Showing posts with label INFO PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label INFO PENDIDIKAN. Show all posts

Tuesday, October 2, 2018

Cara Instal Vdi Uambn Bk


Cara instal VDI UAMBN BK
Langkah instal vdi UAMBN BK

1. ExtraK file VDI UAMBN BK
2. Jika server sudah terbukti instal virtual box,  maka pribadi double klik file VM UAMBN BK -wita
3. VDI UAMBN BK otomatis masuk di VM,  kini tinggal melaksanakan pengaturan dibagian utama saja.  System dan network dengan mengklik sajian setting.
4. Setting sistem ibarat pada gambar berikut

5. Pengaturan sesuaikan dengan jenis/nama ether/ lancard yang terhubung ke swicht client.

6. Adapter 2 pilih Nat biar server secara otomatis mengambil koneksi internet dari UDH/ Lan/ wifi
7.sampai proses ini UAmbn BK sudah aktif silahkan coba buka sista UAMBN BK atau dapat pribadi buka Google Chrome ketik URL.  192.168.0.101


PANDUAN INSTALASI VDI UAMBANBK 2018 2019 LENGKAP
Sumber http://jamuneblog.blogspot.com

Kemenag Sesuaikan Format Penyelenggaraan Ujian Madrasah ( Uambn Dan Usbn )


Ciri khas forum Madrasah di Indonesia terdapatnya mata pelajaran Agama yang terdiri dari Qur'an hadist, Fiqih, SKI ( sejarah Kebudayaan Islam ), Aqidah Akhlaq, Bahasa Arab.

Mata pelajaran tersebut juga diujikan pada Ujian Akir Madrasah Berstandart Nasional atau UAMBN, pada hal ini kedepan akan ada pembiasaan format penyelenggaraan Ujian Akhir yang mana Alquran Hadits, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) akan diujikan dalam UAMBN.

Berikut gosip yang dilangsir oleh Jakarta (Kemenag) - Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama melaksanakan pembiasaan format penyelenggaraan ujian final di madrasah. Direktur Kurikulum, Sarana, Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, mulai tahun anutan 2018/2019, mata pelajaran ciri khas madrasah tidak semuanya diujikan dalam Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). Ada dua mata pelajaran yang hanya diujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Menurut Umar, ada lima mata pelajaran cirikhas madrasah, yaitu: Qur'an Hadits, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa Arab, dan Akidah Akhlak. Selama ini, semuanya diujikan dalam UAMBN.

“Ke depan, kelima mata pelajaran itu akan diujikan dalam format baru, ialah Qur'an Hadits, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) akan diujikan dalam UAMBN. Sedang Bahasa Arab dan Akidah Akhlak akan diujikan dalam materi uji yang diujikan USBN,” terperinci Umar di Jakarta, Jumat (28/12).

Menurut Ahmad Umar, kebijakan ini sudah mempertimbangkan karakteristik setiap mapel yang menjadi cirikhas madrasah. Termasuk juga pertimbangan yang terkait keperluan madrasah dalam melaksanakan pengukuran kompetensi siswa dalam memilih kelulusan siswa.

Mata pelajaran Qur'an Hadis, Fikih, dan SKI ditetapkan diujikan pada UAMBN alasannya penggalian seluruh ranah kompetensinya masih sanggup dijangkau dengan melalui soal pilihan ganda yang tersedia pada prosedur penyusunan soal UAMBN. Nilai yang diperoleh di tiga mata pelajaran ini nantinya akan digunakan juga sebagai materi mengisi data yang akan dipertimbangkan dalam penetapan kelulusan.

Berbeda dengan itu, lanjut Umar, pengukuran kompetensi siswa pada mapel Bahasa Arab dan Akidah Akhlak membutuhkan kelengkapan alat ukur lain, selain soal pilihan ganda. Sebab, diharapkan soal yang sanggup mengukur keterampilan berbahasa dan perilaku kepribadian siswa. Karena itu, dua mapel tersebut ditetapkan lebih sempurna diujikan pada USBN. Sebab, pengelolaan penyelenggaraan USBN walau kisi-kisi dan soal anchornya dari sentra namun keseluruhan pengelolaannya sanggup dilakukan oleh madrasah. Sehingga, soal ujian sanggup dikembangkan sesuai kebutuhan dan kondisi madrasah untuk mengukur kompetensi siswa yang akan ditetapkan kelulusannya.

“Dengan prinsip ini, siswa tidak dirugikan. Sebab, kompetensinya telah teramati utuh dalam memilih kelulusan dirinya,” tegas Umar.

“Kebijakan ini bahkan meringankan, alasannya kelima mapel tersebut hanya akan diujikan sekali dalam ujian final siswa madrasah, di UAMBN atau USBN,” lanjutnya.

Ujian pada madrasah terbagi dalam tiga jenis, yaitu: Ujian Nasional (UN), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN), dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Mata pelajaran UN mengikuti Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. UAMBN diselenggarakan sebagai sarana ujian final sebagian mata pelajaran yang ada di madrasah. Sedang USBN untuk semua mata pelajaran yang dipelajari di madrasah.

Mantan Kepala Biro IAIN Surakarta ini menambahkan, UN dan UAMBN mempunyai fungsi utama untuk pemetaan kompetensi lulusan madrasah. Keikutsertaan siswa dalam UN dan UAMBN menjadi prasyarat mereka memperoleh ijazah kelulusan. UN dan UAMBN memakai moda ujian berbasis komputer dengan jenis soal pilihan ganda.

“Hasil UN dan UAMBN  hakikatnya tidak memilih kelulusan siswa,” tuturnya.

Sementara USBN, lanjut Umar, mempunyai fungsi utama sebagai instrumen satuan pendidikan (madrasah) dalam memilih kelulusan siswa. “Jenis ujian ini penting dan sangat memilih nasib kelulusan siswa,” tegasnya.

Kisi-kisi soal USBN disiapkan dari pusat, dengan komposisi: 20-25% soal anchor dari pusat, dan 75-80% soal dibentuk oleh guru madrasah. Dengan demikian kualitas soal USBN tetap terstandar.

Umar menegaskan, Kementerian Agama berkomitmen mempertahankan kelangsungan mata pelajaran yang menjadi cirikhas madrasah. Namun, dalam pelaksanaan ujian perlu dikaitkan dengan pertimbangan atas karakteristik setiap mapel dan kemampuan bentuk soal ujian yang sanggup dikembangkan oleh suatu jenis ujian, contohnya UAMBN dan USBN, biar kompetensi yang akan diukur tergali maksimal. Pelaksanaan ujian final di madrasah juga perlu memperhitungkan beban banyaknya mata pelajaran yang diujikan dan panjangnya waktu yang harus diikuti siswa selama menuntaskan seluruh rangkaian ujian akhir.

“Pertimbangan ini untuk membuat rangkaian ujian di madrasah yang layak dan proporsional dan tdk terlalu memberatkan para siswa ,” tandasnya. Sumber : https://kemenag.go.id/berita/read/509685/kemenag-sesuaikan-format-penyelenggaraan-ujian-madrasah
Sumber http://jamuneblog.blogspot.com

Monday, October 1, 2018

Kepala Sekolah Bapak Sapriansyah Bangkit Pondok Baca , Tukangi Sendiri

Salut dengan bapak sapriansyah yang berhasil menciptakan pondok baca untuk masa depan bangsa dan menumbuhkan rasa cinta membaca, bapak sapriansyah rela meluangkan waktunya untuk menciptakan Pondok baca.

Pada laman yang dilangsir beritalima.com menandakan bahwa Bapak Sapriansyah menukangi sendiri pembuatan pondok baca tersebut.

“Saya menukangi sendiri pendirian bangunan ini semoga madrasah semakin berkembang dalam segi pembelajaran dan budaya baca,” ungkapnya bersemangat.

Bangunan pondok baca yang berhasil di tegakkan oleh bapak Sapriansyah berada di  Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. MIN 1 Kutai Kartanegara.

Pondok baca yang dibentuk dari bambu sederhana, tripleks dan kayu-kayuan. Tertera di salah satu bangunan itu goresan pena “Pondok Baca”.

Tujuan Pondok Baca ini didirikan semoga bawah umur tertarik membaca. Menyediakan kawasan membaca yang gampang dijangkau dan menarik ialah salah satu seni administrasi madrasah tersebut untuk meningkatkan minat baca siswa.

Seusai pembinaan Manajemen Berbasis Sekolah jadwal PINTAR Tanoto Foundation yang ada diadakan sekitar bulan September, pak Sapriansyah ingin pribadi menerapkan salah satu rencana tindak lanjut di pembinaan tersebut, yaitu mendirikan taman baca. Walaupun sudah berkiprah di madrasah ini selama hampir sepuluh tahun, semangatnya untuk membangun madrasah tetap menyala-nyala. “Saya menukangi sendiri pendirian bangunan ini semoga madrasah semakin berkembang dalam segi pembelajaran dan budaya baca,” ungkapnya bersemangat.

Selama pelatihan, ia ingat bahwa banyak benda-benda bekas di sekolah yang sebetulnya sanggup dimanfaatkan untuk menciptakan taman baca tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Misalnya bambu yang sudah tidak dimanfaatkan lagi sesudah jadwal perkemahan sekolah, tripleks sisa pembangunan mushola dan bahan-bahan lainnya dari bekas pembangunan madrasah.

“Kalau mau membangun budaya baca, harus ada sarana yang mendukung, yang menarik dan menjadi ikon supaya bawah umur tergerak untuk membaca,”ujarnya.

Dengan semangat yang menyala-nyala, sepulang pelatihan, ia pribadi menciptakan desain bangunan taman baca tersebut. Setiap selesai jam sekolah, ia pulang kembali ke rumahnya, sholat, makan dan berganti baju menyerupai buruh kasar, pakai kaos atau baju lain yang tidak lagi menawarkan ia sebagai kepala madrasah. Dibantu oleh sekurit dan cleaning service, ia memotong-motong bambu, menggergaji tripleks dan lain-lain, mewujudkan desain bangunan yang telah ia buat dari jam 2 hingga jam 5.30 sore.

Selama membangun, ia tidak kekurangan bahan-bahan dan juga masakan dan minuman. Para guru ikut menyumbang secara sukarela embel-embel biaya yang dipakai untuk membeli cat, paku, masakan dan minuman selama bekerja. Kepala sekolah sendiri juga sukarela mengeluarkan sebagian uangnya untuk pembelian bahan-bahan.

“Agar bangunan ini menarik anak-anak, maka catnya harus berwarna-warni dan tempatnya musti dingin,” ungkapnya menandakan desainnya. Untuk menghasilkan cat yang berwarna-warni, kepala madrasah membeli tiga warna cat yaitu merah, kuning dan hijau dan kemudian sebagian dioplos untuk menghasilkan warna baru.

Setelah dikerjakan kurang lebih empat hari, dua bangunan pondok baca pun balasannya berdiri. Satunya berbentuk menyerupai balai-balai lesehan dan satunya berbentuk payung dengan beberapa kawasan duduk. Yang menyerupai balai-balai cukup untuk menampung 20 anak.

Ternyata respon siswa memanfaatkan kawasan tersebut baik untuk mencar ilmu maupun membaca sangat luar biasa. “Sangat menggembirakan bagi saya. Ternyata bawah umur tiap ketika berebutan memanfaatkan kawasan tersebut untuk membaca. Para guru juga sering duduk disitu menemani bawah umur membaca,” ujar laki-laki beranak tiga ini sangat besar hati menikmati hasil kerjanya.

Melihat respon itu, ke depan, kepala madrasah akan menukangi tiga lagi model bangunan sejenis, supaya bawah umur tidak berebutan. “Saya akan membangun tiga taman baca lagi,” tekadnya.

Selain diluar kelas, kepala madrasah juga telah memerintahkan para guru menciptakan pojok baca di masing-masing kelas yang diampu. Setiap kelas, oleh karenanya, kini ini sudah mempunyai pojok baca masing-masing. Orang renta siswa juga telah diminta untuk membantu dalam pengadaan buku-buku bacaan.

“Untuk pengadaan buku lebih lanjut, nanti saya juga minta siswa yang akan lulus menyumbangkan buku pada sekolah. Kalau ada 52 anak didik, setidaknya kita sanggup dapatkan buku embel-embel sejumlah itu,” ujarnya.

Pak Sapri merupakan teladan kepala sekolah yang sadar akan pentingnya membangun literasi bagi anak didiknya. Ia mencontohkan pada guru-guru di sekolahnya dengan pribadi berbuat, sehingga guru-guru tergerak untuk melakukan jadwal membaca di kelasnya sendiri-sendiri.

Indonesia ketika ini merupakan negara yang tangkat literasinya sangat rendah. Berdasarkan penelitian dari Central Connecticut University tahun 2016 yang lalu, Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang diteliti. “Semangat yang pak Sapri lakukan, mesti menular ke banyak orang. Rendahnya minat baca di Indonesia ialah duduk kasus yang serius alasannya menghilangkan potensi pendapatan ekonomi triliunan rupiah. Jika masyarakat Indonesia literate, pendapatan ekonomi pun akan cenderung meningkat dengan pesat,” ujar Mustajib, Communication Specialist Tanoto Foundation Kaltim. sumber : https://beritalima.com/kepala-madrasah-ini-tukangi-sendiri-pembangunan-pondok-baca/
Sumber http://jamuneblog.blogspot.com

Pemberitahuan Guru Non Pns Peserta Insentif Tahun 2019


Guru non PNS akseptor dana Insentif harus tetap bersabar, sehabis adanya dana Insentif sudah masuk rekening masing-masing  guru hal tersebut menciptakan senang guu non PNS akseptor dana insentif pasalnya sudah usang akseptor dana fungsional tak dicairkan alasannya ialah adanya pemberhentian penyaluran dana fungsional., sampai menimbulkan dana fungsional ditutup.

Setelah sekian usang dana fungsional ditutup, lalu hari muncul pergantian nama menjadi dana Insentif, diberbagai wilayah pada bulan Desember dana tersebut sudah cair dan telah masuk ke rekening masing masing guru nonton PNS  penerim dana insentif, tak jarang dari mereka akseptor dana insentif mencairkan dana tersebut meski harus mengganti buku rekening atau biasa di sebut Converse.

Dan kini beredar surat Himbauan untuk tidak mencairkan dana insentif dikarenakan akan diadakan revisi nomenklatur di tahun 2019 pada bulan Januari nanti. Berikut isi surat yang beredar.
"Menindaklanjuti hasil penelaahan DIPA online Tahun Anggaran 2019, bahwa terdapat catatan untuk output 2133.004 : Guru NON-PNS Penerima Tunjangan Fungsional biar direvisi menjadi Guru Non PNS Penerima Insentif,  maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama untyk melaksanakan proses revisi nomenklatur pada awal Januari 2019. Selanjutnya, kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se Indonesia yang mempunyai output 2133.004 : Guru NON-PNS Penerima Tunjangan Fungsional pada DIPA Petikan masing-masing biar tidak melaksanakan pencairan anggaran sebelum revisi nomenklatur tamat dilaksana"
Sumber http://jamuneblog.blogspot.com

Sunday, September 30, 2018

Meluruskan Gosip Habib Luthfi Pada Haul Solo, Dikala Ada Yang Teriak 2019 Ganti Presiden

MELURUSKAN BERITA HABIB LUTHFI PADA HAUL SOLO
INI KLARIFIKASI UNTUK GAMBAR DIATAS
MOHON DISEBAR LUASKAN BAHWA BERITA DIBAWAH INI ADALAH HOAX DAN FITNAH MURAHAN
Kronologi yg bahwasanya atas insiden tersebut ialah sebagai berikut :
Posisi habib Luthfi sudah kluar dari shohibul khol(tempat haul) mau kluar dari makam atau masjid arraudhoh, karna semua jln dipadati manusia,ada yg menuntun dia keluar melalui rumah seorang habaib solo, didepan makam, rumah keluarga al-hadad, kemudian dia masuk bersama pengawal dan santrinya, begitu terlihat habib Luthfi masuk, ada jama'ah yg hadir didalam rumah tersebut meneriaki dgn sengaja dan nada keras ''th 2019 ganti presiden'' dgn nada mengejek yg menciptakan abah geram, kemudian berhenti dan memberikan nasehat :
''JANGAN KOTORI ACARA KHAUL INI DENGAN POLITIK' '
Beliau bersikap begitu ialah benar, dan itu juga sebagai bentuk tarbiyah dan pendidikan salafuna sholihin
JADI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN SANDI UNO, HRS, UAS, FPI DAN LAIN-LAIN
Semua itu fitnah dan hoax
Tertanda penderek beliau:
Muhdhor ahmad assegaf
Solo, 30/12/2019
Foto SS dibawah ini ialah narasi fitnah terhadap beliau.

Sumber http://jamuneblog.blogspot.com

Saturday, September 29, 2018

Tunjangan Guru Swasta Akan Diserahkan Tanggal Empat Januari



TUNJANGAN GURU SWASTA AKAN DISERAHKAN TANGGAL  EMPAT JANUARI. 

Kabar kudus wacana Guru Swasta Madrasah bahwa Tunjangan guru swasta dan madrasah sebesar Rp 1 juta untuk 12.000 guru madrasah atau sekolah keagamaan, guru swasta, guru tidak tetap (GTT), dan guru wiyata bakti di Kabupaten Kudus akan dicairkan melalui ATM bank yang ditunjuk Pemkab.

HM Tamzil selalu Bupati Kota Kudus menjelaskan bahwa sasaran pemberian sebesar Rp 1 juta per bulan yang telah dilakukan atau diserahkan secara simbolis, 4 Januari mendatang. Saat ini pembahasan APBD 2019 sudah selesai.

Dalam artikel yang di langsir suaramerdeka.com memaparkan klarifikasi HM Tamzil bupati Kudus, 

‘’Tinggal menunggu hasil penilaian dari gubernur. Setelah penilaian turun akan dirapatkan oleh Banggar DPRD Kudus,’’ katanya, Minggu (30/12).

Tunjangan yangz akan dicairkan untuk guru itu masuk dalam pos anggaran hibah Pemkab Kudus melalui verifikasi data guru. 
Karena dilapangan masih ada beberapa guru yang diketahui telah merangkap di beberapa forum pendidikan. Terutama guru madrasah dengan TPQ atau guru wiyata bakti dengan guru madrasah.

maka dengan itu perjuangan demikian, Pemkab Kudus menghindari akseptor ganda supaya tidak muncul problem di kemudian hari. 

Dalam proses verifikasi, Pemkab menggandeng stakeholder terkait, termasuk dari Kementerian Agama (Kemenag) Kudus. Pasalnya, data terkait guru madrasah, TPQ, madrasah diniyah, sampai guru sekolah Minggu.

Sebanyak 12.000 guru tersebut terdiri atas guru wiyata bakti 3.185 orang, guru madrasah 1.801 orang, guru tidak tetap (GTT) 937 orang, guru TPQ 3.489 orang, guru madrasah diniyah 2.501 orang dan guru sekolah Minggu 87 orang.

Tamzil tak ingin berbelit dalam mencairkan dana kegiatan hibah atau bansos. 

‘’Pencairan via ATM melalui perbankan dilakukan untuk memangkas birokrasi, sehingga pemberian dapat secepatnya cair dan diterima oleh para guru yang sudah terdata tersebut,’’ katanya


Sumber http://jamuneblog.blogspot.com

100 Guru Nu Ikuti Aktivitas Madrasah Kader Di Jawa Barat


Jamuneblog Madrasah-memberikan isu bahwa Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat melakukan rapat persiapan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) bagi pengurus Pergunu Jawa Barat angkatan 1 di ruang rapat Lt 1 Kantor PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No. 9 Bandung (31/12/18).

Rifa Anggyana selaku Sekretaris Panitia menjelaskan bahwa acara MKNU Pergunu Jawa Barat Angkatan 1 akan dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, 12-13 Januari 2019 di Hotel Lingga Bandung dengan 100 akseptor yang merupakan perwakilan dari pengurus Pimpinan Wilayah dan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) se Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pergunu Jawa Barat H Saepuloh menjelaskan bahwa acara MKNU Pergunu Jawa Barat ini bertujuan untuk menawarkan pemahaman ihwal posisi, strategi, dan taktik gerakan dakwah Aswaja An Nahdliyah melalui pendidikan

“Melalui Madrasah Kader ini, dibutuhkan semua akseptor dalam hal ini pengurus Pergunu sanggup memahami tugas dan fungsi guru yang sangat strategis dalam pergerakan dakwah Aswaja An Nahdliyah” tutur Saepuloh

Selain itu, Saepuloh melalui Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Pergunu Jawa Barat sanggup mempertegas peranan forum pendidikan dalam proses kaderisasi di badan NU.

“Jika guru-guru di forum pendidikan faham dan menimbulkan Aswaja an nandliyyah bukan hanya sebagai ideologi tapi menjadi sebuah gerakan, maka forum pendidikan tersebut sanggup menghasilkan kader NU yang berkualitas” tutur Saepuloh

Manager Hotel Lingga Rezka yang ikut hadir pada rapat persiapan MKNU menyampaikan bahwa panitia sudah mem-booking Hotel Lingga pada tanggal 12-13 Januari 2019 untuk pelaksanaan MKNU Pergunu angkatan 1 untuk 100 orang peserta.

Lebih lanjut Rezka menyampaikan bahwa pihak management Hotel Lingga sangat bahagia dan akan membantu semaksimal mungkin untuk terlaksanakanya kegiayan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama Pergunu.

“Kami atas nama management dengan bahagia hati akan membantu terlaksananya acara MKNU tersebut” tutur Rezka.

Sumber:  https://www.liputanaceh.com/100-guru-nu-akan-mengikuti-madrasah-kader-di-jawa-barat/ dengan judul 100 Guru NU akan mengikuti madrasah kader di Jawa Barat. 


Sumber http://jamuneblog.blogspot.com