Showing posts with label Matematika SMP. Show all posts
Showing posts with label Matematika SMP. Show all posts

Sunday, April 2, 2017

Tips Panjang Sisi Pada Bidang Sebangun Ii

Artikel ini membahas wacana bahan kelas 3 Sekolah Menengah Pertama wacana "Kesebangunan" dan juga merumakan kelanjutan dari artikel aku sebelumnya yang berjudul Tips Panjang Sisi pada Bidang Sebangun.

bahan yang tersaji dalam artikel ini maupun artikel sebelumnya sebagian berisi tips-tips mudah dalam mengerjakan soal. Penggunaan tips mudah tersebut sama sekali tidak bertujuan untuk menciptakan siswa bodoh sebab tidak memahami inti bahan yang disampaikan. Tujuan penggunaan tips mudah dalam penyelesaian soal-soal wacana kesebangunan ini bertujuan semoga siswa sanggup mengerjakan soal-soal kesebangunan yang sering muncul dalam ujian semester maupun UAN dengan cepat.
Sehingga harapannya akan menambah iktikad diri siswa tersebut dalam mengerjakan soal-soal yang lainnya sebab ia sudah menjawab salah satu soal dengan cepat dan tepat. Selain itu waktu yang dimiliki siswa dalam mengerjakan soal ujian menjadi lebih efisien sebab sebagian soal telah dikerjakan dengan cepat memakai tips-tips mudah tersebut.

Rumus Air Mancur dalam Segitiga Sebangun

Coba kalian perhantikan denah rumus berikut ini :


Coba kalian perhatikan...... garis2 yang warnanya sama dikalikan dan  yang garisnya dobel berarti dikuadratkan. Perkalian garis2 yang sewarna tersebut sama alhasil dengan warna yang lainnya. arah panah garis yang berwarna oranye selalu menuju ke sisi miring segitiga siku2. 
untuk rumus2 yang aku sajikan dengan gambar menyerupai rumus di atas tidak penting untuk mengingat nama2 karakter yang tertera pada titik2 sudutnya (misal AB, AD, BC dll) sebab lain soal nama2 titik sudutnya pun sanggup berbeda. Namun bagan2 garis yang dipakai untuk mengingat rumus tidak akan berubah.

Coba perhatikan pola soal berikut ini.... dan carilah nilai x, y dan z :

 AD2 = DC . DB

122 = 16.X

122 : 16 = X

X = 144 : 16 = 9

Makara nilai x = 9 cm


 contoh lainnya......

untuk soal yang ini aku kerjakan pribadi :

y2 = 16 . (16 + 9)

y2 = 400 maka y = 20 cm

z2 = 9 . (9 + 16)

z2 = 225 maka z = 15 cm


Rumus Segitiga Sebangun Lainnya......

untuk soal menyerupai di bawah ini tidak sanggup dikerjakan dengan rumus mudah di atas...... nah unutk soal2 menyerupai inilah kalian harus memahami konsep dasar wacana perbandingan dalam kesebangunan :

coba carilah panjang DE .......? 
ingat untuk soal ini tidak sanggup dikerjakan dengan rumus air mancur di atas...juga tidak sanggup dikerjakan dengan perbandingan sisi segitiga sebangun yang disampaikan pada artikel sebelumnya.

tapi jangan khawatir..... pada prinsipnya asal kedua berdiri merupakan segitiga sebangun maka sanggup dibentuk perbandingan sisi2 yang bersesuaian. Untuk akomodasi dalam mengerjakan  soal pisahkanlah antara gambar segitiga besar dengan segitiga kecil






segitiga besar dan kecil memiliki titik sudut yang sama adalah titik C. maka besar sudutnya pun juga sama. segitiga yang besar siku2 di titik A sedangkan segitiga kecil siku2 di titik E, maka sehabis dipisahkan terlihat menyerupai gambar di bawah ini :











Samapi di sini dulu ya.... OK bro.... : )

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Friday, March 24, 2017

Penjumlahan Dan Pengurangan Aljabar

Agus dan adiknya gres pulang dari toko alat tulis....

Agus membeli 5 buku tulis 3 pensil dan uangnya sisa Rp. 2000,-
sedangkan adiknya membeli 4 buku tulis dan satu pensil dan uang sisanya Rp. 3000,-

Saat hingga di rumah ibunya tanya.... Jadinya beli buku dan pensil berapa....?

kemudian agus menjawab :  semuanya akibatnya 13 buku pensil bu (dengan PD)


Ibu : ???

dari percakapan ( yang agak dipaksakan ) di atas tentunya secepat kilat kalian tahu kenapa ibu menjadi galau mendengar balasan dari agus....

padahal  kalau diantara kalian diberi pertanyaan ibarat itu ada juga lho yang jawabannya ibarat agus...

Hmm,, mau bukti....?

Coba jawab ini :    2x - 3y - 5x2 +7x - 2y + 8


udah belom.... dikerjakan dulu gres dilanjutin bacanya Agus dan adiknya gres pulang dari toko alat tulis Penjumlahan dan Pengurangan Aljabar


pertanyaan yang ditanyakan ibu ke agus dengan pertanyaan di atas sama2 merupakan bentuk aljabar, yang pertama sering kita alam di kehidupan sehari-hari sedangkan yang kedua biasanya ditanyakan dalam buku matematika SMP.....

yuph.... agus salah menjawab alasannya beliau mencampuradukkan jumlah pensil dan buku menjadi satu.... jadi walaupun yang ditanyakan jumlah total kita harus memperhatikan jenis barangnya,

balasan yang sempurna harusnya :
9 buku tulis dan 4 pensil serta uang kembalian Rp. 5000,-

ya... yang sejenis aja yang dijumlahkan,

Makara pertanyaan yang kedua jawabannya :  9x - 5y - 5x2 + 8

hanya yang karakter belakangnya sama yang digabung dan setelah digabung hurufnya tidak digabung lho.... cukup ditulis sekali saja.... jadi 2x digabung dengan 7x menjadi 9x, bukan 9xx atau 9x2


yang hurufnya beda juga dihentikan digabung lho.... klo x dan y terang beda, x dan x2 juga beda juga... jadi jangan digabung...

ngomong-omong jawabanmu benar ato salah?? Hm....

kini kita ulas dahulu mengenai istilah2 yang perlu diketahui dalam aljabar.....


Huruf dalam aljabar disebut variabel contohnya : x, y, xy, p2, mn2 dan lain sebagainya sedangkan angka yang yang dimiliki variabel disebut juga angka koefisien...., tapi ada juga lho angka yang tidak ada variabelnya... namanya konstanta... Ingat bila ada tanda negatif (-) diikutkan angka belakangnya lho... misal pada persamaan di atas anka koefisien dari xy ialah -12 dan konstanta persamaannya = -7

Variabel dengan angka koefisiennya atau konstanta membentuk satu suku....


jadi suku dalam persamaan di atas ada 5 suku....  ingat tanda negatif ikut suku belakangnya (sebelah kanannya).....

suku sejenis ialah suku yang variabelnya sama, dan yang sanggup dijumlah atau dikurangkan hanya suku-suku sejenis saja.....

misal :

 5k + 4j - 2h -8k + 6 - 7h = ....

untuk akomodasi pengerjaan suku-suku sejenis sanggup didekatkan....

 5k + 4j - 2h -8k + 6 - 7h  =   5k - 8k + 4j -2h - 7h +6  = -3k +4j -9h+6 

mudahkan.... 

Selanjutnya....

bila ada tanda kurung maka angka yang ada di dalamnya harus dikeluarkan terlebih dahulu....

( 2x + 3) + ( x - 1) = 2x + 3 + x - 1 = 3x + 2

jadi.... x = 1x biasanya angka 1 tidak perlu ditulis.... 2x + x = 3x

untuk soal di atas kalau mau dikerjakan eksklusif tanpa mengeluarkan angka dalam kurung sebetulnya bisa....
tapi lain dongeng bila ada tanda kurang (-) di luar kurung.....

 ( 2x + 3) - ( x - 1)  = 2x + 3 - x + 1 

tanda negatif tidak hanya mengubah x di belakangnya menjadi -x namun juga mengubah semua yang ada didalam kurung menjadi berlawanantanda.... -1 menjadi 1 bila tanda kurungnya dihilangkan.
Jika ada angka di depan tanda kurung tanpa tanda + / - yang menghubungkan berarti itu merupakan perkalian ( bahas perkalian dikitt....)

misal :  -3 ( 2x + 3) artinya setiap angka di dalam kurung dikalikan -3 sehingga menjadi : 
-6x - 9

asalnya dari (-3)2x + (-3).3 = -6x -9

coba kerjakan soal di bawah ini :

2( 2x + 3) -3( x - 1) =.......

perkalian angka di luar tanda kurung dengan angka dalam kurung dikerjakan dahulu :





pamah warna merah menunjukkan angka yang perlu dikalikan..... akibatnya :

4x + 6 - 3x + 1 = x + 7

sekali lagi mengingatkan tanda negatif ikut angka belakangnya.... jadi ( x - 1 ) dikalikan -3 bukan 3.

Segmen terakhir yang akan saya bahas mengenai kefahaman bahasa....

kadang2 kita sudah sanggup mengerjakan soal aljabar kalau sudah berwujud persamaan... kalau masih ada unsur kata2 kadang menjadi bingung....

Contoh :

Tuliskan hasil pengurangan -2a + b - 3c dari 4a + 3b - 5c =........

Salah kalau penulisanmu begini :  ( -2a + b - 3c )  -  ( 4a + 3b - 5c )

Pengurangan artinya angka yang mengurangi dan dari artinya angka yang dikurangi sehingga menjadi :

( 4a + 3b - 5c ) - ( -2a + b - 3c ) =......

4a + 3b - 5c + 2a - b + 3c = 6a + 2b - 2c

ada yang ditanyakan ?? tulis aja di komentar di bawah artikel ini.... khusus penjumlahan dan pengurangan aljabar lho.... klo perkalian, pembagian dan pemfaktoran di bahas lain di artikel lain aja ( blum saya buat)

Okee... Selamat belajar



Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Saturday, March 18, 2017

Matematika Smp : Lingkaran

Unsur-Unsur Lingkaran


dari gambar terlihat bahwa panjangnya diameter ( d ) sama dengan 2 kali jari-jari ( r ) lingkaran.

AB = OA + OB

sehingaga berlaku kekerabatan antara diameter dan jari-jari lingkaran :









Keliling dan Luas Lingkaran

Keliling Lingkaran ( K ) :


Keliling bundar biasanya juga dihubungkan dengan jarak tempuh suatu bundar / roda yang berputar.
hubungan antara jarak tempuh ( s ), keliling bundar ( K ) dan banyak putaran ( n ) yakni :





Luas Lingkaran ( L ) :









Untuk lebih jelasnya perhatikan pola soal di bawah ini :

Hitunglah keliling dan luas kawasan yang diarsir di bawah ini....


untuk menghitung keliling pada prinsipnya yakni menghitung panjang garis tepi suatu bidang.


( i ) K = K1/2O + K1/2O + 28 + 28 = K O + 56 = π d + 56 = 22/7 . 14 + 56 = 100 cm


( ii ) K = K1/4O + 10 + 10 = 1/4. 2 . π . r + 20 = 1/4. 2 . 3,14.10 + 20 = 15,7 + 20 = 35,7 cm

( iii ) K = K1/2O + 21 + 21 + 21 = 1/2 π d + 63 = 1/2 22/7 . 21 + 63 = 96 cm

( iv ) K = K1/2Obesar + K1/2Okecil + K1/2Okecil  = K1/2Obesar + KOkecil

           = 1/2 π d1 + π d2 = 1/2 .3,14.20 + 3,14.10 = 62,8 cm


( i ) L = Lpersegi panjang - L1/2O - L1/2O = p.l - L O = 28.14 - 1/4.22/7 .142 = 238 cm2

( ii ) L = L1/4O = 1/4 . π . r2 = 1/4.3,14.102 = 78,5 cm2

( iii ) L = Lpersegi + L1/2O = s2 + 1/2 .1/4 π d2 = 212 1/2. 1/4. 22/7 . 212 = 614,25 cm2

( iv ) L = L1/2Obesar - L1/2Okecil + L1/2Okecil  = L1/2Obesar = 1/2 .1/4 .3,14.202 = 157 cm2


bagaimana....  sudah ada citra tentang bahan lingkaran ini ?

 Jika sudah Coba kerjakan soal perihal luas bundar di bawah ini...

Gimana ? ada duduk kasus ? klo masih resah saya kasih caranya... jadi kalian tinggal menghitung luasnya...

( a ). bidang yang pertama tidak ada duduk kasus kan? ya.. rumusnya : L = Lpersegi - L1/4O

(b ). bidang yang kedua ada hubungannya dengan bidang yang pertama... coba kalian perhatikan bekerjsama luas bidang yang kedua ini sama dengan dua kali luas bidang yang pertama sehingga  L = ( Lpersegi - L1/4O ) . 2

( c ). bidang yang ketiga juga ada hubungannya dengan bidang yang kedua... yaitu luas persegi dikurangi luas bidang yang kedua... Hmm.. tapi klo merasa rumit.. juga dapat dicari dengan cara L = L1/2O - Lpersegi 

biar lebih jelas... kalian praktekkan sendiri dengan menciptakan 2 buah bidang seperempat lingkaran... lalu tumpang tindihkan ibarat bidang yang ke tiga... bab yang diarsir merupakan bab yang saling tumpang tindih...yang luasnya sama dengan 2 kali luas seperempat bundar dikurangi luas persegi...

Perbandingan Keliling dan Luas Lingkaran dengan Jari-jarinya









Jadi kalau ditanyakan luas bundar yang diketahui perbandingan jari-jari dengan bundar lain yang telah diketahui luasnya Kita tidak perlu mencari panjang jari-jarinya terlebih dahulu.... cukup dengan rumus perbandingan di atas.... 
Sebuah bundar memiliki luas 100 cm2, kalau jari-jarinya diperbesar menjadi 2 kali maka luasnya menjadi?



 



dikali silang jadinya....





Busur, Juring dan Tembereng


Bersambung....
Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com

Friday, March 17, 2017

Materi Kesebangunan Lengkap

Soal kesebangunan dan kongruensi 
Bangun-bangun datar yang sebangun artinya bangun-bangun datar tersebut mempunyai bentuk yang sama namun ukurannya berbeda sanggup lebih besar atau lebih kecil.
Untuk mengambarkan dua buah bangkit datar sebangun sanggup dilakukan kalau memenuhi salah satu syarat di bawah ini :
a.    Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
b.    Sisi-sisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama.
Contoh :
Diketahui dua buah segitiga ABC dan PQR. Panjang AB = 8, BC = 10, PQ = 4, dan PR = 3. Sedangkan A = P = 900, B = 300, R = 600. Buktikan segitiga ABC sebagun dengan PQR ?


Dengan memakai rumus phytagoras maka panjang sisi yang belum kita ketahui sanggup kita cari AC = 6 dan QR = 5.
Dengan memakai sifat segitiga yaitu jumlah sudut-sudut dalam segitiga = 1800 maka :
  C = 1800 – ( A + B ) = 1800 – 1200 = 600 dan
Q = 1800 – ( P + R ) = 1800 – 1500 = 300.
Ada dua cara untuk mengambarkan dua bangkit segitiga di atas sebangun :
Cara 1 :
A = P = 900, B = Q = 300, C = R = 600 (sudut-sudut yang bersesuaian sama besar)

Perbandingan Sisi-sisi yang Bersesuaian dalam Segitiga yang Salah Satu Sisinya Sejajar


Jika perbandingan melibatkan sisi segitiga yang tengah (sejajar) maka perbandingannya sesuai dengan gambar yang kiri (panah warna merah) sehingga tersusun 2 perbandingan :


DE/AB = CD/CA

DE/AB = CE/CB



Jika perbandingan melibatkan sisi-sisi tepinya maka sanggup memakai gambar yang kiri maupun yang kanan :

CD/DA = CE/EB




Catatan penting :
·         Jangan mengingat perbandingan hurufnya alasannya ialah letak dan jenis abjad sanggup berubah-ubah namun ingatlah pola garisnya.
·         Perbandingan di atas disusun menurut garis panajng per garis pendek yang bersesuaian. Kalian juga sanggup menyusun sebaliknya tetapi ingat jangan berubah-ubah polanya.
·         Perbandingan terakhir (garis biru) hanya berlaku untuk perbandingan sisi-sisi tepi. Karena perbandingan tersebut bukan perbandingan umum dalam kesebangunan namun perbandingan pengembangan menurut perbandingan sisi kiri dan kanan yang sama maka perbandingan garis yang pendek dibanding selisih yang garis panjang dengan pendek (DA dan EB) sama.
Dalam soal perbandingan garis puncaknya tidak selalu di atas namun sanggup di kiri, kanan atau bawah tergantung dari letak sisi sejajar.
Perhatikan referensi yang ujung sketsanya di sebelah kiri :
Tinggi Adam 175 cm dan panjang bayangannya 190 cm. Pada ketika yang sama panjang bayangan pohon 4,5 m maka tinggi pohon (x) tersebut ialah ?

   



yang perlu diperhatikan satuan panjang orang/pohon dengan bayangannya harus sama jadi boleh panjang dan bayangan Adam tetap dalam centimeter namun dalam pengerjaan kali ini saya ubah dalam meter. menurut rumus perbandingan di atas maka :

x/1,75 = 4,5/1,9

Terus dikali silang (angka yang bawah/bagi menjadi kali dengan persilangannya) sehingga

1,9.x  =  1,75.4,5
x  = 4,15 m



Langkah kali silang kalau sudah lancar sanggup juga tidak ditulis cukup dibayangkan kemudian pribadi menulis langkah di bawahnya. kemudian kalau angka atas dan bawah sanggup disederhanakan dengan saling coret dengan pembagi yang sama sebaiknya disederhanakan dahulu.
Bentuk perbandingan di atas tidak mutlak, kita juga sanggup menyusun dalam bentuk lain contohnya :
Pohon/bayangan pohon = orang/bayangan orang
Atau bentuk lainnya yang sanggup kalian coba sendiri. Jika hasil alhasil sama maka perbandingan tersebut sanggup digunakan.
Kita lanjutkan ke variasi soal yang lain, perhatikan gambar :




Panjang garis EF ialah ?
Untuk memudahkan pengerjaan kita buat garis bantu yang sejajar dengan AD yang melalui titik C menyerupai sketsa di bawah ini 



Sebelum mencari panjang EF kita cari dahulu panjang HF dengan perbandingan

Coba perhatikan alasannya ialah HF garis yang lebih pendek dari GB berada di atas maka CF yang lebih pendek dari CB juga di atas. Dan panjang CB = 4 cm + 6 cm = 10 cm serta panjang GB juga 10 cm sehingga :

 HF/GB = CF/CB

HF/10 = 4/10

HF = 4 cm

EF = EH + HF = 9 + 4 = 13 cm

Soal selanjutnya cukup sulit diselesaikan bila belum tahu triknya
Titik E dan F masing-masing merupakan titik tengah diagonal trapesium sama kaki sehingga panjang AE = EC = BF = FD menyerupai sketsa di bawah ini :



Panjang garis EF ialah ?
Untuk memudahkan pengerjaan kita buat garis bantu yang merupakan perpanjangan garis EF yaitu EG




Mula-mula kita cari panjang EG dengan sketsa garis yang berwarna merah, alasannya ialah CE = EA maka CA = 2CE maka

EG/AB = CE/CA
 EG/19 = 1/2
 EG = 9,5

Kemudian kita cari panjang FG dengan sketsa garis yang berwarna biru, ingat sketsa tersebut merupakan segitiga terbalik sehingga puncak segitiganya berada di titik B maka

 FG/DC = CE/CA
FG/9 = 1/2
FG = 4,5

EF = EG - FG = 9,5 - 4,5 = 4,5 cm
Terkadang panjang garis yang kita misalkan dengan abjad digabung dengan panjang garis lain yang sudah diketahui besarnya. Misalnya :



 MO/ML = MN/MK
a/(a + 12) = 6/15



Dikali silang sehingga
15 . a = 6 (a + 12)
Angka 6 dikalikan dengan yang ada di dalam kurung menjadi
15a = 6a + 72
15a – 6a = 72
9a = 72
a = 72/9 = 8 cm
Rumus Air Mancur dalam Segitiga Sebangun

Coba kalian perhantikan skema rumus berikut ini :



Coba kalian perhatikan, garis-garis yang melengkung saling dikalikan maka hasilnya sama dengan garis lurus yang dobel yang dikuadratkan. arah panah garis yang lurus selalu menuju ke sisi miring segitiga siku-siku. Kemudian dilanjutkan dengan garis lengkung pendek kemudian garis lengkung panjang. Ingat polanya jangan menghafal hurufnya. 
AD2 = DB . DC
AC2 = CD . CB
AB2 = BD . BC

Coba perhatikan referensi soal berikut ini.... dan carilah nilai x, y dan z :

AD2 = DC . DB
122 = 16 . x
144 = 16x
x = 144/16 = 9 cm
untuk soal yang ini saya kerjakan pribadi :
y2 = 16 . (16 + 9)
y2 = 400
y = 20 cm

z2 = 9 . (9 + 16)
z2 = 225
 z = 15 cm

terkadang dalam mengerjakan soal kalian harus memahami konsep dasar wacana perbandingan dalam kesebangunan secara mendalam, coba perhatikan bangkit segitiga di bawah ini






coba carilah panjang DE ? 
ingat garis DE tidak sejajar dengan garis AB namun segitiga ABC sebangun dengan DEC alasannya ialah mempunyai sudut-sudut bersesuaian yang sama besar.
Ingat pada prinsipnya asal kedua bangkit merupakan segitiga sebangun maka sanggup dibentuk perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian. Untuk fasilitas dalam mengerjakan  soal pisahkanlah antara gambar segitiga besar dengan segitiga kecil.

segitiga besar dan kecil mempunyai titik sudut yang sama yaitu titik C maka besar sudutnya pun juga sama. segitiga yang besar siku-siku di titik A sedangkan segitiga kecil siku-siku di titik E, maka sesudah dipisahkan terlihat menyerupai gambar di bawah ini :


sehingga ED = 6 cm

Sekarang referensi bangkit yang berbentuk persegi panjang  :

Suatu Poster berukuran 20 cm x 36 cm diletakkan pada suatu bingkai karton sebangun, pada sisi sebelah atas tersisa 5 cm demikian juga bab kanan dan kiri bingkai juga tersisa 5 cm menyerupai dalam gambar di bawah ini, berapakah sisa bingkai pada bab bawah?






Dua bangkit di atas kita pisahkan sehingga menjadi




dengan gampang kita dapatkan panjang y = 54 cm

Maka sisa karton bab bawah = 54 – 36 – 5 = 13 cm

Ada soal yang menyerupai dengan soal di atas yang pengerjaanya mirip, perbedaannya hanya dalam penyelesaian akhir. 

Suatu Poster berukuran 20 cm x 36 cm diletakkan pada suatu bingkai karton dengan batas tepi karton di setiap sisinya 5 cm menyerupai dalam gambar di bawah ini, berapakah panjang bab bawah poster yang harus dipotong supaya sebagun ?





Dua bangkit di atas kita pisahkan sehingga menjadi






Panjang poster walaupun sudah diketahui sebesar 36 cm namun tidak dicantumkan alasannya ialah pada bab tersebut yang akan kita potong

dengan cara perbandingan yang sesuai kalau hitunganmu benar maka y = 30,67 cm

Sehingga panjang poster yang kita potong = 36 – 30,67 = 5,33 cm
Demikianlah variasi soal dalam kesebangunan yang cukup beragam. Semoga sanggup menambah kefahaman kalian terhadap bahan kesebangunan. Materi yang terkesan sederhana dan singkat ternyata variasi soalnya cukup banyak. Sehingga tidak semua bentuk soal sanggup kita bahas dalam modul ini. Dengan memperbanyak latihan soal dengan buku lain kalian akan semakin menguasai bahan kesebangunan.
1.    Kongruensi
Bangun-bangun datar yang kongruen ialah bangun-bangun yang mempunyai baentuk dan ukuran yang sama.
Untuk mengambarkan dua buah bangkit segitiga kongruen sanggup dilakukan kalau memenuhi salah satu syarat di bawah ini :
a.    Tiga pasang sisi yang bersesuaian sama panjang (sisi,sisi,sisi).
b.    Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar dan sepasang sisi yang bersesuaian sama panjang (sudut,sisi,sudut atau sisi,sudut,sudut)
c.    Dua pasang sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yang diapit oleh kedua sisi tersebut sama besar (sisi,sudut,sisi)
Buktikan segitiga ABC kongruen dengan segitiga PQR ?


ABC = 1800 – ( BAC + ACB) = 1800 – (800 + 650) = 1800 – 1450 = 350
Sehingga
ACB = PRQ = 650
ABC = PQR = 350
Jika dua buah pasang sudut dalam segitiga sama maka sepasang sudut lainnya niscaya sama, namun syarat di atas gres mengambarkan bahwa kedua bangkit segitiga tersebut sebangun dan belum tentu kongruan. Untuk mengambarkan kedua bangkit segitiga kongruen masih butuh satu syarat lagi yaitu

Panjang AC = panjang PR
Jadi segitiga ABC kongruen dengan segitiga PQR dengan pembuktian sisi,sudut,sudut

Sumber http://mediabelajaronline.blogspot.com