, dalam badan makhluk hidup dan bahkan di tempat yang sangat ekstrim menyerupai di dalam magma.



Ciri-ciri Bakteri Bakteri : 

1. Organisme uniselluler ( tubuhnya terdiri atas satu sel saja )
2. Prokariot (tidak mempunyai membran inti sel )
3. Umumnya tidak mempunyai klorofil
4. Memiliki ukuran badan rata-rata 1 s/d 5 mikron.
5. Memiliki bentuk badan yang beraneka ragam
6. Hidup bebas atau parasit
7. Yang hidup di lingkungan ekstrim menyerupai pada mata air panas,kawah/magma atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan


Struktur Bakteri :

Struktur basil terbagi menjadi dua yaitu:
1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)
Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis basil tertentu)
Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.


Struktur  Dasar Bakteri :
1. Dinding sel
tersusun dari peptidoglikan yaitu campuran protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi basil menjadi basil gram positif bila peptidoglikannya tebal dan basil gram negatif bila peptidoglikannya tipis). 

2. Membran plasma 
yakni membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. Di pecahan dalam membran plasma terdapat lekukan-lekukan yang disebut mesosom.

3. Mesosom
Daerah  pecahan dalam membran plasma yang mengalami lipatan. Fungsinya diduga sebagai organel respirasi sel. berarti mesosom menggantikan peranan organel mitikondria pada sel eukariotik. Namun keberadaan mesosom itu sendiri masih diperdebatkan hingga sekarang. 

4. Sitoplasma 
yakni cairan sel.  di dalam sitoplasma terdapat organel-organel dari sel menyerupai ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma, dan lain sebagainya.

5. Ribosom 
yakni organel yang tersebar dalam sitoplasma berbentuk bulat-bulat kecil, tersusun atas protein dan RNA. Fungsinya untuk sintesa protein


6. Granula penyimpanan
untuk menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.


Struktur tambahan basil :

1. Kapsul atau lapisan lendir 
yakni lapisan di luar dinding sel pada jenis basil tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. 

2. Flagelum atau bulu cambuk 
yakni struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Bentuknya menyerupai cambuk

3. Pilus dan fimbria 
yakni struktur berbentuk menyerupai rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus menyerupai dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada basil gram negatif. Fimbria yakni struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus. 

4. Klorosom 
yakni struktur yang berada sempurna dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada basil yang melaksanakan fotosintesis. 

5. Vakuola gas 
terdapat pada basil yang hidup di air dan berfotosintesis. 

6. Endospora 
yakni bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis basil gram positif yang terbentuk jikalau kondisi lingkungan tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan mengakibatkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel basil baru.


Bentuk Bakteri
Bentuk dasar basil terdiri atas bentuk bundar (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil. Berbagai macam bentuk basil : 

1. Bakteri Kokus :

a.Monokokus yaitu berupa sel basil bundar tunggal

b.Diplokokus yaitu dua sel basil bundar yang berdempetan 

c.Tetrakokus yaitu empat sel basil bundar yang berdempetan berbentuk segi empat. 

d.Sarkina yaitu delapan sel basil bundar yang berdempetan membentuk kubus 

e. Streptokokus yaitu lebih dari empat sel basil bundar berdempetan membentuk rantai. 

f. Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel basil kokus berdempetan menyerupai buah anggur

2. Bakteri Basil :

a. Monobasil yaitu berupa sel basil batang tunggal

b. Diplobasil yaitu berupa dua sel basil batang yang berdempetan 

c. Streptobasil yaitu beberapa sel basil basil berdempetan membentuk rantai

3. Bakteri Spirilia :

a. Spiral yaitu bentuk sel bergelombang

b. Spiroseta yaitu bentuk sel menyerupai sekrup

c. Vibrio yaitu bentuk sel menyerupai tanda baca koma



Alat Gerak Bakteri 

Alat gerak pada basil berupa flagellum atau bulu cambuk yakni struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan basil bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya. Flagellum mempunyai jumlah yang berbeda-beda pada basil dan letak yang berbeda-beda pula yaitu :
A. Monotrik B. Lofotrik C. Lofotrik D. Peritrik








a. Atrik, tidak mempunyai flagel.
b. Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.
c. Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.
d. Amfitrik, mempunyai flagel pada kedua ujungnya.
e. Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.






Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri

Pertumbuhan pada basil mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran populasi. Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan basil atau kondisi untuk pertumbuhan optimum yakni :

1. Suhu
2. Derajat keasaman atau pH
3. Konsentrasi garam
4. Sumber nutrisi
5. Zat-zat sisa metabolisme
6. Zat kimia

Hal tersebut diatas bervariasi berdasarkan spesies bakterinya.misalnya berdasarkan kisaran suhu tempat hidupnya basil dibagi menjadi 4 golongan : 

a. Bakteri psikrofil, yaitu basil yang hidup pada kawasan suhu antara 0°– 30 °C
b. Bakteri mesofil, yaitu basil yang hidup di kawasan suhu antara 15° – 55 °C
c. Bakteri termofil, yaitu basil yang sanggup hidup di kawasan suhu tinggi antara 40° – 75 °C
d. Bakteri hipertermofil, yaitu basil yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C

Penggolongan basil berdasarkan sumber oksigen yang diharapkan dalam proses respirasi. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut :

a. Bakteri aerob, yaitu basil yang memakai oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter. 
b. Bakteri anaerob, yaitu basil yang tidak memakai oksigen bebas dalam proses respirasinya. Misal: Streptococcus lactis 
c. Bakteri aerob obligat, yaitu basil yang hanya sanggup hidup dalam suasana mengandung oksigen. Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas. 
d. Bakteri anaerob obligat, yaitu basil yang hanya sanggup hidup dalam suasana tanpa oksigen. Misal: Clostridium tetani.  Bakteri ini penyebab penyakit tetanus, oleh lantaran itu orang yang terkena tetanus diberikan udara yang kaya oksigen untuk mempercepat proses penyembuhannya.
e. Bakteri anaerob fakulatif, yaitu basil yang sanggup hidup dengan atau tanpa oksigen. Misal: Escherichia c0l1, Salmonella thypose dan Shigella. 

Penggolongan basil berdasarkan cara mendapat makanan :

a. Bakteri heterotrof
yaitu basil yang tidak sanggup menciptakan makanan sendiri. Bakteri heterotrof dibagi lagi menjadi 2 yaitu basil saprofit dan parasit. Bakteri saprofit yakni basil yang mendapat makanan dari sisa-sisa makhluk hidup menyerupai kotoran, sampah dan bangkai makhluk hidup. Sedangkan basil benalu memperoleh makanan dari mengambil makanan makhluk hidup inangnya.

b. Bakteri autotrof 
yaitu bakteri yang sanggup menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada. Dari sumber energi yang digunakannya, basil autotrof  dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: bakteri  fotoautotrof dan kemoautotrof. 
  • Bakteri fotoautrotof  yaitu basil yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Contoh basil ini adalah: basil hijau, basil ungu.
  • Bakteri kemoautrotof adalah basil yang memakai energi kimia yang diperolehnya pada dikala terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh basil ini adalah: Nitrosomonas , Nitrosocoocus, Nitrobacter

Cara Perkembangbiakan bakteri

Bakteri umumnya melaksanakan reproduksi atau berkembang biak secara asecual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada basil adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. 

Reproduksi basil secara secual yaitu dengan pertukaran materi genetik antara basil satu dengan basil lainnya. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA

Rekombinasi genetik sanggup dilakukan dengan tiga cara yaitu:

1. Transformasi
yakni perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel basil yang satu ke sel basil yang lain tanpa kontak langsung. Pada proses transformasi dikala sel basil donor mengalami lisis/hancur akan berbagi materi genetik ke lingkungan sebagian dari materi genetik akan bergabung dengan materi genetik basil penerima. Diguga transformasi ini merupakan cara basil menularkan sifatnya ke basil lain. Misalnya pada basil Pneumococci yang mengakibatkan Pneumonia dan pada basil patogen yang semula tidak kebal antibiotik sanggup bermetamorfosis kebal antibiotik lantaran transformasi.



2. Transduksi
yakni pemindahan materi genetik basil ke basil lain dengan perantaraan virus. Selama transduksi, sel basil donor terinfeksi oleh virus basil / bakteriofage sehinggga basil mengalami siklis litik yang diakhiri dengan pecahnya sel bakteri/lisis dan mengeluarkan virus-virus gres hasil reproduksi virus dalam sel basil dan virus-virus gres ini juga membawa materi genetik dari bakteri. Virus-virus baru/bakteriofage yang nonvirulen (menimbulkan siklus lisogen) memindahkan materi genetik/DNA yang dibawanya dan bersatu dengan DNA basil inangnya. Materi genetik/DNA dari virus ini disebut profag.


3. Konjugasi 
yakni pemindahan materi genetik berupa plasmid secara pribadi melalui kontak sel dengan membentuk struktur menyerupai jembatan diantara dua sel basil yang berdekatan yang disebut pilus. Umumnya terjadi pada basil gram negatif.


Peranan Bakteri Dalam kehidupan manusia

basil mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Bakteri yang menguntungkan yakni sebagai berikut : 

1. Pembusukan/penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia c0l1e

2. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya :
  • Acetobacter pada pembuatan asam cuka
  • Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt
  • Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco 
  • Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt. 
3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai basil pengikat nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tumbuhan kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.

4. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus, Nitrosomonas dan Nitrobacter yang berperan dalam proses nitrifikasi mengikat Nitrogen bebas di udara dalam bentuk final ion nitrat yang dibutuhkan tanaman. Proses nitrifikasi bekerjsama terdiri dari dua tahap yaitu :
  • Nitritasi : oksidasi amonia (NH3) menjadi nitrit (NO2-) oleh basil nitrit. Proses ini dilakukan oleh kelompok basil Nitrosomonas dan Nitrosococcus.
  • Nitratasi : oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3-) oleh basil nitrat. Proses ini dilakukan oleh kelompok basil Nitrobacter
5. Penghasil antibiotik contohnya yakni :
  • Bacillus polymyxa penghasil antibiotik untuk pengobatan bisul basil gram negatif
  • Bacillus subtilis penghasil antibiotik untuk pengobatan bisul basil gram positif
  • Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan TBC 
6. Pembuatan zat kimia contohnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum

7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran binatang sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium

8. Penelitian rekayasa genetika dalam banyak sekali bidang.sebagai teladan dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, contohnya enzim, vitamin dan hormon.


Bakteri yang merugikan sebagai berikut :

1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum

2. Penyebab penyakit pada insan contohnya :
  • Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC  
  • Vibrio cholerae penyebab kolera atau muntaber
  • Clostridium tetani penyebab penyakit tetanus
  • Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra
3. Penyebab penyakit pada binatang contohnya Bacilluc antrachis penyebab penyakit antraks pada sapi

4. Penyebab penyakit pada tumbuhan budidaya contohnya :
  • Pseudomonas solanacearum penyebab penyakit pada tumbuhan tomat, lombok, terungdll
  • Agrobacterium tumafaciens penyebab tumor pada tumbuhan

Soal-soal Bakteri

1. Bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan tumbuhan polong-polongan bermanfaat karena...
a. menghaluskan partikel-partikel tanah
b. memecah senyawa organik menjadi anorganik
c. memecah senyawa anorganik menjadi organik
d mengubah nitrogen bebas menjadi nitrat
e. mengubah nitrat menjadi nitrogen bebas

2. Makhluk hidup yang sanggup menguraikan sampah organik yang berasal dari tumbuhan mati dan bangkai ialah ....
a basil dan j amur
b. basil dan ganggang
c. jamur dan rayap
d. ganggang dan cacing tanah
e. cacing tanah dan ulat

3. Jenis basil di bawah ini yang menibulkan penyakit ialah ....
a Treponema pallidum
b. Acetobacter xylinum
c. Zymomonas mobilis
d. Bacillus licheniformis
e. Rhizobium sp.

4. Bentuk dasar basil ditentukan oleh ....
a. kapsul
b. kapsid
c. fnembran sel
d. flagela
e dinding sel

5. Bakteri yang tumbuh baik pada suhu rendah dibawah 20°C ialah....
a. halofil
b. asidofil
c. mesofil
d. psikrofil
e. termofil

6. Bakteri di bawah ini yang tidak terlibat dalam pembuatan yogurt ialah ....
a. Lactobacillus bulgaricus
b. Lactobacillus acidophilus
c. Streptococcus thermophillu
d. Lactobacillus lactis
e Bacillus licheniformis

7. Kandungan spesifik dinding sel basil ialah....
a.peptidoglikan
b.pektin
c.selulosa
d.lignin
e.kitin

8. Persamaan antara basil dan Chynophyta antara lain bahwa keduanya ....
a. tidak mempunyai materi inti sel
b tidak mempunyai membran inti sel
c. tidak mempunyai dinding sel
d. tidak mempunyai membran sel
e. tidak mempunyai kromosom

9. Bakteri pengikat nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan polong-polongan ialah....
a. Azotobacter
b. Nitrobacter
c. Clostridium
d Rhizobium
e. Nitrosomonas

10. ilmu yang mempelajari segala aspek kehidupan mikroorganisme disebut ...
a mikrobiologi
b. bakteriologi
c. mikologi
d. virology
e. bioteknologi

11. Semua organisme yang termasuk dalam kingdom monera mempunyai ciri ...
a. Berkoloni
b. Autotrof
c. heterotrof
d. prokariot
e. eukariot

12. Suatu makluk hidup bersel tunggal, tidak berklorofil, sanggup menciptakan makanan sendiri dan bila lingkungan tidak sesuai sanggup menciptakan endospora. Didasarkan atas sifat tersebut kita sanggup menarik kesimpulan bahwa makhluk hidup tadi yakni ...
a. Virus
b. Bakteri
c. protista
d. alga biru
e. protozoa

13. Perhatikan bentuk basil di bawah ini!
Nama bentuk koloni basil yakni ...
a. Monobacil

b. Diplococcus

c. sarcina

d. diplobasil

e. streptocoocus





14. Manakah dari pasangan yang benar antara nama basil dengan kiprahnya
a Diplococus pneumonia - Radang Paru paru
b Vibrio comma - pes / sampar
c. Shigela disentri - muntaber
d. Clostridium pasteurianum - tetanus
e. Myxobacterium dipteriae - TBC

15. Diplococus pneumonia yakni penyebab penyakit pneumonia (paru-paru) pada manusia. Dari namanya sanggup dipastikan basil tersebut berbentuk...
a. Bacillus
b. Vibrion
c. Diplococus
d. Spirilllium
e. Monobacilus
16. Dinding sel basil mempunyai struktur yang disebut ...
a. selubung lendir
b. kapsid
c. peptidoglikan
d. lipoprotein
e. fosfolipid

17. Bakteri yang mempunyai lapisan peptidoglikan yang tebal pada dinding selnya disebut ...
a. Gram positip
b. Gram negatif
c. heterotrof
d. autotrof
e. patogen

18. Selubung lendir yang melapisi pecahan luar dari dinding sel, dimanfaatkan basil untuk ...
a. berkembang biak
b. melekatkan diri pada inangnya
c. mengakibatkan penyakit
d. Membusukkan makanan
e. Menguraikan makanan

19. Manakah dari pernyataan ini yang tidak termasuk struktur dasar bakteri?
a. DNA
b. Ribosom
c. Dinding sel
d. flagel
e. sitoplasma

20. Fungsi pilli pada basil adakah ....
a. sebagai alat reproduksi secual
b. sebagai pertahanan diri dalam lingkungan yang jelek
c. sebagai alat gerak
d. sebagai alat untuk menempel pada inangnya
e. sebagai alat untuk bernapas

21. Bakteri yang hidup dengan cara memanfaatkan sisa-sisa produk buangan organisme disebut ...
a. Heterotrof
b. Autotrof
c. benalu
d. saprofit
e. aerob

22. Kelompok basil yang tidak mempunyai lapisan peptidoglikan, sanggup hidup pada tempat yang terlalu ekstrim, dan mempunyai lipopolisakarida pada dinding selnya termasuk dalam kelompok ...
a. Eukariota
b. Prokariota
c. Archaebacteria
d. Eubacteria
e. Monera

23. Bakteri halofil merupakan basil yang sanggup hidup pada lingkungan ekstrin yang sangat ...

a. panas
b. Dingin
c. Asin
d. asam
e. elok

24. Untuk memperbanyak diri basil melaksanakan reproduksi dengan cara ...
a. pembelahan biner
b. transformasi
c. transduksi
d. konjugasi
e. replikasi

25. Perkembangbiakan basil secara konjugasi dilakukan dengan tujuan ...
a. memperbanyak diri
b. melestarikan jenisnya
c. membentuk variasi genetik
d. Memecah diri
e. Menyebabkan penyakit

26. Bakteri yang mengakibatkan penyakit raja singa (Gonosshoe) yakni ...
a. Neischeria gonorrhoe
b. Treponema palidum
c. Bacilus antrachis
d. Vibrio cholerae
e. Escherisia c0l1

27. Bakteri yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan yogurth yakni ...
a. Lactobacillus bulgaris
b. Rhyzobium leguminosorum
c. Pseudomonas solancearum
d. Nitrosomonas sp
e. Bacilus polymixa

28. Untuk mengatasi serangan basil yang merugikan pada materi makanan ikandapat dilakukan dengan cara ...
a. Pasterurilisasi
b. Pengasinan
c. pemanisan
d. sterilisasi
e. pengapuran

29. Untuk menghindari penyakit TBC / Tuberculosis dilakukan dengan sumbangan vaksin ..
a. BCG
b. Vaksin tifus
c. DPT
d. Vaksin kolera
e. Vaksin tifus

30. Kelompok penyakit dibawah ini disebabkan yang disebabkan oleh basil yakni ....
a. Influenza, cacar, rabies
b. Gonorhoe, TBC, sifilis
c. Trachoma, cacar, rabies
d. Kolera, sifilis, TBC
e. Kolera, rabies, kanker
Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com